Meditasi Hening, Perjalanan Menuju Alam Suwung

53

Jumat, 25 Juli 2008 oleh Billy Soemawisastra


Banyak “orang pintar” yang mengklaim dirinya sebagai penemu Meditasi Hening. Tetapi sepanjang pengetahuan saya, Meditasi Hening ini pertama kali diperkenalkan oleh guru saya: Bapak Suratno Dharmo Harintha, pada sekitar tahun 1980-an. Meditasi Hening adalah suatu meditasi yang menggunakan metode dekonsentrasi. Dalam arti, Anda tidak perlu memusatkan pikiran ke suatu titik atau obyek tertentu ketika bermeditasi. Hanya saja, pikiran Anda tidak boleh dibiarkan menerawang atau mengembara ke berbagai tempat dan waktu, tetapi harus dialihkan secara bersangsur-angsur ke tempat dan waktu Anda bermeditasi.

Meditasi Hening, memang bukan satu-satunya meditasi yang menggunakan metode dekonsentrasi. Meditasi Reiki, Zen, Yoga, juga merupakan meditasi dekonsentrasi. Tetapi tidaklah berlebihan kiranya, jika dikatakan bahwa Meditasi Hening yang diperkenalkan laki-laki asal Wonogiri ini, merupakan meditasi yang paling sederhana tata-caranya. Anda tidak perlu duduk bersila dengan melipat kedua kaki Anda ketika bermeditasi. Anda juga tidak perlu menyilangkan tangan di dada dengan posisi tubuh yang tegak dan punggung lurus. Anda cukup duduk di kursi dengan posisi sesantai mungkin.

Mengapa disebut Meditasi Hening? Karena “terminal terakhir” dari perjalanan meditasi yang diajarkan Pak Harintha, Sang Guru, adalah Alam Hening. Bila Anda bermeditasi bersama Pak Harintha, dalam posisi duduk di kursi atau sofa, pertama kali beliau akan meminta Anda melepaskan segala beban pikiran, dan tidak membiarkan pikiran melanglangbuana. Seluruh pikiran harus dihadirkan di tempat mana sang pelaku meditasi berada. Tetapi tak perlu berkonsentrasi pada satu titik tertentu. Seluruh pendengaran harus tetap dibuka, sambil memelihara sikap waspada.

Bila Anda sudah terlihat bersikap relaks, Sang Guru akan meminta Anda untuk menutup mata perlahan. Otot-otot yang tegang di seluruh bagian tubuh secara berangsur harus dikendorkan. Nafas tidak perlu diatur, biarkan berjalan secara natural. Lalu imajinasikan diri Anda sedang mengalirkan segala beban pikiran atau stres dari kepala menuju dada. Simpan sejenak, lalu alirkan lagi secara perlahan menuju ujung kaki, seolah sedang membuang semua energi negatif melalui telapak kaki.

Sekali lagi, jangan biarkan pikiran Anda melalangbuana. Bila merasa kesulitan mengendalikan pikiran, resapi dan dengarkan saja nafas Anda yang keluar masuk tubuh Anda, sampai pada tahap nafas itu terasa semakin halus dan tidak terdengar lagi desahnya. Lalu rasakan dan dengarkan degup jantung Anda, hingga mencapai tahap Anda tidak lagi mendengar detak jantung.

“Loosss,” kata Sang Guru. “Jangan berpikir tentang masa lalu dan jangan pikirkan apa yang akan terjadi di masa mendatang. Pikiran Anda hanya berada pada detik ini. Sadari detik demi detik. Batin dan pikiran hanya diisi dengan rasa terima kasih, rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan berbagai kenikmatan, seraya berserah diri secara total kepadaNya. Maturnuwun, Gusti. Sumonggo Kerso. Terima kasih, Tuhan. Apapun yang Kau berikan padaku, kuterima dengan ikhlas seikhlas-ikhlasnya.”

Jika Anda telah berada dalam kondisi penuh rasa terima kasih dan berserah diri secara total kepada Sang Pencipta, serta tidak terdengar lagi alunan nafas dan detak jantung, berarti Anda telah sampai di gelombang alpha. Pak Harintha yang telah sangat terlatih bermeditasi itu bisa mendeteksi, apakah muridnya sudah sampai pada gelombang alpha, atau masih di gelombang beta, atau justru meluncur ke gelombang  delta (gelombang tidur). Tetapi para peserta setidaknya bisa menandai sendiri, sudah sampaikah dia ke alpha atau belum?

