<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jagat Alit &#187; Billy Soemawisastra</title>
	<atom:link href="http://jagatalit.com/author/billahi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jagatalit.com</link>
	<description>Menyemai Gagasan, Mensyukuri Nikmat Tuhan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 May 2012 15:49:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jagatalit.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/5b9d7a5193b11aa3dcc0a9dd2fd8c982?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Jagat Alit &#187; Billy Soemawisastra</title>
		<link>http://jagatalit.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jagatalit.com/osd.xml" title="Jagat Alit" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jagatalit.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ziarah ke Dasar Diri</title>
		<link>http://jagatalit.com/2011/04/08/ziarah-ke-dasar-diri/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2011/04/08/ziarah-ke-dasar-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2011 17:00:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Eksplorasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Falsafah]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Sukma]]></category>
		<category><![CDATA[Brasil]]></category>
		<category><![CDATA[Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[Ksatria Templar]]></category>
		<category><![CDATA[Paulo Coelho]]></category>
		<category><![CDATA[Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[Santiago]]></category>
		<category><![CDATA[Spanyol]]></category>
		<category><![CDATA[The Pilgrimage]]></category>
		<category><![CDATA[Ziarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.com/?p=1357</guid>
		<description><![CDATA[Masih Ingat Paulo Coelho? Pengarang Brasil yang namanya semakin mendunia berkat bukunya The Alchemist, The Zahir, The Fifth Mountain, dan sejumlah buku tenar lainnya. (Untuk lebih lengkapnya silakan baca: Paulo Coelho dan Perjalanan Hidupnya, serta Paulo Coelho, Sang Pendekar Cahaya). Belum lama ini, PT Gramedia Pustaka Utama menerbitkan terjemahan buku Paulo Coelho, The Pilgrimage, dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=1357&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Masih Ingat Paulo Coelho? Pengarang Brasil yang namanya semakin mendunia berkat bukunya <em>The Alchemist, The Zahir, The Fifth Mountain</em>, dan sejumlah buku tenar lainnya. (Untuk lebih lengkapnya silakan baca: </span><a href="http://jagatalit.com/?s=Paulo+Coelho+dan+Perjalanan+Hidupnya" target="_blank"><span style="color:#003366;">Paulo Coelho dan Perjalanan Hidupnya</span></a><span style="color:#003366;">, serta </span><a href="http://jagatalit.com/?s=Paulo+Coelho%2C+Sang+Pendekar+Cahaya" target="_blank"><span style="color:#003366;">Paulo Coelho, Sang Pendekar Cahaya</span></a><span style="color:#003366;">).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><a rel="attachment wp-att-1381" href="http://jagatalit.com/2011/04/08/ziarah-ke-dasar-diri/coelho-pilgrimage02-2/"><img class="alignleft size-medium wp-image-1381" title="coelho-pilgrimage02" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2011/04/coelho-pilgrimage021.jpg?w=149&h=225" alt="" width="149" height="225" /></a>Belum lama ini, PT Gramedia Pustaka Utama menerbitkan terjemahan buku Paulo Coelho, <em>The Pilgrimage</em>, dengan judul bahasa Indonesia:  <em>Ziarah</em>. Di negeri asalnya, buku ini diterbitkan pada 1987, bahkan mendahului <em>The Alchemist</em> yang telah lebih dulu populer di Indonesia. <a rel="attachment wp-att-1405" href="http://jagatalit.com/2011/04/08/ziarah-ke-dasar-diri/ziarah-gramedia-6/"><img class="alignright size-medium wp-image-1405" title="ziarah gramedia" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2011/04/ziarah-gramedia5.jpg?w=149&h=225" alt="" width="149" height="225" /></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Ketika Paulo Coelho menerbitkan <em>The Pilgrimage</em> dan <em>The Alchemist</em>, ia nyaris putus asa karena buku-buku tersebut hanya dibaca sedikit orang. Namun setelah terbit novelnya berjudul <em>Brida</em> (yang langsung meledak di pasaran) pada 1990, <em>The Pilgrimage</em> dan <em>The Alchemist</em> ikut terdongkrak, bahkan popularitasnya mengalahkan <em>Brida</em>. Dalam bahasa aslinya (Portugis) novel <em>The Pilgrimage</em> menggunakan judul: <em>O Diario de Um Mago</em> (Catatan Harian Seorang Pesulap).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><a rel="attachment wp-att-1384" href="http://jagatalit.com/2011/04/08/ziarah-ke-dasar-diri/pilgrimage-original/"><img class="alignleft size-medium wp-image-1384" title="Pilgrimage-original" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2011/04/pilgrimage-original.jpg?w=144&h=225" alt="" width="144" height="225" /></a>Meski ada jarak waktu yang cukup jauh (24 tahun) antara penerbitannya dalam bahasa Portugis dengan penerbitannya dalam bahasa Indonesia, pesan-pesan yang disampaikan Paulo Coelho melalui novel <em>The Pilgrimage</em> (<em>Ziarah</em>) masih tetap relevan dengan  kondisi masa kini. Terutama bagi peminat spiritualisme lintas agama, yang dengan sadar meniadakan batas-batas antar-agama walau tetap memeluk agama yang diyakininya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Bagi Paulo Coelho sendiri, <em>The Pilgrimage</em> mempunyai arti yang sangat penting dalam perjalanan hidupnya. Novel ini merupakan pengalaman pribadinya yang ia tulis setahun setelah melakukan perjalanan ziarah Road to Santiago. Seperti juga novelnya <em>The Zahir</em>, <em>The Pilgrimage</em> mengungkapkan pencerahan-pencerahan yang ia peroleh pada awal-awal karirnya sebagai penulis.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#003366;">Road to Santiago</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Road to Santiago atau Perjalanan Menuju Santiago adalah perjalanan ziarah yang biasa dilakukan umat Kristiani, khususnya penganut Katolik, sejak awal Masehi. Seperti Islam yang mewajibkan segenap umatnya untuk mengikuti Rasulullah Muhammad SAW yang berziarah dari Mekah ke Medinah &#8212; setidaknya sekali dalam seumur hidup, dalam ibadah haji &#8212; umat Kristiani sejak abad pertama Masehi juga dianjurkan menempuh tiga rute peziarahan yang dianggap suci. &#8220;Setiap rute,&#8221; tulis Coelho dalam <em>The Pilgrimage</em>, &#8220;memiliki berkah dan keuntungan tersendiri bagi mereka yang berjalan menempuhnya.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><a rel="attachment wp-att-1391" href="http://jagatalit.com/2011/04/08/ziarah-ke-dasar-diri/road-to-santiago-map/"><img class="aligncenter size-large wp-image-1391" title="road to santiago map" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2011/04/road-to-santiago-map.jpg?w=350&h=350" alt="" width="350" height="350" /></a></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>Peta Perjalanan Ziarah menuju Santiago.</em><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Perjalanan ziarah pertama yang dianjurkan itu adalah perjalanan menuju pusara Santo Petrus di Roma (Vatikan). Para peziarah ke Roma disebut sebagai Pengembara, bersimbolkan salib. Yang kedua, ziarah ke makam suci Yesus Kristus di Yerusalem. Para peziarahnya disebut sebagai Pembawa Daun Palem, karena mereka membawa daun palem yang dulu digunakan orang untuk menyambut Yesus saat memasuki Yerusalem. Dan, yang ketiga, adalah perjalanan ziarah ke makam San Tiago. Orang yang menempuh jalan ini disebut sebagai Peziarah, dengan simbol kulit kerang.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">San Tiago adalah salah seorang dari tiga murid Yesus (dua lainnya: Saint Peter dan Saint John) yang menjadi saksi kebangkitan Kristus. Di Inggris, San Tiago dikenal dengan nama Saint James, di Prancis Jacques, di Italia Giacomo, bahasa Latinnya Jacob, dan nama aslinya (dalam bahasa Aramaic) Yaakov ben Zehdi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">San Tiago dimakamkan di suatu tempat di Tanjung Iberia, di daerah Galicia, Barat Daya Spanyol. Menurut legenda, bukan hanya San Tiago yang dimakamkan di sana, tetapi juga Maria Sang Perawan kudus, yang pergi ke sana sesaat setelah kematian Yesus, dan mengajak orang-orang di tempat tersebut untuk bergabung dalam kerajaan Allah. Tempat itu kini dikenal sebagai Compostela, dan makam San Tiago berada di di Katedral Santiago de Compostela. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Perjalanan ziarah ke Santiago de Compostela, dilakukan Paulo Coelho atas saran seseorang yang misterius, yang pertama kali bertemu dengannya di Dachau, di luar kota Munich, Bayern, Jerman, saat ia bersama isterinya, Christina Oiticica, mengadakan tur keliling Eropa. Orang itu bertemu lagi dengannya di suatu tempat di Amsterdam, dan pada saat itulah orang yang oleh Coelho hanya disebut Jean itu, menganjurkan agar Coelho kembali memperdalam Katolikisme, dan melakukan perjalanan ziarah menuju Santiago, untuk memperoleh pencerahan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><a rel="attachment wp-att-1387" href="http://jagatalit.com/2011/04/08/ziarah-ke-dasar-diri/paulo-coelho-dan-istrinya-christina-oiticica/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1387" title="Paulo Coelho dan Istrinya, Christina Oiticica" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2011/04/paulo-coelho-dan-istrinya-christina-oiticica.jpg?w=300&h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>Paulo Coelho dan Istrinya, Christina Oiticica</em>.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Namun berbeda dengan latar belakang yang ia ungkapkan dalam kisah sesungguhnya, di dalam novel <em>The Pilgrimage</em>, Coelho menguraikan bahwa keputusannya melakukan perjalanan ziarah menuju Santiago, adalah lantaran perintah dari Sang Guru. Sang Guru meminta Coelho melakukan perjalanan ziarah menuju Santiago, guna menemukan kembali pedangnya, yang sebenarnya nyaris diperolehnya dalam suatu ritual di salah satu puncak gunung di Brasil.</span></p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://jagatalit.com/2011/04/08/ziarah-ke-dasar-diri/"><img src="http://img.youtube.com/vi/diI2AFjy5BM/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>Cuplikan video Paulo Coelho tentang perjalanannya ke Santiago.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Ordo Tradisi</strong><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Cerita diawali dengan upacara inisiasi di sebuah ordo esoterik, yang oleh Coelho disebut sebagai Ordo Tradisi, di suatu tempat bernama Itatiaia, di ketinggian puncak gunung Serra do Mar, yang termasuk dalam rangkaian pegunungan Agulhas Negras (Jarum Hitam) Brasilia. Upacara berlangsung malam hari, 2 Januari 1986.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Upacara itu, selain dihadiri isterinya dan empat orang lainnya (salah satunya  disebut Sang Guru) merupakan upacara penobatan Paulo Coelho untuk menjadi Guru Ordo RAM. Upacara diawali dengan penguburan benda pusaka, sebuah pedang yang sudah lama dimiliki Coelho dan sering digunakannya untuk berbagai ritual gaib.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Usai penguburan pedangnya yang lama, Paulo Coelho dihampiri Sang Guru seraya meletakkan pedang baru di atas tanah tempat pedang lama terkubur. Sang Guru kemudian menghunus pedangnya sendiri lalu menyentuhkan pedang itu ke dahi dan bahu Coelho, sambil berkata, &#8220;Dengan cinta dan kekuatan RAM, aku menahbiskanmu sebagai Guru Kesatria Ordo, sekarang hingga sepanjang hayatmu.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">&#8220;R untuk <em>Rigor </em>(ketetapan),&#8221; lanjut Sang Guru. &#8220;A untuk <em>Adoration</em> (penyembahan) dan M untuk <em>Mercy </em>(welas asih); R untuk <em>Regnum</em>, A untuk <em>Agnus</em>, dan M untuk <em>Mundi</em>. Jangan biarkan pedangmu lama tersimpan dalam sarungnya, agar tidak berkarat. Dan saat kau menghunus pedangmu, janganlah kau memasukkannya kembali tanpa terlebih dulu menggunakannya untuk kebaikan, membuka jalan baru, atau menumpahkan darah musuh.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Coelho pun kemudian mengulurkan tangannya untuk mengambil pedang baru yang terletak di hadapannya. Namun ketika Coelho menyentuh sarung pedang dan bersiap menggenggamnya, tiba-tiba saja Sang guru menginjak jemarinya, dan dengan nada marah mengatakan bahwa ia belum berhak memiliki pedang itu karena ia sedang diliputi kesombongan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sang Guru meminta Coelho untuk berjuang kembali melakukan pencarian pedang tersebut mulai dari awal. Dan, melalui isterinya, Sang Guru berpesan agar Coelho membuka peta Spanyol, dan mencari rute perjalanan dari abad pertengahan, yang dikenal dengan Jalan Misterius menuju Santiago.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Masa Pencarian</strong><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Atas desakan isterinya, setelah cukup lama Coelho mempertimbangkan perintah Sang Guru, langkah pencarian pun dimulai. Jalan Misterius menuju Santiago itu terbentang sekitar 700 kilometer, dari Saint-Jean-Pied-de-Port di Prancis hingga ke Katedral Santiago de Compostela di Spanyol. Perjalanan itu harus ditempuh dengan berjalan kaki, seperti yang dilakukan para peziarah di masa lalu. Tak tanggung-tanggung, ada sejumlah orang besar yang pernah melakukan perjalanan ziarah dengan rute tersebut, di antaranya Karel Agung, Santo Fransiskus dari Asisi, Isabella dari Castille, dan Paus Johannes Paulus XXIII.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><a rel="attachment wp-att-1388" href="http://jagatalit.com/2011/04/08/ziarah-ke-dasar-diri/road-to-santiago1/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1388" title="Road-to-Santiago1" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2011/04/road-to-santiago1.jpg?w=300&h=210" alt="" width="300" height="210" /></a><a rel="attachment wp-att-1389" href="http://jagatalit.com/2011/04/08/ziarah-ke-dasar-diri/road-to-santiago2/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1389" title="road to santiago2" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2011/04/road-to-santiago2.jpg?w=300&h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><a rel="attachment wp-att-1390" href="http://jagatalit.com/2011/04/08/ziarah-ke-dasar-diri/road-to-santiago3/"><br />
</a><em>Para peziarah berjalan kaki menuju Santiago.</em><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dengan berjalan kaki, tentu saja dibutuhkan waktu berminggu-minggu bagi para peziarah untuk sampai di tujuan. Kalau sempat, bisa menginap di desa-desa atau kota-kota kecil yang dilewati. Tetapi juga bukan tak mungkin para peziarah kemalaman di tengah hutan, di tengah gurun, bahkan di puncak gunung (karena ada beberapa gunung yang harus dilewati) bila tidak sempat mencapai desa terdekat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Paulo Coelho pun berangkat menuju Saint-Jean-Pied-de-Port, dan menemui Mme Lourdes, seorang perempuan setengah baya, kuncen pintu gerbang menuju rute peziarahan. Dari Mme Lourdes, Coelho memperoleh kulit kerang, sebagai simbol para peziarah menuju Santiago. Namun Coelho bukanlah peziarah biasa yang akan dibiarkan berjalan sendiri tanpa pemandu.  Coelho, harus ditemani seorang pemandu yang akan menemuinya di suatu tempat. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Singkat cerita, Coelho bertemu dengan sang pemandu, yang belakangan diketahui ternyata seorang disainer ternama dan termasuk orang terkaya di Italia. Ia juga seorang anggota partai komunis Italia dan &#8212; anehnya &#8212; seorang penganut Katolik yang &#8212; tentu saja &#8212; sangat taat. Pemandu itu, yang disebutnya Petrus (untuk menyamarkan nama aslinya) tak hanya bertugas memandu (menunjukkan) rute perjalanan, tetapi juga berfungsi sebagai guru spiritual Coelho, yang akan mengajari Coelho berbagai hal yang bersifat batiniah. Mengarahkan Coelho untuk memandang hidup ini dengan penuh kasih tanpa batas. Penuh optimisme. Tanpa kekhawatiran dan ketakutan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Coelho harus menjalani serangkaian latihan fisik. Terutama tahapan-tahapan latihan RAM, semacam latihan olah nafas dan olah tubuh, guna mengajari tubuh dan jiwa menyatu dengan semesta. Ia bahkan harus menyelam di sungai yang dalam, kemudian naik ke atas air terjun yang sangat membahayakan jiwanya. Coelho tidak boleh membantah perintah sang pemandu, meskipun berlawanan dengan akal sehat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Di perjalanan, berkali-kali Coelho bertemu dengan seekor anjing hitam, yang menurut Petrus, adalah jelmaan iblis bernama Legiun. Coelho harus mengalahkan sang iblis yang ada dalam diri anjing itu, sehingga terjadilah pertempuran fisik antar-keduanya. Pertempuran itu dimenangkan Coelho walaupun dengan tubuh yang penuh luka akibat gigitan dan cakaran anjing. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Namun setelah berhasil mengalahkan anjing, iblis Legiun yang semula berada di tubuh binatang tersebut berpindah ke tubuh Coelho. Untungnya Coelho berhasil mengusir iblis itu dari tubuhnya, dan Coelho pun terbebas dari pengaruh iblis.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Coelho melukiskan perjalanan menuju Santiago itu dengan sangat detail. Para pembaca diajaknya menyusuri tempat-tempat yang indah. Ladang-ladang gandum yang membentang sepanjang mata memandang, padang-padang pasir yang berdebu, hutan sabana dan stepa, menyusuri pegunungan Pyrenees, mendaki dan menuruni tebing dan lembah. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><a rel="attachment wp-att-1392" href="http://jagatalit.com/2011/04/08/ziarah-ke-dasar-diri/road-to-santiago-5/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1392" title="road to santiago 5" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2011/04/road-to-santiago-5.jpg?w=300&h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>Ladang gandum sepanjang mata memandang</em>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Di sepanjang jalan, Petrus sang pemandu selalu mengajaknya berdiskusi tentang segala hal. Mulai dari obrolan-obrolan teologis sampai hubungan antar-manusia. Dalam setiap diskusi yang dilakukannya, Petrus selalu menekankan agar Paulo Coelho berupaya mencapai <em>agape</em>, yakni cinta kasih kepada seluruh manusia, tanpa batas cakrawala.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Berbagai desa disinggahinya, seperti desa Roncesvalles, tempat gereja Collegiate yang didirikan oleh Kaisar Karel Agung berabad-abad silam, atas sumbangan para raja Jerman, Spanyol, Portugal dan Prancis. Kemudian desa Puente de la Rena, tempat sejumlah biarawan Katolik mengabdikan diri. Adapun kota-kota yang dilewatinya antara lain Logrono, Pamplona, Santo Domingo de la Calzada, dan Ponferrada, kota tempat Petrus sang pemandu, akhirnya meninggalkan Coelho.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><a rel="attachment wp-att-1394" href="http://jagatalit.com/2011/04/08/ziarah-ke-dasar-diri/santiago_de_compostela-2/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1394" title="santiago_de_compostela" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2011/04/santiago_de_compostela1.jpg?w=300&h=198" alt="" width="300" height="198" /></a></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>Kathedral Santiago de Compostela</em>.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Di Ponferrada, menjelang perpisahannya dengan Coelho, Petrus mengajaknya berbincang-bincang untuk terakhir kali di sebuah stasiun kereta api yang penuh lokomotif dan oli. Mengapa harus di stasiun kereta api? &#8220;Jalan menuju Santiago akan segera berakhir,&#8221; ujar sang pemandu, &#8220;dan karena kehidupan nyata kita lebih mirip jalur kereta api ini, yang berbau oli, daripada pedesaan yang kita jumpai sepanjang perjalanan, lebih baik kita berbincang di sini.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Petrus pun kemudian berbicara panjang lebar tentang berbagai hal yang telah dilalui Paulo Coelho sepanjang perjalanan, dan makna-makna kehidupan yang berada di baliknya. &#8220;Jika kau berhasil mendapatkan pedangmu, kau harus mengajarkan Jalan menuju Santiago ini kepada orang lain. Dan jika hal ini terjadi &#8212; saat kau menerima peranmu sebagai Guru &#8212; kau baru akan menemukan jawaban yang terdapat di hatimu.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">&#8220;Semua orang sebenarnya tahu jawabannya,&#8221; lanjut Petrus, &#8220;bahkan saat belum ada orang memberitahukannya kepada kita. Kehidupan memberikan pengetahuan kepada kita setiap waktu, dan rahasianya adalah menerima bahwa hanya dalam kehidupan sehari-hari saja kita akan mampu sebijak Sulaiman dan seperkasa Iskandar Agung. Namun kita baru akan menyadari hal ini hanya saat kita terpaksa mengajari orang lain dan terlibat dalam petualangan luar biasa seperti sekarang.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Tak lama kemudian Petrus pun pergi meninggalkan Paulo Coelho. Ia hanya sekali saja bertemu lagi untuk terakhir kalinya, di Kastil Ksatria Templar di kota Ponferrada, dalam sebuah ritual. Namun tanpa bertegur sapa. Sejak itu, Coelho melanjutkan perjalanannya sendiri menuju Katedral Santiago de Compostela untuk menemukan pedangnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dalam kesendirian, di sebuah puncak gunung bernama El Cebrero, Coelho semakin menyadari bahwa Perjalanan Ziarah menuju Santiago yang hampir diselesaikannya itu, tak semata untuk mencari pedang. Melainkan untuk merasakan penderitaan dan sekaligus kebahagiaan umat manusia sekecil apapun.