<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Ketika Anarkisme Semakin Membudaya</title>
	<atom:link href="http://jagatalit.com/2009/02/05/ketika-anarkisme-semakin-membudaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jagatalit.com/2009/02/05/ketika-anarkisme-semakin-membudaya/</link>
	<description>Menyemai Gagasan, Mensyukuri Nikmat Tuhan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 02:24:25 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<item>
		<title>Oleh: ahmed shahi kusuma</title>
		<link>http://jagatalit.com/2009/02/05/ketika-anarkisme-semakin-membudaya/#comment-216</link>
		<dc:creator><![CDATA[ahmed shahi kusuma]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 02:08:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=1022#comment-216</guid>
		<description><![CDATA[Pak Billy  salam kenal.
Selamat berkarya. Tulisan Bapak menarik dan saya senang baca tulisan Bapak, cuma Pak saya tidak setuju dengan kata Anarkisme yang bapak pake.......
   Pak anarkisme bukan berarti kerusuhan. Anrakisme adalah ajaran yg menganggap bahwa orang perorang sudah cukup dewasa untuk mengatur hubungan  dengan orang yg lain, dan berarti tidak lagi membutuhkan otoritas.
  Para pendiri agama yg suci seperti Gautama dan Yesus adalah penganjur kuat anarkisme ( itu kalo menurut saya )
 Maaf ya Pak....
 Semoga bapak berkenan bermain ke tempat saya (blog saya)
 Maassalam !]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Billy  salam kenal.<br />
Selamat berkarya. Tulisan Bapak menarik dan saya senang baca tulisan Bapak, cuma Pak saya tidak setuju dengan kata Anarkisme yang bapak pake&#8230;&#8230;.<br />
   Pak anarkisme bukan berarti kerusuhan. Anrakisme adalah ajaran yg menganggap bahwa orang perorang sudah cukup dewasa untuk mengatur hubungan  dengan orang yg lain, dan berarti tidak lagi membutuhkan otoritas.<br />
  Para pendiri agama yg suci seperti Gautama dan Yesus adalah penganjur kuat anarkisme ( itu kalo menurut saya )<br />
 Maaf ya Pak&#8230;.<br />
 Semoga bapak berkenan bermain ke tempat saya (blog saya)<br />
 Maassalam !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Billy Soemawisastra</title>
		<link>http://jagatalit.com/2009/02/05/ketika-anarkisme-semakin-membudaya/#comment-141</link>
		<dc:creator><![CDATA[Billy Soemawisastra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 09:33:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=1022#comment-141</guid>
		<description><![CDATA[Betul sekali, Pak Sugeng. Bangsa kita tidak pernah dewasa, padahal usianya sudah lebih dari setengah abad. Keramah-tamahan yang sering kita sebut-sebut sebagai kelebihan bangsa kita, tampaknya hanya keramah-tamahan di permukaan. Bukan keramah-tamahan yang tulus dan berasal dari kedalaman hati. Agaknya, di dalam hati bangsa ini, tersimpan dendam dan amarah yang tidak pernah ada habisnya. Itu semua karena kaum elit bangsa ini selalu saja memanfaatkan sentimen rakyat untuk kepentingan politik mereka. Hasil penyidikan polisi di Medan, menunjukkan bahwa para pengunjuk rasa yang mengamuk dan menyebabkan terbunuhnya Ketua DPRD Sumut Abdul Aziz Angkat itu, adalah para demonstran bayaran. Mereka tega menganiaya dan membunuh orang, hanya dengan dengan bayaran 20 ribu rupiah per demonstran. 

Kita tidak tahu sampai kapan rangkaian kekerasan ini akan berakhir. Kalau kita inventarisasikan peristiwa-peristiwa kekerasan (pembantaian dan pembunuhan) yang terjadi di negeri ini sejak awal kemerdekaan hingga sekarang, bulu kuduk kita akan bergidik. 

Terima kasih atas komentarnya, Pak Sugeng. Semoga Tuhan selalu memberkati Bapak.

Salam dari Tanah Air yang selalu menangis.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Betul sekali, Pak Sugeng. Bangsa kita tidak pernah dewasa, padahal usianya sudah lebih dari setengah abad. Keramah-tamahan yang sering kita sebut-sebut sebagai kelebihan bangsa kita, tampaknya hanya keramah-tamahan di permukaan. Bukan keramah-tamahan yang tulus dan berasal dari kedalaman hati. Agaknya, di dalam hati bangsa ini, tersimpan dendam dan amarah yang tidak pernah ada habisnya. Itu semua karena kaum elit bangsa ini selalu saja memanfaatkan sentimen rakyat untuk kepentingan politik mereka. Hasil penyidikan polisi di Medan, menunjukkan bahwa para pengunjuk rasa yang mengamuk dan menyebabkan terbunuhnya Ketua DPRD Sumut Abdul Aziz Angkat itu, adalah para demonstran bayaran. Mereka tega menganiaya dan membunuh orang, hanya dengan dengan bayaran 20 ribu rupiah per demonstran. </p>
<p>Kita tidak tahu sampai kapan rangkaian kekerasan ini akan berakhir. Kalau kita inventarisasikan peristiwa-peristiwa kekerasan (pembantaian dan pembunuhan) yang terjadi di negeri ini sejak awal kemerdekaan hingga sekarang, bulu kuduk kita akan bergidik. </p>
<p>Terima kasih atas komentarnya, Pak Sugeng. Semoga Tuhan selalu memberkati Bapak.</p>
<p>Salam dari Tanah Air yang selalu menangis.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: soegeng soediro</title>
		<link>http://jagatalit.com/2009/02/05/ketika-anarkisme-semakin-membudaya/#comment-140</link>
		<dc:creator><![CDATA[soegeng soediro]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 08:08:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=1022#comment-140</guid>
		<description><![CDATA[Ironis, dramatis sekaligus memuakkan, bangsa yang konon ramah tamah tetapi bisa menjadi beringas dan ganas memangsa bangsanya sendiri (INGAT KORBAN PEMBALASAN PERISTIWA g.30.S).
Menyedihkan, sebab seperti halnya ini dibiarkan, dan ada &quot;pembiaran&quot; oleh aparatnya.Pada usinya yang&quot; .......&quot; tampak belum matang menjadi bangsa beradab,Dan sampai kapan.........????????????]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ironis, dramatis sekaligus memuakkan, bangsa yang konon ramah tamah tetapi bisa menjadi beringas dan ganas memangsa bangsanya sendiri (INGAT KORBAN PEMBALASAN PERISTIWA g.30.S).<br />
Menyedihkan, sebab seperti halnya ini dibiarkan, dan ada &#8220;pembiaran&#8221; oleh aparatnya.Pada usinya yang&#8221; &#8230;&#8230;.&#8221; tampak belum matang menjadi bangsa beradab,Dan sampai kapan&#8230;&#8230;&#8230;????????????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