Bila dalam meditasi itu Anda sudah tidak merasakan lagi kegelisahan, kekhawatiran, sakit hati, iri dan dengki, dan batin hanya dipenuhi dengan rasa terima kasih dan kepasrahan total kepada Tuhan, berarti Anda sudah sampai di gelombang alpha. Bila kondisi ini dapat Anda pelihara secara konstan, hanya dalam beberapa detik lagi Anda bisa sampai di alam hening, atau alam suwung.

Sulit menggambarkan seperti apa itu alam suwung atau alam hening, karena kondisi alamnya tak berbentuk, tak berwarna, tak berupa. Hanya saja bisa ditandai dengan rasa sejuk yang luar biasa mengaliri seluruh tubuh. Rasa sejuk itu sendiri berasal dari dalam tubuh. Dan, pada saat itu, si pelaku meditasi benar-benar berada dalam kondisi “tidak mempunyai keinginan apapun”.

Biasanya hanya beberapa detik saja si pelaku berada di alam suwung. Sang Guru akan meminta peserta untuk menandai kondisi tersebut, dan membuka mata secara perlahan. Kembali pada kondisi pra-meditasi. Tetapi keheningan yang sudah berhasil diraih dalam meditasi, harus terus dipelihara.

Tidak semua peserta meditasi berhasil dengan cepat berpijak di alam suwung, ataupun sampai ke gelombang alpha. Ada yang berbulan-bulan bahkan tak sampai-sampai ke alpha. Tetapi ada juga yang dengan segera menemukan hening. Tahap-tahap keberhasilan meditasi ini sangat bergantung pada pribadi setiap orang. Kuncinya, sekali lagi, adalah kepasrahan total kepada Sang Pencipta, dan rasa syukur yang tak pernah henti, atas sekecil apapun karunia (baik berupa anugrah maupun musibah) yang diberikan Tuhan.

Itu sebabnya, dalam persiapan menjelang meditasi, terlebih dulu Pak Harintha akan memberikan conditioning, dengan bercerita tentang nikmat-nikmat Tuhan yang diberikan kepada manusia. Tentang perlunya mengendalikan berbagai keinginan, dan mengeliminasi rasa iri dan dengki. Mengusir segala kekhawatiran dan membangkitkan optimisme.

Meditasi dalam Keseharian.

Yang ingin dicapai Meditasi Hening-nya Pak Harintha, bukan meditasinya itu sendiri. Meditasi hanyalah alat untuk melatih pengendalian diri. Bila Sang Guru menilai Anda sudah trampil bermeditasi dengan mata tertutup, pada hari-hari berikutnya beliau akan mengajak Anda bermeditasi dengan mata terbuka. Bermeditasi sambil berbincang-bincang mengenai makna kehidupan, dan tentang berbagai tugas yang kita emban sebagai manusia di atas bumi.

Tahap-tahap yang berhasil dicapai dan dirasakan dalam praktek meditasi, baik dalam kondisi mata tertutup maupun terbuka, sebaiknya dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika dalam keseharian kita dilanda kegelisahan, usir segera kegelisahan itu dan menggantinya dengan kepasrahan. Tetapi bukan pasrah tanpa usaha. Melainkan pasrah dalam arti berserah diri kepadaNya. Pasrah pada apapun (bencana maupun keberuntungan) yang sedang kita alami detik demi detik, sambil berusaha dan berdo’a meminta kekuatanNya.

Jika dalam keseharian kita bisa menghilangkan rasa iri dan dengki ataupun kekhawatiran dan rasa sakit hati, maka perjalanan hidup pun bisa dinikmati dengan tenang. Apalagi bila kita mampu mengendalikan berbagai keinginan alias nafsu yang mengganggu.

Ajaran Meditasi Hening-nya Pak Harintha, nyaris tidak ada bedanya dengan ajaran Tasawuf dalam Islam ataupun ajaran Teosofi di kalangan Kristiani. Pun, sejalan dengan ajaran Buddhisme. Dan, seperti meditasi pada umumnya, Meditasi Hening merupakan ritual lintas-agama. Beberapa anggota Lions Club Jakarta, yang kebetulan beragama Islam dan pernah dilatih meditasi oleh Pak Harintha, sempat mengaku, sholat mereka menjadi semakin khusyu setelah berlatih Meditasi Hening.

Billy Soemawisastra.

