<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jagat Alit &#187; Inspirasi</title>
	<atom:link href="http://jagatalit.com/category/inspirasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jagatalit.com</link>
	<description>Menyemai Gagasan, Mensyukuri Nikmat Tuhan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Apr 2010 15:33:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jagatalit.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/5b9d7a5193b11aa3dcc0a9dd2fd8c982?s=96&#038;d=http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jagat Alit &#187; Inspirasi</title>
		<link>http://jagatalit.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jagatalit.com/osd.xml" title="Jagat Alit" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jagatalit.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Paskah dan SMS Sejuta Umat</title>
		<link>http://jagatalit.com/2010/04/05/paskah-dan-sms-sejuta-umat/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2010/04/05/paskah-dan-sms-sejuta-umat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 11:17:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arthur John Horoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrani]]></category>
		<category><![CDATA[Paskah]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus Kristus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.com/?p=1310</guid>
		<description><![CDATA[Dan, teknologi komunikasi mutakhir menunjukkan kedigjayaannya: produksi pesan pendek melalui sms maupun facebook di sekitar perayaan umat Kristiani dari Jumat Agung hingga Paskah 2010. Jumat Agung adalah perayaan wafatnya Jesus Kristus sedangkan Paskah menandai KebangkitanNya. Melalui teknologi komunikasi mutakhir dengan PC, laptop ataupun ponsel, segala kegaduhan penyampaian ucapan menjadi serba cepat dan tak repot. Dulu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=1310&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dan, teknologi komunikasi mutakhir menunjukkan kedigjayaannya: produksi pesan pendek melalui sms maupun facebook di sekitar perayaan umat Kristiani dari Jumat Agung hingga Paskah 2010. Jumat Agung adalah perayaan wafatnya Jesus Kristus sedangkan Paskah menandai KebangkitanNya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Melalui teknologi komunikasi mutakhir dengan PC, laptop ataupun ponsel, segala kegaduhan penyampaian ucapan menjadi serba cepat dan tak repot. Dulu orang mesti memilah-milah kartu ucapan  yang cocok, mengirim jauh hari sebelum waktunya agar tak telat tiba di alamat. Sekarang tinggal ketik, tekan tombol atau klik dan beres. Balasan dapat tiba dalam hitungan detik atau menit.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Wah. Kita tengah menikmati keajaiban <em><span style="text-decoration:underline;">global village</span></em> (Desa Dunia).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Toh ada yang hilang, sapaan-sapaan lewat surat atau kartu pos jaman dulu (jadul) rasanya lebih asli atau orisinal. Dan otentik. Sekarang ini bahasa TI bisa menyesatkan. Maklumlah media adalah pesan itu sendiri (Marshal Mc Luhan; <em><span style="text-decoration:underline;">The Media is the message</span></em>).  Cobalah gimana kita bisa menikmati:  ”Met Paskah”.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sebagai ekstrim yang lain, mesti pakai bahasa asing, Inggris, misalnya, “Happy Easter” atau latin (mungkin kesannya lebih kudus) seperti, “Christo Anesti Allisto Anesti” (bangkit, tegak, tegar bersama Tuhan). Ini agak “menyesatkan” karena seolah-olah supaya lebih kristiani pakailah bahasa asing.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Namun yang lebih celaka adalah ucapan-ucapan yang diproduksi oleh kelompok-kelompok tertentu, boleh jadi bekerjasama dengan operator pelayanan  jaringan yang kemudian diserap begitu saja oleh umat dan disebar-luaskan,  seolah-olah ini paling paten.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="text-decoration:underline;">Ada contoh</span>:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Saudaraku…</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Jika ada 1000 orang yang rindu padamu, aku turut di dalamnya.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Jika ada 100 orang yang MENYAYANGIMU</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>pasti aku termasuk …</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Jika ada 10 orang yang peduli padamu,</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Percayalah salah satunya pasti.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Aku…</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Tetapi jika ada 1 orang yang mau MATI untukmu,</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>tunggu dulu</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>itu pasti bukan aku</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>HANYA DIA yang RELA MATI</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Untukmu…</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em> &#8230;&#8230;</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Happy Great Friday</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Selamat Merayakan Hari Jumat Agung</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Hari wafatnya Jesus Kristus di kayu salib</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em> &#8230;..</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="text-decoration:underline;">Atau:</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>SELAMAT !!!</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Anda mendapat Pemenang GEBYAR PASKAH BERHADIAH…</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Anda berhak atas satu set perangkat SUKACITA</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>dan  satu unit DAMAI SEJAHTERA</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>dan BUAH-BUAH ROH</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>hadiah bisa Anda miliki cukup dengan mentransfer IMAN dan PENGHARAPAN</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>kepada JESUS KRISTUS serta mengirim KASIH kepada sesama.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Awas Penipuan!</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>dst…dst…dst…</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Nah yang seperti ini yang saya bilang tadi, pesan untuk sejuta umat. Satu orang bisa mendapat pesan yang sama dari 3 orang. Artinya orang yang melanjutkan pesan itu tak sadar telah menjadi agen “perdagangan bebas” pesan-pesan perayaan keagamaan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Neoliberalisme telah berhasil juga teologi menjadi sekadar komoditi He… he… he…,  saya juga melanjutkan pesan semacam itu ternyata.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Padahal dalam buku-buku kumpulan cerita humor tentang para pemuka agama Kristen mula-mula sekitar abad 2 Masehi, banyak cerita yang bermakna bila disebarluaskan di abad globalisasi ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="text-decoration:underline;">Saya kutip saja</span> :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Konon ketika Jesus Kristus turun ke “kerajaan maut” atawa neraka  usai mengalami penyaliban, Ia menemui pendosa, tak melihat dari bangsa mana, sekte agama apa, mengampuni dan membebaskan mereka.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Melihat itu , Iblis, sang raja kegelapan menangis, karena neraka telah kosong.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Alkitab , Jesus membujuk Iblis:</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>“Tak perlu menangis, nanti akan ku masukkan ke sini jadi pemimpin dunia yang kejam, para koruptor, para pegiat perang, para penindas rakyat dan para pemimpin agama yang lebih suka berkolaborasi dengan penguasa jahat, ketimbang membela umatnya yang diperlakukan tidak adil, miksin dan tertindas.  Sabarlah”.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kenapa kita tidak belajar menulis perumpamaan-perumpamaan baru dengan memanfaatkan kedigjayaan teknologi komunikasi ?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Selamat Paskah!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Arthur John Horoni</strong></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://jagatalit.com/category/agama/'>Agama</a>, <a href='http://jagatalit.com/category/inspirasi/'>Inspirasi</a>, <a href='http://jagatalit.com/category/refleksi/'>Refleksi</a>, <a href='http://jagatalit.com/category/wacana/'>Wacana</a> Tagged: <a href='http://jagatalit.com/tag/kristiani/'>Kristiani</a>, <a href='http://jagatalit.com/tag/nasrani/'>Nasrani</a>, <a href='http://jagatalit.com/tag/paskah/'>Paskah</a>, <a href='http://jagatalit.com/tag/yesus-kristus/'>Yesus Kristus</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/1310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/1310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/1310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/1310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/1310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/1310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/1310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/1310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/1310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/1310/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=1310&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2010/04/05/paskah-dan-sms-sejuta-umat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e8b14fc3737f265bc1958d40bb615cb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arthur J. Horoni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mensyukuri Musibah: Mampukah?</title>
