Mantra Gayatri
Om bhur bhuvah svah
tat savitur varenyam
bhargo devasya dhimahi
dhiyo yo nah pracodayat.
Ketika kau baca Mantra Gayatri
tak ada lagi batas antara sukma dan surya
seperti sungai Gangga dan Jamuna
yang menyatu, menuju samudera.
![]()
Sirami aku dengan cahaya, katamu
biarkan jantungku bercahaya
biarkan darahku bercahaya
biarkan peparuku bercahaya
biarkan napasku menghembuskan cahaya
biarkan ragaku berselimut cahaya
biarkan atmaku menjadi cahaya.
Om, sumber dari segala sumber cahaya.
Cahaya yang telah melahirkan semua loka
sinarilah budi kami, setiap kala.
(Di sebuah masjid, dekat puramu
sekumpulan bocah melantunkan do’a
dalam bahasa Arab:
Allahumma nawwir kuluubanaa
binuuri hidayatiKa
kamaa nawwartal ardlo
binuuri syamsika abadaa.
Ya Tuhan kami, sinarilah hati kami
dengan cahaya hidayahMu
seperti telah Kau sinari seluruh bumi
dengan suryaMu, selama ini.)
Berapa milyar cahaya
yang Kau punya, Paduka?
Bahkan dalam pekat pun
masih Kau beri aku
Cahaya.
Billy Soemawisastra
Jakarta, 12 Agustus 2007.
[Foto-foto diambil dari www.flickr.com, www.google.com]
Minggu, 12 Agustus 2007 Ditulis oleh Billy Soemawisastra | Puisi | Gangga, Jamuna, Loka, Mantra Gayatri, Veda | 1 Komentar
Kiprah Jagat Alit dalam Keriuhan Semesta (Sebuah Kredo)
Jagat Alit. Begitulah masyarakat tradisional Jawa dan Sunda menamakan mikrokosmos yang kehadirannya berfungsi sebagai penyeimbang dan pelengkap makrokosmos alias Jagat Gede atau Jagat Ageng (Sunda: Jagat Ageung). Jika Jagat Gede adalah semesta (universe) maka Jagat Alit merupakan inti atau ruh semesta. Letaknya di dalam diri setiap manusia.
Secara lahiriah, Jagat Alit memang merupakan bagian dari Jagat Gede. Tetapi sesungguhnya, Jagat Alit-lah yang “merangkum” Jagat Gede. Semua sifat semesta berkumpul dan bersemai di Jagat Alit, sehingga Jagat Alit pun sering disebut sebagai miniatur Jagat Gede.
Jagat Alit dan Jagat Gede selalu saling memengaruhi. Seperti bumi dan langit. Seperti laut dan rembulan. Seperti angin dan pepohonan. Seperti kebaikan dan keburukan. Seperti kesengsaraan dan kebahagiaan. Seperti cahaya dan kegelapan. Seperti Yin dan Yang.
Setiap gejolak yang terjadi di Jagat Alit, akan memengaruhi perjalanan makrokosmos. Pun, begitu sebaliknya, segala sesuatu yang terjadi di Jagat Gede, akan berpengaruh terhadap eksistensi Jagat Alit.
Akan tetapi, Jagat Alit-lah yang paling bertanggung jawab untuk menjaga agar saling pengaruh-memengaruhi antara makromosmos dan mikrokosmos itu tidak menjelma menjadi bencana. Melainkan justru kebahagiaan.
Tugas memelihara keseimbangan (harmoni) semesta, terletak di pundak Jagat Alit, karena Jagat Gede lebih cenderung bersikap pasif. Sehingga Jagat Alit-lah, yang harus senantiasa aktif. Jagat Gede “hanyalah” hardware (perangkat keras). Jagat Alit, software-nya (perangkat lunak).