About these ads

53 thoughts on “Meditasi Hening, Perjalanan Menuju Alam Suwung

  1. soegeng soediro mengatakan:

    Maaf Pak Billy saya yang cubluk betul-betul keblabasan. Setelah membaca urian Pak Billy tentang perjalanan menuju ke alam suwung, rasanya saya pernah……………..
    Terima kasih
    (Pak Bily posisi ada dimana, sayang sekali saat ini saya sedang berada di lautan pasifik, semoga di lain “waktu” dapat bertemu langsung).

  2. Billy Soemawisastra mengatakan:

    Posisi saya di Jakarta. Kalau Mas Sugeng “mendarat” di Jakarta, silakan kontak saya melalui blog ini, atau melalui email: bungbilly@gmail.com.

  3. penembusbatas mengatakan:

    meditasi hening itu susahnya minta ampun ya pak..hehe..
    terutama buat memfokuskan pikiran, pasti ada aja pikiran2 yang memaksa masuk…

  4. Billy Soemawisastra mengatakan:

    Coba saja terus, Bung Johanes. Kuncinya adalah kepasrahan total kepada Sang Pencipta, dan selalu ucapkan terima kasih kepadaNya.

  5. Iwan mengatakan:

    Pada dasarnya tujuan and temuan dari perjalanan ‘awal” yg diceritakan bapak disini adalah sama halnya dengan para pencari “jalan”Nya. Mungkin hanya tehnik-2 nya saja yg berbeda sesuai dengan tuntunan/ajaran dari masing-2 guru (tergantung darimana mereka memperoleh sumbernya).

    Saya mempunyai 3 sources yg mengajarkan tehnik yg masing-2 berbeda tetapi perjumpaan yg terjadi (rasa, warna, dll) yg “hampir” sama.

    Saya berharap dapat lebih banyak memperoleh input dan advise dari bapak,…apabila berkenan untuk bertemu.

    Salam

  6. Billy Soemawisastra mengatakan:

    Betul sekali, Mas Iwan. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menuju “alam suwung”. Banyak jalan yang bisa ditempuh untuk mendekatkan diri padaNya. Meditasi hening, hanyalah salah satu cara. Para ahli tasawuf, misalnya, mencari jalan untuk menghampiri Sang Maha Kasih dengan cara berzikir (zikrullah). Pada dasarnya, saya percaya, semua bentuk ibadah dalam agama atau keyakinan apapun, bila dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan, pasti akan sampai padaNya. Atau seperti istilah Anda, “perjumpaan yang terjadi” hasilnya sama.

    Hasil yang sama, juga akan kita peroleh dengan cara membantu orang-orang yang sedang dilanda kesusahan, atau orang miskin dan papa. Karena hakikatnya, orang-orang miskin itu adalah Kekasih Tuhan. Dengan membantu melepaskan penderitaan para Kekasih Tuhan, berarti kita sedang mendekatkan diri padaNya, untuk memperoleh kasihNya. Syaratnya sama, membantu orang-orang miskin itu dengan tulus dan ikhlas, tanpa pamrih, dan bukan untuk pamer (ujub dan riya) agar dilihat dan dipuji orang.

    Saya tertarik dengan 3 sources yang Anda sebutkan. Saya juga ingin belajar pada Anda mengenai hal itu. Mungkin kita bisa ketemu bulan depan setelah liburan idulfitri berakhir.

    Terima kasih atas komentar dan kunjungan Mas Iwan ke Jagat Alit. Semoga Tuhan memberkati Anda.

  7. Iwan mengatakan:

    Saya sangat setuju dengan implementasi ‘perjalanan” dalam kaidah yg lebih nyata, karena hal tersebut akan otomatis ter-refleksi dalam setiap tindakan para pelaku ‘perjalanan’ ini.

    Semoga pancaran cahaya ke-Tuhanan akan selalu menyinari setiap tindakan and perilaku kehidupan kita.

    Salam bagi semua dan selamat Hari raya Idul Fitri!