		<link>http://jagatalit.com/2009/11/30/mensyukuri-musibah-mampukah/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2009/11/30/mensyukuri-musibah-mampukah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 08:33:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Eksplorasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Sukma]]></category>
		<category><![CDATA[Ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritualisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.com/?p=1143</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kang, sekarang saya tidak merasa sakit lagi,&#8221; kata Adhi dengan wajah berseri. &#8220;Bahkan saya pun tak lagi merasa takut dan khawatir. Mungkinkah perasaan seperti ini yang dirasakan para Wali Allah, seperti yang sering Akang ceritakan itu?&#8221; &#8220;Adhi, itu bukan ceritaku.&#8221; Begitu timpalku. &#8220;Tapi itu &#8216;kan bunyi salah satu ayat dalam Al-Quran, yang menyebutkan bahwa para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=1143&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">&#8220;Kang, sekarang saya tidak merasa sakit lagi,&#8221; kata Adhi dengan wajah berseri. &#8220;Bahkan saya pun tak lagi merasa takut dan khawatir. Mungkinkah perasaan seperti ini yang dirasakan para Wali Allah, seperti yang sering Akang ceritakan itu?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">&#8220;Adhi, itu bukan ceritaku.&#8221; Begitu timpalku. &#8220;Tapi itu &#8216;kan bunyi salah satu ayat dalam Al-Quran, yang menyebutkan bahwa para Wali Allah atau para Kekasih Allah sesungguhnya tidak pernah merasa takut, khawatir ataupun berduka cita sepanjang hidupnya, lantaran mereka selalu berserah diri sepenuhnya kepada Sang Khalik.&#8221;<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">&#8220;Saya tahu itu. Dan, seperti para beliau,  saya juga telah berserah diri sepenuhnya kepada Allah,&#8221; ujar Adhi dengan wajah yang tetap sumringah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sudah biasa saya mendengarkan celoteh Adhi tentang berbagai keresahan religiusitasnya. Tentang gugatannya terhadap Tuhan, yang menurutnya tidak pernah adil. Tentang berbagai ajaran agama, yang menurutnya tidak pernah memberikan jawaban atas berbagai persoalan kehidupan. Tentang berbagai kisah para Nabi yang menurutnya hanya dongeng pengantar tidur belaka. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Saya selalu mendengarkan celotehnya dengan sabar, dan saya tidak pernah mendebatnya. Buat apa? Dia pernah mengecap pendidikan pesantren seperti saya, dan bahkan di pesantren yang sama. Dia pernah mengenyam pendidikan di sebuah fakultas teologi, yang &#8212; <em>ndilalah</em> &#8212; merupakan fakultas saya juga, dulu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Saya merasa hanya buang-buang waktu saja kalau saya berdebat dengannya, karena dia tahu betul argumen yang akan saya bangun untuk mendebatnya. Kata para dukun, seguru seilmu janganlah saling ganggu. Jadi, saya pun tidak pernah &#8220;mengganggu&#8221; pikiran-pikirannya. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Tetapi kedatangannya hari itu benar-benar berbeda. Wajahnya tidak sekusut biasanya. Tidak ada gugatan terhadap Tuhan, seperti yang biasa disampaikannya. Adhi kelihatan sangat gembira. Padahal, ia baru saja keluar dari rumah sakit setelah sekitar dua pekan menginap di sana.  Dua pekan sebelumnya, ia menjalani operasi usus tahap pertama. Ada kanker ganas dalam stadium lanjut menggerogoti ususnya. Kata dokter, Adhi tinggal &#8220;menunggu waktu&#8221;.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">&#8220;Saya sudah siap,&#8221; kata Adhi. &#8220;Saya sudah berterimakasih padaNya. Saya berterimakasih atas kanker yang diberikanNya kepada saya. Saya berterimakasih karena sayalah yang telah dipilihNya untuk menikmati penderitaan ini. Saya berterimakasih karena saya telah diajariNya untuk bersyukur. Bersyukur tidak hanya karena kenikmatan hidup yang telah dilimpahkanNya kepada saya. Tetapi juga karena penyakit yang kini menggerogoti tubuh saya.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Seperti biasa, saya terdiam mendengarkan celotehnya. Ternyata itu merupakan celotehnya terakhir. Sepekan setelah itu, Adhi berpulang tanpa pamit. Dan, ia memang tidak perlu pamit kepada siapapun.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Tentu saja saya tidak pernah bertemu lagi dengan Adhi, bahkan dalam mimpi. Tetapi saya tidak akan pernah lupa pada pelajaran konkret yang disampaikannya sebelum pergi: berterimakasihlah selalu padaNya, termasuk atas musibah yang diberikanNya. Mampukah saya? Rasanya, tidak.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Billy Soemawisastra</strong></span></p>
<br />Posted in Agama, Eksplorasi Diri, Inspirasi, Refleksi, Wisata Sukma Tagged: Ikhlas, Spiritualisme <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/1143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/1143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/1143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/1143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/1143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/1143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/1143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/1143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/1143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/1143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=1143&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2009/11/30/mensyukuri-musibah-mampukah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mi&#8217;raj Isa Al-Masih</title>
		<link>http://jagatalit.com/2009/05/20/miraj-isa-al-masih/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2009/05/20/miraj-isa-al-masih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 12:53:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arthur John Horoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Golput]]></category>
		<category><![CDATA[Isa Al-Masih]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrani]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus Kristus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.com/?p=1221</guid>
		<description><![CDATA[Setiap tanggal 21 Mei, umat Nasrani merayakan Hari Kenaikan Yesus Kristus, seperti juga 21 Mei 2009 ini. Dalam salah satu Kamus Alkitab terbitan tahun 60-70-an, ada padanan Kenaikan Yesus Kristus, yaitu Mi’raj Isa Al-Masih. Sebelas tahun yang lalu, juga pada bulan Mei, pada saat umat Nasrani khusuk berdoa merayakan Kenaikan Yesus Kristus, Soeharto menyampaikan pengunduran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=1221&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Setiap tanggal 21 Mei, umat Nasrani merayakan Hari Kenaikan Yesus Kristus, seperti juga 21 Mei 2009 ini. </span><span style="font-family:Verdana;">Dalam salah satu Kamus Alkitab terbitan tahun 60-70-an, ada padanan Kenaikan Yesus Kristus, yaitu Mi’raj Isa Al-Masih.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;">Sebelas tahun yang lalu, juga pada bulan Mei, pada saat umat Nasrani khusuk berdoa merayakan Kenaikan Yesus Kristus, Soeharto menyampaikan pengunduran dirinya sebagai Presiden  RI. Saat itu ada seloroh: Yesus naik, Soeharto turun.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;">Saat ini, hanya berselang sehari, dua hari raya dengan dua istilah penuh harapan, melintas di sejarah negeri ini: Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei) dan Hari Kenaikan Yesus Kristus (21 Mei). Para mistikus atau peramal boleh-boleh saja mengotak-atik istilah kebangkitan dan kenaikan ini dengan berbagai fenomena. Boleh duniawi ataupun samawi, silakan saja.