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Latihan-latihan fisik yang dilaluinya, seperti memindahkan kayu salib yang sangat berat dengan tangan penuh luka. Kemudian mengubur hidup-hidup dirinya di pegunungan dalam kegelapan malam, tak lain untuk merasakan betapa beratnya kehidupan sebagian besar umat manusia, dan betapa dekatnya kematian dalam hidup kita.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Di tengah penderitaan itu, betapa banyak manusia yang tetap bersyukur meskipun kebahagiaan yang didapatnya sangat sedikit. Sebagai seorang calon Guru dari Ordo Tradisi, ia mempunyai tugas untuk mengajarkan makna kehidupan dan bagaimana kehidupan itu harus dijalani tanpa ketakutan, seraya menebarkan <em>agape</em>, cinta kasih kepada seluruh umat manusia, kepada seluruh kehidupan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Di keheningan puncak gunung El Cebrero, Paulo Coelho bersimpuh dan berbicara kepada Sang Pencipta: &#8220;Aku berjalan ribuan kilometer untuk menemukan hal yang sebenarnya telah kuketahui jawabannya, hal yang kita semua tahu tapi sangat sulit menerimanya. Apakah ada hal yang lebih sulit, oh Tuhan, dibandingkan dengan mengetahui bahwa kita bisa mendapatkan kekuatan itu? Rasa sakit yang kini mendera dadaku, yang membuat aku tersedu dan anak domba itu ketakutan, sesungguhnya telah dirasakan sejak pertama kali manusia ada di dunia.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">&#8220;Hanya beberapa yang mampu menahan beban kemenangan ini,&#8221; lanjut Coelho, &#8220;kebanyakan merelakan impian mereka saat mereka merasa impian itu dapat terwujud. Mereka menolak untuk bertempur sepenuh tenaga karena mereka tak tahu apa yang harus mereka lakukan dengan kebahagiaan yang mereka raih; mereka terpenjara dalam benda-benda material di dunia. Seperti aku dulu, yang ingin mendapatkan pedangku tanpa tahu apa yang akan kulakukan dengannya.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Usai berdo&#8217;a, Coelho bergerak perlahan menuruni lereng menuju sebuah dusun yang juga bernama El Cebrero, bersama anak domba yang sejak tadi menemaninya. Di sana ada sebuah kapel yang kemudian dimasukinya. Di kapel itu, ternyata Sang Guru telah menunggunya di depan altar dengan sebilah pedang di tangan, sambil berseri penuh kebanggaan. Pedang itu, diserahkannya kepada Paulo Coelho, dengan penuh keikhlasan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Perjalanan Coelho sudah selesai dengan diterimanya kembali pedang tersebut. Ia hanya tinggal melaksanakan ritual terakhir yakni berziarah ke makam San Tiago di Katedral Santiago de Compostela. Perjalanan Ziarah menuju Santiago, hakikatnya merupakan perjalanan ziarah ke dasar diri, dan Coelho, telah melakukannya dengan baik.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Bagi para penggemar novel-novel <em>thriller</em>, novel-novel Paulo Coelho, termasuk <em>The Pilgrimage</em>, memang akan terasa membosankan, karena isinya merupakan renungan demi renungan. Tetapi bagi para peminat spiritualisme, novel-novel Coelho akan terasa seperti oase di tengah kegersangan padang pasir. Menyejukkan dan melegakan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dan, para peminat spiritualisme ini ternyata semakin meningkat jumlahnya. Terbukti dari selalu larisnya novel-novel spiritual Paulo Coelho. Para penggemarnya berada di seantero dunia, dengan beragam agama.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Billy Soemawisastra</strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/1357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/1357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/1357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/1357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/1357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/1357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/1357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/1357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/1357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/1357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/1357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/1357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/1357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/1357/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=1357&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2011/04/08/ziarah-ke-dasar-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2011/04/coelho-pilgrimage021.jpg?w=149" medium="image">
			<media:title type="html">coelho-pilgrimage02</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2011/04/ziarah-gramedia5.jpg?w=149" medium="image">
			<media:title type="html">ziarah gramedia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2011/04/pilgrimage-original.jpg?w=144" medium="image">
			<media:title type="html">Pilgrimage-original</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2011/04/road-to-santiago-map.jpg?w=350" medium="image">
			<media:title type="html">road to santiago map</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2011/04/paulo-coelho-dan-istrinya-christina-oiticica.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Paulo Coelho dan Istrinya, Christina Oiticica</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2011/04/road-to-santiago1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Road-to-Santiago1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2011/04/road-to-santiago2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">road to santiago2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2011/04/road-to-santiago-5.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">road to santiago 5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2011/04/santiago_de_compostela1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">santiago_de_compostela</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mensyukuri Musibah: Mampukah?</title>
		<link>http://jagatalit.com/2009/11/30/mensyukuri-musibah-mampukah/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2009/11/30/mensyukuri-musibah-mampukah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 08:33:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Eksplorasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Sukma]]></category>
		<category><![CDATA[Ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritualisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.com/?p=1143</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kang, sekarang saya tidak merasa sakit lagi,&#8221; kata Adhi dengan wajah berseri. &#8220;Bahkan saya pun tak lagi merasa takut dan khawatir. Mungkinkah perasaan seperti ini yang dirasakan para Wali Allah, seperti yang sering Akang ceritakan itu?&#8221; &#8220;Adhi, itu bukan ceritaku.&#8221; Begitu timpalku. &#8220;Tapi itu &#8216;kan bunyi salah satu ayat dalam Al-Quran, yang menyebutkan bahwa para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=1143&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">&#8220;Kang, sekarang saya tidak merasa sakit lagi,&#8221; kata Adhi dengan wajah berseri. &#8220;Bahkan saya pun tak lagi merasa takut dan khawatir. Mungkinkah perasaan seperti ini yang dirasakan para Wali Allah, seperti yang sering Akang ceritakan itu?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">&#8220;Adhi, itu bukan ceritaku.&#8221; Begitu timpalku. &#8220;Tapi itu &#8216;kan bunyi salah satu ayat dalam Al-Quran, yang menyebutkan bahwa para Wali Allah atau para Kekasih Allah sesungguhnya tidak pernah merasa takut, khawatir ataupun berduka cita sepanjang hidupnya, lantaran mereka selalu berserah diri sepenuhnya kepada Sang Khalik.&#8221;<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">&#8220;Saya tahu itu. Dan, seperti para beliau,  saya juga telah berserah diri sepenuhnya kepada Allah,&#8221; ujar Adhi dengan wajah yang tetap sumringah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sudah biasa saya mendengarkan celoteh Adhi tentang berbagai keresahan religiusitasnya. Tentang gugatannya terhadap Tuhan, yang menurutnya tidak pernah adil. Tentang berbagai ajaran agama, yang menurutnya tidak pernah memberikan jawaban atas berbagai persoalan kehidupan. Tentang berbagai kisah para Nabi yang menurutnya hanya dongeng pengantar tidur belaka. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Saya selalu mendengarkan celotehnya dengan sabar, dan saya tidak pernah mendebatnya. Buat apa? Dia pernah mengecap pendidikan pesantren seperti saya, dan bahkan di pesantren yang sama. Dia pernah mengenyam pendidikan di sebuah fakultas teologi, yang &#8212; <em>ndilalah</em> &#8212; merupakan fakultas saya juga, dulu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Saya merasa hanya buang-buang waktu saja kalau saya berdebat dengannya, karena dia tahu betul argumen yang akan saya bangun untuk mendebatnya. Kata para dukun, seguru seilmu janganlah saling ganggu. Jadi, saya pun tidak pernah &#8220;mengganggu&#8221; pikiran-pikirannya. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Tetapi kedatangannya hari itu benar-benar berbeda. Wajahnya tidak sekusut biasanya. Tidak ada gugatan terhadap Tuhan, seperti yang biasa disampaikannya. Adhi kelihatan sangat gembira. Padahal, ia baru saja keluar dari rumah sakit setelah sekitar dua pekan menginap di sana.  Dua pekan sebelumnya, ia menjalani operasi usus tahap pertama. Ada kanker ganas dalam stadium lanjut menggerogoti ususnya. Kata dokter, Adhi tinggal &#8220;menunggu waktu&#8221;.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">&#8220;Saya sudah siap,&#8221; kata Adhi. &#8220;Saya sudah berterimakasih padaNya. Saya berterimakasih atas kanker yang diberikanNya kepada saya. Saya berterimakasih karena sayalah yang telah dipilihNya untuk menikmati penderitaan ini. Saya berterimakasih karena saya telah diajariNya untuk bersyukur. Bersyukur tidak hanya karena kenikmatan hidup yang telah dilimpahkanNya kepada saya. Tetapi juga karena penyakit yang kini menggerogoti tubuh saya.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Seperti biasa, saya terdiam mendengarkan celotehnya. Ternyata itu merupakan celotehnya terakhir. Sepekan setelah itu, Adhi berpulang tanpa pamit. Dan, ia memang tidak perlu pamit kepada siapapun.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Tentu saja saya tidak pernah bertemu lagi dengan Adhi, bahkan dalam mimpi. Tetapi saya tidak akan pernah lupa pada pelajaran konkret yang disampaikannya sebelum pergi: berterimakasihlah selalu padaNya, termasuk atas musibah yang diberikanNya. Mampukah saya? Rasanya, tidak.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Billy Soemawisastra</strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/1143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/1143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/1143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/1143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/1143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/1143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/1143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/1143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/1143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/1143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/1143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/1143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/1143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/1143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=1143&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2009/11/30/mensyukuri-musibah-mampukah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Kemerdekaan dalam Bayang-bayang Terorisme</title>
		<link>http://jagatalit.com/2009/08/18/peringatan-kemerdekaan-dalam-bayang-bayang-terorisme/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2009/08/18/peringatan-kemerdekaan-dalam-bayang-bayang-terorisme/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 15:24:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Kemerdekaan RI]]></category>
		<category><![CDATA[Terorisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.com/?p=1252</guid>
		<description><![CDATA[Keriaan memperingati hari kemerdekaan, usai sudah. Kemarin dan kemarinnya lagi &#8212; hampir tiga hari berturut-turut dalam long week end yang baru saja berlalu &#8212; di setiap pojok perkampungan miskin dan daerah elite perkotaan, di negeri bernama Republik Indonesia ini, keramaian menyambut hari jadi RI ke-64 berlangsung spontan dan penuh keikhlasan. Puncaknya, ya kemarin itu, tanggal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=1252&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Keriaan memperingati hari kemerdekaan, usai sudah. Kemarin dan kemarinnya lagi &#8212; hampir tiga hari berturut-turut dalam <em>long week end</em> yang baru saja berlalu &#8212; di setiap pojok perkampungan miskin dan daerah elite perkotaan, di negeri bernama Republik Indonesia ini, keramaian menyambut hari jadi RI ke-64 berlangsung spontan dan penuh keikhlasan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Puncaknya, ya kemarin itu, tanggal 17 Agustus 2009. Lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan mulai dari Istana Negara hingga kantor-kantor gubernur, bupati, camat, lurah, bahkan sampai di kedalaman lautan, puncak gunung dan perut bumi. Alhamdulillah, Indonesia ternyata masih ada. Merah Putih masih berkibar dan dicintai seluruh warga negara. Meski sehari sebelumnya, di sebuah gedung megah di Senayan Jakarta, para wakil rakyat dan kepala negaranya sempat lupa mengumandangkan lagu keramat hasil gubahan almarhum WR Supratman itu, dalam suatu acara kenegaraan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kemegahan memperingati hari kemerdekaan, memang selalu berulang setiap tahun. Tetapi peringatan yang berlangsung kemarin, terasa lebih dalam nuansa keharuannya, karena beberapa saat sebelumnya, Bumi Pertiwi dirundung tragedi yang juga selalu datang berulang, mengoyak ketentraman yang ternyata masih impian. Tragedi itu adalah serangan teroris berupa pemboman oleh para pelaku bom bunuh diri di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Tragedi ini bisa terjadi lagi di saat-saat yang tidak terduga, karena jaringan para pelaku pemboman (terutama para perancangnya) masih belum bisa diberangus hingga ke akar-akarnya. Apalagi konon para teroris itu telah berhasil merekrut sejumlah anak muda untuk menjadi ”pengantin” alias pembom bunuh diri, yang bisa meledakkan diri sewaktu-waktu. Kalau itu terjadi lagi, aparat keamanan (lagi-lagi) akan merasa kecolongan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Jika benar bahwa para pembom bunuh diri itu rela meledakkan diri karena alasan agama: ingin mati syahid agar langsung masuk surga dan langsung pula bertemu dengan Allah, maka yang harus merasa paling kecolongan sebenarnya adalah para ulama Islam, karena tak ada satu ayat pun dalam Al-Quran, dan satu pun Sabda Rasulullah Muhammad SAWW (Al-Hadits), yang membenarkan ataupun memerintahkan tindakan bunuh diri untuk alasan apa pun. Terlebih lagi jika perbuatan tersebut dilakukan untuk mencelakakan orang lain. Itu artinya, tuntunan hakiki agama Islam yang hakikatnya cinta damai, tidak pernah sampai kepada sejumlah anak muda yang rela meledakkan diri untuk mendapatkan liputan media.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Bila tuntunan agama tidak sampai kepada umat, atau tuntunan agama itu disalahartikan oleh sebagian orang, lantas siapa yang pantas disalahkan? Tentunya para ulama. Lalu ke mana para ulama selama ini? Pemboman demi pemboman di bumi Indonesia ini terjadi sejak tahun 2000, diawali dengan peledakkan sejumlah gereja. Waktu itu, masyarakat masih meraba-raba siapa pelakunya. Tetapi sejak bom bali pertama di tahun 2002, kalangan intelejen mulai menjelaskan bahwa para pembom alias para teroris itu berasal dari kelompok Jemaah Islamiyah (JI) yang berpusat di Malaysia dan berafiliasi pada organisasi Al-Qaidah. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Di Indonesia, gerakan JI semakin memperoleh kekuatan karena bersinggungan, bahkan berakrab-ria dengan sempalan gerakan NII (Negara Islam Indonesia). Mengapa kelompok JI akrab dengan gerakan NII? Karena sesungguhnya, para pendiri JI adalah tokoh-tokoh NII yang melarikan diri ke Malaysia, untuk menghindari incaran pemerintah Orde Baru.<br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Pada peristiwa bom Bali 2002 itu pulalah, masyarakat Indonesia mulai diperkenalkan pada <em>suicide bombers</em>, alias para pembom bunuh diri. Sesuatu yang sebelumnya hanya kita dengar terdapat di Timur Tengah. Maka jelaslah bahwa perilaku pembom bunuh diri, adalah perilaku impor. Bukan perilaku khas Indonesia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Walau demikian tak pernah kita dengar upaya para ulama untuk mendekati umatnya di berbagai pelosok negeri, guna menjelaskan bahwa tindakan terorisme (termasuk aksi bom bunuh diri) adalah tindakan yang sebenarnya bertentangan dengan ajaran Islam. Yang muncul kemudian hanyalah sikap saling-mencurigai, beredarnya berbagai versi teori konspirasi, dan akhirnya keluhan dari sejumlah tokoh organisasi massa Islam yang mengaku bahwa sebagian mesjid-mesjidnya, sekolah-sekolahnya, pesantren-pesantrennya, mulai disusupi atau diakuisisi oleh  kelompok-kelompok Islam garis keras.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Anehnya, meski musuh sudah masuk ke dalam rumah, masih banyak para ulama yang tetap ”berasyik-ma’syuk” dengan partai-partai politik. Ikut dukung-mendukung hingga tahapan pemilihan presiden, dan tanpa malu-malu membawa nama besar organisasi keagamaan untuk kepentingan politik. Ujung-ujungnya tentu saja pembagian kekuasaan. Lalu mereka ikut terperangah ketika bom, lagi-lagi meledak, di Mega Kuningan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dulu gerakan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) berhasil diberangus karena kerja sama yang erat antara ulama, umara (pemerintah) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Begitu pula gerakan komunisme. Mengapa sekarang kerja sama itu sulit diwujudkan?  Itu lantaran (bahkan) para ulama pun tak lagi bersatu seperti dulu. Kepentingan politik praktis telah membuat mereka semakin berpuak-puak, sehingga lupa pada bahaya laten di sekitarnya, yakni terorisme.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Seperti telah disinggung di atas, gerakan terorisme di Indonesia, sedikit banyak bersinggungan dengan gerakan NII, atau keturunan (baca: kader) para penggerak DI/TII yang – karena organisasinya dinyatakan terlarang – mengendap-endap di ”bawah tanah”. Di antara mereka, kata pengamat gerakan Islam, Al Chaidar, ada yang moderat alias tidak menyetujui jalan kekerasan. Mereka yang moderat ini sebenarnya bisa didekati oleh para ulama, umara dan aparat keamanan, sehingga bisa diajak kerja sama untuk menghambat gerakan sayap radikal, guna mencegah aksi-aksi terorisme.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Walhasil, memang dibutuhkan kesatuan langkah dari semua pihak yang mencintai negeri ini, untuk bahu-membahu mencegah dan memberantas terorisme. Selain gerakan kejar dan tangkap yang dilakukan aparat keamanan terhadap para pelaku terorisme, juga diperlukan gerakan penyadaran masyarakat atas bahaya terorisme, termasuk melakukan persuasi terhadap kelompok-kelompok masyarakat yang rentan akan ajakan para teroris. Dan, ini merupakan tugas para ulama. Pun, tentu saja, tugas umara.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Semoga pula kemeriahan memperingati hari kemerdekaan RI yang berlangsung kemarin, tidak membuat masyarakat lupa akan ancaman terorisme yang selalu membayang-bayangi ketentraman negeri ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"> <strong>Billy Soemawisastra</strong></span></p>
<h5 style="text-align:center;"><span style="color:#003366;">[Tulisan ini juga dapat dilihat di <a href="http://berita.liputan6.com/producer/200908/240951/Peringatan.Kemerdekaan.dalam.Bayang.bayang.Terorisme" target="_blank">www.liputan6.com</a>]</span></h5>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/1252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/1252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/1252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/1252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/1252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/1252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/1252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/1252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/1252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/1252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/1252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/1252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/1252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/1252/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=1252&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2009/08/18/peringatan-kemerdekaan-dalam-bayang-bayang-terorisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Serangan Teroris dan Presiden yang Melodramatik</title>