  8. ilham mengatakan:

    setuju bahwa kita hrs membuka diri kita yg tertutup oleh keinginan yang asalnya dari panca indra kita sejak kita lahir dipupuk untuk menikmati kenikmatan luar tapi terlupa akan kenikmatan sejati yg kan selalu abadi….semoga hidup kita terbuka untuk melihat-Nya dalam kondisi apapun..terimaksih sudah membagi pengetahuan-Nya untuk melanjutkan perjalanan diri menemui-Nya.
    salam kenal dari saya “salik anom” mohon bantuan wawasan dan pengetahuan untuk mencapai Haqqul yakin”

  9. Adinata mengatakan:

    Waah,, ini mah saya yang dulu…
    Puji Tuhan sekarang tidak lagi.
    Sudah terselamatkan :)

  10. masrobertk mengatakan:

    Alhamdulillah… Ada yang bisa menjelaskan bagaimana kondisi untuk menembus alam suwung… Begitu sejuk jika Anda bisa merasakan lebih dalam… Resapi makna diri Anda sebenarnya…
    Smoga blog Kang Billy bisa menghantarkan banyak orang yang mendambakan kebahagiaan dunia dan akherat…

    Salam kenal Kang Billy… MOhon ditambahkan link blog saya di blog Anda. Matur Nuwun engkang sanget… http://masrobertk.wordpress.com

  11. Billy Soemawisastra mengatakan:

    Mas Robert, permintaan Anda untuk memasukkan blog Anda ke dalam link (tautan) Jagat Alit, sudah saya penuhi. Terima kasih atas kunjungannya. Keep in touch.

  12. adhi prayogo mengatakan:

    Awang Uwung suwung…hampa..kosong..yang ada hanya Dzat yang Maha Hidup…..lailahailallah.

  13. lelettoa mengatakan:

    suwung itu kosong…. mengosongkan pikiran itu lebih mudah daripadan mengosongkan hati dari keinginan.

  14. gusrachmat mengatakan:

    Assalam Mualaikum Wr.Wb

    Mas Billy yth,

    Setelah menemukan, membaca, dan mendalami tulisan yang panjenengan buat dalam blog JAGAT ALIT. Saya sangat senang dan bangga, ternyata dalam bahasan yang tersurat dan terungkap dalam artikel-artikel panjenengan ada sebuah noktah yang sama dengan ilmu Fiqih dan Islam Kejawen yang saya pelajari dan praktikan dalam dunia pengobatan yang saya lakukan sejak tahun 1999.

    Karena itu, saya mohon ijin untuk nakal jika saya mengutip beberapa artikel panjenengan. Namun, tetap akan mensuratkan juga blog panjenengan sebagai sumbernya.

    Kalau pun tidak keberatan. Saya berharap blog saya dengan url: http://www.gusrachmat.co.nr ditautkan pada blog jenengan.

    Demikian terimakasih
    Salam. Gus Rachmat

  15. sfattah mengatakan:

    assalamu alikum wr wb, terus terang pingin memperdalam dan fokus mengenai hal ini, bagaimana caranya dan dimana alamat yang jelasx wsalam

  16. Billy Soemawisastra mengatakan:

    Wa’alaikum Salam wr. Wb.
    Untuk memperdalam meditasi hening sebenarnya tidak diperlukan guru. Semua orang bisa mempelajarinya sendiri. Tetapi kalau sekedar untuk berdiskusi tentang substansi maupun tekniknya, saya menyediakan diri. Silakan kirim saja email ke bungbilly@gmail.com, kita bisa bikin janji untuk bertemu. Syukur-syukur ada beberapa orang lainnya yang juga berminat mendalami meditasi hening. Sayang sekali, guru saya, Pak Harintha sudah kembali ke alam baqa. Seandainya beliau masih ada, saya akan arahkan Anda untuk belajar pada beliau.

  17. Samiaji mengatakan:

    Jadi inget pesan Yang Kajenaran, dalam Serat Niti Mani bait terakhir,………………………………

    Kinanti

    1. Wau kang murweng don luhung, atilar wasita jati, e manungsa sesa-sesa, mungguh ing jamaning pati, ing reh pêpuntoning tekad, santa-santosaning kapti.

    2. Nora saking anon ngrungu, riringa rêngêt siningit, labêt sasalin salaga, salugune den-ugêmi, yeka pangagême raga, suminggah ing sangga runggi.

    3. Marmane sarak siningkur, kêrana angrubêdi, manggung karya was sumêlang, êmbuh-êmbuh den-andhêmi, iku panganggone donya, têkeng pati nguciwani.

    4. Sajati-jatining ngelmu, lungguhe cipta pribadi, pusthinên pangesthinira, ginêlêng dadi sawiji,wijanging ngelmu jatmika,neng kaanan ênêng êning.

    ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    Mungkin agak sukar untuk menterjemahkan teks diatas kedalam bahasa Indonesia karena bila salah akan menjauhkan makna dan tujuan sebenarnya dari wisdom diatas, namun mungkin agak-agak mirip dan selaras, atau mungkin artikel bapak merupakan implementasi dari bait diatas ini. Dan inilah sebenarnya tujuan akhir dari dimensi spiritual, bagi yang mau mengkaji dan mencari tujuan penciptaan dirinya, dan susah pula dijelaskan seorang nabi Muhammad saw rela menyepi dan menyendiri di gua Hiro dalam waktu-waktu tertentu dan dalam jangka waktu tertentu pula, sampai mencapai pencerahan yang dikemudian hari pribadinya dipuji baik oleh lawan, apalagi kawan. Agak beda mungkin apalagi secara bahasa, orang sana menyebutnya khalwat, mungkin orang jawa menyebutnya nyepi, apapun itu, hasilnya jelas, dari keheningan itu akan muncul kearifan-kearifan. Jadi ingin ikutan latihan, Pak Billy gimana caranya agar saya bisa ikutan latihan ,,,,

    Terimakasih sebelum dan sesudahnya,,,,,,

    Rahayu

  18. Budi Prayigno mengatakan:

    Salam kenal pak Billy, saya berminat untuk latihan meditasi hening, apakah saya bisa ketemu bapak mohon bimbingannya agar bisa berlatih meditasi hening dengan efektif. Karena menurut informasi yang saya terima selama ini dalam melakukan meditasi harus ada pembibingnya. Terus terang selama ini saya juga berlatih meditasi tapi tanpa guru, dan hasilnya juga kurang optimal. Kalau boleh mohon nomor HP atau telp bapak, supaya saya bisa menghubungi bpk secara langsung.
    Trima kasih dari budi nomor HP 081381774577

  19. Billy Soemawisastra mengatakan:

    Mas Budi, terima kasih atas kunjungannya ke Jagat Alit dan terima kasih atas perhatiannya terhadap Meditasi Hening. Nomor HP saya sudah saya sms ke nomor HP Mas Budi.

  20. Lyli mengatakan:

    Ass…salam kenal pak bily semoga saya jg dapat pengetahuan lebih banyak lagi tentang meditasi ini.saya sangat tertarik untuk bisa mempelajari lebih baik lagi.mengingat saya selama ini sudah melakukan dan yg saya rasakan belum maksimal sangat igin mendapat bimbingan dari bapak sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih

  21. yuli afroni mengatakan:

    trima kasih semuanyua….sudah beberapa tahun saya sering melakukan meditasi…tapi ya belum dapat yg pass,tapi dg adanya pelajaran ini akan saya lakukan secara rutin harapan saya bisa lebih baik lagi…trims.

  22. sucipto mengatakan:

    Salam kenal Mas Billy…saya tertarik dengan meditasi hening perjalanan menuju alam suwung, kalau belajar secara langsung sama mas Billy bisa nggak ya????

  23. Sri Hartanto mengatakan:

    Salam mas Billy, mungkin guru anda bp. Suratno Dharmo Harintha mengenal almarhum guru saya bp.Hadi Soetiyono yang sama sama mengajarkan Alam Suwung. Kebetulan beliau juga berasal dari Wonogiri Surakarta. Saya berguru th 70an setelah orang tua saya th 60an. Perkumpulan kami terdaftar di Dept Kebudayaan berjudul HPK “Waspada” Trimakasih.

  24. raviandra mengatakan:

    terima kasih pencerahannya pak!

  25. Suwung Nurwujud mengatakan:

    SALAM SATU KEBAHAGIAN…….SAYA MAU TANYA KALAU MASIH MERASA SUWUNG APA ITU BUKANYA MASIH ALAM RAMAI BLM SUWUNG….KALAU MASIH BISA CRITA ///////

  26. Wahab mengatakan:

    Mohon maaf sebelumnya ada baik kt kenal dulu kpd yg maha tunggal saya rasa medetasi akan lebih berisi dan bermakna.

  27. Axel Erlando mengatakan:

    pak,bagaimana cara mendapatkan kembali keheningan dalam meditasi.?? soalnya meditasi saya sedang bermasalah.!

  28. ivan kuncoro mengatakan:

    salam kenal pak billy saya ingin memperdalam mempelajari jagat alit bisa minta nomer hp dan ketemu, nomer saya 081233221975
    terima kasih

  29. Billy Soemawisastra mengatakan:

    Saya sudah memberikan balasan melalui email Anda. Silakan dilihat.

