<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Terima Kasihku pada Sang Buddha</title>
	<atom:link href="http://jagatalit.com/2008/05/20/terima-kasihku-untuk-sang-buddha/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jagatalit.com/2008/05/20/terima-kasihku-untuk-sang-buddha/</link>
	<description>Menyemai Gagasan, Mensyukuri Nikmat Tuhan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 May 2012 15:49:23 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<item>
		<title>Oleh: eugine</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/05/20/terima-kasihku-untuk-sang-buddha/#comment-252</link>
		<dc:creator><![CDATA[eugine]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 04:43:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=147#comment-252</guid>
		<description><![CDATA[Sang Tathagata adalah guruku...
dari kehidupan sekarang maupun kehidupanku yang akan datang
aku bersujud di hadapan Buddha
aku bersujud di hadapan Dhamma
aku bersujud di hadapan Sangha

keyakinan ini begitu luar biasa, sampai tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata..kebenaran dalam setiap ajaran nya membuat kita tersadar..betapa beruntungnya kita bisa mendengar ajarannya..

keagungan Sang Guru tidaklah tertandingi, beliaulah guru para dewa dan manusia..Dhamma ajaran-nya sungguh indah, indah pada awalnya, indah pada pertengahan, dan indah pada akhirnya...
sangha, persamuan para bhikkhu yang melatih diri..sungguh mulia..
aku menghormat dengan sepenuh jiwaku kepada sang triratana...

semoga aku dapat melihat jalan yang telah diajarkan oleh beliau dan dapat merealisasinya
baik dalam kehidupan sekarang maupun yang selanjutnya.
sadhu..sadhu...sadhu]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sang Tathagata adalah guruku&#8230;<br />
dari kehidupan sekarang maupun kehidupanku yang akan datang<br />
aku bersujud di hadapan Buddha<br />
aku bersujud di hadapan Dhamma<br />
aku bersujud di hadapan Sangha</p>
<p>keyakinan ini begitu luar biasa, sampai tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata..kebenaran dalam setiap ajaran nya membuat kita tersadar..betapa beruntungnya kita bisa mendengar ajarannya..</p>
<p>keagungan Sang Guru tidaklah tertandingi, beliaulah guru para dewa dan manusia..Dhamma ajaran-nya sungguh indah, indah pada awalnya, indah pada pertengahan, dan indah pada akhirnya&#8230;<br />
sangha, persamuan para bhikkhu yang melatih diri..sungguh mulia..<br />
aku menghormat dengan sepenuh jiwaku kepada sang triratana&#8230;</p>
<p>semoga aku dapat melihat jalan yang telah diajarkan oleh beliau dan dapat merealisasinya<br />
baik dalam kehidupan sekarang maupun yang selanjutnya.<br />
sadhu..sadhu&#8230;sadhu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ratih Purnama</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/05/20/terima-kasihku-untuk-sang-buddha/#comment-55</link>
		<dc:creator><![CDATA[Ratih Purnama]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 11:14:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=147#comment-55</guid>
		<description><![CDATA[Namo Tassa Bhagavato Arahato Samma Sambuddhasa...

Siapa saja yang paham akan Dhamma yang diungkakan dengan penuh metta oleh Guru Agung, Guru semua mahkluk yang tiada taranya, Sammasambuddha Gotama,tidak akan habis-habisnya bersyukur dan berterima kasih sepanjang hayat. Sama seperti saya dan banyak mahkluk lainnya yang memperoleh sedemikian kebijaksanaan dan kebahagian yang begitu besar berkat Dhamma Sang Buddha.

Buddha,Sang Tathagata
Tidak pergi kemana - mana
Siapa yang melihat Dhamma, maka ia melihat Buddha...
Tidak ada jarak antara saya dan Buddha..
Begitu pula Sang Tathagata tidak pernah meninggalkan siapa pun..
Tidak membuat jarak bagi apapun...
Buddha ada dalam hati saya,dalam pikiran saya..
Saya rasakan keagungan dan cinta kasihNya dalam tiap hembusan nafas hidup saya..

Terima Kasih Buddha..
Terima Kasih Dhamma..
Terima Kasih Sangha..
Terima Kasih Tiratana...
Terima Kasih Semesta...