		<link>http://jagatalit.com/2009/07/20/serangan-teroris-dan-presiden-yang-melodramatik/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2009/07/20/serangan-teroris-dan-presiden-yang-melodramatik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 06:53:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Bom Mega Kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Rizieq Shihab]]></category>
		<category><![CDATA[JW Marriott]]></category>
		<category><![CDATA[Ritz Carlton]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Terorisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.com/?p=1230</guid>
		<description><![CDATA[Sehari setelah peristiwa pemboman Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, saya mendapat kiriman SMS dari Habib Rizieq Syihab, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI). Kali ini, saya sepenuhnya setuju dengan apa yang diungkapkan Pak Habib melalui SMS yang cukup panjang itu. Berikut isi SMS tersebut (yang saya bagi ke dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=1230&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sehari setelah peristiwa pemboman Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, saya mendapat kiriman SMS dari Habib Rizieq Syihab, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI). Kali ini, saya sepenuhnya setuju dengan apa yang diungkapkan Pak Habib melalui SMS yang cukup panjang itu. Berikut isi SMS tersebut (yang saya bagi ke dalam tiga alinea):<br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff00;"><span style="color:#333333;"><em>&#8220;P</em></span><span style="color:#333333;"><em><span style="color:#333333;">ernyataan</span> SBY yang mengaitkan Bom Mega Kuningan dengan Ketidakpuasan hasil Pilpres adalah bentuk kepanikan yang sangat emosional dan tendensius, sekaligus provokatif dan gegabah. Bahkan terlalu bodoh, karena jika SBY bisa berasumsi bahwa Bom tersebut sebagai bentuk ketidakpuasan pihak tertentu terhadap hasil Pilpres, maka pihak lain pun bisa berasumsi sebaliknya bahwa Bom tersebut sebagai upaya pengalihan perhatian untuk menutupi kecurangan Pilpres, sekaligus sebagai upaya beri kesan terzalimi agar dapat simpati rakyat sebagaimana kebiasaan SBY selama ini. </em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff00;"><span style="color:#333333;"><em>Artinya, jika Bom tersebut dipolitisir, maka siapapun bisa dituduh dengan motifnya masing-masing, termasuk SBY sekalipun. Karena itu, STOP segala bentuk asumsi, dan serahkan saja kepada pengusutan, penyelidikan dan penyidikan yang berwenang. Jalankan proses hukum yang tegas &amp; jelas, serta jujur &amp; adil. Yang jelas kita mengecam keras Bom tersebut siapapun pelakunya dan apapun motif &amp; alasannya. Apalagi dilakukan di bulan Rajab yang merupakan salah satu  dari empat bulan suci yang diharamkan terjadi pertumpahan darah. </em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff00;"><span style="color:#333333;"><em>Pelakunya mesti dicari, ditangkap, diadili &amp; dihukum yang setimpal. Bukan saja karena jatuhnya korban nyawa ataupun luka, serta menebar rasa takut secara meluas di tengah masyarakat, tapi juga di saat suhu politik memanas, maka Bom tersebut bisa menjadi pemantik adu domba antar-anak bangsa sehingga bisa terjadi perang saudara, dan di saat ekonomi negeri sedang ambruk dengan total utang 1700 trilyun rupiah, maka Bom tersebut juga bisa buat negeri collaps. Ayo, STOP TEROR BOM! Lawan segala kejahatan kemanusiaan! Tegakkan hukum dan keadilan!”</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="color:#003366;">T</span>entu saja bukan hanya saya yang mendapat SMS serupa dari Habib Rizieq Syihab. Mungkin pula bukan hanya saya yang setuju pada isi SMS tersebut, karena apa yang diungkapkan Habib Rizieq, mewakili pikiran banyak orang. Terutama mereka yang menyaksikan pidato Presiden SBY di halaman Istana Negara, pada Jum’at sore, beberapa jam setelah peristiwa pemboman di Mega Kuningan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sore itu jutaan pemirsa televisi di Indonesia, disuguhi pertunjukan monolog melodramatik. Seorang aktor teater di podium kenegaraan menghiba-hiba, mengungkapkan bahwa foto dirinya menjadi sasaran latihan tembak para teroris. Lalu menyindir lawan-lawan politiknya yang konon tidak rela jika ia memimpin lagi negeri ini, tidak rela jika ia dilantik. Sesekali ia menengadah ke atas, seolah-olah mengadu kepada Kekuatan Yang Lebih Tinggi. Sering pula ia berhenti sejenak di tengah-tengah pembicaraannya, seperti menahan kesedihan, menahan tangis. Lama sekali monolog yang cenderung monoton itu dipertunjukkan di layar televisi. Tiba-tiba saja, ”Cengeng!” ujar seorang teman di sebelah saya yang sama-sama menonton pertunjukan itu, seraya beranjak pergi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Saya pun tersentak, seakan disadarkan bahwa aktor yang tengah bermonolog dengan gaya melodramatik itu adalah seorang presiden. Presiden saya, yang berdasarkan penghitungan sementara, berhasil mengumpulkan suara terbanyak dalam pemilihan presiden yang baru saja usai. Presiden yang negerinya sangat luas dan rakyatnya beragam. Presiden yang negerinya sedang dilanda berbagai kesulitan, mulai dari kesulitan ekonomi, hingga kesulitan akibat bencana alam dan penyakit. Presiden yang negerinya memerlukan seorang pemimpin yang sangat kuat untuk menyatukan rakyatnya menghadapi berbagai persoalan. Presiden yang harus kembali berupaya menyatukan bangsanya, setelah dalam Pemilu dan Pilpres yang baru lalu, terbagi-bagi dalam berbagai kelompok.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dan, tiba-tiba saja, Blar &#8230; Blar &#8230; Dua bom berdaya-ledak tinggi mengoyak kesunyian pagi, di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott. Sembilan orang tewas dan 53 orang luka-luka. Tentu saja semua orang terkejut dan nyaris tidak percaya dengan peristiwa tersebut, mengingat sudah hampir lima tahun rakyat Indonesia merasa aman dari serangan teroris. Sebelumnya, serangan teroris terjadi setiap tahun: Bom Bali I (tahun 2002); pemboman JW Marriott I  (2003); pemboman di depan kedutaan besar Australia (2004); dan Bom Bali II (2005).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Orang-orang yang menyaksikan liputan langsung berbagai TV swasta nasional dari lokasi kejadian, kembali teringat pada kelompok Jemaah Islamiyah (JI) yang diduga berada di balik aksi pemboman tersebut. Apalagi mengingat Noordin M. Top, tersangka dalang di balik semua aksi teror itu hingga kini masih buron. Dari berbagai komentar di layar televisi, termasuk CNN (TV yang paling mumpuni di dunia pemberitaan) tidak ada yang mengaitkan aksi teror di Mega Kuningan jum’at pagi itu, dengan Pemilihan Presiden yang baru saja usai. Karena, Pilpres berlangsung damai, sejak masa kampanye hingga pemungutan suara. Kalaupun ada sejumlah protes atas kemungkinan terjadinya kecurangan, yang dilontarkan para capres yang mendapat suara lebih sedikit dari perolehan suara SBY-Boediono, itu juga dilakukan secara damai. Bahkan tanpa penggalangan massa, atau unjuk rasa di jalan-jalan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Itu sebabnya, ketika Presiden SBY  memulai pidatonya di halaman Istana Negara, Jum’at petang, banyak orang tidak mengira bahwa presiden yang amat ”santun” itu akan mengaitkan pemboman di Mega Kuningan dengan ketidakpuasan atas hasil Pilpres. Banyak orang berharap, presiden yang ahli bertutur itu, akan mengecam sekeras-kerasnya siapapun pelaku aksi teror, tanpa sindir sana, sindir sini. Lalu mengajak semua komponen bangsa, termasuk lawan-lawan politiknya di masa Pilpres berlangsung, untuk bersatu-padu bersama pemerintah guna melawan terorisme, seraya melupakan segala perbedaan yang ada.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Tetapi apa yang kemudian terjadi adalah pertunjukan monolog melodramatik yang mengecewakan, seperti yang telah diungkapkan Habib Rizieq Syihab, melalui SMS-nya di atas. Selain itu, bukankah para teroris akan merasa senang  dengan pidato panjang sang presiden di sore itu? Menurut para pengamat terorisme, tujuan para teroris dalam melakukan aksi terornya, antara lain adalah untuk menebar rasa takut dan memperoleh perhatian sebesar-besarnya dari khalayak ramai. Sekarang, tujuan mereka berhasil, karena aksi mereka telah membuat seorang presiden dari negara besar menghiba-hiba di depan rakyatnya dalam keadaan panik, dan membuat rakyatnya saling curiga dan semakin dicekam ketakutan. Betul-betul menyedihkan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Billy Soemawisastra</strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/1230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/1230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/1230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/1230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/1230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/1230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/1230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/1230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/1230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/1230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/1230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/1230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/1230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/1230/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=1230&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2009/07/20/serangan-teroris-dan-presiden-yang-melodramatik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sense of Crisis</title>
		<link>http://jagatalit.com/2009/07/15/sense-of-crisis/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2009/07/15/sense-of-crisis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 10:27:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[A-H1N1]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.com/?p=1228</guid>
		<description><![CDATA[Sulit menemukan padanan kalimat sense of crisis yang tepat, singkat, padat, dalam bahasa Indonesia, kecuali mungkin: “Kepekaan menghadapi krisis”. Wah, terlalu panjang kalimat itu rasanya, jika dibandingkan dengan sense of crisis yang hanya terdiri atas empat suku kata. Selain juga, padanan itu masih kurang tepat. Kata sense dalam frasa sense of crisis, tidak hanya berarti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=1228&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;"></span><span style="font-family:Verdana;">Sulit menemukan padanan kalimat <em>sense of crisis</em> yang tepat, singkat, padat, dalam bahasa Indonesia, kecuali mungkin: “Kepekaan menghadapi krisis”. Wah, terlalu panjang kalimat itu rasanya, jika dibandingkan dengan<em> sense of crisis </em>yang hanya terdiri atas empat suku kata. Selain juga, padanan itu masih kurang tepat. Kata <em>sense</em> dalam frasa <em>sense of crisis</em>, tidak hanya berarti kepekaan. Tetapi juga kewaspadaan, ketergesaan, kesegeraan dan pada akhirnya kesigapan dalam menghadapi krisis, karena krisis adalah krisis, permasalahaan yang sangat mendesak untuk segera diselesaikan, ditanggulangi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;">Bahasa Indonesia memang tergolong masih berusia muda, pun kosakatanya  masih terbilang miskin, jika dibandingkan dengan bahasa Inggris dan bahasa-bahasa “tua” lainnya, yang sudah berabad-abad digunakan berbagai bangsa di dunia.  Tetapi bukan soal itu yang ingin saya diskusikan. Melainkan “ruh” dari frasa <em>sense of crisis</em> itu sendiri (tanpa harus diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia) yang ternyata tidak dimiliki para pengelola republik ini. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;">Sebagai contoh, krisis flu babi alias flu A-H1N1, yang beberapa bulan lalu mulai didengung-dengungkan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) sebagai penyakit berbahaya dan mematikan, ditanggapi pemerintah Indonesia secara adem ayem. Bahkan ada pejabat tinggi di bidang kesehatan yang justru berkomentar bahwa WHO terlalu membesar-besarkan masalah. Ada pula pejabat yang mengatakan, flu babi tidak akan pernah bisa menyebar di Indonesia, karena virusnya tidak akan kuat bertahan di negara tropika. </span><span style="font-family:Verdana;" lang="PT-BR">Untungnya, belum ada yang berani mengatakan Indonesia bebas flu babi. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="PT-BR">Kini coba kita simak. Berdasarkan data-data yang dihimpun berbagai media, di negeri kita dalam tiga hari terakhir ini terjadi lonjakan kasus positif flu A-H1N1 sebanyak 60 kasus, sehingga seluruhnya menjadi 112 kasus positif. Dua pasien terduga influenza A-H1N1 meninggal dunia, yakni di Padang, Sumatera Barat dan Denpasar, Bali, walau belum bisa dipastikan apakah flu A-H1N1 yang menjadi penyebab kematian mereka. Ini belum termasuk beberapa warga negara Indonesia yang mau tak mau dirawat di rumah sakit mancanegara, karena diduga terpapar virus flu babi. </span><span style="font-family:Verdana;">Dengan kata lain, virus A-H1N1 terbukti bukan hanya “milik” orang asing. Orang Indonesia juga bisa terkena.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;">Apakah kita akan menunggu jatuhnya puluhan atau ratusan korban tewas akibat penyakit ini, untuk membuat pemerintah bertindak sigap dan menganggap krisis flu babi ini sebagai krisis yang berbahaya bagi rakyat kita? Memang, sejumlah rumah sakit sudah disiagakan dan alat pemantau suhu tubuh pun tersedia di bandara-bandara internasional, namun itu saja rasanya belum cukup, karena penularan virus A-H1N1 bisa terjadi di mana saja. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;">Sampai saat ini kita masih belum melihat adanya pusat-pusat pemantau krisis flu A-H1N1 di tengah masyarakat. Pejabat kesehatan yang berwenang pun hanya mampu mengimbau masyarakat untuk waspada, melalui keterangan pers, bukan dengan turun langsung ke tengah masyarakat. Walhasil, masih sangat banyak anggota masyarakat yang belum faham betul mengenai sejauh mana tingkat bahaya virus influenza yang satu ini, dan bagaimana menanggulanginya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;">Pemerintah Indonesia sangat jauh ketinggalan dibandingkan pemerintah negara lain, dalam mengelola kasus flu babi. Pemerintah Thailand saja sudah menyetujui tambahan anggaran 25 juta dolar Amerika, untuk memproduksi vaksin dan obat-obatan antivirus, karena jumlah korban meninggal dunia akibat virus ini semakin bertambah di Thailand. Di negeri Gajah Putih itu jumlah korban meninggal sudah mencapai 24 orang dari 4.057 kasus positif influenza A-H1N1. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;">Tentu saja tidak perlu menunggu jatuhnya korban sebanyak itu, untuk membuat pemerintah Indonesia tergesa-gesa melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan. Jangan pula memandang remeh kasus flu babi ini, sebelum segalanya terlambat, seperti yang sering kita alami dalam kasus penyakit lainnya seperti Demam Berdarah Dengue (DBD). </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;">Sudah terlalu sering kita menyaksikan riuh rendahnya jerit tangis anggota keluarga yang ditinggalkan penderita DBD yang meninggal dunia, dan banyak penderita yang tidak kebagian ruangan perawatan di banyak rumah sakit. Padahal DBD adalah penyakit musiman yang bisa diantisipasi sejak jauh hari. Jangan sampai itu terjadi pada kasus flu A-H1N1. Tapi masihkah pemerintah Indonesia memiliki <em>sense of crisis</em>? </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong><span style="font-family:Verdana;">Billy Soemawisastra</span></strong></span></p>
<h5 style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><strong><span style="font-family:Verdana;"><span style="text-decoration:underline;">[Tulisan ini juga dapat dilihat di <a href="http://berita.liputan6.com/producer/200907/237126/.Sense.of.Crisis." target="_blank">www.liputan6.com</a>]</span><br />
</span></strong></span></h5>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/1228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/1228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/1228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/1228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/1228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/1228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/1228/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=1228&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2009/07/15/sense-of-crisis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antasari Azhar</title>
		<link>http://jagatalit.com/2009/05/07/antasari-azhar/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2009/05/07/antasari-azhar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 18:05:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Antasari Azhar]]></category>
		<category><![CDATA[Konspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Skandal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.com/?p=1182</guid>
		<description><![CDATA[Ketika media cetak, elektronik, dan online masih menggunakan inisial AA, untuk menyebut tersangka utama aktor intelektual kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Direktur Putra Rajawali Banjaran, saya berharap inisial itu tidak merujuk pada nama seorang tokoh yang masih sangat disegani di republik ini. Saya juga berharap bukan “orang itu” yang dimaksud, tatkala disebutkan bahwa AA itu adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=1182&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"> Ketika media cetak, elektronik, dan <em>online </em>masih menggunakan inisial AA, untuk menyebut tersangka utama aktor intelektual kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Direktur Putra Rajawali Banjaran, saya berharap inisial itu tidak merujuk pada nama seorang tokoh yang masih sangat disegani di republik ini. Saya juga berharap bukan “orang itu” yang dimaksud, tatkala disebutkan bahwa AA itu adalah seorang pejabat KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) meski saya pun tahu, tidak ada lagi yang berinisial AA di KPK, selain dia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Hanya dalam hitungan kurang dari sehari, inisial AA itu menghilang dari media cetak, elektronik, dan <em>online</em>, karena digantikan nama yang terang-benderang: Antasari Azhar, Ketua KPK. Masya Allah. Tetapi saya tidak pernah berhenti berharap. Harapan saya ketika itu berbunyi: semoga Antasari Azhar bukanlah tersangka, melainkan sekadar saksi, seperti yang pernah dibantah pihak kepolisian dan lalu kejaksaan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kedua lembaga penegakan hukum itu sempat “plin-plan” menyebut status hukum Antasari. Saksi, tersangka, saksi, tersangka … sampai akhirnya ia dipanggil ke Polda Metro Jaya, diperiksa seharian sebagai saksi, lalu tidak diperbolehkan pulang alias ditahan sebagai tersangka. Maka lemaslah saya. Walaupun, lagi-lagi, saya masih punya harapan, semoga di persidangan nanti, Antasari tidak terbukti bersalah. Dan, apa yang dialaminya sekarang, hanya fitnah. Sehingga nama baik Antasari bisa direhabilitasi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Mengapa saya begitu peduli pada nama baik Antasari Azhar? Bukan. Dia bukan anggota keluarga saya. Bukan pula sahabat dekat. Kalaupun pernah berhubungan, hubungan itu tak lebih dari sekadar hubungan antara wartawan dengan narasumber. Tetapi Antasari adalah simbol. Simbol pemberantasan korupsi, paling tidak sejak dia menjabat Ketua KPK. Sebagai simbol pemberantas kemunkaran (itu pun kalau Anda setuju bahwa korupsi adalah perbuatan <em>munkar</em>), dia haruslah (seyogianya, semestinya) bersih dari berbagai kemunkaran. Bukankah perbuatan membunuh, dan atau merencanakan serta menyuruh orang untuk membunuh, merupakan perbuatan <em>munkar</em>? Apalagi bila perbuatan tersebut, dilatarbelakangi skandal seksual.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Antasari Azhar adalah pendekar hukum yang sudah malang melintang di dunia peradilan. Dia tentunya tahu bahwa perbuatan yang “disangkakan” padanya sekarang ini, mempunyai resiko hukum sangat besar. Apalagi jika dilakukan dengan perencanaan yang tampak tidak terlalu rapi sehingga mudah ditelusuri. Mungkinkah Antasari dijebak? Mestinya tak semudah itu Antasari dijebak, mengingat ia pun seorang ahli di bidang jebak-menjebak. Ada beberapa koruptor yang kepergok atau “tertangkap tangan” lantaran jebakan-jebakan Antasari.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kasus ini memang memancing banyak pertanyaan. Termasuk, apakah hanya karena takut skandal seksualnya terbongkar, Antasari lantas memerintahkan pembunuhan yang kemudian dibiayai oleh pengusaha Sigid Haryo Wibisono dan diatur oleh Komisaris Besar Polisi Wiliardi Wizar itu? Jangan-jangan, kata beberapa teman, latar belakang persoalannya jauh lebih besar dari “sekadar” perselingkuhan. Dengan kata lain, yang dimunculkan ke permukaan, bukanlah persoalan yang sebenarnya. Tapi ini sekadar kecurigaan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Jadi biarlah proses hukum yang membuktikannya kelak. Kepada para tersangka, termasuk Antasari Azhar, tentunya, untuk sementara kita terapkan praduga tidak bersalah. Kepada keluarga korban, kita sampaikan duka cita yang amat dalam.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Terbunuhnya Nasrudin Zulkarnaen, bukan hanya duka cita bagi keluarga, tapi juga duka cita bagi semua orang yang mendambakan keamanan dan keadilan. Sebab, kalau kelak terbukti benar (melalui pembuktian di pengadilan) bahwa Nasrudin memang dibunuh oleh konspirasi oknum-oknum penegak hukum, maka rasa keamanan dan keadilan pun otomatis bakal semakin berkurang. Dan, yang lebih parah lagi, masyarakat pun akan semakin kehilangan kepercayaan kepada para pejabat negara, terutama pejabat negara yang bertugas mengurusi hukum dan keadilan.</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p><strong><span style="color:#003366;">Billy Soemawisastra</span></strong></p>