  30. Billy Soemawisastra mengatakan:

    Coba terus. Jangan mempunyai target ketika sedang bermeditasi. Biarkan saja meditasi Anda berjalan secara alami. Jangan dipaksakan, karena proses meditasi memerlukan kepasrahan.

  31. mas M mengatakan:

    terimakasih Pak Billy. saya pernah berkirim email ke Bapak, dan belum dibalas. mungkin yang saya butuhkan memang bukan email balasan, tapi ketekunan saya. dari tulisan bapak saja saya belum benar-benar melaksanakan, tapi sudah ingin tahu lebih.

    mohon maaf ya Pak. walaupun kita tidak saling kenal dan belum pernah bertemu, tulisan Bapak menjadi tutorial yang bagus.

  32. Billy Soemawisastra mengatakan:

    Maafkan saya, yang belum sempat membalas email Anda. Saya baru saja mengirimkan email balasan setelah mendapat teguran Anda melalui kolom komentar ini.

    Mengenai keinginan Anda untuk bertemu, saya senang sekali. Hanya saja sampai saat ini saya belum menemukan waktu yang tepat. Selain Anda, ada beberapa teman lainnya yang juga ingin berlatih meditasi bersama. Kepada mereka, saya juga belum bisa berjanji. Tetapi alamat email Anda dan nomor hp Anda dan juga teman-teman lainnya itu saya simpan. Sewaktu-waktu saya akan kontak Anda, bila saatnya sudah memungkinkan.

    Untuk sementara silakan berlatih sendiri berdasarkan petunjuk yang saya tulis dalam artikel “Meditasi Hening, Perjalanan menuju Alam Suwung”. Berlatih meditasi itu sangat mudah, hanya perlu disiplin diri dan kepasrahan total kepada Sang Maha Kasih, seperti saat kita beribadah berdasarkan agama dan kepercayaan masing-masing.

    Pada saat memulai meditasi dan ketika sedang melakukan meditasi, jangan biarkan pikiran Anda berkelana. Isilah pikiran dengan ucapan terima kasih yang tiada henti kepada Sang Maha Kasih, seikhlas-ikhlasnya. Berterimakasihlah atas segala karunia yang telah dilimpahkanNya kepada kita, apapun bentuknya.

    Ketika bermeditasi, jangan mempunyai target apapun. Biarkan semuanya mengalir secara alami. Pun jangan dipaksakan. Anda akan merasakan sendiri manfaatnya bila meditasi dilakukan dengan kepasrahan total kepada Sang Pencipta.

    Itu saja dulu. Mudah-mudahan kita akan dipertemukan pada saat yang tepat, sesuai kehendakNya.

    Terima kasih atas perhatian Anda.

  33. Harsono mengatakan:

    sangat luar biasa di era global modern ini masih ada sekelompok insan yg mau meniti ke alam suwung. Sayapun menjadi tertarik untuk belajar. Meski hanya sedikit uraian metode menuju ke alam suwung yang diuraikan oleh pak Billy namun mampu menjangkau ruang dalam batin saya dan saya mulai hari ini akan mencoba dan insyaallah selalu berusaha untuk bisa menggapai ke alam suwung meski itu bukan target cepat tetapi harus bisa. Saya terima kasih banget bisa berjumpa pak Billy di dalam ruang tanpa batas ini, semoga pak Billy sekeluarga selalu mendapat limpahan rakhmat Allah karena bersedia membimbing insan lain meraih demensi alam suwung. Saya punya keyakinan bahwa di dalam kosong itu sebenarnya isi, tentunya isi tersebut dari pancaran hidayah sang pencipta jagad raya, insyaallah. Amin, matur nuwun. Salam kenal dari pak Harsono klaten, solo jateng, HP. 08156890467..

  34. Wiyono mengatakan:

    Usul: pak Billy sebaiknya meng up load tehnik mediatasi suwung lebih detail supaya kita bisa belajar lebih terarah
    Tks

  35. Jeremy Gemarista mengatakan:

    Tulisan yang sangat menyejukkan.

    Aplikasinya pun sangat sederhana sehingga sepertinya saya akan turut mencobanya sendiri dahulu. Mudah-mudahan kita bisa berdiskusi tentang hal ini apabila nanti bertemu.