Biarlah mulai kehidupan saya saat ini
sampai tumimbal lahir yang terakhir
saya selalu berbakti dan berada dalam Buddhasasana
Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Sadhu...Sadhu...Sadhu...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Namo Tassa Bhagavato Arahato Samma Sambuddhasa&#8230;</p>
<p>Siapa saja yang paham akan Dhamma yang diungkakan dengan penuh metta oleh Guru Agung, Guru semua mahkluk yang tiada taranya, Sammasambuddha Gotama,tidak akan habis-habisnya bersyukur dan berterima kasih sepanjang hayat. Sama seperti saya dan banyak mahkluk lainnya yang memperoleh sedemikian kebijaksanaan dan kebahagian yang begitu besar berkat Dhamma Sang Buddha.</p>
<p>Buddha,Sang Tathagata<br />
Tidak pergi kemana &#8211; mana<br />
Siapa yang melihat Dhamma, maka ia melihat Buddha&#8230;<br />
Tidak ada jarak antara saya dan Buddha..<br />
Begitu pula Sang Tathagata tidak pernah meninggalkan siapa pun..<br />
Tidak membuat jarak bagi apapun&#8230;<br />
Buddha ada dalam hati saya,dalam pikiran saya..<br />
Saya rasakan keagungan dan cinta kasihNya dalam tiap hembusan nafas hidup saya..</p>
<p>Terima Kasih Buddha..<br />
Terima Kasih Dhamma..<br />
Terima Kasih Sangha..<br />
Terima Kasih Tiratana&#8230;<br />
Terima Kasih Semesta&#8230;</p>
<p>Biarlah mulai kehidupan saya saat ini<br />
sampai tumimbal lahir yang terakhir<br />
saya selalu berbakti dan berada dalam Buddhasasana<br />
Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta<br />
Sadhu&#8230;Sadhu&#8230;Sadhu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: soegeng soediro</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/05/20/terima-kasihku-untuk-sang-buddha/#comment-21</link>
		<dc:creator><![CDATA[soegeng soediro]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 04:28:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=147#comment-21</guid>
		<description><![CDATA[Ayat-ayat suci bertebaran di mana-mana, di Timur dan di Barat. Semoga jiwa yang beribadah juga ada di mana-mana.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ayat-ayat suci bertebaran di mana-mana, di Timur dan di Barat. Semoga jiwa yang beribadah juga ada di mana-mana.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: handaru</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/05/20/terima-kasihku-untuk-sang-buddha/#comment-9</link>
		<dc:creator><![CDATA[handaru]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 07:29:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=147#comment-9</guid>
		<description><![CDATA[Pak Billy, ada fenomena yang begitu menggejala di lingkungan sekitar saya akhir akhir ini. Banyak teman saya (Muslim) yang mengambil filosofi dari sang Buddha dalam hidupnya. Saya sempat berdiskusi dengan teman saya, apakah Al-Quran yang sudah sedemikian lengkap tidak menginspirasi hidupnya? Jawab teman saya: Ini hanya soal bahasa, bahwa di Al-Quran substansi nilai-nilai kehidupannya tidak berbeda dengan sang Buddha. Hanya soal bahasa penerjemahan nilai kehidupan dari sang Buddha baginya sangat elok dan mengena. Bahasa di Al-Quran tentu saja didominasi aroma budaya Timur Tengah yang kental, dan agak belum akrab dengan lingkungan Asia. Apapun jawaban teman saya, saya setuju bahwa nilai-nilai kehidupan sang Buddha begitu universal dan hakiki. Saya juga terinspirasi oleh tulisan Pak Billy untuk berterimakasih pada Sang Buddha.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Billy, ada fenomena yang begitu menggejala di lingkungan sekitar saya akhir akhir ini. Banyak teman saya (Muslim) yang mengambil filosofi dari sang Buddha dalam hidupnya. Saya sempat berdiskusi dengan teman saya, apakah Al-Quran yang sudah sedemikian lengkap tidak menginspirasi hidupnya? Jawab teman saya: Ini hanya soal bahasa, bahwa di Al-Quran substansi nilai-nilai kehidupannya tidak berbeda dengan sang Buddha. Hanya soal bahasa penerjemahan nilai kehidupan dari sang Buddha baginya sangat elok dan mengena. Bahasa di Al-Quran tentu saja didominasi aroma budaya Timur Tengah yang kental, dan agak belum akrab dengan lingkungan Asia. Apapun jawaban teman saya, saya setuju bahwa nilai-nilai kehidupan sang Buddha begitu universal dan hakiki. Saya juga terinspirasi oleh tulisan Pak Billy untuk berterimakasih pada Sang Buddha.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

