Meditasi Hening, Perjalanan Menuju Alam Suwung
Banyak “orang pintar” yang mengklaim dirinya sebagai penemu Meditasi Hening. Tetapi sepanjang pengetahuan saya, Meditasi Hening ini pertama kali diperkenalkan oleh guru saya: Bapak Suratno Dharmo Harintha, pada sekitar tahun 1980-an. Meditasi Hening adalah suatu meditasi yang menggunakan metode dekonsentrasi. Dalam arti, Anda tidak perlu memusatkan pikiran ke suatu titik atau obyek tertentu ketika bermeditasi. Hanya saja, pikiran Anda tidak boleh dibiarkan menerawang atau mengembara ke berbagai tempat dan waktu, tetapi harus dialihkan secara bersangsur-angsur ke tempat dan waktu Anda bermeditasi.
Meditasi Hening, memang bukan satu-satunya meditasi yang menggunakan metode dekonsentrasi. Meditasi Reiki, Zen, Yoga, juga merupakan meditasi dekonsentrasi. Tetapi tidaklah berlebihan kiranya, jika dikatakan bahwa Meditasi Hening yang diperkenalkan laki-laki asal Wonogiri ini, merupakan meditasi yang paling sederhana tata-caranya. Anda tidak perlu duduk bersila dengan melipat kedua kaki Anda ketika bermeditasi. Anda juga tidak perlu menyilangkan tangan di dada dengan posisi tubuh yang tegak dan punggung lurus. Anda cukup duduk di kursi dengan posisi sesantai mungkin.
Mengapa disebut Meditasi Hening? Karena “terminal terakhir” dari perjalanan meditasi yang diajarkan Pak Harintha, Sang Guru, adalah Alam Hening. Bila Anda bermeditasi bersama Pak Harintha, dalam posisi duduk di kursi atau sofa, pertama kali beliau akan meminta Anda melepaskan segala beban pikiran, dan tidak membiarkan pikiran melanglangbuana. Seluruh pikiran harus dihadirkan di tempat mana sang pelaku meditasi berada. Tetapi tak perlu berkonsentrasi pada satu titik tertentu. Seluruh pendengaran harus tetap dibuka, sambil memelihara sikap waspada.
Bila Anda sudah terlihat bersikap relaks, Sang Guru akan meminta Anda untuk menutup mata perlahan. Otot-otot yang tegang di seluruh bagian tubuh secara berangsur harus dikendorkan. Nafas tidak perlu diatur, biarkan berjalan secara natural. Lalu imajinasikan diri Anda sedang mengalirkan segala beban pikiran atau stres dari kepala menuju dada. Simpan sejenak, lalu alirkan lagi secara perlahan menuju ujung kaki, seolah sedang membuang semua energi negatif melalui telapak kaki.
Sekali lagi, jangan biarkan pikiran Anda melalangbuana. Bila merasa kesulitan mengendalikan pikiran, resapi dan dengarkan saja nafas Anda yang keluar masuk tubuh Anda, sampai pada tahap nafas itu terasa semakin halus dan tidak terdengar lagi desahnya. Lalu rasakan dan dengarkan degup jantung Anda, hingga mencapai tahap Anda tidak lagi mendengar detak jantung.
“Loosss,” kata Sang Guru. “Jangan berpikir tentang masa lalu dan jangan pikirkan apa yang akan terjadi di masa mendatang. Pikiran Anda hanya berada pada detik ini. Sadari detik demi detik. Batin dan pikiran hanya diisi dengan rasa terima kasih, rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan berbagai kenikmatan, seraya berserah diri secara total kepadaNya. Maturnuwun, Gusti. Sumonggo Kerso. Terima kasih, Tuhan. Apapun yang Kau berikan padaku, kuterima dengan ikhlas seikhlas-ikhlasnya.”
Jika Anda telah berada dalam kondisi penuh rasa terima kasih dan berserah diri secara total kepada Sang Pencipta, serta tidak terdengar lagi alunan nafas dan detak jantung, berarti Anda telah sampai di gelombang alpha. Pak Harintha yang telah sangat terlatih bermeditasi itu bisa mendeteksi, apakah muridnya sudah sampai pada gelombang alpha, atau justeru ke gelombang lainnya seperti beta, tetha, atau delta. Tetapi para peserta setidaknya bisa menandai sendiri, sudah sampaikah dia ke alpha atau belum?
Bila dalam meditasi itu Anda sudah tidak merasakan lagi kegelisahan, kekhawatiran, sakit hati, iri dan dengki, dan batin hanya dipenuhi dengan rasa terima kasih dan kepasrahan total kepada Tuhan, berarti Anda sudah sampai di gelombang alpha. Bila kondisi ini dapat Anda pelihara secara konstan, hanya dalam beberapa detik lagi Anda bisa sampai di alam hening, atau alam suwung.
Sulit menggambarkan seperti apa itu alam suwung atau alam hening, karena kondisi alamnya tak berbentuk, tak berwarna, tak berupa. Hanya saja bisa ditandai dengan rasa sejuk yang luar biasa mengaliri seluruh tubuh. Rasa sejuk itu sendiri berasal dari dalam tubuh. Dan, pada saat itu, si pelaku meditasi benar-benar berada dalam kondisi “tidak mempunyai keinginan apapun”.
Biasanya hanya beberapa detik saja si pelaku berada di alam suwung. Sang Guru akan meminta peserta untuk menandai kondisi tersebut, dan membuka mata secara perlahan. Kembali pada kondisi pra-meditasi. Tetapi keheningan yang sudah berhasil diraih dalam meditasi, harus terus dipelihara.
Tidak semua peserta meditasi berhasil dengan cepat berpijak di alam suwung, ataupun sampai ke gelombang alpha. Ada yang berbulan-bulan bahkan tak sampai-sampai ke alpha. Tetapi ada juga yang dengan segera menemukan hening. Tahap-tahap keberhasilan meditasi ini sangat bergantung pada pribadi setiap orang. Kuncinya, sekali lagi, adalah kepasrahan total kepada Sang Pencipta, dan rasa syukur yang tak pernah henti, atas sekecil apapun karunia (baik berupa anugrah maupun musibah) yang diberikan Tuhan.
Itu sebabnya, dalam persiapan menjelang meditasi, terlebih dulu Pak Harintha akan memberikan conditioning, dengan bercerita tentang nikmat-nikmat Tuhan yang diberikan kepada manusia. Tentang perlunya mengendalikan berbagai keinginan, dan mengeliminasi rasa iri dan dengki. Mengusir segala kekhawatiran dan membangkitkan optimisme.
Meditasi dalam Keseharian.
Yang ingin dicapai Meditasi Hening-nya Pak Harintha, bukan meditasinya itu sendiri. Meditasi hanyalah alat untuk melatih pengendalian diri. Bila Sang Guru menilai Anda sudah trampil bermeditasi dengan mata tertutup, pada hari-hari berikutnya beliau akan mengajak Anda bermeditasi dengan mata terbuka. Bermeditasi sambil berbincang-bincang mengenai makna kehidupan, dan tentang berbagai tugas yang kita emban sebagai manusia di atas bumi.
Tahap-tahap yang berhasil dicapai dan dirasakan dalam praktek meditasi, baik dalam kondisi mata tertutup maupun terbuka, sebaiknya dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika dalam keseharian kita dilanda kegelisahan, usir segera kegelisahan itu dan menggantinya dengan kepasrahan. Tetapi bukan pasrah tanpa usaha. Melainkan pasrah dalam arti berserah diri kepadaNya. Pasrah pada apapun (bencana maupun keberuntungan) yang sedang kita alami detik demi detik, sambil berusaha dan berdo’a meminta kekuatanNya.
Jika dalam keseharian kita bisa menghilangkan rasa iri dan dengki ataupun kekhawatiran dan rasa sakit hati, maka perjalanan hidup pun bisa dinikmati dengan tenang. Apalagi bila kita mampu mengendalikan berbagai keinginan alias nafsu yang mengganggu.
Ajaran Meditasi Hening-nya Pak Harintha, nyaris tidak ada bedanya dengan ajaran Tasawuf dalam Islam ataupun ajaran Teosofi di kalangan Kristiani. Pun, sejalan dengan ajaran Buddhisme. Dan, seperti meditasi pada umumnya, Meditasi Hening merupakan ritual lintas-agama. Beberapa anggota Lions Club Jakarta, yang kebetulan beragama Islam dan pernah dilatih meditasi oleh Pak Harintha, sempat mengaku, sholat mereka menjadi semakin khusyu setelah berlatih Meditasi Hening.
Billy Soemawisastra.












Maaf Pak Billy saya yang cubluk betul-betul keblabasan. Setelah membaca urian Pak Billy tentang perjalanan menuju ke alam suwung, rasanya saya pernah……………..
Terima kasih
(Pak Bily posisi ada dimana, sayang sekali saat ini saya sedang berada di lautan pasifik, semoga di lain “waktu” dapat bertemu langsung).