    Salam

  36. bambang iswanto mengatakan:

    Heeeh……. Heeh…….. Menangislah wahai hati yang penuh dengan kedengkian, kebencian, ingatkan akan kasih sayang Ibu dan Bapak serta keikhlasan mereka dikala mencari nafkah apapun akan dilakukan demi putranya tercinta begitu kiranya apabila Alam suwung ini dapat cepat untuk mencapai konsentrasi tinggi dan ingat lah setelah kasih sayang Ibu Bapak kemudian kepasrahan kepada Ilahi mudah-mudahan pencerahan ini mampu mendinginkan Bangsa Indonesia Haturnuhun

  37. Wiyono Hadi mengatakan:

    Kang Billy, saya sering mencoba meditasi suwung, tetapi ketika saya memulai duduk diam jantung saya berdebar-debar dan irama jantung menjadi tidak teratur. Apa yang salah pada diri saya?

  38. Billy Soemawisastra mengatakan:

    Mungkin ketika memulainya kurang pasrah. Coba saja lagi sepasrah mungkin. Katakan kepada jantung supaya berdetak berirama. Katakan kepada nafas supaya berhembus teratur. Auto-sugesti seperti ini biasanya berhasil bila dilakukan dengan tenang dan pasrah.

  39. Idin Saepudin Ruhimat mengatakan:

    Salam hormat pak billy, saya berterimakasih atas tulisan pak billy ini….telah membuka cakrawala saya tentang alam suwung….kalau berkenan bolehkah saya minta no hp pak billy…agar bisa berkomunikasi dengan bapak lebih dalam dan bisa bertemu dengan bapak….terimaksih…..Saepudin

  40. Andre mengatakan:

    Apa yang terjadi pada alam materi kita adalah refleksi dari alam ruhani kita. Hubungan yang terjadi ini tidak pernah terputus. Suka-duka, sukses-gagal adalah hubungan konstan antara alam materi dengan alam batin.

    Meditasi menuju ‘alam suwung’ adalah mengakui bahwa Tuhan bukanlah objek pikiran dan inderawi. Dia yang Dekat berorbitasi di dalam hati dan hanya bisa diidentifikasi dengan hati/rasa; tanpa huruf, tanpa bau, tanpa warna.

    Kondisi tanpa kehendak berarti menyadari bahwa yang Hidup hanya semata Tuhan dan kita semata-mata objek dari Tuhan. Hingga kelak diri kita ‘fana’ dan mengenaliNya seterang-terangnya. Inilah awal agama. Demikian wejangan dari para guru2.

    Betapa sering kita menyebut nama Tuhan tapi pernahkah kita menyaksikan Dia yang punya nama?.

    Inilah metodologi yang telah tercerabut dari peradaban modernisme. Rasionalitas dan materialisme yang kita agungkan dan cintai justru menyeret kita ke dalam lingkaran penderitaan yang tak berkesudahan. “Setiap orang akan dibangkitkan kelak dengan apa yang ia cintai atau mencari yang dicintainya”, mereka yang telah mengenal akan Tuhannya pasti mencintaiNya.

    Terimakasih pak Billy…

  41. EDDU mengatakan:

    salam hormat,mohon diliat dlm email Bp.krn sy telah kirm permohonan.tks

  42. anwar hunjaya mengatakan:

    salam kenal pak billy..setelah membaca ulasan bapak tentang maditasi saya ingin mempelajari untuk mendapat pencerahan diri kalo berkenan bolehkah sy minta no hp bapak untuk bisa bertemu bpk dan berkomunikasi dengan bapak billy,,terimakasih sebelumnya

  43. wiranata kusuma mengatakan:

    Maaf saya hanya ingin tahu dari sekian lama saya mencari pelajaran meditasi baik di lingkungan sendiri atau pun melalui googling mbah google selalu tidak menemui titik temu. Ada yang mengembangkan meditasi melalui perguruan pernafasan atau pun melalui tasawuf. yang saya maksud titik temu meditasi itu apa ? #salam sedulur

  44. vincentius setiadji (vincent) mengatakan:

    Dear pak Billy,
    menurut hemat saya “hening” itu berada pada gelombang Theta (hal ini bisa diperiksa dengan EEG), jadi sudah melebihi “mind control” yang berusaha mencapai gelombang alpha. Saya sangat terinspirasi dari susunan kalimat yang bapak tampilkan dalam tulisan ini. Terima kasih, salam sejahtera, “RAHAYU”

  45. Billy Soemawisastra mengatakan:

    Betul sekali, Pak Vincent. Hening itu berada di gelombang Theta ketika “gerbang” RAS (Reticular Activating System) terbuka dan membangkitkan Subconscious Mind (pikiran bawah sadar) atau yang oleh para ahli hipnosis disebut sebagai deep trance level.