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;">Bagi saya, dihubungkan dengan agenda nasional pemilihan umum (legislatif dan eksekutif) yang sedang bergulir di negeri ”ratapan pulau kelapa” ini, makna kebangkitan dan kenaikan jadi menggoda.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Apa yang betul-betul bangkit saat ini?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Bila melirik data pemilu legilatif, yang bangkit adalah kelompok rakyat yang tak memilih (orang bilang golput). Coba, sekitar 49% betul-betul memilih tak menggunakan hak pilih. Sementara sekitar 12% karena tidak tercantum di daftar pemilih tetap.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Makna 49%, Sobat, mengandung arti, kelompok inilah pemenang pemilu legislatif yang sebenarnya. Lebih jauh, kelompok ini memiliki kesadaran kritis menolak <strong><em>gombalisasi</em></strong> dari partai-partai yang dikuasai orang-orang haus kuasa, serta para birokrat yang takabur.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Yesus Kristus atau Isa Al-Masih, lebih 2000 tahun silam melawan gombalisasi dari para pemimpin (termasuk pemimpin agama) Yahudi yang lebih mementingkan kekuasaan, mengubah pesan kitab suci menjadi doktrin yang justru menindas rakyat kecil.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Karena itu, di satu kesempatan membaca Kitab Suci di Synagoge (rumah ibadah agama Yahudi), Yesus membaca gulungan Kitab Nabi Yesaya (60:1-2), seperti yang dilaporkan penulis Injil Lukas (4 : 18-19); ”Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab itu, Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan Tahun Rahmat Tuhan telah datang?”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Begitu. Jadi Yesus berpihak pada seluruh rakyat yang terpinggirkan. Dari sana Ia menyampaikan kabar baik (Injil) sebagai berita pembebasan atau perubahan total. Tentu saja para pemimpin agama Yahudi yang sudah berkolaborasi dengan raja boneka Herodes dan Gubernur Romawi (sang penjajah) Pontius Pilatus, tersinggung berat, akhirnya marah besar dan menyalibkan Yesus. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Umat Kristiani mengimani Yesus yang disalibkan, mati dan dikuburkan itu, bangkit pada hari ketiga, yang kemudian di rayakan sebagai Hari Raya Paskah. Hari Kenaikan berlangsung 40 hari setelah Hari Raya Paskah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Pada masa 40 hari itu, menurut beberapa tafsiran teolog, Yesus melakukan pengorganisasian kembali murid-murid-Nya yang porak poranda pada saat Ia disalibkan. Kalau istilah partai sekarang, Ia memantapkan kaderisasi, agar para murid tetap setia kepada Injil, Kabar Baik tentang Pembebasan dari ketidakadilan, karena itu selalu berpihak kepada rakyat kecil.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Para murid harus memiliki bela rasa kepada kaum tertindas dan berjuang untuk perubahan ke arah lebih baik seiring dengan kehendak Allah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Jika dilirik dari sistem politik kiwari, sikap Yesus seperti ini adalah sikap anti mapan, sikap kiri. Karena ia menentang pemimpin agama yang senang jadi nabi istana.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Nah, bila saat ini, di sini, di Indonesia kita berefleksi di mana sebenarnya posisi institusi agama dan para pemimpinnya?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Apakah di pihak rakyat tertindas seperti sikap Yesus, atau memilih tempat aman di pihak kaum penindas (pada era Yesus, Kaum Farisi).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Yang jelas, rakyat sudah bangkit dari nina bobo para politisi, yang mengumbar janji-janji muluk setiap pemilu. Dan rakyat pasti naik kelas, menjadi lebih jeli untuk memilih pemimpin yang benar-benar memiliki bela rasa kepada penderitaan rakyat. Kalau golput semakin naik pada pemilihan presiden, jangan salahkan rakyat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Itu berarti, belum ada pemimpin yang cocok dengan hati rakyat, atau karena sistem politik ini tidak memberi peluang majunya kaum muda untuk memimpin bangsa. Jangan lupa, Sobat, Yesus yang historis lebih 2000 tahun silam, adalah orang muda yang penuh semangat namun bijak. Usianya sekitar 30-an tahun.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Selamat merayakan Mi’raj Isa Al-Masih.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Shalom.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Arthur J. Horoni</span></span></strong></p>
<br />Posted in Agama, Inspirasi, Politik, Refleksi, Sejarah, Wacana Tagged: Golput, Isa Al-Masih, Kristen, Nasrani, Pemilu, Yesus Kristus <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/1221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/1221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/1221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/1221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/1221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/1221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/1221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/1221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/1221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/1221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=1221&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2009/05/20/miraj-isa-al-masih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e8b14fc3737f265bc1958d40bb615cb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arthur J. Horoni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rakyat dan Pergaulan Antar-Iman</title>
		<link>http://jagatalit.com/2009/05/07/rakyat-dan-pergaulan-antar-iman/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2009/05/07/rakyat-dan-pergaulan-antar-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 May 2009 10:56:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arthur John Horoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Etnis]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kaharingan]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Pluralisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.com/?p=1188</guid>
		<description><![CDATA[Saya bertumbuh menjadi remaja di tengah komunitas majemuk (etnis dan agama) di Kota Bitung, Sulawesi Utara. Seingat saya, di tahun 50-60-an itu, tak ada persoalan menyangkut pergaulan antar-etnis maupun antar-iman. Waktu itu, sejoli yang ”terlibat” percintaan dan memilih berumah tangga tak begitu pusing dengan urusan beda agama atau beda suku. Mereka bisa menikah di Kantor [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=1188&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;">Saya bertumbuh menjadi remaja di tengah komunitas majemuk (etnis dan agama) di Kota Bitung, Sulawesi Utara. </span><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Seingat saya, di tahun 50-60-an itu, tak ada persoalan menyangkut pergaulan antar-etnis maupun antar-iman.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Waktu itu, sejoli yang ”terlibat” percintaan dan memilih berumah tangga tak begitu pusing dengan urusan beda agama atau beda suku. Mereka bisa menikah di Kantor Catatan Sipil. Urusan perkawinan secara agama, belakangan. Malah ada yang memberi nama semacam ”sekte baru”, ”Krislam”, untuk pasangan yang beragama Kristen dan Islam. Tentu saja itu cuma ungkapan permainan kata tidak serius. Di dalam pergaulan rakyat jelata, pergaulan teramat manusiawi, tak ada sekat yang jadi beban.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Dari awal 90-an hingga era 2000-an, saya sering berkunjung ke Kalimantan: Selatan, Tengah, Barat dan Timur. Di beberapa kelompok Suku Dayak, terutama di pedalaman Kalteng dan Kalbar, masih kokoh <em>rumah betang</em>, rumah panjang yang dihuni satu kekerabatan tertentu. Di rumah besar itu beberapa keluarga hidup bersama, rukun, sekalipun berbeda agama atau iman. Ada Kaharingan (agama suku), Islam, maupun Kristen. Nilai-nilai ini dipraktekkan dan dijalankan dengan khusuk, dan ternyata hal itu tidak menganggu hubungan kekerabatan manusiawi, malah memperkaya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Di lingkungan etnis Karo, Sumatera Utara, perbedaan agama tidak merusak hubungan kekeluargaan atau ikatan marga. Saling berkunjung dan mengucapkan selamat hari raya selalu diwarnai oleh makan bersama. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Tersebutlah di Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat, suku besar Sebyar. Di lingkungan etnis ini hadir dua agama: Islam dan Kristen. Kalau Anda berkunjung ke rumah penduduk dari suku ini, hubungan saling menghargai dalam pergaulan antar-iman dapat ditemukan secara terang. Ini berhubungan dengan urusan makanan. Di dapur rumah tangga suku Sebyar selalu disediakan kuali, belanga, pokoknya alat masak yang diberi ”label” atau ditulis: kuali/belanga Islam dan Kristen. Ini tentu saja kearifan setempat dalam menjaga jangan ada saudaranya yang kena pencobaan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Sungguh membahagiakan pergaulan antar-iman di kalangan rakyat jelata: tulus dan kaya spiritualitas.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Alhamdulillah. Haleluya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Arthur J.Horoni </span></strong></span></p>
