Di Sebuah Tajug


Di tajug ini

Tak lagi kudengar suara bedug

Hanya suara-suara tanpa suara

Menghiba Sang Maha Empunya


Di tajug ini

Tak lagi kudengar dengusan nafas

Degupan jantung, ketukan nadi

Hanya bisikan ruh selangit penuh

Memuja Sang Maha Ruh

Seraya bersimpuh


Di tajug ini

Kucoba menyatu dengan angin

Dengan malam

Dengan gemawan

Dengan bintang

Dengan pepohonan

Dengan segala

Yang bermakna kesunyian

Agar aku sampai padaNya


Di tajug ini

Hanya Dia Yang Ada

Tetapi tak sanggup aku

MenjangkauNya


Billy Soemawisastra

[Foto-foto: i23.photobucket.com, i270.photobucket.com, www.seedsiceland.org]
Categories: Puisi | Tags: , | Tinggalkan Komentar

Navigasi tulisan

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. Tema: Adventure Journal oleh Contexture International.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.