<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Ada Sepotong Surga di Gunung Patuha</title>
	<atom:link href="http://jagatalit.com/2008/09/12/ada-sepotong-surga-di-gunung-patuha/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jagatalit.com/2008/09/12/ada-sepotong-surga-di-gunung-patuha/</link>
	<description>Menyemai Gagasan, Mensyukuri Nikmat Tuhan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 02:24:25 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<item>
		<title>Oleh: strez</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/09/12/ada-sepotong-surga-di-gunung-patuha/#comment-227</link>
		<dc:creator><![CDATA[strez]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 20:37:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=384#comment-227</guid>
		<description><![CDATA[Mencerahkan sekali membaca catatan perjalanan pak billy, benar-benar saya merasakan langsung gejolak perasaan syukur yang tak mungkin dapat dibendung.

walaupun sebenarnya saya sedikit kecewa. Kenapa selalu orang asing-lah yang berhasil menemukan daerah-daerah lokal dengan kemegahanNya yang luar biasa itu. Semoga kelak generasi muda di masa mendatanglah yang menjadi pionernya bahkan menjaga kelestariannya. amien

akhir kata, mohon ijin tukar link, betapa bahagianya saya bisa menemukan penulis pluralitas dengan ketinggian pengalaman spiritual seperti anda.

salam hangat dari saya
-ibnu trisna-]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mencerahkan sekali membaca catatan perjalanan pak billy, benar-benar saya merasakan langsung gejolak perasaan syukur yang tak mungkin dapat dibendung.</p>
<p>walaupun sebenarnya saya sedikit kecewa. Kenapa selalu orang asing-lah yang berhasil menemukan daerah-daerah lokal dengan kemegahanNya yang luar biasa itu. Semoga kelak generasi muda di masa mendatanglah yang menjadi pionernya bahkan menjaga kelestariannya. amien</p>
<p>akhir kata, mohon ijin tukar link, betapa bahagianya saya bisa menemukan penulis pluralitas dengan ketinggian pengalaman spiritual seperti anda.</p>
<p>salam hangat dari saya<br />
-ibnu trisna-</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Billy Soemawisastra</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/09/12/ada-sepotong-surga-di-gunung-patuha/#comment-92</link>
		<dc:creator><![CDATA[Billy Soemawisastra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 18:04:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=384#comment-92</guid>
		<description><![CDATA[Amin. Insyaallah saya akan selalu waspada terhadap &quot;para perampok di jalan Tuhan&quot;. Yang saya lakukan di Kawah Putih Gunung Patuha hanyalah bertafakur atas keindahan alam ciptaan Allah, sehingga saya pun merasakan &quot;getar-getar&quot; keagungan dan kesucianNya. Bukankah begitu banyak ayat suci dalam Al-Quran, yang mengimbau manusia agar selalu merenungkan semesta ciptaan Tuhan dan segala isinya, agar kita selalu ingat padaNya? Terima kasih atas komentarnya, Mas Ahmad.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Amin. Insyaallah saya akan selalu waspada terhadap &#8220;para perampok di jalan Tuhan&#8221;. Yang saya lakukan di Kawah Putih Gunung Patuha hanyalah bertafakur atas keindahan alam ciptaan Allah, sehingga saya pun merasakan &#8220;getar-getar&#8221; keagungan dan kesucianNya. Bukankah begitu banyak ayat suci dalam Al-Quran, yang mengimbau manusia agar selalu merenungkan semesta ciptaan Tuhan dan segala isinya, agar kita selalu ingat padaNya? Terima kasih atas komentarnya, Mas Ahmad.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ahmadsamantho</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/09/12/ada-sepotong-surga-di-gunung-patuha/#comment-90</link>
		<dc:creator><![CDATA[ahmadsamantho]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 08:27:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=384#comment-90</guid>
		<description><![CDATA[Allah telah menyingkapkan &quot;betis&quot; indahnya di Gunung patuha.
Subhanallah.

Selamat berkontemplasi Pak/akang Billy, semoga Bapak menemukan jalan pulang dengan selamat dan aman dari &quot;para perampok di jalan Tuhan&quot;]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Allah telah menyingkapkan &#8220;betis&#8221; indahnya di Gunung patuha.<br />
Subhanallah.</p>
<p>Selamat berkontemplasi Pak/akang Billy, semoga Bapak menemukan jalan pulang dengan selamat dan aman dari &#8220;para perampok di jalan Tuhan&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: soegeng soediro</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/09/12/ada-sepotong-surga-di-gunung-patuha/#comment-56</link>
		<dc:creator><![CDATA[soegeng soediro]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 04:12:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=384#comment-56</guid>
		<description><![CDATA[Senang sekali membaca &quot;surga&quot; gunung patuha. Kalau ada waktu
cukup (12 Okt saya mendarat) saya ingin berkunjung ke Ciwidey. Sang Pencipta Alam memberikan keindahan di mana mana termasuk kawah putih.Terima kasih atas informasinya.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Senang sekali membaca &#8220;surga&#8221; gunung patuha. Kalau ada waktu<br />
cukup (12 Okt saya mendarat) saya ingin berkunjung ke Ciwidey. Sang Pencipta Alam memberikan keindahan di mana mana termasuk kawah putih.Terima kasih atas informasinya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Billy Soemawisastra</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/09/12/ada-sepotong-surga-di-gunung-patuha/#comment-54</link>
		<dc:creator><![CDATA[Billy Soemawisastra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2008 18:05:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=384#comment-54</guid>
		<description><![CDATA[Kang Erwin, terima kasih atas kunjungannya ke Jagat Alit. Saya setuju, mitos-mitos masyarakat di berbagai tempat secara tidak langsung berdampak positif pada upaya pelestarian lingkungan. Karena mitos-mitos itu sendiri, muncul sebagai bagian dari kearifan lokal, yang memang dimaklumatkan para karuhun agar masyarakat tidak merusak alam sekitar. Saya tertarik dengan cerita Anda tentang hutan Sancang di Pameungpeuk. Saya ingin tahu ceritanya lebih jauh. Bagaimana kalau Anda menuliskannya di blog Anda atau di Facebook. Waktu kecil, kakek saya sering cerita bahwa di hutan Sancang itulah Prabu Siliwangi ngahiang. Konon kalau &quot;kawenehan&quot;, masyarakat setempat bisa bertemu dengan Sang Prabu dalam ujud maung putih.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kang Erwin, terima kasih atas kunjungannya ke Jagat Alit. Saya setuju, mitos-mitos masyarakat di berbagai tempat secara tidak langsung berdampak positif pada upaya pelestarian lingkungan. Karena mitos-mitos itu sendiri, muncul sebagai bagian dari kearifan lokal, yang memang dimaklumatkan para karuhun agar masyarakat tidak merusak alam sekitar. Saya tertarik dengan cerita Anda tentang hutan Sancang di Pameungpeuk. Saya ingin tahu ceritanya lebih jauh. Bagaimana kalau Anda menuliskannya di blog Anda atau di Facebook. Waktu kecil, kakek saya sering cerita bahwa di hutan Sancang itulah Prabu Siliwangi ngahiang. Konon kalau &#8220;kawenehan&#8221;, masyarakat setempat bisa bertemu dengan Sang Prabu dalam ujud maung putih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Erwin Rudiyanto</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/09/12/ada-sepotong-surga-di-gunung-patuha/#comment-53</link>
		<dc:creator><![CDATA[Erwin Rudiyanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2008 14:53:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=384#comment-53</guid>
		<description><![CDATA[&quot;Sebelumnya, tak ada yang berani menjamah kawasan puncak Gunung Patuha, karena masyarakat setempat pun menyebutnya sebagai leuweung ganggong-simagonggong (hutan yang mustahil didatangi manusia); tempat para karuhun dari kahyangan mengadakan pertemuan.&quot;

Saya sangat tertarik dengan tulisan diatas mengenai karuhun tetapi saya memaknai sebagai bagian pelestarian lingkungan hidup. Kita bisa lihat bagaimana kondisi tempat itu sekarang setelah mulai banyak dikunjungi orang dimana mulailah manusia yang berkunjung menambah kerusakan alam disana dengan berbagai macam sampah. 