<br />Posted in Agama, Inspirasi, Refleksi Tagged: Etnis, Islam, Kaharingan, Kristen, Pluralisme <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/1188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/1188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/1188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/1188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/1188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/1188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/1188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/1188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/1188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/1188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=1188&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2009/05/07/rakyat-dan-pergaulan-antar-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e8b14fc3737f265bc1958d40bb615cb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arthur J. Horoni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>So Help Me God</title>
		<link>http://jagatalit.com/2009/01/26/so-help-me-god/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2009/01/26/so-help-me-god/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 17:13:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Barack Hussein Obama]]></category>
		<category><![CDATA[Sumpah Presiden]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=922</guid>
		<description><![CDATA[Sudah berlangsung sepekan, Presiden Amerika Serikat ke-44,  Barack Hussein Obama, berkantor di Gedung Putih Washington. Tetapi saya masih terkesan dengan rangkaian upacara pelantikan Presiden AS berkulit hitam itu,  pada tanggal 20 Januari lalu. Pada hari tersebut, tak bosan-bosannya saya memelototi layar CNN, yang menyiarkan langsung acara inaugurasi Presiden AS, mulai pukul sebelas malam hingga jam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=922&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sudah berlangsung sepekan, Presiden Amerika Serikat ke-44,  Barack Hussein Obama, berkantor di Gedung Putih Washington. Tetapi saya masih terkesan dengan rangkaian upacara pelantikan Presiden AS berkulit hitam itu,  pada tanggal 20 Januari lalu. Pada hari tersebut, tak bosan-bosannya saya memelototi layar CNN, yang menyiarkan langsung acara inaugurasi Presiden AS, mulai pukul sebelas malam hingga jam lima pagi (WIB).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Rangkaian acara inaugurasi Presiden AS  itu memang berjalan sangat lambat. Nyaris bertele-tele, seakan tidak mau kehilangan detail sedikit pun. Tetapi itu merupakan kepatuhan warga Amerika terhadap prosedur operasional standar (SOP) yang mereka sepakati, sejak zaman George Washington.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Apa yang dilakukan warga Amerika dalam acara pelantikan Presiden Barack Hussein Obama, tempo hari, sebenarnya hanya merupakan pengulangan empat tahun sekali. Bedanya, acara tersebut, kali ini mencatat rekor tertinggi dalam sejarah Amerika, dalam hal jumlah orang yang hadir untuk menyaksikan acara pelantikan itu secara langsung di seputar gedung Capitol Hill.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Hampir dua juta orang hadir di lokasi acara, dan mungkin mencapai milyaran pasang mata menyaksikannya melalui layar televisi. Itu tak lain lantaran Barack Hussein Obama adalah Presiden AS paling fenomenal dalam sejarah. Selain untuk pertama kalinya Amerika Serikat mempunyai presiden berkulit hitam, juga karena Obama berhasil &#8220;menyihir&#8221; Amerika dan dunia, dengan janji-janjinya tentang &#8220;perubahan&#8221;.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-936" title="pidato-presiden-obama-dan-crowd" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/pidato-presiden-obama-dan-crowd.jpg?w=300&#038;h=240" alt="pidato-presiden-obama-dan-crowd" width="300" height="240" /></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>Jutaan warga AS, simak pidato Presiden Obama.</em><br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Masih terlalu dini untuk dibuktikan, apakah janji-janji Obama itu benar-benar dilaksanakan. Maklum, baru seminggu ia berkantor di istana presiden. Tetapi Amerika dan dunia memang membutuhkan obat mujarab, untuk menyembuhkan perekonomian global yang sedang sakit (dan wabah penyakit itu berawal dari Paman Sam).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Selain pemulihan ekonomi, Amerika juga perlu memulihkan citranya di mata dunia. Sejak George Walker Bush, presiden sebelumnya, mencanangkan dan melaksanakan kebijakan <em>War against Terrorism</em> pasca tragedi WTC 11 September 2001, citra Amerika kian memburuk.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Ratusan ribu masyarakat sipil terbunuh, dalam perang yang konon dilancarkan untuk memberantas para teroris itu. Afghanistan dan Irak, menjadi ladang pembantaian masyarakat sipil yang dilakukan tentara Amerika. Belum lagi ratusan atau bahkan ribuan warga sipil lainnya, disiksa dan dianiaya di penjara-penjara Guantanamo, Abu Ghraib, dan penjara lainnya, dengan tuduhan melakukan serangan teror terhadap Amerika. Banyak di antara mereka yang terbukti tidak bersalah, namun sudah terlanjur disiksa dan dihina martabat kemanusiaannya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dukungan pemerintah Amerika Serikat terhadap Israel, yang meluluhlantakkan Gaza City dan membunuh ratusan ribu warga Palestina belum lama ini, semakin membuat wajah Paman Sam coreng-moreng di mata warga dunia. Wajar, jika kemudian masyarakat Amerika dan dunia berharap banyak pada Barack Hussein Obama, yang telah berjanji melakukan berbagai perubahan untuk memperbaiki situasi negerinya dan dunia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kembali pada acara pelantikan Presiden Barack Hussein Obama. Setidaknya ada tiga hal yang membuat saya terkesan pada acara pelantikan tersebut. Pertama, disiplin yang tinggi masyarakat Amerika ketika menyaksikan acara bersejarah itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Jutaan massa yang memadati lapangan dan jalan-jalan di seputar Capitol Hill dan White House, tampak mampu mengatur diri. Tak ada kerusuhan ataupun keriuhan yang tidak perlu. Mereka hanya bersorak dan berteriak histeris pada saat-saat yang tepat. Misalnya sebelum dan sesudah Obama dilantik, dan sebelum serta sesudah Presiden AS ke-44 itu berpidato. Tetapi sewaktu upacara pengucapan sumpah presiden berlangsung, dan saat sang presiden berpidato selama sekitar 18 menit, massa yang membludak itu diam, mendengarkan dengan khidmat. Hanya sesekali mereka bertepuk tangan, pada kalimat-kalimat tertentu dalam pidato Presiden Obama, yang mengena di hati mereka.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Mereka juga diam mendengarkan dalam hening, sewaktu Aretha Franklin menyanyikan lagu <a href="http://www.youtube.com/watch?v=a7c2lC9JlJo" target="_blank"><em>My Country Tis of Thee</em></a>. Begitu pula tatkala para pemusik senior seperti Itzhak Perlman, Yo-Yo Ma, Gabriela Montero dan Anthony McGill, memainkan sebuah komposisi musik hasil karya John William, <a href="http://www.youtube.com/watch?v=WM5mLlP7WNo&amp;feature=related" target="_blank"><em>Air and Simple Gift</em></a>.  Ketika lagu ini dimainkan secara instrumental beberapa saat menjelang pengucapan sumpah Presiden Obama, kerumunan massa yang berjumlah hampir dua juta orang itu mendengarkan dengan sabar, dan baru bertepuk tangan setelah pertunjukan selesai.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-939" title="aretha-franklin" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/aretha-franklin.jpg?w=300&#038;h=144" alt="aretha-franklin" width="300" height="144" /></span></p>