Jagat Alit, yang secara harfiah berarti “dunia kecil” itu, hakikatnya merupakan dunia yang tak berbatas cakrawala, karena seluruh penghuninya melulu ide, gagasan, inspirasi, yang tak pernah mengenal batas. Tentu saja bila manusia yang “dititipinya” tidak membuat batas-batas. Tidak melakukan pembelengguan terhadap ide, gagasan dan inspirasi yang mencuat dari Jagat Alit-nya.
Dengan membebaskan pikiran (gagasan) dari berbagai batasan, maka sebenarnya kita sedang mensyukuri nikmat Tuhan, yang telah menciptakan pikiran kita tanpa bingkai sedikit pun. Kitalah yang terkadang — sadar atau tak sadar — membuat bingkai-bingkai itu, sehingga kita pun takut berpikir. Bukankah Tuhan selalu memerintahkan manusia, untuk tak henti-hentinya berpikir, karena Tuhan sendiri adalah Sang Maha Pemikir?
Dengan membingkai pikiran, kita akan terjebak pada kekalutan, seperti yang pernah dialami Bimasena, ketika mencari Dewaruci hingga ke dasar samudera. Padahal Dewaruci yang akhirnya ditemukan putera pandawa itu, letaknya di dasar diri.
Dewaruci adalah diri kita sendiri, yang harus terus menerus dieksplorasi, agar kita benar-benar mengenal diri kita yang sesungguhnya. Diri kita yang merupakan Jagat Alit. “Man ‘arafa nafsahu, faqad ‘arafa Rabbahu – Barang siapa mengenal dirinya, ia akan mengenal Tuhannya.” begitu sabda Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa-alihi Wassalam (SAW).
Atas dasar pemikiran semacam itulah, blog ini saya namakan “Jagat Alit”. Sebuah jagat kecil tempat menyemai segala gagasan yang bermunculan di atas semesta (atau bahkan di luar semesta). Gagasan yang berasal dari kemurahan Tuhan, Sang Pencipta, Sang Pemelihara dan Sang Penguasa jagat raya.
Maka segala puji bagi Allah Subhanahu Wata’ala, Ar-Rahman, Ar-Rahim, Az-Zahir, Al-Batin, Al-Ghafur, Al-Halim. Gusti Yang Maha Suci, Sang Hyang Widhi, Sang Hyang Tunggal, Sang Murba Wisesa, Hyang Murbeng Alam, Debata Mulajadi Na Bolon. Yahweh, Elohim, Adonai, El Elyon, El Olam, El Gibbor, El Shaddai.
Tuhan Yang Maha Dahsyat. Tuhan Yang Mempunyai Banyak Nama. Tuhan Yang Hanya Satu-Satunya. Tuhan yang Itu-Itu juga. Tuhan Yang Tidak Bisa Diserupakan dengan segala sesuatu.
Tuhan Yang Mencintai seluruh makhluk ciptaanNya, tanpa terkecuali: apapun bentuknya, apapun jenisnya, apapun bangsanya, apapun bahasanya, apapun budayanya, apapun warna kulitnya, apapun agama dan keyakinannya.
Dengan segala kerendahan hati dan berserah diri, saya mohon kesediaan Paduka, untuk selalu membimbing saya pada setiap langkah yang saya tempuh, pada setiap oksigen yang saya hirup, pada setiap lintasan pikiran dan getaran perasaan yang beragam, serta pada setiap ucap yang saya lisankan dalam keseharian, ataupun saya tuliskan melalui blog yang amat sederhana ini.
Hanya kepada Paduka saya menyembah, meminta pertolongan dan perlindungan. Hanya kepada Paduka saya memohon ampunan atas segala dosa yang selalu saja saya lakukan.
Hanya kepada Paduka saya ucapkan terima kasih yang tiada terhingga atas segala karunia yang senantiasa Paduka limpahkan di Jagat Gede. Paduka telah melengkapi hidup saya yang amat indah ini, dengan Jagat Alit yang sangat subur dan luas.
Amin.