<h5 style="text-align:center;"><span style="color:#003366;">[Tulisan ini dapat dilihat pula di <a href="http://www.liputan6.com/producer/?id=177097" target="_blank">www.liputan6.com</a>]</span></h5>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/1182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/1182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/1182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/1182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/1182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/1182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/1182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=1182&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2009/05/07/antasari-azhar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjelang Hari Pemungutan Suara</title>
		<link>http://jagatalit.com/2009/04/07/menjelang-hari-pemungutan-suara/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2009/04/07/menjelang-hari-pemungutan-suara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 08:03:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.com/?p=1159</guid>
		<description><![CDATA[Keriuhan kampanye pemilu anggota legislatif berakhir Ahad lalu. Poster-poster, spanduk, umbul-umbul dan baliho yang selama beberapa bulan terakhir ini mengiklankan tampang para caleg (calon anggota legislatif) dari berbagai partai politik peserta pemilu, sudah dibersihkan dari jalanan. Setidaknya dari jalanan kota metropolitan Jakarta (karena beranjak sedikit saja ke kota-kota di pinggiran Jakarta, seperti Tanggerang, tampang para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=1159&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Keriuhan kampanye pemilu anggota legislatif berakhir Ahad lalu. Poster-poster, spanduk, umbul-umbul dan baliho yang selama beberapa bulan terakhir ini mengiklankan tampang para caleg (calon anggota legislatif) dari berbagai partai politik peserta pemilu, sudah dibersihkan dari jalanan. Setidaknya dari jalanan kota metropolitan Jakarta (karena beranjak sedikit saja ke kota-kota di pinggiran Jakarta, seperti Tanggerang, tampang para caleg dan gambar partainya, masih saja memenuhi jalan-jalan tertentu). </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Masa kampanye pemilu yang baru saja berakhir itu, masih merupakan babak awal dari keriaan politik yang sudah dan akan berlangsung sepanjang 2009 ini. Rasa was-was masih menenuhi perasaan banyak orang, baik mereka yang aktif dalam keriaan maupun mereka yang tidak peduli. Namun setidaknya ada rasa syukur terbersit, kampanye pemilu yang dikhawatirkan bakal diwarnai rangkaian keributan itu, ternyata berlangsung damai. Kalaupun ada kekisruhan di sana-sini, kekisruhan itu taklah mengakibatkan kerusuhan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Suasana seperti itulah, minimal, yang diharapkan akan berlangsung pada hari pemungutan suara dan hari-hari sesudahnya, sampai berujung pada terpilihnya seorang presiden dan wakil presiden, September mendatang. Rakyat, walau bagaimana pun, sudah sangat lelah dengan rangkaian peristiwa politik yang wajib mereka ikuti. Mulai dari pemilihan Kepala Desa, pemilihan Bupati dan Gubernur, yang tak jarang berbuntut pertikaian. Jadi, tak perlulah kelelahan itu ditambah lagi dengan keributan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Terlalu panjang peristiwa-peristiwa politik yang harus dilalui warga negara RI, sampai-sampai hampir tak ada hari tanpa keriuhan politik. Sementara beban kehidupan semakin menekan, semakin tak mampu membuat rakyat bernapas lega. Sehingga wajarlah bila pada peristiwa pemilu kali ini, semakin banyak saja warga masyarakat yang tampak tidak peduli dengan keramaian kampanye. Mereka tetap menjalankan kegiatan kesehariannya, tanpa sedikit pun merasa tertarik untuk ikut berkampanye. Ini merupakan gambaran masyarakat yang sudah lelah dan kesal dengan politik. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kelelahan dan kekesalan masyarakat dengan hiruk-pikuk politik itu, kian bertambah begitu menyaksikan tingkah polah para caleg dalam mengiklankan diri mereka. Caleg-caleg yang sebagian besar tidak dikenal masyarakat itu, berlomba mengemis suara dengan segala cara. Berjanji akan menjadi pembela rakyat jika kelak mereka terpilih. Padahal rakyat tahu, mereka sekadar berjuang mencari pekerjaan berpenghasilan tinggi, dan akan segera melupakan rakyat bila mereka sudah bertengger di gedung parlemen. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dan, pada hari pemungutan suara nanti, apa yang akan terjadi? Kita tidak tahu. Mungkin saja jumlah golput akan semakin banyak, tetapi mungkin juga sebaliknya. Mungkin pula akan terjadi saling tuduh berbuat curang di antara para peserta pemilu, dan yang kalah tidak mau mengaku kalah. Tetapi saya kira siapa pun berharap, semua proses itu akan berlangsung aman dan damai. Mereka yang menang tidak akan “mentang-mentang” dan yang kalah tidak perlu berang, pun tidak perlu masuk ke rumah sakit jiwa. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="https://jagatalit.wordpress.com/wp-admin/profile.php" target="_blank"><span style="color:#003366;"><strong>Billy Soemawisastra</strong></span></a></span></p>
<h5 style="text-align:center;"><span style="color:#003366;">[Tulisan ini juga dapat dilihat di <a href="http://www.liputan6.com/producer/?id=175628" target="_blank">www.liputan6.com</a>]<br />
</span></h5>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/1159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/1159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/1159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/1159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/1159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/1159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/1159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=1159&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2009/04/07/menjelang-hari-pemungutan-suara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Anarkisme Semakin Membudaya</title>
		<link>http://jagatalit.com/2009/02/05/ketika-anarkisme-semakin-membudaya/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2009/02/05/ketika-anarkisme-semakin-membudaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 15:47:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Anarkisme]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=1022</guid>
		<description><![CDATA[Ada satu kosa kata bahasa Melayu (baca: bahasa Indonesia) yang cukup terkenal di lingkup internasional, paling tidak lantaran kosa kata tersebut termaktub dalam beberapa ensiklopedi, di antaranya Encyclopaedia Americana. Kosa kata itu adalah: “Amuk” (orang Bule menulisnya: “Amok”). Sebuah kata yang menunjukkan betapa orang Indonesia itu, sejak dulu, gampang marah. Dan, kalau sudah marah, mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=1022&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Ada satu kosa kata bahasa Melayu (baca: bahasa Indonesia) yang cukup terkenal di lingkup internasional, paling tidak lantaran kosa kata tersebut termaktub dalam beberapa ensiklopedi, di antaranya<em> Encyclopaedia Americana</em>. Kosa kata itu adalah: “Amuk” (orang Bule menulisnya: “Amok”).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"> Sebuah kata yang menunjukkan betapa orang Indonesia itu, sejak dulu, gampang marah. Dan, kalau sudah marah, mereka akan mengamuk, menyerang dan membunuh siapa saja yang berada di dekatnya.  Amuk bisa dilakukan secara individual, bisa juga secara berkelompok alias main keroyokan alias tawuran (amuk massa). </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Orang-orang Portugis dan Belanda yang pernah menjajah negeri ini, sudah sangat sering dan bahkan sudah sangat terbiasa menyaksikan peristiwa Amuk yang dilakukan kaum pribumi. Mereka pun menceritakan tradisi Amuk ini secara turun-temurun, sebagai peringatan kepada anak-cucu mereka agar berhati-hati bila berkunjung ke Indonesia. Sebab salah langkah sedikit saja bisa menjadi sasaran Amuk. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Akhirnya, setiap kali mereka ingat Indonesia, mereka pun akan ingat kebiasaan kaum pribumi melakukan tindakan Amuk (mengamuk). Sehingga wajarlah bila kemudian kata Amuk pun masuk ke dalam ensiklopedi mereka. Dengan kata lain, tuan-tuan dan nyonya-nyonya dari negeri Barat tersebut, sejak zaman <em>baheula</em> sudah sangat mafhum bahwa orang Indonesia itu akrab sekali dengan anarkisme. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Tentunya tidak perlu malu bila kata Indonesia dianggap lebih asosiatif dengan kata Amuk, bukan kata Makmur, Sentosa, Indah, Ramah-tamah atau Damai. Munculnya frasa: “Indonesia yang Makmur,  Indah, Damai dan Sentosa&#8221;, itu berkat upaya para Bapak Bangsa yang ingin mengangkat citra Indonesia di mata dunia, agar Indonesia tidak hanya dikenal kebrutalannya. Begitu pula frasa: &#8220;Rakyat Indonesia yang Ramah-tamah&#8221;. Tetapi Makmur, Sentosa, Ramah-tamah, Damai dan Indah,  adalah kata-kata yang lebih mengandung harapan, ketimbang kenyataan. Sedangkan Amuk, adalah kenyataan yang sering kita saksikan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Salah satu buktinya, kita saksikan beberapa hari lalu. Ketua DPRD Sumatera Utara H. Abdul Aziz Angkat, tewas dikeroyok massa yang menyerang, mengamuk di ruang sidang paripurna. Anarkisme ini terjadi lantaran keinginan para pengunjuk rasa yang mendukung pembentukan Provinsi Tapanuli, tidak ditanggapi oleh para anggota dewan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Anarkisme massa, yang selama ini “hanya” berlangsung di jalan-jalan, tampaknya sudah mulai masuk ke ruang-ruang yang seharusnya dihormati, seperti ruang sidang paripurna DPRD. Di ruang-ruang seperti itu, keributan yang terjadi semestinya hanya sebatas perang mulut, adu argumentasi, bukan kekerasan fisik. Tetapi tampaknya, banyak di antara kita, yang lebih suka menyelesaikan persoalan dengan kekerasan fisik, bukan melalui dialog dan musyawarah. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kecenderungan ini semakin memperkuat kesan bahwa Amuk alias anarkisme, memang sudah membudaya di negeri kita.  Begitu banyak rangkaian kekerasan yang memakan korban jiwa, terjadi di negeri kita, dan begitu cepat kita melupakannya. Peristiwa Tanjung Priok 1984, Peristiwa 27 Juli 1996, Peristiwa Mei 1998, Tragedi Trisakti, Tragedi Semanggi I dan II, hanya beberapa di antaranya. Tindakan pengusutan terhadap peristiwa-peristiwa tersebut, tidak pernah selesai dengan tuntas. Bahkan tak sedikit di antaranya yang berakhir dengan nasib “dipetieskan”. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Pemerintah (termasuk aparat keamanan) masih terkesan tidak tegas dalam menindak para pelaku anarkisme. Bahkan ada beberapa kasus anarkisme, yang tampaknya memang sengaja “dibiarkan”.  Jika kasus tewasnya almarhum Abdul Aziz Angkat tidak diselesaikan setuntas-tuntasnya  dan transparan, bukan tak mungkin kita akan menyaksikan lagi kasus-kasus serupa di hari-hari mendatang. Bahkan mungkin lebih parah dari itu. Dan, lama-kelamaan, kita akan menjadi imun dengan rangkaian kekerasan demi kekerasan. Atau, jangan-jangan, kita memang sudah imun. Mengerikan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Billy Soemawisastra</strong></span></p>
<h5 style="text-align:center;"><span style="color:#003366;">[Tulisan ini juga dapat dilihat di <a href="http://www.liputan6.com/producer/?id=172439" target="_blank">www.liputan6.com</a>]<br />
</span></h5>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/1022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/1022/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/1022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/1022/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/1022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/1022/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/1022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/1022/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/1022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/1022/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/1022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/1022/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/1022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/1022/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=1022&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2009/02/05/ketika-anarkisme-semakin-membudaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Agama Dijadikan Alat Politik</title>
		<link>http://jagatalit.com/2009/02/02/ketika-agama-dijadikan-alat-politik/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2009/02/02/ketika-agama-dijadikan-alat-politik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 13:35:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=1014</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Jangan jadikan agama sebagai &#8216;ayam potong&#8217;.&#8221; Kata-kata ini masih terngiang di telinga saya, meski telah diucapkan sekitar 33 tahun yang lalu. Yang mengucapkannnya adalah seorang dosen di fakultas saya, dan saat itu saya baru saja duduk di bangku kuliah, semester pertama. Istilah &#8220;ayam potong&#8221; yang digunakan dosen tersebut, memang sangat tepat. Mengingat di negeri ini, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=1014&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">&#8220;Jangan jadikan agama sebagai &#8216;ayam potong&#8217;.&#8221; Kata-kata ini masih terngiang di telinga saya, meski telah diucapkan sekitar 33 tahun yang lalu. Yang mengucapkannnya adalah seorang dosen di fakultas saya, dan saat itu saya baru saja duduk di bangku kuliah, semester pertama.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Istilah &#8220;ayam potong&#8221; yang digunakan dosen tersebut, memang sangat tepat. Mengingat di negeri ini, agama (terutama agama Islam yang dipeluk mayoritas penduduk) selalu saja dijadikan komoditas pada setiap peristiwa politik.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Agama &#8220;dipotong&#8221; beramai-ramai, untuk kemudian dihidangkan dagingnya sebagai camilan rakyat yang &#8212; anehnya  &#8212; selalu saja dilahap dengan penuh semangat. Padahal sebenarnya rakyat sedang dibohongi oleh kelompok-kelompok politik yang memperalat agama, untuk kepentingan mereka.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Selain dijadikan ayam potong, sering pula agama dijadikan &#8220;pentungan&#8221;. Alat pukul untuk menghajar kelompok-kelompok masyarakat yang tidak disukai kelompok tertentu. Atau alat untuk menekan dan menakut-nakuti umat, agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Terlalu banyak jika dirinci satu per satu, kapan dan seperti apa agama diperalat untuk kepentingan politik. Saya hanya akan memberikan beberapa contoh yang terjadi pada era reformasi. Misalnya, sebagian ulama pernah mengeluarkan fatwa untuk tidak memilih calon presiden berjenis kelamin perempuan, karena perempuan dianggap tidak akan mampu berbuat adil sebagai pemimpin.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Fatwa yang sangat bernuansa jender ini, dikeluarkan untuk menjegal Megawati yang mengajukan diri sebagai calon presiden. Tetapi tak lama kemudian, fatwa ini dicabut. Umat diperbolehkan memilih calon presiden perempuan dengan alasan darurat, dan jika dipandang lebih banyak manfaatnya ketimbang mudaratnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Masih dalam upaya menjegal Megawati, beberapa ulama pernah meminta umat Islam Indonesia untuk tidak memilih calon pemimpin yang &#8220;tidak jelas agamanya&#8221;. Fatwa ini muncul gara-gara Megawati ikut menghadiri ritual agama Hindu Darma, di salah satu pura di pulau Dewata. Namun fatwa ini pun raib diterbangkan angin setelah para pendukung Megawati menyatakan bahwa Mbak Mega adalah seorang muslimah tulen, apalagi setelah Ketua Umum PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) ini berangkat ke Tanah Suci untuk beribadah haji.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">K.H. Abdurrahman Wahid pun pernah &#8220;meminjam&#8221; agama untuk mempertahankan kekuasaannya, ketika ia masih menjadi presiden. Sebagian ulama NU (Nahdlatul Ulama) atau lebih tepatnya para ulama PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) mengeluarkan fatwa <em>bughot</em> yang berarti makar, bagi lawan-lawan politiknya yang menghendaki agar Gus Dur turun dari kursi kepresidenan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dan, belakangan, tiba-tiba saja MUI (Majelis Ulama Indonesia) mengeluarkan fatwa haram, bagi umat Islam yang tidak mau menggunakan hak pilihnya alias golput (golongan putih) pada Pemilu 2009. Sebenarnya, fatwa MUI ini tidak muncul secara tiba-tiba alias tidak perlu mengagetkan, karena sebelumnya beberapa politisi yang tampaknya khawatir partainya tidak jadi pemenang dalam Pemilu, mengojok-ojok MUI agar segera mengeluarkan fatwa haram bagi golput.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Salah satu politisi yang pernah mengimbau MUI agar mengeluarkan fatwa haram bagi golput itu, adalah Ketua MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) Hidayat Nur Wahid. Walau kemudian dibantahnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dari beberapa contoh di atas, muncul kesan (paling tidak, kesan saya pribadi) bahwa sebagian ulama Islam di Indonesia, sangat gampang diombang-ambingkan berbagai kepentingan politik. Atau, jangan-jangan, ulama-ulama itu sebenarnya adalah para politisi. Pada gilirannya, umatlah yang kemudian dibuat kebingungan oleh fatwa-fatwa tersebut.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Saya jadi teringat Cak Nur (almarhum Nurcholish Madjid) yang selalu menganjurkan umat Islam Indonesia agar memisahkan agama dengan politik. Slogannya yang terkenal: &#8220;Islam Yes, Partai Islam No&#8221; mengandung harapan agar agama tidak diperalat untuk kepentingan politik.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Namun kemudian banyak ulama yang marah dengan anjuran seperti itu. Agama Islam, menurut mereka, tidak bisa dipisahkan dari politik. Lalu mereka pun merujuk pada kepemimpinan Rasulullah Muhamad SAW di Madinah, yang menata kehidupan masyarakat berlandaskan ajaran Islam. Tetapi mereka lupa bahwa Rasulullah tidak pernah memperalat ajaran Islam untuk kepentingan dirinya, melainkan untuk kemaslahatan umat secara keseluruhan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Ajaran Islam yang dibawa Rasulullah,  justru berhasil membuat umat tidak terpecah belah. Tetapi perhatikanlah fatwa-fatwa yang dikeluarkan para ulama Indonesia. Fatwa-fatwa bernuansa politik yang mereka luncurkan, seringkali membuat umat berpuak-puak, saling mencurigai, saling bermusuhan, saling membenci. Bahkan ada fatwa MUI yang membuat kelompok-kelompok tertentu merasa berhak melakukan tindakan anarki, terhadap kelompok masyarakat yang tidak sepaham dengan mereka. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Untungnya, masyarakat Indonesia pada umumnya, kini sudah menjadi semakin dewasa. Fatwa-fatwa yang dikeluarkan MUI, ataupun fatwa yang dikeluarkan kelompok-kelompok ulama lainnya, tidak serta-merta diterima secara taklid (tanpa <em>reserve</em>). Ironisnya, lama-kelamaan, sikap kritis masyarakat ini bisa membuat para ulama kehilangan legitimasi. Sekarang saja, tak sedikit anggota masyarakat yang menjadikan fatwa pengharaman golput sebagai bahan tertawaan. Malahan tak sedikit pula yang melontarkan tanya, apakah MUI &#8220;kurang kerjaan&#8221;?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Billy Soemawisastra</strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/1014/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=1014&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2009/02/02/ketika-agama-dijadikan-alat-politik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>So Help Me God</title>
		<link>http://jagatalit.com/2009/01/26/so-help-me-god/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2009/01/26/so-help-me-god/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 17:13:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Barack Hussein Obama]]></category>
		<category><![CDATA[Sumpah Presiden]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=922</guid>