<p style="text-align:center;"><em><span style="color:#003366;">Aretha Franklin, ketika beraksi di Capitoll Hill.</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kesan kedua adalah penampilan egaliter Presiden Barack Hussein Obama dan Wakil Presiden Joe Biden, dalam seluruh rangkaian acara inaugurasi.  Terutama sewaktu mereka berparade di sepanjang jalan 15th Street dan Pennsylvania Avenue, yang membentang sepanjang tiga kilometer antara Capitol Hill dan White House.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Semula, kedua pemimpin AS ini berada dalam <em>limousine</em>-nya masing-masing, yang berjalan sangat lambat, sambil melambai-lambaikan tangan ke arah kerumunan massa yang memadat di kedua sisi jalan. Tetapi 15 menit kemudian, Presiden Obama dan isterinya Michelle Obama, keluar dari mobil kepresidenan berplat nomor USA 1, lalu berjalan kaki, diikuti Joe dan Jill Biden.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Hanya sesekali Obama dan isterinya kembali masuk ke dalam mobil, untuk kemudian keluar lagi guna menyapa rakyatnya sambil berjalan kaki. Joe dan Jill Biden bahkan terus berjalan kaki hingga memasuki White House. Presiden Obama dan Wakil Presiden Joe Biden serta para isterinya, tampak tidak merasa takut apapun. Mereka melambai-lambaikan tangan dengan riang sambil melangkah santai. Padahal para pengawal presiden, Secret Service, telah menyediakan mobil yang mereka juluki <em>The Beast</em>, mobil yang sistem pengamanannya sangat canggih. Mobil yang konon tak bakal mempan ditembak roket sekalipun.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-940" title="iring-iringan-obama" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/iring-iringan-obama.jpg?w=300&#038;h=200" alt="iring-iringan-obama" width="300" height="200" /><img class="aligncenter size-medium wp-image-941" title="obama-walking" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/obama-walking.jpg?w=300&#038;h=171" alt="obama-walking" width="300" height="171" /><img class="aligncenter size-medium wp-image-942" title="obama-michelle-jalan-kaki" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/obama-michelle-jalan-kaki.jpg?w=300&#038;h=210" alt="obama-michelle-jalan-kaki" width="300" height="210" /><img class="aligncenter size-medium wp-image-943" title="joe-jill-biden" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/joe-jill-biden.jpg?w=300&#038;h=187" alt="joe-jill-biden" width="300" height="187" /></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>&#8220;Aksi jalan kaki&#8221; Presiden Obama dan Wapres Biden.</em><br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Penampilan egaliter, santai, terkesan informal, juga diperlihatkan para mantan Presiden AS yang ikut menghadiri acara inaugurasi untuk Barack Obama. George Bush Senior, Bill Clinton, Jimmy Carter, dan bahkan George Walker Bush yang oleh sebagian masyarakat dunia dinilai sebagai Presiden AS paling arogan, dalam acara ini tampil sebagai tokoh-tokoh yang tampak egalitarian.  Semua ini tentu hanya kesan saya pribadi. Anda berhak tidak setuju.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>US Presidential Oath</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kesan ketiga &#8212; dan ini yang paling membenam dalam ingatan saya &#8212; adalah sikap rendah hati masyarakat Amerika di hadapan Tuhan. Sikap ini tercermin dalam kalimat terakhir Sumpah Presiden Amerika Serikat (US Presidential Oath), yakni:  <em>So Help Me God</em>. Terjemahan bebasnya: &#8221; Semoga Tuhan membantu/menolong saya.&#8221; Bisa juga diartikan, &#8220;Oleh karena itu Ya Tuhan, tolonglah/bantulah saya.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>So Help Me God</em>, adalah sebuah pengakuan di hadapan Tuhan bahwa sehebat apapun manusia, termasuk manusia yang beruntung menjadi Presiden Terpilih Amerika Serikat, hakikatnya hanyalah seorang manusia biasa yang selalu membutuhkan pertolongan Tuhan. Termasuk pertolongan dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin negara adidaya yang sangat berpengaruh di dunia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>So Help Me God</em>, mengandung arti bahwa seorang presiden sekalipun sangatlah kecil di hadapan Tuhan, dan segala daya upaya yang dilakukannya hanya akan berhasil bila memperoleh bantuan/pertolongan Tuhan. Kalimat selengkapnya sumpah Presiden AS, atau <em>United States Presidential Oath </em>itu, adalah sebagai berikut:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>I</em> &#8212; sang tersumpah menyebutkan namanya &#8211; <em> solemnly swear (or affirm) that I will faithfully execute the Office of President of the United States, and will to do the best of my ability, preserve, protect and defend the Constitution of the United States. <strong>So help me God</strong></em>. (Saya bersumpah dengan sesungguh-sungguhnya &#8212; atau menegaskan &#8212; bahwa saya akan melaksanakan tugas-tugas sebagai Presiden Amerika Serikat dengan penuh pengabdian, dan akan memberikan kemampuan saya yang terbaik (guna) menjaga, melindungi dan mempertahankan Konstitusi Amerika Serikat. Oleh karena itu, <strong>Ya Tuhan, tolonglah/bantulah saya</strong>).</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-944" title="president-obamas-oath" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/president-obamas-oath.jpg?w=300&#038;h=168" alt="president-obamas-oath" width="300" height="168" /><em></em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>Obama mengucapkan sumpah di Capitol Hill.</em><br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Lalu bandingkan dengan kalimat-kalimat Sumpah Presiden (Wakil Presiden) Republik Indonesia: &#8220;<strong>Demi Allah</strong>, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-945" title="sumpah-presiden-sby" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/sumpah-presiden-sby.jpg?w=300&#038;h=230" alt="sumpah-presiden-sby" width="300" height="230" /></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>Ketika Presiden SBY membacakan sumpah</em>.<br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Secara keseluruhan, Sumpah Presiden AS dan Sumpah Presiden (Wakil Presiden) RI, memiliki kesamaan arti, hanya redaksionalnya saja yang berbeda. Tetapi ada perbedaan makna yang sangat jauh antara kalimat &#8220;Demi Allah&#8221; yang diucapkan Presiden (Wakil Presiden) RI dengan kalimat &#8220;<em>So help me God</em>&#8221; yang diucapkan Presiden AS.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kalimat &#8220;Demi Allah&#8221; adalah sebuah kalimat yang bisa diartikan sebagai &#8220;mengatasnamakan Allah&#8221;. Seolah-olah Presiden (dan Wakil Presiden) RI adalah &#8220;wakil Tuhan&#8221; di bumi Indonesia. Sehingga semua tindak-tanduknya, seakan telah mendapat restu Allah. Kalimat &#8220;Demi Allah&#8221; sama sekali tidak mencerminkan kerendah-hatian seorang manusia (termasuk seorang Presiden/Wakil Presiden) di hadapan Tuhan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sebenarnya tidak mengherankan bila seorang Presiden (Wakil Presiden) RI, merasa dirinya wakil Tuhan, seperti tercermin dalam sumpah yang diucapkannya pada saat pelantikan. Ini merupakan warisan zaman kerajaan-kerajaan di nusantara, yang para rajanya selalu mendaulat diri sebagai wakil Tuhan, sehingga tanpa malu-malu mereka pun menjuluki diri mereka dengan gelar-gelar seperti <em>Khalifatullah</em>, atau <em>Sayyidin Panatagama</em>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sedangkan Presiden AS, akan selalu diingatkan (sesuai sumpahnya) bahwa dirinya hanyalah seorang manusia biasa, yang kebetulan terpilih menjadi presiden. Mereka menjadi presiden karena dipilih oleh mayoritas warga AS yang terdaftar sebagai pemilih, bukan karena diangkat oleh Tuhan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Memang Presiden RI pun (sejak Soesilo Bambang Yudhoyono) adalah presiden yang dipilih oleh mayoritas rakyat Indonesia yang ikut memilih. Oleh karenanya, tak perlu lagi mengatasnamakan Allah, dengan mengucapkan &#8220;Demi Allah&#8221; ketika membacakan  sumpah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sumpah Presiden (Wakil Presiden) RI dan Sumpah Presiden AS, termaktub dalam konstitusi negara masing-masing. Tetapi tidak ada konstitusi buatan manusia yang tidak bisa diamandemen. Seperti juga konstitusi AS yang seringkali diamandemen, dan juga Undang-Undang Dasar NKRI yang beberapa bagian di antaranya telah diamandemen.