Bangkitlah Kau, Anakku


(Tempora muntatur, nos et muntatur in ilis)

Riang jenaka, itu yang selalu ingin kulihat dalam dirimu
E
nyahkan segala duka, biarkan terbang bersama debu
N
ur Illahi tak akan pernah henti menerangi relung-relung hatimu
Di hadapanmu terbentang luas samudera kehidupanmu
H
adapi segalanya dengan semangat berkobar di dadamu
Ilalang bukan penghalang, sibaklah tanpa sedikit pun ragu
Kendalikan perasaanmu
Angkat dagumu

Dulu, kita sering berkunjung ke Taman Suropati di sore hari
Eh, itu rahasia kita, mengapa kita sering ke sana
L
angkah kakimu yang mungil masih penuh keriangan
L
ayaknya seorang bocah, dulu kau tak pernah susah
Y
ang ada hanya celoteh ceria dan suka-cita
A
ndaikan suasana itu kau hadirkan lagi di saat dewasa
R
iak telaga akan kembali menghangatkan sukma
Ah, kuyakin kau bisa

Yogaswara, itulah nama akhirmu
O
h, suara dalam keheningan, itu artinya
G
erakan dalam ketenangan, itu maksudnya
Allah sangat mengasihi orang-orang yang tenang
S
ebutlah namaNya sepanjang waktu
W
aktu adalah milikNya, sepenuhNya
A
jarkan kebijaksanaanNya pada semua
R
ingankan hati ketika mengingatNya.
Allah akan selalu melindungimu

Billy Soemawisastra

_________

Untuk Putra Mahkota Papa: Rendhika Dellyara Yogaswara.

Papa selalu bangga padamu.

___________

Categories: Puisi | Tinggalkan Komentar

Navigasi tulisan

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. Tema: Adventure Journal oleh Contexture International.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.