Posisi saya di Jakarta. Kalau Mas Sugeng “mendarat” di Jakarta, silakan kontak saya melalui blog ini, atau melalui email: bungbilly@gmail.com.
meditasi hening itu susahnya minta ampun ya pak..hehe..
terutama buat memfokuskan pikiran, pasti ada aja pikiran2 yang memaksa masuk…
Coba saja terus, Bung Johanes. Kuncinya adalah kepasrahan total kepada Sang Pencipta, dan selalu ucapkan terima kasih kepadaNya.
Pada dasarnya tujuan and temuan dari perjalanan ‘awal” yg diceritakan bapak disini adalah sama halnya dengan para pencari “jalan”Nya. Mungkin hanya tehnik-2 nya saja yg berbeda sesuai dengan tuntunan/ajaran dari masing-2 guru (tergantung darimana mereka memperoleh sumbernya).
Saya mempunyai 3 sources yg mengajarkan tehnik yg masing-2 berbeda tetapi perjumpaan yg terjadi (rasa, warna, dll) yg “hampir” sama.
Saya berharap dapat lebih banyak memperoleh input dan advise dari bapak,…apabila berkenan untuk bertemu.
Salam
Betul sekali, Mas Iwan. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menuju “alam suwung”. Banyak jalan yang bisa ditempuh untuk mendekatkan diri padaNya. Meditasi hening, hanyalah salah satu cara. Para ahli tasawuf, misalnya, mencari jalan untuk menghampiri Sang Maha Kasih dengan cara berzikir (zikrullah). Pada dasarnya, saya percaya, semua bentuk ibadah dalam agama atau keyakinan apapun, bila dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan, pasti akan sampai padaNya. Atau seperti istilah Anda, “perjumpaan yang terjadi” hasilnya sama.
Hasil yang sama, juga akan kita peroleh dengan cara membantu orang-orang yang sedang dilanda kesusahan, atau orang miskin dan papa. Karena hakikatnya, orang-orang miskin itu adalah Kekasih Tuhan. Dengan membantu melepaskan penderitaan para Kekasih Tuhan, berarti kita sedang mendekatkan diri padaNya, untuk memperoleh kasihNya. Syaratnya sama, membantu orang-orang miskin itu dengan tulus dan ikhlas, tanpa pamrih, dan bukan untuk pamer (ujub dan riya) agar dilihat dan dipuji orang.
Saya tertarik dengan 3 sources yang Anda sebutkan. Saya juga ingin belajar pada Anda mengenai hal itu. Mungkin kita bisa ketemu bulan depan setelah liburan idulfitri berakhir.
Terima kasih atas komentar dan kunjungan Mas Iwan ke Jagat Alit. Semoga Tuhan memberkati Anda.
Saya sangat setuju dengan implementasi ‘perjalanan” dalam kaidah yg lebih nyata, karena hal tersebut akan otomatis ter-refleksi dalam setiap tindakan para pelaku ‘perjalanan’ ini.
Semoga pancaran cahaya ke-Tuhanan akan selalu menyinari setiap tindakan and perilaku kehidupan kita.
Salam bagi semua dan selamat Hari raya Idul Fitri!
setuju bahwa kita hrs membuka diri kita yg tertutup oleh keinginan yang asalnya dari panca indra kita sejak kita lahir dipupuk untuk menikmati kenikmatan luar tapi terlupa akan kenikmatan sejati yg kan selalu abadi….semoga hidup kita terbuka untuk melihat-Nya dalam kondisi apapun..terimaksih sudah membagi pengetahuan-Nya untuk melanjutkan perjalanan diri menemui-Nya.
salam kenal dari saya “salik anom” mohon bantuan wawasan dan pengetahuan untuk mencapai Haqqul yakin”
Waah,, ini mah saya yang dulu…
Puji Tuhan sekarang tidak lagi.
Sudah terselamatkan :)
Alhamdulillah… Ada yang bisa menjelaskan bagaimana kondisi untuk menembus alam suwung… Begitu sejuk jika Anda bisa merasakan lebih dalam… Resapi makna diri Anda sebenarnya…
Smoga blog Kang Billy bisa menghantarkan banyak orang yang mendambakan kebahagiaan dunia dan akherat…
Salam kenal Kang Billy… MOhon ditambahkan link blog saya di blog Anda. Matur Nuwun engkang sanget… http://masrobertk.wordpress.com
Mas Robert, permintaan Anda untuk memasukkan blog Anda ke dalam link (tautan) Jagat Alit, sudah saya penuhi. Terima kasih atas kunjungannya. Keep in touch.
Awang Uwung suwung…hampa..kosong..yang ada hanya Dzat yang Maha Hidup…..lailahailallah.
suwung itu kosong…. mengosongkan pikiran itu lebih mudah daripadan mengosongkan hati dari keinginan.