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Jadi, tidak ada salahnya, bila suatu saat nanti, dalam sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), para wakil rakyat (DPR dan DPD) yang terpilih lewat Pemilu, mengamandemen Sumpah Presiden (Wakil Presiden) RI, dengan mengganti kalimat &#8220;Demi Allah&#8221; dengan kalimat yang lebih manusiawi, yang lebih mencerminkan kerendah-hatian seorang manusia di hadapan Allah. Kalimat &#8220;Demi Allah&#8221; itu bisa diganti dengan kalimat, misalnya, &#8220;Semoga Allah Berkenan&#8221;,  &#8220;Semoga Allah Memberkati&#8221;, atau &#8220;Ya Allah, Restuilah&#8221;, &#8220;Ya Allah, Saksikanlah&#8221;.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Yang juga perlu diubah adalah cara membacakan sumpah. Presiden (Wakil Presiden RI, mengucapkan sumpahnya dengan membacakan teks. Sedangkan Presiden (dan Wakil Presiden AS) mengucapkannya dengan menghafalnya terlebih dulu, dipandu oleh seorang Hakim Agung atau Ketua Mahkamah Agung.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Mengucapkan sumpah dengan membacakan teks, terasa datar dan kurang membangkitkan emosi bagi yang membaca dan menyaksikannya. Sedangkan bila mengucapkannya tanpa teks, akan terasa sangat emosional. Meskipun memang resikonya cukup tinggi, yakni lupa dengan apa yang harus diucapkan. Seperti yang dialami Presiden Barack Hussein Obama, dan Ketua Mahkamah Agung AS John G. Roberts. Keduanya sempat lupa dengan kalimat-kalimat sumpah yang harus diucapkan di hadapan jutaan khalayak di Capitol Hill, sehingga pengucapan sumpah Presiden Barack Hussein Obama harus diulang esok harinya di Gedung Putih, dengan hanya disaksikan kalangan terbatas.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-946" title="US-POLITICS-OBAMA" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/obamas-oath-tahe-2.jpeg?w=300&#038;h=175" alt="US-POLITICS-OBAMA" width="300" height="175" /></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>Mengulang pengucapan sumpah di White House.</em><br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Yang juga cukup menarik (berbeda dengan tradisi pelantikan Presiden/Wakil Presiden RI), kalimat-kalimat sumpah yang diucapkan Presiden AS dan Wakil Presiden AS, tidaklah sama. Sumpah Wakil Presiden AS, lebih panjang dibandingkan dengan sumpah presidennya. Berikut, petikannya:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span class="contenttext"><em>I do solemnly swear (or affirm) that I will support and defend the Constitution of the United States against all enemies, foreign and domestic; that I will bear true faith and allegiance to the same; that I take this obligation freely, without any mental reservation or purpose of evasion; and that I will well and faithfully discharge the duties of the office on which I am about to enter: <strong>So help me God</strong>.</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span class="contenttext">Walau bagaimana pun, ruang lingkup kekuasaan seorang presiden, berbeda dengan wakil presiden. Begitu pula beban tanggung jawabnya. Tugas seorang wakil presiden hanyalah memberikan <em>support</em> (bantuan) kepada presiden, sesuai kapasitasnya. Sehingga wajarlah bila kalimat-kalimat sumpah yang mereka ucapkan pun berbeda. Bila kalimat-kalimat sumpah yang diucapkan presiden dan wakil presiden (seperti yang selama ini dilakukan di Indonesia), sama bunyinya, tidak menutup kemungkinan sang wakil presiden merasa sama kedudukannya dengan presiden<em>. </em>Meskipun memang kalimat-kalimat sumpah, bukan satu-satunya faktor yang bisa menyebabkan hal itu.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span class="contenttext">Sekali lagi, Anda boleh setuju, boleh juga tidak dengan apa yang saya uraikan dalam tulisan ini. Tetapi jika Anda telah selesai membaca tulisan ini, mari kita bersama-sama mendengarkan sebuah lagu dari 50 Stars, yang tersimpan di situs You Tube, dengan mengklik:<em> <a href="http://www.youtube.com/watch?v=64AetAi5E8E" target="_blank"><strong>So Help Me God, a Tribute to President Obama</strong></a>.</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span class="contenttext"><strong>Billy Soemawisastra</strong></span></span></p>
<h5 style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span class="contenttext"><strong>[Foto-foto: <a href="http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2009/01/22/AR2009012200772.html" target="_blank">www.washingtonpost.com</a>, <a href="http://pemilu2004.goblogmedia.com/sby-disumpah.html" target="_blank">www.goblogmedia.com</a>, <a href="http://media.gatewaync.com/wsj/photos/2009/01/20/parade.jpg" target="_blank">www.gatewaync.com</a>, <a href="http://images.huffingtonpost.com/gen/45527/original.jpg" target="_blank">huffingtonpost.com</a>, <a href="http://i.usatoday.net/news/_photos/2008/01/20/parade-topper.jpg" target="_blank">www.usatoday.net</a>, <a href="http://www.swamppolitics.com/news/politics/blog/2009/01/20/parade%20cade.jpg" target="_blank">swamppolitics.com</a>]<br />
</strong></span></span></h5>
<br />Posted in Inspirasi, Politik, Refleksi, Wacana Tagged: Amerika Serikat, Barack Hussein Obama, Sumpah Presiden <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/922/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=922&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2009/01/26/so-help-me-god/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/pidato-presiden-obama-dan-crowd.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pidato-presiden-obama-dan-crowd</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/aretha-franklin.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">aretha-franklin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/iring-iringan-obama.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">iring-iringan-obama</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/obama-walking.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">obama-walking</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/obama-michelle-jalan-kaki.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">obama-michelle-jalan-kaki</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/joe-jill-biden.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">joe-jill-biden</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/president-obamas-oath.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">president-obamas-oath</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/sumpah-presiden-sby.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sumpah-presiden-sby</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/obamas-oath-tahe-2.jpeg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">US-POLITICS-OBAMA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenangan Natal yang Tersisa: Spiritualitas Natal dalam SMS</title>
		<link>http://jagatalit.com/2009/01/05/kenangan-natal-yang-tersisa-spiritualitas-natal-dalam-sms/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2009/01/05/kenangan-natal-yang-tersisa-spiritualitas-natal-dalam-sms/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 17:32:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arthur John Horoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Betlehem]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrani]]></category>
		<category><![CDATA[Natal]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritualisme]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus Kristus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=904</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Arthur J. Horoni Saya    mendapat 47 SMS ucapan selamat Natal di penghujung Desember 2008 yang baru saja kita lewati. Pesan paling awal, tiba 24 Desember 2008, dari sobatku &#8212; tapi kami lebih dekat dan saling menyapa dengan sebutan “saudaraku” &#8212; seorang Muslim. Ia menulis,  “Saudaraku, Sang Mesias tak ke mana-mana. Dia senantiasa ada dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=904&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><span style="color:#003366;"><span style="text-decoration:underline;"><img class="alignleft size-full wp-image-905" title="foto-arthur1" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/foto-arthur1.jpg?w=225&#038;h=282" alt="foto-arthur1" width="225" height="282" />Oleh: Arthur J. Horoni</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Saya    mendapat 47 SMS ucapan selamat Natal di penghujung Desember 2008 yang baru saja kita lewati. Pesan paling awal, tiba 24 Desember 2008, dari sobatku &#8212; tapi kami lebih dekat dan saling menyapa dengan sebutan “saudaraku” &#8212; seorang Muslim. Ia menulis,  “Saudaraku, Sang Mesias tak ke mana-mana. Dia senantiasa ada dalam hati manusia. Sang Mesias menghapus dosa para gembalaannya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Saya terhenyak. Saudaraku ini paham betul spirit <em>atawa</em> roh Natal: <strong>penebusan dan pembebasan dosa umat oleh Sang Mesias</strong>. Roh Natal bukan pesta-pora gemerlap rekayasa manusia, namun karya pembebasan umat manusia dari belenggu dosa karena Allah mengasihi manusia dan alam ciptaannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Tentu saja saya berterimakasih sungguh atas sapaan saudaraku itu, dan saya jawab dengan mengutip baris-baris puisi Natal Sitor Situmorang: “Menyambut Kristus kita menyambut revolusi, menyambut Kristus kita membangun dunia baru.” Penyair ini melukiskan dengan tepat spirit Natal: perubahan total yang cepat. Seratus delapan puluh  derajat, menuju pemulihan: hubungan kasih dengan Allah dan kasih terhadap sesama untuk membangun dunia baru. Tentu yang lebih berkeadilan, yang membuahkan perdamaian sejati, seraya menghargai alam ciptaan Sang Khalik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Perdamaian sejati sebagai spirit Natal juga dipesankan saudaraku Muslim yang lain:  ”Selamat Hari Natal.  