  46. Billy Soemawisastra mengatakan:

    Nomor HP saya sudah saya kirim ke email bapak.

  47. Yayan mengatakan:

    Hmm, setelah membaca artikel pak Billy saya jadi semakin yakin bahwa untuk mencapai keheningan itu mainstream nya sama, yaitu pasrah total kepada Nya.

    namun saya menjadi mendapat tambahan mainstream, yaitu sambil bersyukur atas nikmat yang tiada tara tiada terhitung dan tiada bisa disyukuri sebagaimana mestinya.

    trimakasih pak, saya di ciputat dan bekerja di jakarta pusat

  48. Rakhmad aulad alie mengatakan:

    Aslkum…
    pak ustadz perah berkata” apa itu ihsan?… ihsan yaitu ketika engkau beribadah engkau melihat allah, jika tidak (belum) rasakan sesungguhnya allah melihatmu .”
    beberapa waktu terakhir ini saya “berlatih pasrah” dalam situsasi apapun terutama dalam situasi tenang (meditasi-red). salah satu yang saya rasakan akibatnya yaitu pernah ketika saya sholat, seolah-olah saya dilihat ribuan mata yang “muncul “dari semua benda di sekitar saya. seperti hendak menunggu mengambil manfaat sekaligus memberi sinergi sholat saya”.
    situasi seperti apa ini pak billy. maturnuwun wasalam

  49. Denny mengatakan:

    Salam kenal Pak Billy. Barangkali banyak yang terlintas dalam pikiran orang, termasuk saya… Sehingga, pada saat terpikir oleh saya tentang “Meditasi Hening,” langsung saya serching di Google. Ternyata ketemu dengan website Bapak dan, isinya menjelaskan tentang itu yang sesuai dengan apa yang saya harapkan. Sungguh beruntung Bapak sempat bertemu dengan Guru yang mengajarkannya. Sayapun termasuk yang beruntung dapat menemukan website Bapak ini. Terimakasih Pak Billy.
    Salam.

  50. Billy Soemawisastra mengatakan:

    Mungkin saja yang Anda alami itu merupakan salah satu pertanda bahwa meditasi Anda saat itu sudah berpijak di alam suwung. Pengalaman setiap orang memang berbeda-beda ketika memasuki alam suwung.

  51. Masykur Sahlan mengatakan:

    Coba buktikan …. bahwa apa yang Anda-anda lakukan disini bukanlah pekerjaan JIN?. meraga sukma alias astral projection dengan tujuan bisa pergi kemana-mana itu adl pekerjaan JIN. Coba sadari …. ADA Tuhan …. maka gunakanlah Tuhan. coba baca: TUHAN TUBUHKU MAHASUCI NYAWAKU YAA BUDDUHUN …. pasti kalian takut baca ini kan?. itu karena kalian berkutat hanya dengan JIN saja.

  52. Billy Soemawisastra mengatakan:

    Saya tidak mengerti kepada siapa tanggapan ini Bapak tujukan? Jika kepada saya, yang telah menulis “Meditasi Hening, Perjalanan Menuju Alam Suwung” di blog Jagat Alit ini, maka Bapak telah salah alamat. Dalam tulisan ini saya sama sekali tidak berbicara tentang “meraga sukma” atau seperti kata Bapak “astral projection” karena tujuan meditasi hening sama sekali jauh dari kedua hal tersebut. Tujuan meditasi hening hanya sekedar mencari keseimbangan diri dan ketenangan batin seraya zikrullah (bagi Muslim). Atau semacam self hypnosis bagi para praktisi hipnoterapi. Jadi sekali lagi Bapak salah alamat. Pun, bila tanggapan Bapak itu ditujukan kepada para komentator lainnya, juga salah alamat karena para komentator sebelumnya tidak ada yang membahas tentang meraga suka dan astral projection; yang, sekali lagi, sama sekali jauh dari tujuan meditasi hening. Tetapi terima kasih atas perhatian Bapak.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kuncen Jagat Alit

Rubrikasi

Pustaka Gagasan

Sekedar Maklumat

Tidak ada larangan untuk mengutip berbagai tulisan yang termaktub di Jagat Alit, baik secara keseluruhan maupun sebagian. Tetapi mohon cantumkan nama penulisnya dan sebutkan nama situsnya: jagatalit.com. Kejujuran Anda, sangat kami hargai.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 16 pengikut lainnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: