Om bhur bhuvah svah
tat savitur varenyam
bhargo devasya dhimahi
dhiyo yo nah pracodayat.
Ketika kau baca Mantra Gayatri
tak ada lagi batas antara sukma dan surya
seperti sungai Gangga dan Jamuna
yang menyatu, menuju samudera.
![]()
Sirami aku dengan cahaya, katamu
biarkan jantungku bercahaya
biarkan darahku bercahaya
biarkan peparuku bercahaya
biarkan napasku menghembuskan cahaya
biarkan ragaku berselimut cahaya
biarkan atmaku menjadi cahaya.
Om, sumber dari segala sumber cahaya.
Cahaya yang telah melahirkan semua loka
sinarilah budi kami, setiap kala.
(Di sebuah masjid, dekat puramu
sekumpulan bocah melantunkan do’a
dalam bahasa Arab:
Allahumma nawwir kuluubanaa
binuuri hidayatiKa
kamaa nawwartal ardlo
binuuri syamsika abadaa.
Ya Tuhan kami, sinarilah hati kami
dengan cahaya hidayahMu
seperti telah Kau sinari seluruh bumi
dengan suryaMu, selama ini.)
Berapa milyar cahaya
yang Kau punya, Paduka?
Bahkan dalam pekat pun
masih Kau beri aku
Cahaya.
Billy Soemawisastra
Jakarta, 12 Agustus 2007.
[Foto-foto diambil dari www.flickr.com, www.google.com]
Mantra Gayatri
1