		<description><![CDATA[Sudah berlangsung sepekan, Presiden Amerika Serikat ke-44,  Barack Hussein Obama, berkantor di Gedung Putih Washington. Tetapi saya masih terkesan dengan rangkaian upacara pelantikan Presiden AS berkulit hitam itu,  pada tanggal 20 Januari lalu. Pada hari tersebut, tak bosan-bosannya saya memelototi layar CNN, yang menyiarkan langsung acara inaugurasi Presiden AS, mulai pukul sebelas malam hingga jam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=922&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sudah berlangsung sepekan, Presiden Amerika Serikat ke-44,  Barack Hussein Obama, berkantor di Gedung Putih Washington. Tetapi saya masih terkesan dengan rangkaian upacara pelantikan Presiden AS berkulit hitam itu,  pada tanggal 20 Januari lalu. Pada hari tersebut, tak bosan-bosannya saya memelototi layar CNN, yang menyiarkan langsung acara inaugurasi Presiden AS, mulai pukul sebelas malam hingga jam lima pagi (WIB).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Rangkaian acara inaugurasi Presiden AS  itu memang berjalan sangat lambat. Nyaris bertele-tele, seakan tidak mau kehilangan detail sedikit pun. Tetapi itu merupakan kepatuhan warga Amerika terhadap prosedur operasional standar (SOP) yang mereka sepakati, sejak zaman George Washington.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Apa yang dilakukan warga Amerika dalam acara pelantikan Presiden Barack Hussein Obama, tempo hari, sebenarnya hanya merupakan pengulangan empat tahun sekali. Bedanya, acara tersebut, kali ini mencatat rekor tertinggi dalam sejarah Amerika, dalam hal jumlah orang yang hadir untuk menyaksikan acara pelantikan itu secara langsung di seputar gedung Capitol Hill.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Hampir dua juta orang hadir di lokasi acara, dan mungkin mencapai milyaran pasang mata menyaksikannya melalui layar televisi. Itu tak lain lantaran Barack Hussein Obama adalah Presiden AS paling fenomenal dalam sejarah. Selain untuk pertama kalinya Amerika Serikat mempunyai presiden berkulit hitam, juga karena Obama berhasil &#8220;menyihir&#8221; Amerika dan dunia, dengan janji-janjinya tentang &#8220;perubahan&#8221;.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-936" title="pidato-presiden-obama-dan-crowd" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/pidato-presiden-obama-dan-crowd.jpg?w=300&h=240" alt="pidato-presiden-obama-dan-crowd" width="300" height="240" /></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>Jutaan warga AS, simak pidato Presiden Obama.</em><br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Masih terlalu dini untuk dibuktikan, apakah janji-janji Obama itu benar-benar dilaksanakan. Maklum, baru seminggu ia berkantor di istana presiden. Tetapi Amerika dan dunia memang membutuhkan obat mujarab, untuk menyembuhkan perekonomian global yang sedang sakit (dan wabah penyakit itu berawal dari Paman Sam).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Selain pemulihan ekonomi, Amerika juga perlu memulihkan citranya di mata dunia. Sejak George Walker Bush, presiden sebelumnya, mencanangkan dan melaksanakan kebijakan <em>War against Terrorism</em> pasca tragedi WTC 11 September 2001, citra Amerika kian memburuk.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Ratusan ribu masyarakat sipil terbunuh, dalam perang yang konon dilancarkan untuk memberantas para teroris itu. Afghanistan dan Irak, menjadi ladang pembantaian masyarakat sipil yang dilakukan tentara Amerika. Belum lagi ratusan atau bahkan ribuan warga sipil lainnya, disiksa dan dianiaya di penjara-penjara Guantanamo, Abu Ghraib, dan penjara lainnya, dengan tuduhan melakukan serangan teror terhadap Amerika. Banyak di antara mereka yang terbukti tidak bersalah, namun sudah terlanjur disiksa dan dihina martabat kemanusiaannya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dukungan pemerintah Amerika Serikat terhadap Israel, yang meluluhlantakkan Gaza City dan membunuh ratusan ribu warga Palestina belum lama ini, semakin membuat wajah Paman Sam coreng-moreng di mata warga dunia. Wajar, jika kemudian masyarakat Amerika dan dunia berharap banyak pada Barack Hussein Obama, yang telah berjanji melakukan berbagai perubahan untuk memperbaiki situasi negerinya dan dunia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kembali pada acara pelantikan Presiden Barack Hussein Obama. Setidaknya ada tiga hal yang membuat saya terkesan pada acara pelantikan tersebut. Pertama, disiplin yang tinggi masyarakat Amerika ketika menyaksikan acara bersejarah itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Jutaan massa yang memadati lapangan dan jalan-jalan di seputar Capitol Hill dan White House, tampak mampu mengatur diri. Tak ada kerusuhan ataupun keriuhan yang tidak perlu. Mereka hanya bersorak dan berteriak histeris pada saat-saat yang tepat. Misalnya sebelum dan sesudah Obama dilantik, dan sebelum serta sesudah Presiden AS ke-44 itu berpidato. Tetapi sewaktu upacara pengucapan sumpah presiden berlangsung, dan saat sang presiden berpidato selama sekitar 18 menit, massa yang membludak itu diam, mendengarkan dengan khidmat. Hanya sesekali mereka bertepuk tangan, pada kalimat-kalimat tertentu dalam pidato Presiden Obama, yang mengena di hati mereka.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Mereka juga diam mendengarkan dalam hening, sewaktu Aretha Franklin menyanyikan lagu <a href="http://www.youtube.com/watch?v=a7c2lC9JlJo" target="_blank"><em>My Country Tis of Thee</em></a>. Begitu pula tatkala para pemusik senior seperti Itzhak Perlman, Yo-Yo Ma, Gabriela Montero dan Anthony McGill, memainkan sebuah komposisi musik hasil karya John William, <a href="http://www.youtube.com/watch?v=WM5mLlP7WNo&amp;feature=related" target="_blank"><em>Air and Simple Gift</em></a>.  Ketika lagu ini dimainkan secara instrumental beberapa saat menjelang pengucapan sumpah Presiden Obama, kerumunan massa yang berjumlah hampir dua juta orang itu mendengarkan dengan sabar, dan baru bertepuk tangan setelah pertunjukan selesai.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-939" title="aretha-franklin" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/aretha-franklin.jpg?w=300&h=144" alt="aretha-franklin" width="300" height="144" /></span></p>
<p style="text-align:center;"><em><span style="color:#003366;">Aretha Franklin, ketika beraksi di Capitoll Hill.</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kesan kedua adalah penampilan egaliter Presiden Barack Hussein Obama dan Wakil Presiden Joe Biden, dalam seluruh rangkaian acara inaugurasi.  Terutama sewaktu mereka berparade di sepanjang jalan 15th Street dan Pennsylvania Avenue, yang membentang sepanjang tiga kilometer antara Capitol Hill dan White House.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Semula, kedua pemimpin AS ini berada dalam <em>limousine</em>-nya masing-masing, yang berjalan sangat lambat, sambil melambai-lambaikan tangan ke arah kerumunan massa yang memadat di kedua sisi jalan. Tetapi 15 menit kemudian, Presiden Obama dan isterinya Michelle Obama, keluar dari mobil kepresidenan berplat nomor USA 1, lalu berjalan kaki, diikuti Joe dan Jill Biden.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Hanya sesekali Obama dan isterinya kembali masuk ke dalam mobil, untuk kemudian keluar lagi guna menyapa rakyatnya sambil berjalan kaki. Joe dan Jill Biden bahkan terus berjalan kaki hingga memasuki White House. Presiden Obama dan Wakil Presiden Joe Biden serta para isterinya, tampak tidak merasa takut apapun. Mereka melambai-lambaikan tangan dengan riang sambil melangkah santai. Padahal para pengawal presiden, Secret Service, telah menyediakan mobil yang mereka juluki <em>The Beast</em>, mobil yang sistem pengamanannya sangat canggih. Mobil yang konon tak bakal mempan ditembak roket sekalipun.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-940" title="iring-iringan-obama" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/iring-iringan-obama.jpg?w=300&h=200" alt="iring-iringan-obama" width="300" height="200" /><img class="aligncenter size-medium wp-image-941" title="obama-walking" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/obama-walking.jpg?w=300&h=171" alt="obama-walking" width="300" height="171" /><img class="aligncenter size-medium wp-image-942" title="obama-michelle-jalan-kaki" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/obama-michelle-jalan-kaki.jpg?w=300&h=210" alt="obama-michelle-jalan-kaki" width="300" height="210" /><img class="aligncenter size-medium wp-image-943" title="joe-jill-biden" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/joe-jill-biden.jpg?w=300&h=187" alt="joe-jill-biden" width="300" height="187" /></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>&#8220;Aksi jalan kaki&#8221; Presiden Obama dan Wapres Biden.</em><br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Penampilan egaliter, santai, terkesan informal, juga diperlihatkan para mantan Presiden AS yang ikut menghadiri acara inaugurasi untuk Barack Obama. George Bush Senior, Bill Clinton, Jimmy Carter, dan bahkan George Walker Bush yang oleh sebagian masyarakat dunia dinilai sebagai Presiden AS paling arogan, dalam acara ini tampil sebagai tokoh-tokoh yang tampak egalitarian.  Semua ini tentu hanya kesan saya pribadi. Anda berhak tidak setuju.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>US Presidential Oath</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kesan ketiga &#8212; dan ini yang paling membenam dalam ingatan saya &#8212; adalah sikap rendah hati masyarakat Amerika di hadapan Tuhan. Sikap ini tercermin dalam kalimat terakhir Sumpah Presiden Amerika Serikat (US Presidential Oath), yakni:  <em>So Help Me God</em>. Terjemahan bebasnya: &#8221; Semoga Tuhan membantu/menolong saya.&#8221; Bisa juga diartikan, &#8220;Oleh karena itu Ya Tuhan, tolonglah/bantulah saya.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>So Help Me God</em>, adalah sebuah pengakuan di hadapan Tuhan bahwa sehebat apapun manusia, termasuk manusia yang beruntung menjadi Presiden Terpilih Amerika Serikat, hakikatnya hanyalah seorang manusia biasa yang selalu membutuhkan pertolongan Tuhan. Termasuk pertolongan dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin negara adidaya yang sangat berpengaruh di dunia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>So Help Me God</em>, mengandung arti bahwa seorang presiden sekalipun sangatlah kecil di hadapan Tuhan, dan segala daya upaya yang dilakukannya hanya akan berhasil bila memperoleh bantuan/pertolongan Tuhan. Kalimat selengkapnya sumpah Presiden AS, atau <em>United States Presidential Oath </em>itu, adalah sebagai berikut:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>I</em> &#8212; sang tersumpah menyebutkan namanya &#8211; <em> solemnly swear (or affirm) that I will faithfully execute the Office of President of the United States, and will to do the best of my ability, preserve, protect and defend the Constitution of the United States. <strong>So help me God</strong></em>. (Saya bersumpah dengan sesungguh-sungguhnya &#8212; atau menegaskan &#8212; bahwa saya akan melaksanakan tugas-tugas sebagai Presiden Amerika Serikat dengan penuh pengabdian, dan akan memberikan kemampuan saya yang terbaik (guna) menjaga, melindungi dan mempertahankan Konstitusi Amerika Serikat. Oleh karena itu, <strong>Ya Tuhan, tolonglah/bantulah saya</strong>).</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-944" title="president-obamas-oath" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/president-obamas-oath.jpg?w=300&h=168" alt="president-obamas-oath" width="300" height="168" /><em></em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>Obama mengucapkan sumpah di Capitol Hill.</em><br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Lalu bandingkan dengan kalimat-kalimat Sumpah Presiden (Wakil Presiden) Republik Indonesia: &#8220;<strong>Demi Allah</strong>, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-945" title="sumpah-presiden-sby" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/sumpah-presiden-sby.jpg?w=300&h=230" alt="sumpah-presiden-sby" width="300" height="230" /></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>Ketika Presiden SBY membacakan sumpah</em>.<br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Secara keseluruhan, Sumpah Presiden AS dan Sumpah Presiden (Wakil Presiden) RI, memiliki kesamaan arti, hanya redaksionalnya saja yang berbeda. Tetapi ada perbedaan makna yang sangat jauh antara kalimat &#8220;Demi Allah&#8221; yang diucapkan Presiden (Wakil Presiden) RI dengan kalimat &#8220;<em>So help me God</em>&#8221; yang diucapkan Presiden AS.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kalimat &#8220;Demi Allah&#8221; adalah sebuah kalimat yang bisa diartikan sebagai &#8220;mengatasnamakan Allah&#8221;. Seolah-olah Presiden (dan Wakil Presiden) RI adalah &#8220;wakil Tuhan&#8221; di bumi Indonesia. Sehingga semua tindak-tanduknya, seakan telah mendapat restu Allah. Kalimat &#8220;Demi Allah&#8221; sama sekali tidak mencerminkan kerendah-hatian seorang manusia (termasuk seorang Presiden/Wakil Presiden) di hadapan Tuhan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sebenarnya tidak mengherankan bila seorang Presiden (Wakil Presiden) RI, merasa dirinya wakil Tuhan, seperti tercermin dalam sumpah yang diucapkannya pada saat pelantikan. Ini merupakan warisan zaman kerajaan-kerajaan di nusantara, yang para rajanya selalu mendaulat diri sebagai wakil Tuhan, sehingga tanpa malu-malu mereka pun menjuluki diri mereka dengan gelar-gelar seperti <em>Khalifatullah</em>, atau <em>Sayyidin Panatagama</em>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sedangkan Presiden AS, akan selalu diingatkan (sesuai sumpahnya) bahwa dirinya hanyalah seorang manusia biasa, yang kebetulan terpilih menjadi presiden. Mereka menjadi presiden karena dipilih oleh mayoritas warga AS yang terdaftar sebagai pemilih, bukan karena diangkat oleh Tuhan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Memang Presiden RI pun (sejak Soesilo Bambang Yudhoyono) adalah presiden yang dipilih oleh mayoritas rakyat Indonesia yang ikut memilih. Oleh karenanya, tak perlu lagi mengatasnamakan Allah, dengan mengucapkan &#8220;Demi Allah&#8221; ketika membacakan  sumpah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sumpah Presiden (Wakil Presiden) RI dan Sumpah Presiden AS, termaktub dalam konstitusi negara masing-masing. Tetapi tidak ada konstitusi buatan manusia yang tidak bisa diamandemen. Seperti juga konstitusi AS yang seringkali diamandemen, dan juga Undang-Undang Dasar NKRI yang beberapa bagian di antaranya telah diamandemen.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Jadi, tidak ada salahnya, bila suatu saat nanti, dalam sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), para wakil rakyat (DPR dan DPD) yang terpilih lewat Pemilu, mengamandemen Sumpah Presiden (Wakil Presiden) RI, dengan mengganti kalimat &#8220;Demi Allah&#8221; dengan kalimat yang lebih manusiawi, yang lebih mencerminkan kerendah-hatian seorang manusia di hadapan Allah. Kalimat &#8220;Demi Allah&#8221; itu bisa diganti dengan kalimat, misalnya, &#8220;Semoga Allah Berkenan&#8221;,  &#8220;Semoga Allah Memberkati&#8221;, atau &#8220;Ya Allah, Restuilah&#8221;, &#8220;Ya Allah, Saksikanlah&#8221;.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Yang juga perlu diubah adalah cara membacakan sumpah. Presiden (Wakil Presiden RI, mengucapkan sumpahnya dengan membacakan teks. Sedangkan Presiden (dan Wakil Presiden AS) mengucapkannya dengan menghafalnya terlebih dulu, dipandu oleh seorang Hakim Agung atau Ketua Mahkamah Agung.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Mengucapkan sumpah dengan membacakan teks, terasa datar dan kurang membangkitkan emosi bagi yang membaca dan menyaksikannya. Sedangkan bila mengucapkannya tanpa teks, akan terasa sangat emosional. Meskipun memang resikonya cukup tinggi, yakni lupa dengan apa yang harus diucapkan. Seperti yang dialami Presiden Barack Hussein Obama, dan Ketua Mahkamah Agung AS John G. Roberts. Keduanya sempat lupa dengan kalimat-kalimat sumpah yang harus diucapkan di hadapan jutaan khalayak di Capitol Hill, sehingga pengucapan sumpah Presiden Barack Hussein Obama harus diulang esok harinya di Gedung Putih, dengan hanya disaksikan kalangan terbatas.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-946" title="US-POLITICS-OBAMA" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/obamas-oath-tahe-2.jpeg?w=300&h=175" alt="US-POLITICS-OBAMA" width="300" height="175" /></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>Mengulang pengucapan sumpah di White House.</em><br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Yang juga cukup menarik (berbeda dengan tradisi pelantikan Presiden/Wakil Presiden RI), kalimat-kalimat sumpah yang diucapkan Presiden AS dan Wakil Presiden AS, tidaklah sama. Sumpah Wakil Presiden AS, lebih panjang dibandingkan dengan sumpah presidennya. Berikut, petikannya:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span class="contenttext"><em>I do solemnly swear (or affirm) that I will support and defend the Constitution of the United States against all enemies, foreign and domestic; that I will bear true faith and allegiance to the same; that I take this obligation freely, without any mental reservation or purpose of evasion; and that I will well and faithfully discharge the duties of the office on which I am about to enter: <strong>So help me God</strong>.</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span class="contenttext">Walau bagaimana pun, ruang lingkup kekuasaan seorang presiden, berbeda dengan wakil presiden. Begitu pula beban tanggung jawabnya. Tugas seorang wakil presiden hanyalah memberikan <em>support</em> (bantuan) kepada presiden, sesuai kapasitasnya. Sehingga wajarlah bila kalimat-kalimat sumpah yang mereka ucapkan pun berbeda. Bila kalimat-kalimat sumpah yang diucapkan presiden dan wakil presiden (seperti yang selama ini dilakukan di Indonesia), sama bunyinya, tidak menutup kemungkinan sang wakil presiden merasa sama kedudukannya dengan presiden<em>. </em>Meskipun memang kalimat-kalimat sumpah, bukan satu-satunya faktor yang bisa menyebabkan hal itu.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span class="contenttext">Sekali lagi, Anda boleh setuju, boleh juga tidak dengan apa yang saya uraikan dalam tulisan ini. Tetapi jika Anda telah selesai membaca tulisan ini, mari kita bersama-sama mendengarkan sebuah lagu dari 50 Stars, yang tersimpan di situs You Tube, dengan mengklik:<em> <a href="http://www.youtube.com/watch?v=64AetAi5E8E" target="_blank"><strong>So Help Me God, a Tribute to President Obama</strong></a>.</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span class="contenttext"><strong>Billy Soemawisastra</strong></span></span></p>
<h5 style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span class="contenttext"><strong>[Foto-foto: <a href="http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2009/01/22/AR2009012200772.html" target="_blank">www.washingtonpost.com</a>, <a href="http://pemilu2004.goblogmedia.com/sby-disumpah.html" target="_blank">www.goblogmedia.com</a>, <a href="http://media.gatewaync.com/wsj/photos/2009/01/20/parade.jpg" target="_blank">www.gatewaync.com</a>, <a href="http://images.huffingtonpost.com/gen/45527/original.jpg" target="_blank">huffingtonpost.com</a>, <a href="http://i.usatoday.net/news/_photos/2008/01/20/parade-topper.jpg" target="_blank">www.usatoday.net</a>, <a href="http://www.swamppolitics.com/news/politics/blog/2009/01/20/parade%20cade.jpg" target="_blank">swamppolitics.com</a>]<br />
</strong></span></span></h5>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/922/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=922&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2009/01/26/so-help-me-god/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/pidato-presiden-obama-dan-crowd.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pidato-presiden-obama-dan-crowd</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/aretha-franklin.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">aretha-franklin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/iring-iringan-obama.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">iring-iringan-obama</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/obama-walking.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">obama-walking</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/obama-michelle-jalan-kaki.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">obama-michelle-jalan-kaki</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/joe-jill-biden.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">joe-jill-biden</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/president-obamas-oath.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">president-obamas-oath</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/sumpah-presiden-sby.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sumpah-presiden-sby</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/obamas-oath-tahe-2.jpeg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">US-POLITICS-OBAMA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Tahun Baru 1 Muharam 1430 Hijriyah</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/12/28/selamat-tahun-baru-1-muharam-1430-hijriyah/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2008/12/28/selamat-tahun-baru-1-muharam-1430-hijriyah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 11:28:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Anshor]]></category>
		<category><![CDATA[Eksklusivisme]]></category>
		<category><![CDATA[Hijrah]]></category>
		<category><![CDATA[Hijriyah]]></category>
		<category><![CDATA[Inklusivisme]]></category>
		<category><![CDATA[Masehi]]></category>
		<category><![CDATA[Muhajirin]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad SAW]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrani]]></category>
		<category><![CDATA[Pluralisme]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=850</guid>
		<description><![CDATA[Tahun Baru Islam 1 Muharram 1430 Hijriyah, kali ini diapit dua hari besar internasional, yakni Hari Natal 2008 dan Tahun Baru 2009 Masehi. Tentu saja ini merupakan fenomena alam yang lumrah, mengingat perhitungan tarikh Hijriyah dengan tarikh Masehi, memiliki selisih sebelas hari setiap tahunnya. Ini lantaran masing-masing tarikh, menggunakan patokan yang berbeda. Tahun Masehi dihitung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=850&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-851" title="moonrise1" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/moonrise1.jpg?w=300&h=225" alt="moonrise1" width="300" height="225" /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !mso]&gt;--><span style="color:#003366;">Tahun Baru Islam 1 Muharram 1430 Hijriyah, kali ini diapit dua hari besar internasional, yakni Hari Natal 2008 dan Tahun Baru 2009 Masehi. Tentu saja ini merupakan fenomena alam yang lumrah, mengingat perhitungan tarikh Hijriyah dengan tarikh Masehi, memiliki selisih sebelas hari setiap tahunnya. Ini lantaran masing-masing tarikh, menggunakan patokan yang berbeda. Tahun Masehi dihitung berdasarkan peredaran matahari (<em>solar system</em>) sedangkan tahun Hijriyah diukur berdasarkan peredaran bulan (<em>lunar system</em>).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Peredaran matahari dan bulan yang tidak berbarengan, menyebabkan jumlah hari dalam tahun Masehi dan Hijriyah, memiliki perbedaan. Tahun Masehi berjumlah 365 hari, tahun Hijriyah 354 hari. Itu pula sebabnya, pada kurun-kurun tertentu, tahun baru Hijriyah  akan berdekatan dengan tahun baru Masehi. Bahkan pada tahun 2008 ini, kita mengalami dua kali tahun baru Hijriyah. Sebelumnya tanggal 10 Januari lalu, dan kini 29 Desember.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sekali lagi, ini adalah fenomena alam yang lumrah. Tetapi di balik fenomena alam yang lazim ini, kita bisa menyibak hikmah. Diapitnya Tahun Baru Hijriyah, oleh Hari Natal dan Tahun Baru Masehi, semakin mengingatkan kita bahwa kehidupan di atas semesta,  tidak bisa dilepaskan dari kemajemukan alias keberagaman. Seperti majemuknya unsur-unsur alam yang kita tempati ini. Ada matahari, bulan, bintang, awan, angin, hujan, laut, daratan, pepohonan, rerumputan, hewan dan manusia, yang masing-masing memiliki ciri khas berbeda. Namun kerjasama atau kebersamaan semua unsur alam ini, akan membuat alam ciptaan Tuhan berada dalam keseimbangan alias harmoni. Jika satu saja unsur alam tersebut berjalan sendiri dan tidak mau berbagi, maka semesta ini akan dilanda disharmoni.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Celakanya, mausialah yang terkadang tidak mau berbagi dengan sesama manusia lainnya. Seakan lupa bahwa manusia itu terdiri atas berbagai ragam, baik secara fisik maupun pikiran. Secara fisik, muncul rasisme. Dari segi pikiran, muncul orang-orang yang menganggap pendapat dan keyakinannyalah yang paling benar. Pendapat dan keyakinan yang berbeda dianggap sesat dan perlu diberantas. Fenomena seperti ini sangat menggejala di tahun 1429 Hijriyah  atau tahun 2008 Masehi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Padahal, jika kita simak kembali perjalanan Hijrah Rasulullah Muhammad SAW, yang menjadi “titimangsa” diletakkannya penghitungan tarikh Hijriyah oleh Khalifah Umar ibnu Khattab, kita bisa menemukan banyak sekali keteladanan Rasulullah dalam menghargai dan menghormati keberagaman. Di Madinah, tempat Sang Nabi dan para pengikutnya berhijrah, Nabi mengakui keberadaan semua unsur masyarakat yang telah lama hidup di kota yang sebelumnya bernama Yastrib itu. Ada kelompok suku Aus dan Khajraj. Ada kaum Yahudi. Ada umat Nasrani. Belum lagi para pendatang dari Makkah yang disebut Muhajirin (orang-orang yang berhijrah) dan penduduk asli yang masuk Islam atau kaum Anshor (para penolong orang-orang yang berhijrah).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kesemua unsur masyarakat Madinah tersebut, memperoleh hak yang sama. Nabi memerintahkan agar semua kelompok saling menghargai dan menghormati asal-usul serta keyakinan masing-masing. Ada salah satu peristiwa, yang mungkin bisa dijadikan contoh bagaimana Rasulullah sangat menghormati kemajemukan itu. Pada suatu hari lewatlah serombongan pengantar jenazah di hadapan beliau, yang ketika itu tengah duduk berbincang dengan beberapa sahabatnya. Jenazah dan para pengantarnya itu adalah orang-orang Yahudi. Seketika Sang Nabi berdiri dengan takzim, menghormati jenazah yang lewat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">“Mengapa Anda melakukan itu Ya Rasul. Bukankah itu jenazah orang Yahudi? Haruskah Anda menghormatinya?” Tanya salah seorang sahabat. “Dia adalah manusia juga, seperti kita, yang berpulang ke Rahmatullah. Kita pun akan kembali padaNya,” ujar Rasulullah. Serempak para sahabat itu pun berdiri, mengikuti Sang Nabi, menghormati jenazah orang Yahudi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Pun, jangan lupa. Sebelum berhijrah ke Madinah, para pengikut Rasulullah pernah pula berhijrah dalam dua gelombang ke sebuah negeri bernama Abessinia (Ethiopia). Penguasa negeri itu, Kaisar Najasyi (Negus) adalah seorang penganut Kristen. Begitu pula sebagian besar rakyatnya. Orang-orang Muslim yang berhijrah ke Abessinia mendapat perlindungan keamanan dari Sang Kaisar, sehingga terbebas dari orang-orang Quraisy yang berniat membunuh mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Rasulullah sangat berterima kasih kepada Sang Kaisar, yang telah memberikan tempat terhormat dan melindungi para penganut ajaran Islam. Sehingga bertahun-tahun setelah peristiwa tersebut, ketika Nabi Muhammad SAW mendengar kabar duka bahwa Kaisar Negus telah mangkat, beliau menangis. Lalu mendo’akan arwah Sang Kaisar, agar diterima di sisiNya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Tarikh Hijriyah, kini telah mencapai bilangan 1430 tahun. Ini berarti sudah hampir 15 abad, secara turun temurun, umat Islam di seluruh dunia memperingati peristiwa Hijrah Rasulullah. Peristiwa yang mengandung banyak hikmah, terutama yang berhubungan dengan interaksi antar-manusia (<em>hablumminannas</em>). Dan, tahun ini, secara kebetulan tanggal 1 Muharram 1430 Hijriyah, berada sangat berdekatan dengan Hari Natal dan Tahun Baru 2009 Masehi. Tidakkah ini mengingatkan kita akan kemajemukan kita yang merupakan fitrah atau sunnatullah? Tidakkah kita ingat akan keteladanan Rasululah dalam menghargai keberagaman dan perbedaan? Bahkan Sang Kekasih Allah itu selalu menganggap perbedaan sebagai hikmah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1430 Hijriyah. Mari kita berhijrah meninggalkan ketertutupan (eksklusivisme) menuju keterbukaan (inklusivisme). Meninggalkan kesempitan pikiran menuju keluasan pandangan. Sehingga kita pun tidak selalu merasa diri kita paling benar, karena kebenaran ada di mana-mana.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Billy Soemawisastra</strong></span></p>
<h5 style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>[Foto diambil dari: <a href="http://aslowerpace.com/serendipity/uploads/moonrise.jpg" target="_blank">www.aslowerpace.com</a>, dan tulisan ini dapat  dilihat pula di <a href="http://www.liputan6.com/producer/?id=170564" target="_blank">www.liputan6.com</a>]</em> </span></h5>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/850/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=850&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2008/12/28/selamat-tahun-baru-1-muharam-1430-hijriyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/moonrise1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">moonrise1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Paulo Coelho, Sang Pendekar Cahaya</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/12/09/paulo-coelho-sang-pendekar-cahaya/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2008/12/09/paulo-coelho-sang-pendekar-cahaya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2008 21:35:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Eksplorasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Prominensia]]></category>
		<category><![CDATA[Cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Paulo Coelho]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritualisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=519</guid>
		<description><![CDATA[The warrior knows that the most important words in all languages are the small words. Yes. Love. God. (Paulo Coelho) Sudah lama saya ingin menulis tentang Paulo Coelho. Tetapi saya tak pernah bisa menentukan, dengan kalimat apa saya harus memulainya. Orang ini “terlalu besar” buat saya. Di usianya yang sudah tergolong tua &#8212; dilahirkan di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=519&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-737" title="paulo-coelho-desert-in-the-gulf" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/paulo-coelho-desert-in-the-gulf.jpg?w=300&h=225" alt="paulo-coelho-desert-in-the-gulf" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em><span style="font-family:Georgia;">The warrior knows </span></em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em><span style="font-family:Georgia;">that the most important words in all languages</span></em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em><span style="font-family:Georgia;"> are the small words. </span></em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em><span style="font-family:Georgia;">Yes. Love. God. </span></em></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em></em><strong><span style="font-family:Georgia;">(</span><span style="font-family:Georgia;">Paulo Coelho</span></strong><strong><span style="font-family:Georgia;">)</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Sudah lama saya ingin menulis tentang Paulo Coelho. Tetapi saya tak pernah bisa menentukan, dengan kalimat apa saya harus memulainya. Orang ini “terlalu besar” buat saya. Di usianya yang sudah tergolong tua &#8212; dilahirkan di Rio de Janeiro, Brazil, 1947 – ia justru semakin produktif. Sudah belasan novel spiritual yang ditulisnya, dan novel-novel itu telah diterjemahkan ke sekitar 56 bahasa di dunia. Beberapa novel hasil karyanya menjadi <em>best seller</em>s internasional, dan terjual dalam puluhan juta <em>copy</em>. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Jumlah penggemarnya mencapai puluhan juta orang, tersebar di sekitar 150 negara. Novel-novel yang ditulisnya telah memberikan inspirasi bagi puluhan juta pembacanya, karena umumnya berisi renungan tentang kehidupan. Renungan tentang bagaimana manusia seharusnya menjalani hidup, menyiasati takdir, dan berhubungan dengan sesama manusia dengan landasan Cinta. Bahkan lebih jauh dari itu, dalam berbagai novelnya, Paulo Coelho selalu menyiratkan bahwa hidup yang dianugrahkan Tuhan harus senantiasa disyukuri, dengan cara menjalani hidup secara ikhlas dan sebaik-baiknya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Nuansa spiritual yang diwarnai ajaran berbagai agama (terutama agama-agama Timur Tengah), terasa sangat kental dalam novel-novelnya seperti </span></span><em><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">The Alchemist, The </span></span><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"> Pilgrimage, The Zahi</span></span></em><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>r</em>, dan <em>The Fifth Mountain</em>. Ada juga novel-novel psikologis seperti <em>Brida, Veronika Dicides to Die, Eleven Minutes, The Devil and Miss Prym</em>, atau <em>By the River Piedra I Sat Down and Wept. </em>Kesemua novelnya berisi renungan tentang kehidupan, meski masing-masing novelnya ditulis dengan gaya penuturan dan <em>angle</em> yang berbeda.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="size-medium wp-image-688 aligncenter" title="coelho-lagi3" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho-lagi3.jpg?w=300&h=210" alt="coelho-lagi3" width="300" height="210" /><img class="alignnone size-medium wp-image-689" title="paulo-coelho-memanah" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/paulo-coelho-memanah.jpg?w=300&h=199" alt="paulo-coelho-memanah" width="300" height="199" /><br />
</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Tetapi Paulo Coelho bukan “hanya” seorang novelis. Ia juga seorang penutur kebijakan atau pendakwah lintas agama. Dakwah-dakwahnya bisa dilihat melalui berbagai situs <em>online</em> yang ia miliki, seperti </span><span style="font-family:Georgia;"><a href="http://paulocoelhoblog.com/" target="_blank">paulocoelhoblog.com</a> dan <a href="http://www.warriorofthelight.com/">www.warriorofthelight.com.</a> Berikut, salah satu renungan spiritualnya, pada <a href="http://paulocoelhoblog.com/" target="_blank">http://paulocoelhoblog.com</a>:<br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><strong><em><span style="font-family:Georgia;">Pilgrimage is a duty in Muslim and Christian religions, do you think that’s the plan of God for human beings to actually travel in their souls? </span></em></strong><em><span style="font-family:Georgia;">We are all on a pilgrimage whether we like it or not and the target, or goal, the real Santiago, if you like, is going from birth to death. You must get as much as you can from the journey, because &#8211; in the end &#8211; the journey is all you have. It doesn’t matter what you accumulate in terms of material wealth, because you are going to die anyway, so why not live? When you realize that you can be brave and that is the first tenant of any spiritual quest &#8211; to take risks.</span></em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Jika Paulo Coelho Blog berisi renungan harian yang di-<em>update</em> setiap hari dengan berbagai isu keseharian, Warrior of the Light berisi renungan yang lebih mendalam dan di-<em>update</em> secara bulanan. Renungan-renungan itu biasanya dilengkapi kutipan ajaran-ajaran spiritual, yang berasal dari khasanah berbagai agama dan kebudayaan, termasuk kata-kata bijak dari para Sufi. Sesuai dengan nama situsnya &#8212; Warrior of the Light atau Pendekar Cahaya &#8212; melalui situs ini Coelho bermaksud mengajak semua orang untuk selalu mencari Cahaya Kebenaran dalam hidupnya. Dan, Cahaya Kebenaran itu, sudah ada tuntunannya dalam berbagai kebudayaan dan agama.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-690" title="coelho1" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho1.jpg?w=300&h=200" alt="coelho1" width="300" height="200" /><img class="aligncenter size-medium wp-image-691" title="coelho3" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho3.jpg?w=300&h=200" alt="coelho3" width="300" height="200" /></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Melalui Warrior of the Light maupun Paulo Coelho Blog, sang mestro ini seakan ingin mengatakan bahwa semua agama hakikatnya memiliki tujuan yang sama, yakni mengagungkan Tuhan dan menghormati kehidupan (baik kehidupan diri kita sendiri maupun kehidupan orang lain). Sehingga agama tidak perlu saling dipertentangkan, karena masing-masing memiliki kebenaran (yang hakikatnya, sama). Berikut, salah satu <em>postingan</em> Paulo Coelho, dalam Warrior of the Light, dengan topik <em>The Languanges that God Speaks</em>:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333399;"><strong><em><span style="font-family:Georgia;">Below are some of those prayers:</span></em></strong><em><span style="font-family:Georgia;"><br />
<strong><span style="font-family:Georgia;">Dhammapada (attributed to Buddha)</span></strong><strong><br />
</strong><strong></strong>Instead of a thousand words,<br />
Better just one,<br />
One that brings peace.<br />
Instead of a thousand verses,<br />
Better just one,<br />
One that shows beauty.<br />
Instead of a thousand songs,<br />
Better just one,<br />
One that spreads joy.</span></em></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333399;"><strong><em><span style="font-family:Georgia;">Mevlana Jelaluddin Rumi, 13th century</span></em></strong><em><span style="font-family:Georgia;"><br />
Out there, besides what is right and what is wrong, there is an enormous field.<br />
That is where we will meet.</span></em></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333399;"><strong><em><span style="font-family:Georgia;">Prophet Mohammed, 7th century</span></em></strong><strong><em><span style="font-family:Georgia;"><br />
<strong></strong></span></em></strong><em><span style="font-family:Georgia;">Oh Allah! I come to you because you know all, even what is hidden.<br />
If what I am doing is good for me and my religion, for my life now and later, then let the task be easy and blessed.<br />
If what I am doing now is bad for me and my religion, for my life now and later, then keep me far from this task.</span></em></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333399;"><strong><em><span style="font-family:Georgia;">Jesus of Nazareth, Matthew 7;7-8</span></em></strong><em><span style="font-family:Georgia;"><br />
Ask, and it shall be given you;<br />
seek and you shall find;<br />
knock, and it shall be opened unto you:<br />
For every one that asks receives;<br />
and he that seeks finds:<br />
And to him that knocks,<br />
it shall be opened.</span></em></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333399;"><strong><em><span style="font-family:Georgia;">Jewish prayer for peace</span></em></strong><strong><em><span style="font-family:Georgia;"><br />
</span></em></strong><em><span style="font-family:Georgia;"> We shall go the mountain of the Lord, where we shall walk with Him. We shall change our swords into plows and our spears into baskets for harvesting fruit.<br />
Let no nation raise its sword against another, and let us never learn the art of war. And no-one should fear his neighbor, because thus spoke the Lord.</span></em></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333399;"><strong><em><span style="font-family:Georgia;">Lao Tsu, China – 6th century B.C.</span></em></strong><em><span style="font-family:Georgia;"><br />
For there to be peace in the world, the nations must live in peace.<br />
For there to be peace among nations, cities must not rise up against one another. For there to be peace in the cities, neighbors must get on well with one another. For there to be peace among neighbors, harmony must reign in the home. For there to be harmony at home, it must be found in your own heart.</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em><span style="font-family:Georgia;"><img class="aligncenter size-full wp-image-686" title="warrior-of-the-light-online" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/warrior-of-the-light-online.jpg?w=470" alt="warrior-of-the-light-online"   /></span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Paulo Coelho, tampaknya sangat menyadari keampuhan media internet. Sehingga ia pun memanfaatkan jaringan sosial <em>online</em> seperti Facebook. Di Facebook, ia bisa ditemui melalui <a href="http://www.facebook.com/home.php?#/group.php?gid=2391842607" target="_blank">Paulo Coelho Fans Club</a>, halaman khusus <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=5383259567#/pages/Paulo-Coelho/11777366210" target="_blank">Paulo Coelho</a> dan <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=5383259567" target="_blank">The Best of Paulo Coelho</a>. Meski jaringan ini dikelola oleh para penggemarnya, Coelho sering pula menjawab langsung pertanyaan-pertanyaan para penggemarnya melalui Facebook. Induk dari semua situs milik Paulo Coelho, adalah <a href="http://www.paulocoelho.com/">www.paulocoelho.com</a>. Tentu saja Coelho tidak sendirian mengelola situs-situsnya. Ada pekerja khusus yang menanganinya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Melalui situs-situs tersebut, kita juga bisa mengetahui kegiatan harian sang maestro. Jadwalnya sangat padat. Hampir setiap hari, Coelho memberikan ceramah di berbagai negara. Ceramah-ceramahnya bisa diakses melalui <a href="http://www.paulocoelho.com.br/engl/index.html" target="_blank">You Tube</a>, dan foto-fotonya bisa diunduh melalui <a href="http://www.paulocoelho.com.br/engl/index.htm" target="_blank">www.flickr.com</a>. Termasuk kata-kata bijaknya yang dikemas dalam format JPEG. Selain dalam bahasa Inggris, situs-situs ini tersedia dalam bahasa-bahasa lainnya seperti Portugis, Spanyol, Itali, Prancis, Belanda, Jerman, Polandia, Arab, Rusia, Cina, Persia. Sayangnya, belum ada yang berbahasa Indonesia.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-741" title="coelho-lagi1" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho-lagi1.jpg?w=470" alt="coelho-lagi1"   /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Paulo Coelho, tidak hanya bicara soal cinta dan kemanusiaan. Anjuran-anjurannya kepada semua orang agar peduli pada nasib sesama, juga diwujudkan dalam bentuk kongkret. Pada 1996, ia mendirikan Paulo Coelho Intitute. Sebuah lembaga nirlaba yang juga bernama Creche Escola Meninos da Luz, Lar Paulo de Tarso. Lembaga sosial yang berpusat di Rio de Janeiro, Brazil, itu menampung dan menghidupi ratusan anak terlantar dan orang-orang lanjut usia, hingga sekarang. Biaya pengelolaannya berasal dari <em>royalties</em> buku-buku yang ditulis Paulo Coelho. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="aligncenter size-full wp-image-694" title="coelho-institute2" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho-institute2.jpg?w=470" alt="coelho-institute2"   /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Dalam usianya yang semakin tua, Paulo Coelho tampaknya tak pernah kehabisan gagasan. Semangat hidupnya semakin tinggi. Bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang lain yang selalu diajaknya untuk menjadi pendekar cahaya, pencari kebenaran. Sementara bagi orang-orang yang tidak mampu, Coelho berupaya membantu mereka agar dapat melihat cahaya kehidupan. Cahaya yang dianugerahkan Sang Pencipta. Berlebihankah saya, bila saya mengatakan bahwa Paulo Coelho adalah seorang Sufi modern?</span></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span style="color:#003366;"><strong><span style="font-family:Georgia;">Billy Soemawisastra</span></strong></span></p>