Semoga kedamaian Natal yang bersemayam di hati kita,  menyebar ke seluruh semesta.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Ada lagi sobat dari Aceh menulis,  ”Semoga kasih sayang dan karunia Tuhan mengiringi hari-hari bahagia kita semua.” Luar biasa roh Natal yang sejati ini. Ia melintas batas. Ia memperkenankan manusia sebagai ciptaan Allah, untuk menegakkan kasih sayang yang membuahkan keadilan dan perdamaian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Ada juga petuah yang saya rasakan lebih bernas dari khotbah pendeta yang sudah rutin. Datang dari saudaraku yang anak  Sukabumi.  “Tanpa kita sadari, dalam kepenuhan Allah, segala sesuatu akan menjadi baik dan menjadikan engkau tenang. Alangkah indahnya ketika Kristus masuk dalam hidupmu, melenyapkan semua kekhawatiran.  Semoga Damai Natal mewarnai kehidupan kita dalam menjalankan tugas dan aktivitas sehari-hari.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dari sobat-sobat saya yang Kristen, banyak petatah-petitih tentu saja. Syukurlah bukan khotbah. Terasa sebagai cermin akhir tahun yang menyemangati kerja. ”Saat itu Dia lahir di Betlehem. Saat ini Dia lahir di hati kita, untuk Keadilan, Perdamaian  bagi Rakyat dan Bumi.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Juga ada yang berkelakar nakal, namun menyentuh untuk introspeksi: “Yang membuatmu mahal bukan dari penampilanmu, bukan dari harta yang kamu punya, tapi kamu mahal karena dalam hati dan pikiranmu ada Kristus. <em>Met Natal Yauwww</em>…&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Hahaha</em> … Tentu ini membuat saya tergelak sukacita. Ini spirit  Natal, kabar sukacita yang menumbuhkan pengharapan akan hari depan yang lebih baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Spirit Natal ikhwal penebusan, pembebasan, perubahan, kasih, keadilan, perdamaian, belarasa, keutuhan ciptaan dan hari depan, sungguh melintas batas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Andaikan kita mau mulai mempraktekkan semua itu secara sederhana, kecil-kecilan saja, dengan tidak larut dalam pesta-pora akhir tahun, tidak mabuk belanja, tidak merugikan apalagi merampas milik orang lain, mau berbagi kasih dan keprihatinan, berdamai dengan diri sendiri, mungkin kita mampu menggulirkan perubahan ke arah hari depan yang lebih berpengharapan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Medan</strong><strong>, Awal Januari 2009</strong>.</span></p>
<br />Posted in Agama, Inspirasi, Refleksi Tagged: Betlehem, Kristen, Nasrani, Natal, Spiritualisme, Yesus Kristus <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/904/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/904/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/904/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/904/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/904/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=904&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2009/01/05/kenangan-natal-yang-tersisa-spiritualitas-natal-dalam-sms/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e8b14fc3737f265bc1958d40bb615cb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arthur J. Horoni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/foto-arthur1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">foto-arthur1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Andaikan Tak Ada Pesta Natal</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/12/11/andaikan-tak-ada-pesta-natal/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2008/12/11/andaikan-tak-ada-pesta-natal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 05:31:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arthur John Horoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Amos]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Gereja-Gereja Sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[Natal]]></category>
		<category><![CDATA[PGI]]></category>
		<category><![CDATA[World Council of Churches]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus Kristus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=746</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Arthur J. Horoni Lebih baik, berusahalah supaya keadilan mengalir seperti air, dan kejujuran seperti sungai yang tak pernah kering. (Amos 5: 21-24) Oleh krisis global yang melanda dunia saat ini, rakyat Indonesia semakin sengsara. Harga produk pertanian merayap, padahal pupuk mahal, bahkan jadi ajang perselingkuhan pejabat dengan distributor yang tentu mencekik petani. Bayangkan bagaimana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=746&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#003366;"><span lang="SV"><strong>Oleh: Arthur J. Horoni</strong></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:225pt;text-align:right;"><span style="color:#003300;"><em><span lang="SV">Lebih baik, berusahalah supaya keadilan mengalir seperti air, dan kejujuran seperti sungai yang tak pernah kering. </span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:225pt;text-align:right;"><span style="color:#003300;"><em><strong>(Amos 5: 21-24)</strong></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="FI">Oleh krisis global yang melanda dunia saat ini, rakyat Indonesia semakin sengsara. Harga produk pertanian merayap, padahal pupuk mahal, bahkan jadi ajang perselingkuhan pejabat dengan distributor yang tentu mencekik petani. Bayangkan bagaimana nasib petani tak bertanah? Padahal pemerintah menjagokan program ”Ketahanan Pangan”.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span lang="SV"><img class="size-medium wp-image-752 aligncenter" title="petani-di-sawah-kering1" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/petani-di-sawah-kering1.jpg?w=463&#038;h=296" alt="petani-di-sawah-kering1" width="463" height="296" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="SV">Di sektor industri, bencana tengah menggempur industri tekstil. Permintaan dari Amerika dan Eropa menurun 30-40 %, sekitar 100 ribu dari 1,2 juta buruh di sektor ini akan dirumahkan dan tahun 2009, konon 50% buruh Indonesia atau sekitar 45,5 juta orang terancam pemutusan hubungan kerja (PHK). Akan halnya, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) alias buruh migran lebih menyedihkan lagi. Gelombang PHK telah dimulai di Hongkong, Taiwan, Korea, menyusul Singapura dan Malaysia. </span>Itulah kutuk neoliberalisme yang menjagokan keperkasaan pasar bebas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="FI">Jadi kata kunci adalah: jatuh. Rupiah jatuh, sawit, karet, minyak jatuh. Padi, apalagi dilibas banjir, jatuh. Jagung bibit unggul karena tak ada pupuk jatuh. Alhasil, sokoguru bangsa: petani, buruh dan nelayan (yang tak bisa beli solar mahal), berguguran bagai daun kering terjerembab tak berdaya di tanah tandus. Jatuh sudah. Ajaib memang, pemerintah tak jatuh-jatuh, padahal <strong><span style="text-decoration:underline;">S</span></strong>emakin <strong><span style="text-decoration:underline;">B</span></strong>anyak <strong><span style="text-decoration:underline;">Y</span></strong>ang <strong><span style="text-decoration:underline;">J</span></strong>adi <strong><span style="text-decoration:underline;">K</span></strong>orban.