Saya mencoba membandingkan antara pantai utara dengan pantai selatan Jawa. Pantai utara Jawa sudah banyak mengalami kerusakan lingkungan bahkan sudah parah karena sudah kurangnya perhatian terhadap lingkungan dan sudah tidak ada yang ditakuti dalam arti secara adat/budaya. Beda dengan pantai selatan yang terkenal dengan Ratu Kidul terlihat masih asri dan lingkungannya terjaga karena mitos yang mendalam tentang sosok Ratu Kidul , jadi mereka takut untuk berbuat macam-macam apalagi mencoba-coba merusaknya. 

Sudah pernah ke Pameungpeuk (Garut Selatan) terutama hutan Sancang 21 atau 9, disana juga masih asri karena masyarakat disana juga takut/menghormati budaya karuhun dimana tempat itu banyak ditinggali oleh karuhun dengan komunitas maungnya. Terima Kasih pak Billy atas tulisannya.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Sebelumnya, tak ada yang berani menjamah kawasan puncak Gunung Patuha, karena masyarakat setempat pun menyebutnya sebagai leuweung ganggong-simagonggong (hutan yang mustahil didatangi manusia); tempat para karuhun dari kahyangan mengadakan pertemuan.&#8221;</p>
<p>Saya sangat tertarik dengan tulisan diatas mengenai karuhun tetapi saya memaknai sebagai bagian pelestarian lingkungan hidup. Kita bisa lihat bagaimana kondisi tempat itu sekarang setelah mulai banyak dikunjungi orang dimana mulailah manusia yang berkunjung menambah kerusakan alam disana dengan berbagai macam sampah. </p>
<p>Saya mencoba membandingkan antara pantai utara dengan pantai selatan Jawa. Pantai utara Jawa sudah banyak mengalami kerusakan lingkungan bahkan sudah parah karena sudah kurangnya perhatian terhadap lingkungan dan sudah tidak ada yang ditakuti dalam arti secara adat/budaya. Beda dengan pantai selatan yang terkenal dengan Ratu Kidul terlihat masih asri dan lingkungannya terjaga karena mitos yang mendalam tentang sosok Ratu Kidul , jadi mereka takut untuk berbuat macam-macam apalagi mencoba-coba merusaknya. </p>
<p>Sudah pernah ke Pameungpeuk (Garut Selatan) terutama hutan Sancang 21 atau 9, disana juga masih asri karena masyarakat disana juga takut/menghormati budaya karuhun dimana tempat itu banyak ditinggali oleh karuhun dengan komunitas maungnya. Terima Kasih pak Billy atas tulisannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: penembusbatas</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/09/12/ada-sepotong-surga-di-gunung-patuha/#comment-52</link>
		<dc:creator><![CDATA[penembusbatas]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 14:45:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=384#comment-52</guid>
		<description><![CDATA[Membaca posting Pak Billy aja saya udah merasa damai dan seakan2 ada di tempat itu langsung. Jadi tertarik banget buat ke sana. Mudah2an suatu saat diberi kesempatan oleh Nya buat berkunjung ke potongan surga itu. Amin.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca posting Pak Billy aja saya udah merasa damai dan seakan2 ada di tempat itu langsung. Jadi tertarik banget buat ke sana. Mudah2an suatu saat diberi kesempatan oleh Nya buat berkunjung ke potongan surga itu. Amin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