<h5 style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><strong><span style="font-family:Georgia;"><span style="color:#003366;"><em>[Sumber tulisan dan foto:<a href="http://www.paulocoelho.com/" target="_blank"> www.paulocoelho.com</a>, <a href="http://www.warriorofthelight.com/" target="_blank">www.warriorofthelight.com</a>, <a href="http://paulocoelhoblog.com/" target="_blank">paulocoelhoblog.com</a>]</em></span></span></strong></span></h5>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/519/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=519&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2008/12/09/paulo-coelho-sang-pendekar-cahaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/paulo-coelho-desert-in-the-gulf.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">paulo-coelho-desert-in-the-gulf</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho-lagi3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">coelho-lagi3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/paulo-coelho-memanah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">paulo-coelho-memanah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">coelho1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">coelho3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/warrior-of-the-light-online.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">warrior-of-the-light-online</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho-lagi1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">coelho-lagi1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho-institute2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">coelho-institute2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Paulo Coelho dan Perjalanan Hidupnya</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/12/09/paulo-coelho-dan-perjalanan-hidupnya/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2008/12/09/paulo-coelho-dan-perjalanan-hidupnya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2008 21:28:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Prominensia]]></category>
		<category><![CDATA[Paulo Coelho]]></category>
		<category><![CDATA[Pluralisme]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritualisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=680</guid>
		<description><![CDATA[Brazil, negeri bekas jajahan Portugis di Amerika Selatan itu, hanyalah sebuah negara berkembang. Dan, sebagaimana umumnya negara berkembang, kegiatan tulis-menulis alias kesastraan, taklah mampu menopang hidup para sastrawannya. Apatah lagi membuat seorang sastrawan menjadi kaya raya dari hasil karyanya. Puluhan tahun lalu, masyarakat Brazil pun bahkan mungkin tidak pernah membayangkan akan memiliki seorang sastrawan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=680&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Brazil, negeri bekas jajahan Portugis di Amerika Selatan itu, hanyalah sebuah negara berkembang. Dan, sebagaimana umumnya negara berkembang, kegiatan tulis-menulis alias kesastraan, taklah mampu menopang hidup para sastrawannya. </span></span><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Apatah lagi membuat seorang sastrawan menjadi kaya raya dari hasil karyanya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"> Puluhan tahun lalu, masyarakat Brazil pun bahkan mungkin tidak pernah membayangkan akan memiliki seorang sastrawan yang tersohor ke seantero jagat, dan ikut mengharumkan nama negerinya. Apalagi sastrawan yang namanya kini mendunia itu, pernah dikenal sebagai &#8220;anak nakal&#8221; pencandu mariyuana dan anggota kaum urakan alias hippies. Ia pun pernah dipenjara karena dianggap menentang pemerintah.<br />
</span></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Anak nakal itu bernama Paulo Coelho, yang sempat dimasukkan ke rumah sakit jiwa karena dikira terkena ganguan mental. Padahal di dalam diri anak itu, terpendam bakat yang sangat kuat. Bakat seni yang menuntunnya menjadi penyair, pemain teater dan penulis lirik lagu. Ia pun mencoba menulis novel, namun  novel-novel awal yang ditulisnya tidak mendapat sambutan masyarakat, hingga ia pun sempat frustrasi. Barulah setelah novelnya, <em>The Alchemist</em>, diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan menjadi novel terlaris, nama Paulo Coelho melejit menjadi salah seorang novelis paling terkenal di tingkat dunia, dan membuat bangga masyarakat Brazil.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-712" title="coelho_santiago" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho_santiago.jpg?w=300&h=201" alt="coelho_santiago" width="300" height="201" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Paulo Coelho dilahirkan di tengah sebuah keluarga kelas menengah, di Rio de Janeiro, Brazil, 1947. Ayahnya, Pedro, adalah seorang insiyur, dan ibunya, Lygia, seorang ibu rumah tangga. Pada usia 7 tahun, Paulo dimasukkan ke sekolah Jesuit San Ignacio, Rio de Janeiro. Bakat menulisnya sudah terlihat di sekolah ini. Ia sering menulis puisi dan esei sastra, hingga ia pun memenangkan juara pertama dalam lomba penulisan puisi di sekolahnya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Pedro dan Lygia tidak begitu bergembira dengan prestasi Paulo di bidang tulis-menulis. Kedua orangtua ini mencita-citakan anaknya menjadi insinyur, mengikuti jejak sang ayah. Melihat perilaku Paulo yang berbeda dari anak-anak lainnya,  Pedro dan Lygia khawatir putranya terkena gangguan mental. Pada usia 17 tahun, dua kali ia dimasukkan ke sebuah rumah sakit jiwa untuk mendapatkan terapi psikiatri. Hasilnya, ia dinyatakan sehat secara mental.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Tidak lama kemudian ia aktif  di teater, dan bekerja sebagai wartawan. Lagi-lagi orangtua Paulo gundah. Di kalangan masyarakat kelas menengah Brazil, ketika itu, teater dianggap sebagai pekerjaan yang tidak bermoral. Untuk ketiga kalinya, Pedro dan Lygia membawa Paulo ke dokter jiwa, dan psikiater yang memeriksanya, dengan tegas mengatakan bahwa Paulo Coelho tidak menderita gangguan mental.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="alignleft size-medium wp-image-717" title="veronika" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/veronika.jpg?w=199&h=300" alt="veronika" width="199" height="300" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Apa yang dilakukan orangtuanya justru membuat Paulo depresi. Ia merasa kehidupan pribadinya terlalu jauh dicampuri. Pengalaman batinnya ini ia tuangkan 13 tahun kemudian, ke dalam sebuah novel yang diterbitkan di Brazil, 1988, <em>Veronika Decides to Die</em>. “Saya mendapatkan lebih dari 12.000 email,” ujar Coelho. “Berisi pengakuan bahwa apa yang saya tuangkan dalam novel itu, punya banyak kemiripan dengan pengalaman mereka.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Tahun 1960-an, adalah era <em>flower generation</em>. Kehidupan hippies mewabah di seluruh dunia. Termasuk di Brazil.  Paulo, yang baru menginjak  usia 20-an dan gemar bertualang itu menyemplungkan diri ke dalam kehidupan kaum hippies. Ia memanjangkan rambutnya, dan sempat pula menjadi pencandu obat terlarang. Kegiatan berteaternya semakin meningkat, dan hobi menulisnya semakin menjadi-jadi. Pernah ia mencoba menerbitkan majalah, namun hanya tahan dua terbitan. Sementara itu, ia <em>drop out</em> dari sekolah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Awal 1970-an, atas ajakan Raul Seixas, seorang musisi dan <em>composer</em> Brazil, Paulo menulis lirik lagu. Lagu-lagu yang liriknya dibuat oleh Paulo Coelho, banyak yang menjadi <em>top hit</em> di Brazil. Bahkan salah satu album rekaman lagu-lagunya, terjual sebanyak 500 ribu keping piringan hitam. Itulah awal dirinya mengenal uang dalam jumlah besar.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Kerja sama Paulo Coelho dengan Raul Seixas berlanjut hingga 1976. Selama itu lebih dari 60 lagu ditulisnya bersama Raul. Pada masa itu pula Paulo dan Raul aktif dalam pergerakan memperjuangkan kebebasan berpendapat. Di antaranya dengan menerbitkan buku-buku komik berjudul <em>Kring-ha</em>, sebagai sindiran atas tindakan represif pemerintah Brazil terhadap rakyatnya. Akibatnya Paulo dan Raul pun dipenjara dengan tuduhan  subversif. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Selepas dari penjara, Paulo Coelho mendapatkan pekerjaan tetap di perusahaan rekaman Polygram, dan menikah dengan isteri pertamanya. Tahun 1977, ia pindah ke London, mencoba mengadu nasib sebagai penulis, namun tak banyak mendatangkan hasil. Ia pun kembali ke Brazil, dan bekerja di perusahaan rekaman lainnya, CBS. Namun kehidupan rumah tangganya porak-poranda.  Ia pun bercerai dari isteri pertamanya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Tahun 1979, ia berjumpa teman lamanya, Christina Oiticica, yang kemudian dinikahinya hingga sekarang. Setelah menikah, pasangan suami-isteri ini mengadakan perjalanan keliling Eropa. Singgah di berbagai negara. Di Jerman, ketika ia berkunjung ke bekas kamp konsentrasi di Dachau, Paulo mengaku bertemu dengan orang misterius yang menyampaikan visi tentang masa depannya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Dua bulan kemudian, di sebuah café di Amsterdam, ia berjumpa orang yang sama. Kali ini ia mengobrol cukup lama dengan orang yang tidak disebutkan jatidirinya itu. Orang itu menganjurkan agar Paulo kembali memperdalam Katolikisme, dan mempelajari simbol-simbol Kristiani. Orang itu juga menganjurkan agar perjalanan Paulo Coelho dilanjutkan dengan menelusuri Road to Santiago (rute perjalanan ziarah abad pertengahan, yang membentang antara Prancis dan Spanyol). </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="alignleft size-medium wp-image-714" title="the-pilgrimage" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/the-pilgrimage.jpg?w=198&h=300" alt="the-pilgrimage" width="198" height="300" />Paulo pun mengikuti anjuran orang tersebut. Ia  melakukan perjalanan ziarah Road to Santiago, pada 1986. Setahun kemudian, pengalamannya itu ia tuangkan dalam novel berjudul, <em>The Pilgrimage</em>. Buku ini diterbitkan oleh sebuah penerbit kecil di Brazil, dan tidak banyak memperoleh sambutan. Tahun 1988, ia mencoba menulis novel yang sama sekali berbeda dari novel sebelumnya, <em>The Alchemist</em>. Sebuah novel yang penuh metapora dan simbol-simbol kehidupan, dipadu dengan pengetahuannya tentang ilmu kimia, yang pernah ia pelajari selama 11 tahun. Buku ini pun ternyata tidak memperoleh sambutan yang memuaskan. Edisi pertamanya hanya terjual 900 eksemplar, dan penerbitnya tidak mau lagi mencetak ulang.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"> <img class="alignright size-medium wp-image-715" title="alchemist" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/alchemist.jpg?w=198&h=300" alt="alchemist" width="198" height="300" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Tetapi ternyata masih ada kesempatan kedua. Tahun 1990, sebuah penerbit buku yang cukup besar, Rocco, menerbitkan novelnya, <em>Brida</em>. Sebuah novel tentang cinta dan pengorbanan, yang kemudian laris terjual. Kesuksesan Coelho dengan <em>Brida</em>, membuat para pembaca melirik kembali dua novel yang pernah terbit sebelumnya, <em>The Alchemist</em> dan <em>The Pilgrimage</em>. Tak dinyana, kedua novel itu berhasil menjadi <em>best sellers,</em> dan justru mengalahkan popularitas <em>Brida</em>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Sambutan terhadap <em>The Alchemist</em>, tidak hanya terbatas pada pembaca Brazil. Beberapa penerbit dari negara lain tertarik untuk menerjemahkan dan menerbitkannya di negara masing-masing. Novel yang semula ditulis dalam bahasa Portugis itu, kemudian muncul dalam berbagai bahasa. <em>The Alchemist</em> dan <em>The Pilgrimage</em> menjadi buku yang paling banyak dicetak ulang di Brazil dan Portugis, dan bahkan kemudian di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa. Guinnes Book of Records  pun mencatat <em>The Alchemist</em>, sebagai buku yang paling laris di dunia dan  buku yang paling banyak diterjemahkan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em><img class="alignleft size-medium wp-image-768" title="brida2" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/brida2.jpg?w=185&h=300" alt="brida2" width="185" height="300" />The Alchemist, </em>yang kemudian menjadi maskotnya Paulo Coelho, sedikitnya telah diterjemahkan ke dalam 56 bahasa, dan dibaca di 150 negara. Kesuksesan Paulo Coelho dengan <em>The Alchemist</em>-nya, terus berlanjut pada buku-buku novel berikutnya, yang juga diterjemahkan ke sejumlah bahasa dan dibaca di banyak negara. Di Indonesia, kini bahkan dengan mudah kita bisa menemukan karya-karya Paulo Coelho versi bahasa Indonesia di berbagai toko buku, yang umumnya diterbitkan oleh penerbit Gramedia.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Bukan hanya <em>The Alchemist</em>, yang semakin laris. Tetapi juga buku-buku Paulo Coelho lainnya seperti <em>The Zahir, Fifth Mountain, Eleven Minutes, By The River Piedra I Cry and I swept, The Devil and Miss Prym</em>, serta buku-buku lainnya. Ada juga <em>The Warrior of The Light</em>, sebuah buku berisi esei tentang kehidupan, cinta dan Tuhan. Sayangnya buku ini belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Ini merupakan versi cetak dari website <a href="http://www.warriorofthelight.com/">www.warriorofthelight.com</a>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="size-medium wp-image-719 alignnone" title="the-zahir" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/the-zahir.jpg?w=185&h=300" alt="the-zahir" width="185" height="300" /><img class="size-medium wp-image-721 alignnone" title="11-minutes" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/11-minutes.jpg?w=197&h=300" alt="11-minutes" width="197" height="300" /><img class="size-medium wp-image-722 alignnone" title="river-piedra" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/river-piedra.jpg?w=189&h=281" alt="river-piedra" width="189" height="281" /><img class="size-medium wp-image-723 alignnone" title="the-devil-and-miss-prym" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/the-devil-and-miss-prym.jpg?w=193&h=284" alt="the-devil-and-miss-prym" width="193" height="284" /><img class="size-medium wp-image-724 aligncenter" title="warrior-of-the-light" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/warrior-of-the-light.jpg?w=199&h=300" alt="warrior-of-the-light" width="199" height="300" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Tahun 2000, Paulo Coelho berkunjung ke Iran. Ia merupakan penulis non-Muslim pertama sejak 1979, yang melakukan kunjungan resmi ke Iran. Ia datang ke negeri itu atas undangan  The International for Dialogue Among Civilizations. Semula ia merasa pesimis dan khawatir bahwa masyarakat Iran akan menyambutnya dengan sikap dingin, karena ia seorang penulis non-Muslim. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Tetapi kenyataan yang ditemuinya, justru sebaliknya.  Ia tak hanya disambut dengan penuh kehangatan, namun juga memperoleh <em>royalties</em> yang cukup besar dari pemerintah Iran, atas buku-bukunya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Persia dan dibaca secara luas oleh masyarakat Iran. Paulo Coelho pun menjadi pengarang non-Muslim pertama, yang mendapatkan <em>royalties</em> hak cipta dari pemerintah Iran.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-725" title="coelho-lagi2" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho-lagi2.jpg?w=300&h=199" alt="coelho-lagi2" width="300" height="199" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Ribuan penggemarnya di Iran berbondong-bondong untuk memperoleh tanda tangan Paulo Coelho, dan mendengarkan ceramahnya. Paulo Coelho tidak pernah membayangkan dirinya akan memperoleh sambutan yang luar biasa, di negeri berpenduduk mayoritas Muslim itu. “Saya telah memperoleh banyak penghargaan. Saya telah memperoleh banyak cinta. Tetapi di atas semua itu, saya memperoleh banyak pengertian dari Anda semua atas karya-karya saya, dan semua ini sangat menyentuh lubuk hati saya terdalam,” ujar Coelho, dengan penuh haru.<br />
</span></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">“Sungguh merupakan kejutan yang sangat besar bagi saya,” lanjut Coelho. “Jiwa saya telah datang ke sini sebelum diri saya. Buku-buku saya telah dipersembahkan dan saya menemukan teman-teman lama di antara orang-orang yang tidak pernah saya kenal sebelum ini. Sehingga saya pun  tidak merasa menjadi orang asing di negeri ini. Saya merasakan kebahagiaan yang amat sangat, dan kini saya percaya bahwa dialog antar-manusia, dari hati ke hati, bisa dilakukan di mana pun. Iran telah membuktikan hal itu.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="size-medium wp-image-726 aligncenter" title="paulo-bersama-fans-di-teater-palacio-valdes" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/paulo-bersama-fans-di-teater-palacio-valdes.jpg?w=300&h=202" alt="paulo-bersama-fans-di-teater-palacio-valdes" width="300" height="202" /><img class="alignnone size-medium wp-image-727" title="coelho-dan-para-penggemarnya" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho-dan-para-penggemarnya.jpg?w=300&h=205" alt="coelho-dan-para-penggemarnya" width="300" height="205" /><br />
</span></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Penghargaan pemerintah dan masyarakat Iran terhadap Paulo Coelho, membuktikan bahwa penulis besar ini bisa diterima semua kalangan, karena karya-karyanya yang universal dan menyuarakan kemanusiaan. Terutama juga karena spirit pluralisme yang dimilikinya, yang memandang dunia ini sebagai dunia yang penuh keragaman. Ini tercermin dari tulisan-tulisannya yang sering mengacu pada berbagai ajaran agama dan kebudayaan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Cukup banyak penghargaan yang telah didapatkan Paulo Coelho, dari berbagai lembaga di dunia. Dan, jutaan dollar telah diraihnya dari hasil penjualan buku-bukunya, sehingga ia pun berada dalam jajaran para penulis terkaya di dunia. Tetapi sebagian harta yang didapatnya, ia hibahkan untuk membantu masyarakat miskin di negerinya. Ia juga tak pernah berhenti mengajak semua orang untuk terus menjalin saling pengertian, agar tercipta dunia yang damai bagi semua. Itu sebabnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun memintanya menjadi Duta PBB untuk perdamaian.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Billy Soemawisastra</span></span></strong></p>
<h5 class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>[Sumber tulisan dan foto: <a href="http://www.paulocoelho.com/" target="_blank">www.paulocoelho.com</a>]</em></span></span></strong></h5>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/680/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=680&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2008/12/09/paulo-coelho-dan-perjalanan-hidupnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho_santiago.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">coelho_santiago</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/veronika.jpg?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">veronika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/the-pilgrimage.jpg?w=198" medium="image">
			<media:title type="html">the-pilgrimage</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/alchemist.jpg?w=198" medium="image">
			<media:title type="html">alchemist</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/brida2.jpg?w=185" medium="image">
			<media:title type="html">brida2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/the-zahir.jpg?w=185" medium="image">
			<media:title type="html">the-zahir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/11-minutes.jpg?w=197" medium="image">
			<media:title type="html">11-minutes</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/river-piedra.jpg?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">river-piedra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/the-devil-and-miss-prym.jpg?w=204" medium="image">
			<media:title type="html">the-devil-and-miss-prym</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/warrior-of-the-light.jpg?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">warrior-of-the-light</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho-lagi2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">coelho-lagi2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/paulo-bersama-fans-di-teater-palacio-valdes.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">paulo-bersama-fans-di-teater-palacio-valdes</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho-dan-para-penggemarnya.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">coelho-dan-para-penggemarnya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Beberapa Renungan Paulo Coelho</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/12/09/beberapa-renungan-paulo-coelho/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2008/12/09/beberapa-renungan-paulo-coelho/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2008 21:13:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Eksplorasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Paulo Coelho]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritualisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=696</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=696&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-697 aligncenter" title="coelho-lagi5" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho-lagi5.jpg?w=470" alt="coelho-lagi5"   /></p>
<p style="text-align:left;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-698" title="renungan-coelho11" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/renungan-coelho11.jpg?w=301&h=301" alt="renungan-coelho11" width="301" height="301" /></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-699 aligncenter" title="renungan-coelho2" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/renungan-coelho2.jpg?w=303&h=303" alt="renungan-coelho2" width="303" height="303" /><img class="size-medium wp-image-700 aligncenter" title="renungan-coelho3" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/renungan-coelho3.jpg?w=301&h=301" alt="renungan-coelho3" width="301" height="301" /><img class="size-medium wp-image-701 aligncenter" title="paulo-coelho2" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/paulo-coelho2.jpg?w=301&h=414" alt="paulo-coelho2" width="301" height="414" /><img class="size-medium wp-image-702 aligncenter" title="renungan-coelho4" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/renungan-coelho4.jpg?w=301&h=301" alt="renungan-coelho4" width="301" height="301" /><img class="aligncenter size-full wp-image-703" title="renungan-coelho5" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/renungan-coelho5.jpg?w=470" alt="renungan-coelho5"   /><img class="size-full wp-image-705 alignnone" title="renungan-coelho61" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/renungan-coelho61.jpg?w=470" alt="renungan-coelho61"   /><img class="aligncenter size-full wp-image-706" title="renungan-coelho7" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/renungan-coelho7.jpg?w=470" alt="renungan-coelho7"   /><img class="aligncenter size-medium wp-image-707" title="paulo-coelho1" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/paulo-coelho1.jpg?w=301&h=406" alt="paulo-coelho1" width="301" height="406" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/696/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=696&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2008/12/09/beberapa-renungan-paulo-coelho/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho-lagi5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">coelho-lagi5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/renungan-coelho11.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">renungan-coelho11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/renungan-coelho2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">renungan-coelho2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/renungan-coelho3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">renungan-coelho3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/paulo-coelho2.jpg?w=219" medium="image">
			<media:title type="html">paulo-coelho2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/renungan-coelho4.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">renungan-coelho4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/renungan-coelho5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">renungan-coelho5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/renungan-coelho61.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">renungan-coelho61</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/renungan-coelho7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">renungan-coelho7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/paulo-coelho1.jpg?w=222" medium="image">
			<media:title type="html">paulo-coelho1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kemenangan Obama, Kemenangan Rakyat Amerika</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/11/07/kemenangan-obama-kemenangan-rakyat-amerika/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2008/11/07/kemenangan-obama-kemenangan-rakyat-amerika/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 20:19:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Prominensia]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Barack Hussein Obama]]></category>
		<category><![CDATA[Hillary Rodham Clinton]]></category>
		<category><![CDATA[John McCain]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilihan Presiden]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=651</guid>
		<description><![CDATA[Berita tentang kemenangan Barack Hussein Obama, sudah diulas habis dalam berbagai media cetak dan online di seluruh dunia, dan ditayangkan berulang-ulang di hampir semua media elektronik. Pesta emosional di pelbagai negeri yang punya keterkaitan historis dengan Presiden Amerika Serikat (terpilih) ke-44 itu, sudah pula dilangsungkan. Antara lain di Kenya, negeri leluhur Obama; Indonesia (Jakarta), tempat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=651&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Berita tentang kemenangan Barack Hussein Obama, sudah diulas habis dalam berbagai media cetak dan <em>online</em> di seluruh dunia, dan ditayangkan berulang-ulang di hampir semua media elektronik. Pesta emosional di pelbagai negeri yang punya keterkaitan historis dengan Presiden Amerika Serikat (terpilih) ke-44 itu, sudah pula dilangsungkan. Antara lain di Kenya, negeri leluhur Obama; Indonesia (Jakarta), tempat Obama pernah bersekolah SD; dan bahkan di sebuah kota di Jepang, yang hanya karena kebetulan saja nama kota itu sama dengan nama Sang Presiden Terpilih, Obama. Dan, tentu saja, di Amerika Serikat, ketika sebagian besar warga AS, baik yang berkulit putih maupun yang berkulit hitam dan kulit berwarna lainnya, membaur meluapkan kegembiraannya atas kemenangan Obama.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="size-medium wp-image-653 aligncenter" title="sorak-kemenangan" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/sorak-kemenangan.jpg?w=374&h=206" alt="sorak-kemenangan" width="374" height="206" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>Antusiasme rakyat AS menyambut kemenangan Obama.<br />
</em></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Seluruh perhatian dunia tertuju pada Obama. Bukan hanya karena sosok Obama dan keluarganya yang merepresentasikan multiras atau multietnis. Tetapi juga lantaran tersimpan harapan bahwa presiden berkulit hitam pertama AS itu akan benar-benar melakukan perubahan, seperti yang ia janjikan dalam serangkaian kampanyenya yang panjang. Seluruh dunia berharap, Obama akan mampu mengatasi krisis ekonomi di negerinya, yang sedikit banyak mempengaruhi perekonomian dunia. Lalu menarik mundur semua tentara AS dari Irak dan Afghanistan, menghapuskan penjara-penjara penyiksaan di Guantanamo, Abu Ghraib dan tempat-tempat lainnya. Menghentikan serangan rudal di Pakistan, bersikap lunak dan mau berdialog dengan Iran, Korea Utara dan beberapa negara Amerika Latin, yang selama ini dimusuhi Amerika. Juga mendukung berdirinya negara Palestina, yang akan hidup damai berdampingan dengan Israel.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Di luar semua itu, harus diakui, Amerika memang sedang berubah, karena rakyatnya mau berubah. Terpilihnya Obama yang berkulit hitam, menandakan sedang berlangsungnya perubahan itu. Satu hal yang musykil terjadi di masa lalu. Dan, kemusykilan itu ternyata bisa dihalau karena adanya kemauan yang sangat keras untuk berubah, sesuai dengan semboyan yang sering didengungkan Obama dalam masa kampanyenya: “<em>Yes we can</em>”. Semboyan itu kini semakin bergemuruh di seluruh Amerika: “Ya, kami bisa … berubah”. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="size-full wp-image-661 aligncenter" title="obama-isteri-dan-anak-anaknya" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-isteri-dan-anak-anaknya.jpg?w=470" alt="obama-isteri-dan-anak-anaknya"   /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>Obama dan isterinya, Michelle, beserta kedua puterinya</em>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="size-full wp-image-662 aligncenter" title="obama-dan-keluarga-di-kenya" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-dan-keluarga-di-kenya.jpg?w=470" alt="obama-dan-keluarga-di-kenya"   /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>Obama (berdiri nomor dua dari kiri) di tengah keluarga </em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>besarnya, di Kenya</em>. <em>Duduk nomor dua dari kanan, </em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>adalah neneknya dari pihak ayah</em>.<br />
</span></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="size-full wp-image-663 aligncenter" title="obama-dan-ayah-tiri-indonesia" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-dan-ayah-tiri-indonesia.jpg?w=470" alt="obama-dan-ayah-tiri-indonesia"   /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>Obama yunior, bersama Ann Dunham (ibunya), </em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>Lolo Soetoro (ayah tirinya), dan Maya Soetoro, adiknya, </em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>ketika berada di Indonesia, sekitar tahun 1970</em>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="size-medium wp-image-664 aligncenter" title="obama-dan-sang-ayah" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-dan-sang-ayah.jpg?w=354&h=366" alt="obama-dan-sang-ayah" width="354" height="366" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>Barack Hussein Obama Jr. bersama sang ayah, </em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>Barack Hussein Obama S</em>r.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="size-medium wp-image-665 aligncenter" title="obama-with-grandparents-sml" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-with-grandparents-sml.jpg?w=345&h=255" alt="obama-with-grandparents-sml" width="345" height="255" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>Obama bersama kakek dan neneknya, </em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>Stanley dan Madelyn Dunham</em>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Mengapa mereka begitu yakin akan terjadi perubahan? Karena mereka percaya dan selalu konsisten pada sistem politik dan kenegaraan yang mereka sepakati. Sistem yang telah disusun para leluhurnya (<em>the founding fathers</em>) sejak dua abad silam. Sistem yang memungkinkan semua warga negara Amerika Serikat (apapun warna kulitnya dan dari mana pun asal-usulnya) dapat menggapai mimpinya (<em>American Dreams</em>). Dan, mimpi itu, mimpi seorang lelaki berkulit hitam untuk menjadi presiden di negeri yang dicintainya, menjadi kenyataan, seperti yang diungkapkan Barack Hussein Obama, dalam pidato pertamanya sebagai presiden terpilih:</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">“<em>If there is anyone out there who still doubts that America is a place where all things are possible, who still wonders if the dream of our founders is alive in our time, who still questions the power of our democracy, tonight is your answer …It’s been a long time coming … but tonight, because of what we did on this date in this election at this defining moment, change has come to America</em>.” (<a href="http://www.nytimes.com/2008/11/05/us/politics/05campaign.html?partner=rssnyt&amp;emc=rss" target="_blank">The New York Times</a>)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><img class="size-medium wp-image-654 aligncenter" title="NN_27obama2" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/barack-obama1.jpg?w=374&h=352" alt="NN_27obama2" width="374" height="352" /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Lebih dari itu, adalah sikap <em>gentleman</em>, yang selalu ditunjukkan oleh para calon presiden AS, yang menang maupun yang kalah. Yang kalah, akan segera mengucapkan selamat dan menyatakan dukungannya kepada sang pemenang. Lantas sang pemenang pun akan meminta dukungan kepada rivalnya yang telah dikalahkan, untuk ikut membantu melancarkan program-program pemerintahannya. Setelah pemilihan presiden usai, semua warga kembali berbaur, menjadi bangsa Amerika. Tak lagi terlihat perbedaan antara orang Republik dan orang Demokrat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Itu pula yang dilakukan John McCain, kandidat presiden dari Partai Republik, sesaat setelah Obama, rivalnya, dinyatakan menang. Inilah beberapa cuplikan pidato Senator McCain dari Arizona, di Hotel Biltmore, Phoenix, seperti dikutip <a href="http://www.nytimes.com/2008/11/05/us/politics/05campaign.html?partner=rssnyt&amp;emc=rss" target="_blank">The New York Times</a>:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">“<em>This is a historic election, and I recognize the significance it has for African-Americans and for the special pride that must be theirs tonight … We both realize that we have come a long way from the injustices that once stained our nation’s reputation …. These are difficult times for our country, and I pledge him (</em>Obama<em>) tonight to do all in my power to help him lead us through the many callenges we face … I urge all Americans who supported me to join me in not just congratulating him (</em>Obama<em>), but offering our next president our goodwill and earnest effort to find ways to come together</em>.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Amerika Serikat yang seakan hampir pecah pada saat kampanye kedua kandidat berlangsung, sekonyong-konyong menyatu kembali. John McCain, yang dalam masa kampanye begitu sering menghujat dan mencela Obama, kini menyatakan dukungannya dan bersedia membantu Presiden Obama, yang sekarang menjadi presidennya. Dalam pidatonya itu, McCain juga tak lupa menyatakan belasungkawa atas wafatnya Madelyn Dunham, nenek Obama, sehari sebelum hari pemungutan suara, seraya menyayangkan bahwa sang nenek tidak sempat menyaksikan kemenangan cucunya. “<em>Senator Obama has achieved a great thing for himself, and for his country</em>,” ujar McCain.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="size-medium wp-image-666 aligncenter" title="mccain-and-obama-shaking-hands" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/mccain-and-obama-shaking-hands.jpg?w=373&h=293" alt="mccain-and-obama-shaking-hands" width="373" height="293" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>Barack Hussein Obama dan John McCain</em>.<br />
</span></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Hal yang sama juga dilakukan Presiden George Walker Bush, yang kebijakan-kebijakannya selalu dihujat Obama selama berkampanye. Presiden AS yang kedudukannya segera akan digantikan Barack Hussein Obama, berharap presiden yang baru terpilih itu secepatnya datang ke Gedung Putih. Ia akan menyambut Presiden Obama dengan penuh kehangatan. Pun, sebaliknya, Obama tak lupa memuji McCain dalam pidato pertamanya sebagai presiden terpilih. Ia meminta McCain dan seluruh rakyat Amerika, membantunya mewujudkan janji-janjinya. Karena, kata Obama, ia tak mungkin melakukan perubahan sendirian.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Jiwa besar para negarawan Amerika inilah, yang patut dicatat dan dicontoh. Berani mengaku kalah, dan mampu mendahulukan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi dan kelompok. Sikap kenegarawanan yang berjiwa besar itu pulalah, yang ditunjukkan Hillary Rodham Clinton, ketika dirinya dikalahkan Barack Obama, dalam Konvensi Partai Demokrat. Perempuan perkasa ini spontan menyatakan dukungannya untuk Obama, dan bahkan kemudian ia bersama suaminya, Bill Clinton, ikut terjun menjadi juru kampanye untuk Obama.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><img class="size-medium wp-image-659 aligncenter" title="barack-hillary" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/barack-hillary.jpg?w=371&h=258" alt="barack-hillary" width="371" height="258" /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>Barack Hussein Obama dan Hillary Rodham Clinton.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Bagaimana dengan Indonesia? Di negeri ini, sampai kini masih ada mantan presiden yang bahkan tidak mau bertegur sapa dengan presiden yang telah mengalahkannya dalam pemilihan presiden empat tahun lalu.  Ogah mengakui kekalahannya, enggan mengikuti acara-acara kenegaraan yang diselenggarakan presiden terpilih.  Di tataran partai politik (parpol) juga demikian. Masih ada mantan pemimpin parpol yang bersikap tidak bersahabat dengan pemimpin parpol yang menggantikannya. Urusan politik dan kenegaraan sering tak bisa dipisahkan dengan ranah pribadi. Kapankah para politisi dan negarawan Indonesia akan dewasa, agar rakyatnya juga ikut dewasa dalam berpolitik? Mungkinkah kita harus menunggu satu setengah abad lagi, hingga Republik Indonesia berusia dua abad,  seperti Amerika sekarang? </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><strong>Billy Soemawisastra</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>[Foto-foto diambil dari: <a href="http://www.nytimes.com/2008/11/05/us/politics/05campaign.html?partner=rssnyt&amp;emc=rss" target="_blank">www.nytimes.com</a>, <a href="http://graphics.boston.com/universal/site_graphics/blogs/bigpicture/ppotus_07_04/candidates1.jpg" target="_blank">graphic.boston.com</a></em>, <a href="http://www.gossiponthis.com/wp-content/uploads/2008/02/barack-hillary.jpg" target="_blank"><em>gossiphonthis.com</em></a><em>, </em><a href="http://blog.lehighvalleylive.com/today_impact/2008/11/large_BARACK-MICHELLE.JPG" target="_blank"><em>blog.lehighvalleylive.com</em></a><em>, </em><a href="http://obama-mccain.info/compare-obama-mccain-parents.php" target="_blank"><em>obama-mccain info</em></a><em>, </em><a href="http://countrycomestotownblog.blogspot.com/2008/04/obama-with-his-grandparents.html" target="_blank"><em>countrycomestotownblog.blogspot.com</em></a><em>, </em><a href="http://home.comcast.net/~milechai/tv/images/obama.jpg" target="_blank"><em>home.comcast.net</em></a><em>, </em><a href="http://images.chron.com/blogs/txpotomac/McCain%20and%20Obama%20shaking%20hands.jpg" target="_blank"><em>images.chron.com</em></a>] </span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/651/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=651&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2008/11/07/kemenangan-obama-kemenangan-rakyat-amerika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/sorak-kemenangan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sorak-kemenangan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-isteri-dan-anak-anaknya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">obama-isteri-dan-anak-anaknya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-dan-keluarga-di-kenya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">obama-dan-keluarga-di-kenya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-dan-ayah-tiri-indonesia.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">obama-dan-ayah-tiri-indonesia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-dan-sang-ayah.jpg?w=290" medium="image">
			<media:title type="html">obama-dan-sang-ayah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-with-grandparents-sml.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">obama-with-grandparents-sml</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/barack-obama1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">NN_27obama2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/mccain-and-obama-shaking-hands.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mccain-and-obama-shaking-hands</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/barack-hillary.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">barack-hillary</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