Billy Soemawisastra
Kuncen Jagat Alit
Maklumat buat Para Sobat
Tidak ada larangan untuk mengutip berbagai tulisan yang termaktub di Jagat Alit, baik secara keseluruhan maupun sebagian. Tetapi mohon cantumkan nama penulisnya dan sebutkan nama situsnya: http://www.jagatalit.com. Kejujuran Anda, sangat kami hargai.
-
Tulisan Terlaris
-
Para Sobat yang Sempat Melawat
- 34,844 Lawatan
Peta Pengunjung
Situs Para Sobat
Alun-Alun, Tempat Para Bocah Berkiprah dan Para Mbah Tetirah- Adegan Seks Berbalut Film HororBetulkah film Indonesia bangkit kembali? Jika menilik jumlah film Indonesia yang dibuat setiap tahun, angka-angkanya memang terlihat meningkat dengan cukup meyakinkan. Jika di tahun 2007 sekitar 53 film Indonesia diproduksi, di tahun 2008 angkanya sudah menjadi 87 film. Jumlah 100 film yang diproduksi dalam waktu 1 tahun, bahkan sudah terlampaui di tahun 20 […]Indriati Yulistiani
- Justeru Dalam Hujan, Panasnya Kian MenyengatCiater selalu membuat saya dan Indri (isteri saya) rindu. Jika dalam tiga bulan saja kami tidak berkunjung ke Ciater, sudah bisa dipastikan Indri akan merengek-rengek minta diajak ke sana, barang satu hingga dua hari. Ciater memang ngangenin. Setidaknya ada tiga hal yang membuat kami selalu kangen Ciater. Pertama, udaranya yang sejuk dan masih bersih alias [ […]Billy Soemawisastra
- Papan Penunjuk Jalan atau Reklame?Hingga sekitar sepuluh tahun yang lalu, Bandung dikenal sebagai kota yang semrawut. Jalan-jalan kota yang hancur, banyak berlubang. Sampah bertebaran di berbagai tempat. Dan, di kota yang pernah dikenal sebagai Parijs van Java itu, sangat jarang ditemukan papan penunjuk jalan. Sehingga, orang-orang yang tidak begitu akrab dengan “kota kembang” — yang s […]Billy Soemawisastra
- Industri Besar Penguasa Industri BudayaIndustri media di dunia tidak bisa dipungkiri terus mencatat perkembangan pesat. Lingkup globalisasi di masa kini membuat perkembangan di tingkat internasional pasti bergaung di tingkat nasional sebuah negara. Tidak hanya dalam bentuk karya tapi juga industrinya. Menurut pengamatan Edward S. Herman dan Robert W. McChesney, dalam tulisan mereka yang berjudul […]Indriati Yulistiani
- ”Major Label” Penguasa Industri Musik DuniaPembagian kue industri musik dunia dari tahun ke tahun sebetulnya tidak memperlihatkan perbedaan yang mencolok. Menurut data Nielsen SoundScan International (salah satu pencatat angka penjualan musik dunia), jika di tahun 2005, 81,7% pasar industri rekaman dunia dikuasai label-label utama dunia, di tahun 2007 angkanya berada pada kisaran 86,37%. Karena itu, […]Indriati Yulistiani
- Kearifan Lokal dalam Pesan Sebuah FilmKeberhasilan film Australia dalam memperlihatkan kekuatan local wisdom atau kearifan lokal, membuat saya teringat pada beberapa film lain dengan konteks yang sama. Konteks budaya lokal saat harus berhadapan dengan budaya modern (budaya Barat/western). Salah satunya, yang paling fenomenal, adalah film The Gods Must Be Crazy. Jika film Australia (meskipun sed […]Indriati Yulistiani
- Benton Junction dalam Dimensi WaktuMengapa “perjalanan waktu” bisa berbeda di suatu tempat dan tempat lainnya? Di berbagai kota besar, terutama kota metropolitan Jakarta, detak jam terasa begitu cepat, sehingga sebagian besar warganya selalu merasa kekurangan waktu. Sementara masih banyak kegiatan yang harus diselesaikan. Seorang teman saya yang “sok sibuk” sering meng […]Billy Soemawisastra
- Adegan Seks Berbalut Film Horor
Lawang Kuncen
-
Tulisan Terakhir
- Paskah dan SMS Sejuta Umat
- Dari Perkebunan Kolonial ke Perkebunan Rakyat
- Perkenankan Aku Menghasut
- Amir Sjarifoeddin, Penghianat atau Pejuang?
- Mensyukuri Musibah: Mampukah?
- Surat Terbuka untuk Tuan Presiden: Dengarlah Suara Hatimu
- Peringatan Kemerdekaan dalam Bayang-bayang Terorisme
- Serangan Teroris dan Presiden yang Melodramatik
- Sense of Crisis
- Mi’raj Isa Al-Masih
Pustaka Gagasan
- April 2010 (1)
- Maret 2010 (1)
- Februari 2010 (1)
- Desember 2009 (1)
- November 2009 (2)
- Agustus 2009 (1)
- Juli 2009 (2)
- Mei 2009 (5)
- April 2009 (1)
- Februari 2009 (2)
- Januari 2009 (2)
- Desember 2008 (5)
- November 2008 (1)
- Oktober 2008 (4)
- September 2008 (6)
- Agustus 2008 (1)
- Juli 2008 (5)
- Juni 2008 (3)
- Mei 2008 (4)
- April 2008 (5)
- Maret 2008 (1)
- Januari 2008 (3)
- Desember 2007 (4)
- November 2007 (1)
- Agustus 2007 (1)
- Juni 2007 (1)
- Maret 2007 (1)
Rubrikasi
- Agama (24)
- Eksplorasi Diri (9)
- Hukum (2)
- In Memoriam (2)
- Inspirasi (22)
- Mantra Swara (1)
- Meditasi (3)
- Politik (9)
- Prominensia (7)
- Puisi (7)
- Refleksi (39)
- Resensi Buku (4)
- Sejarah (5)
- Wacana (28)
- Wisata Sukma (2)
-
Para Penulis
-
Ujar-Ujar Para Sobat
Aluin Tsang on Kiprah Jagat Alit dalam Keriuh… Billy Soemawisastra on Meditasi Hening, Perjalanan Me… Budi Prayigno on Meditasi Hening, Perjalanan Me… gopril on Kesederhanaan Arthur John Horoni on Dari Perkebunan Kolonial ke Pe… fansmaniac on Dari Perkebunan Kolonial ke Pe… Pambudi Nugroho on Perkenankan Aku Menghasut Arthur John Horoni on Perkenankan Aku Menghasut Leonardus S Neno on Perkenankan Aku Menghasut eugine on Terima Kasihku pada Sang … adwasfa on Umatku … Umatku … soegeng soediro on Haji dan Qurban: Total Bersera… Arthur J. Horoni on Amir Sjarifoeddin, Penghianat … Pambudi Nugroho on Amir Sjarifoeddin, Penghianat … Tarbiyatul banin on Amir Sjarifoeddin, Penghianat … Lacak Kata
AKKBB Al-Quran Amerika Serikat Anshor Barack Hussein Obama Buddha Dalia Mogahed Dewan Gereja-Gereja Sedunia FPI Gallup Gereja Habib Rizieq Shihab Hening Hijrah Hijriyah Ikhlas Islam John L. Esposito Katolik Kekerasan Kematian Korupsi KPK Kristen Muhajirin Muhammad SAW Nasrani Natal Papua Paulo Coelho Pemilu PGI Pluralisme PMK-HKBP Qomariyah Ramadhan SD Harintha Sejarah Islam Siddharta Gautama Soeharto Spiritualisme Terorisme World Council of Churches Yahudi Yesus Kristus