Assalam Mualaikum Wr.Wb
Mas Billy yth,
Setelah menemukan, membaca, dan mendalami tulisan yang panjenengan buat dalam blog JAGAT ALIT. Saya sangat senang dan bangga, ternyata dalam bahasan yang tersurat dan terungkap dalam artikel-artikel panjenengan ada sebuah noktah yang sama dengan ilmu Fiqih dan Islam Kejawen yang saya pelajari dan praktikan dalam dunia pengobatan yang saya lakukan sejak tahun 1999.
Karena itu, saya mohon ijin untuk nakal jika saya mengutip beberapa artikel panjenengan. Namun, tetap akan mensuratkan juga blog panjenengan sebagai sumbernya.
Kalau pun tidak keberatan. Saya berharap blog saya dengan url: http://www.gusrachmat.co.nr ditautkan pada blog jenengan.
Demikian terimakasih
Salam. Gus Rachmat
assalamu alikum wr wb, terus terang pingin memperdalam dan fokus mengenai hal ini, bagaimana caranya dan dimana alamat yang jelasx wsalam
Wa’alaikum Salam wr. Wb.
Untuk memperdalam meditasi hening sebenarnya tidak diperlukan guru. Semua orang bisa mempelajarinya sendiri. Tetapi kalau sekedar untuk berdiskusi tentang substansi maupun tekniknya, saya menyediakan diri. Silakan kirim saja email ke bungbilly@gmail.com, kita bisa bikin janji untuk bertemu. Syukur-syukur ada beberapa orang lainnya yang juga berminat mendalami meditasi hening. Sayang sekali, guru saya, Pak Harintha sudah kembali ke alam baqa. Seandainya beliau masih ada, saya akan arahkan Anda untuk belajar pada beliau.
Jadi inget pesan Yang Kajenaran, dalam Serat Niti Mani bait terakhir,………………………………
Kinanti
1. Wau kang murweng don luhung, atilar wasita jati, e manungsa sesa-sesa, mungguh ing jamaning pati, ing reh pêpuntoning tekad, santa-santosaning kapti.
2. Nora saking anon ngrungu, riringa rêngêt siningit, labêt sasalin salaga, salugune den-ugêmi, yeka pangagême raga, suminggah ing sangga runggi.
3. Marmane sarak siningkur, kêrana angrubêdi, manggung karya was sumêlang, êmbuh-êmbuh den-andhêmi, iku panganggone donya, têkeng pati nguciwani.
4. Sajati-jatining ngelmu, lungguhe cipta pribadi, pusthinên pangesthinira, ginêlêng dadi sawiji,wijanging ngelmu jatmika,neng kaanan ênêng êning.
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Mungkin agak sukar untuk menterjemahkan teks diatas kedalam bahasa Indonesia karena bila salah akan menjauhkan makna dan tujuan sebenarnya dari wisdom diatas, namun mungkin agak-agak mirip dan selaras, atau mungkin artikel bapak merupakan implementasi dari bait diatas ini. Dan inilah sebenarnya tujuan akhir dari dimensi spiritual, bagi yang mau mengkaji dan mencari tujuan penciptaan dirinya, dan susah pula dijelaskan seorang nabi Muhammad saw rela menyepi dan menyendiri di gua Hiro dalam waktu-waktu tertentu dan dalam jangka waktu tertentu pula, sampai mencapai pencerahan yang dikemudian hari pribadinya dipuji baik oleh lawan, apalagi kawan. Agak beda mungkin apalagi secara bahasa, orang sana menyebutnya khalwat, mungkin orang jawa menyebutnya nyepi, apapun itu, hasilnya jelas, dari keheningan itu akan muncul kearifan-kearifan. Jadi ingin ikutan latihan, Pak Billy gimana caranya agar saya bisa ikutan latihan ,,,,
Terimakasih sebelum dan sesudahnya,,,,,,
Rahayu
makasih bgt mas..
Salam kenal pak Billy, saya berminat untuk latihan meditasi hening, apakah saya bisa ketemu bapak mohon bimbingannya agar bisa berlatih meditasi hening dengan efektif. Karena menurut informasi yang saya terima selama ini dalam melakukan meditasi harus ada pembibingnya. Terus terang selama ini saya juga berlatih meditasi tapi tanpa guru, dan hasilnya juga kurang optimal. Kalau boleh mohon nomor HP atau telp bapak, supaya saya bisa menghubungi bpk secara langsung.
Trima kasih dari budi nomor HP 081381774577
Mas Budi, terima kasih atas kunjungannya ke Jagat Alit dan terima kasih atas perhatiannya terhadap Meditasi Hening. Nomor HP saya sudah saya sms ke nomor HP Mas Budi.