Arsip Penulis: Vincent Hakim Roosadhy
Memaafkan dan Mengampuni
Beban hidup apakah yang paling berat, ketika manusia menjalani hidup bersama dengan sesamanya? Konon beban hidup terberat yang harus dipikul manusia adalah ketika harus memberikan “maaf” dan “ampun”. Terutama memaafkan dan mengampuni musuh atau orang yang telah membohongi, merugikan, menyakiti, menganiaya, melukai, dan menyengsarakan kita lahir batin. Seorang psikolog yang juga rohaniwan pertapa mengatakan pada [...]
Memberi dan Menerima
Kebaikan tak selamanya menghasilkan buah yang manis. Keluarga Haji Syaikon, sang saudagar kaya di Pasuruan, Jawa Timur, tentu tidak pernah membayangkan bahwa tujuan mulianya membagikan zakat kepada fakir miskin, berbuntut petaka kematian. Tidak tanggung-tanggung, 21 nyawa melayang sekaligus, akibat terinjak-injak dan kehabisan oksigen, karena berdesak-desakan di antara ribuan orang yang juga ingin mendapatkan zakat. Tewasnya [...]
Cinta dan Kesetiaan
Cinta memang tidak pernah kering menjadi sumber inspirasi bagi kehidupan. Cinta terukir dalam berbagai wujud, bisa dalam bentuk kata-kata, tindakan, suatu benda simbolis, dan banyak ragam tanda lainnya. Para seniman tak bosan-bosannya memilih tema cinta dalam karya-karyanya. Orang-orang (terutama para penikmat seni) juga tak pernah jengah dengan karya bernuansa cinta. Kategori ‘cengeng atau bermutu’ menjadi [...]
Kesederhanaan
Sederhana tidak sesederhana makna kata-katanya. Keserderhanaan. Sebuah kata yang amat sulit dipahami arti sebenarnya. Mungkin karena biasa dipakai orang untuk “menipu” makna sesungguhnya hingga sering bias. Banyak orang bersembunyi di balik arti kata sederhana. Arti kesederhanaan merangkul pikiran, memeluk erat kata-kata dan perilaku. Dan yang pasti, menyatu dalam kemesraan kedalaman penghayatan hidup spiritual penuh ketulusan. [...]
Kematian
Amat beragam perilaku orang menghadapi dan menerima kenyataan kematian. Juga dalam hal memahami makna kematian. Banyak orang menghadapi kematian dengan duka dan kesedihan yang teramat dalam. Bahkan cenderung menjadi berlebihan dalam menerima kedukaan, ketika ajal itu datang menjemput pada waktunya. Peristiwa meninggalnya Soeharto misalnya. Publikasi meninggalnya Pak Harto menjadi berlebihan ketika media massa setiap detik, [...]
Jati Diri
Dalam suatu kesempatan liputan ke luar negeri, saya pernah dipanggil petugas imigrasi dan diingatkan agar form tentang data diri diisi lengkap. “Maaf, ini belum Anda isi,” kata perempuan petugas sambil menunjuk kolom agama. “Apakah harus diisi?” saya bertanya dengan gaya santai sambil agak cengengesan. “Ya. Harus Anda isi,” kata si petugas paruh baya yang manis [...]
Kehadiran
Di saat-saat yang amat genting, orang sering membutuhkan kehadiran sosok yang bisa dipercaya, mau mendengarkan, membantu, dan mampu mengayomi. Syukur-syukur mampu memberikan kepastian dan mencarikan jalan keluar. Para korban lumpur Lapindo sampai detik ini butuh semuanya itu. Masyarakat lemah tergusur, juga sama, memerlukan sosok itu. Demikian juga para pedagang di pinggir-pinggir jalan yang acap kali [...]

Ujar-Ujar Para Sobat