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span lang="FI"><img class="size-medium wp-image-750 aligncenter" title="buruh-migran-perempuan" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/buruh-migran-perempuan.gif?w=462&#038;h=332" alt="buruh-migran-perempuan" width="462" height="332" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="FI">Maka Sempurnalah Penderitaan Rakyat &#8230;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="FI">Kendati penderitaan rakyat semakin sempurna, renovasi gedung DPR dan rumah pejabat di pusat dan daerah jalan terus. Mobil mewah laku terus. Di sebuah kabupaten di timur nusantara, mobil <em>Rangers Double Cabin, </em>jadi angkutan lapangan eksekutif dan legislatif. Di kelas ini, rasa-rasanya tak ada krisis. Untuk apa pusing-pusing memikirkan rakyat yang selalu diguncang pertanyaan: apa bisa makan hari ini?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="FI">Bagi para birokrat, anggota DPR/DPRD, pimpinan parpol dan sebangsanya pertanyaan itu berubah: makan di mana hari ini? Yang <em>serem</em> para investor rakus: makan siapa hari ini? Jadi, sempurnalah penderitaan rakyatmu, tuan dan nyonya besar…</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong><span lang="FI">Suara Nabi di Tengah Gurun</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="FI">Di tengah gurun ketidakadilan ini, di kubangan penderitaan rakyat, umat rindu suara nabi. Kutipan teks dari Nabi Amos di awal tadi kurang digunakan birokrat gereja, namun sungguh popular di kalangan umat yang sengsara. </span><span lang="ES-MX">Amos, nabi pertama dalam Alkitab, yang pesannya dicatat secara terperinci. Ia mengritik pejabat kerajaan dan pemuka agama Yahudi yang tak peka atas ketidakadilan. Ia membentak bangsa yang menjadikan ibadah sebagai perayaan-perayaan atau pesta semata tanpa kepedulian atas nasib rakyat. Ibadah seperti itu kata Amos, bakal ditolak Tuhan. Allah, tutur Amos, menghendaki keadilan bergulung-gulung seperti air.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX">Dari Sidang Raya IX Dewan Gereja-gereja se Dunia (DGD-WCC) di Porto Alegre, Brazil, 2006, terbit sebuah dokumen latar belakang yang &#8220;membentak&#8221; globalisasi ekonomi yang menjujung neoliberalisme, ekonomi pasar bebas. Dokumen itu berjudul <em>Alternative Globalization Addressing People and Earth</em>. Akronimnya adalah AGAPE, kata dari bahasa Yunani yang berarti Kasih. Dokumen ini telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia di bawah judul, “Globalisasi Alternatif mengutamakan Rakyat dan Bumi.” Diktum neoliberalisme menurut dokumen ini, “pada dasarnya neoliberalisme mengubah segala sesuatu dan manusia menjadi komoditi. “ </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX">Penguasaan neoliberalisme terhadap kekayaan material yang melebihi penghargaan akan harkat dan martabat manusia, membuat manusia diperlakukan tidak selayaknya, mengorbankan kehidupan manusia dan alam demi ketamakan. Buahnya adalah ketidakadilan, kekerasan, kemiskinan, kelaparan, pengangguran yang melanda bagian terbesar penduduk dunia dan berakibat kepada kematian. Seiring dengan itu masalah-masalah lingkungan hidup semakin meruyak: pemanasan global, penipisan sumber daya alam, terbentuknya gurun hijau (perkebunan sawit yang terlantar karena sawit jatuh) serta hilangnya keanekaragaman hayati. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX">Di sisi itu, pemerintah dan pengusaha kita adalah birokrat dan kapitalis yang menjadi agen neoliberalisme atau neolib itu. Ada bangunan yang seragam dari Banda Aceh sampai Jayapura sebagai wajah gemilang neolib: mal, ruko dan Swiss Bell Hotel …</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong><span lang="ES-MX">Keberanian Melawan Arus</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX">Bagaimana tanggapan gereja-gereja di Indonesia terhadap situasi ini? Pada 1-5 Desember 2008 di Wisma Samadi, Klender, Jakarta, 80 orang pimpinan gereja anggota Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), utusan kaum perempuan dan pemuda, para pelaku ekonomi, politik dan budaya, yang prihatin atas situasi itu terlibat dalam konsultasi Nasional Gereja dan Ágape. Tema Konsultasi, “Tuhan, dalam Rahmat-Mu, Ubahlah Dunia”, dengan subtema, “ AGAPE dari Deklarasi Menjadi Aksi”.</span></span></p>
<address class="MsoNormal"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX"><img class="aligncenter size-medium wp-image-758" title="sae-nababan" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/sae-nababan.jpg?w=502&#038;h=361" alt="sae-nababan" width="502" height="361" /></span></span></address>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="text-decoration:underline;"><em>Peserta Konsutasi Nasional Gereja dan AGAPE, berpose bersama Presiden DGD, Pdt. Dr. SAE Nababan.“Bagi Allah tidak ada yang mustahil”.</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="text-decoration:underline;"><em>(Foto: Dok. Arthur JH/PKM)</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX">Presiden DGD (Dewan Gereja-gereja se-Dunia), Pdt. Dr. SAE Nababan, dalam renungan pada pembukaan konsultasi mengritik gereja yang tidak peduli terhadap ketidakadilan yang berlangsung di tengah masyarakat. Ia menguraikan, ada tiga penyebab sikap ketidakpedulian itu, (1) pengejaran keselamatan jiwa (kesalehan pribadi sebagai warisan pietisme), (2) kuasa tradisi gereja yang membentuk pola pikir dan pola hidup manusia, yang hampir bersifat mutlak, dan (3) keterbatasan pergumulan yang terus-menerus dengan Firman Tuhan di tengah perjalanan hidup. Karena ketidakpedulian ini, kita cenderung menjauhkan diri dari ketidakadilan yang mendera rakyat, tidak berani bersama rakyat menghadapinya dan secara tegas memberitakan, mengusahakan dan menegakkan keadilan bagi semua orang, sebagai kehendak Allah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX">Dr. Nababan menegaskan, kerinduan mendalam setiap manusia dan setiap komunitas manusia bahkan setiap bangsa adalah memperoleh keadilan dan perdamaian. Karena hanya dengan adanya keadilan dan perdamaian, kehidupan manusia dapat berkembang sejahtera. “Keduanya tak terpisahkan”, ujarnya. Ia menyatakan kegembiraannya dengan kehadiran peserta konsultasi, walau hanya kelompok kecil. Namun kelompok yang peduli, dan di hadapan Tuhan, kelompok-kelompok kecil ini juga mewakili gereja. Kehadiran dalam konsultasi ini, menurut Nababan, adalah keberanian melawan arus, pada saat kebanyakan orang terpukau, terlena bahkan terbenam arus globalisasi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX">Melalui diskusi, penggalian pengalaman, analisis sosial, Ibadah, refleksi teologis, peserta bergumul, menafsirkan ulang teks Alkitab sesuai dengan konteks, membaca kembali secara kritis. Kesadaran yang muncul adalah, gereja sejatinya menjadi komunitas yang transformatif dengan mengembangkan teologi yang berpihak kepada rakyat dan bumi. Untuk itu perlu upaya terus-menerus memampukan gereja menjadi gerakan ketimbang institusi yang berpihak kepada rakyat dan bumi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong><span lang="SV">Andaikan Tak Ada Pesta Natal</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="SV">Konsultasi tak bermakna bila tak disusul aksi. Tentu, gereja-gereja atau komunitas Kristiani di negeri ini mampu merumuskan aksi sesuai konteks masing-masing. Kendati begitu, ada sesuatu yang sangat konkret yang dapat dilakukan bersama-sama, kalau mau.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="SV">Di pekan-pekan advent, menyongsong natal ini, sebaiknya kita membebaskan diri dari jerat neolib. Misalnya, tak perlu membeli pohon natal serta segala perniknya di mal-mal. Yesus yang lahir dalam kemiskinan kenapa mesti dirayakan dalam kegemerlapan? </span><span lang="ES-MX">Kita toh tidak meracik sendiri tema natal dan segala perniknya di rumah kita dengan apa yang ada pada kita. Ada kembang, ada pohon hidup di rumah, dan terutama mempersiapkan hati yang penuh shalom (damai sejahtera).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX">Pesta <em>Santa Claus</em> atau sinterklas itu sihir neolib, boikot saja. Tak ada gunanya buat kita. Dan coba Anda hitung ongkos pesta natal di negeri ini secara total. Konon orang Kristen anggota jemaat gereja-gereja anggota PGI yang ada 87 sinode itu sekitar 10 juta. Kita hitung secara sederhana, ada sekitar 20 ribu komunitas atau jemaat yang masing-masing 500 orang anggotanya. Biasanya pesta natal setiap jemaat paling sedikit Rp 20 juta misalnya. Berapa uang terkumpul setiap pesta natal? Tak kurang dari Rp 400.000.000.000 (400 milyar rupiah).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX">Belum lagi natal marga, keluarga, polisi, DPR/D, Parpol, dan seterusnya dan seterusnya. Berapa trilyun uang yang dibuang sia-sia untuk pesta, yang menurut nabi Amos, tak disukai Tuhan? </span><span lang="SV">Berapa sekolah dan rumah sakit untuk rakyat bisa dibangun?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="SV">Andaikan gereja-gereja bersatu mengembalikan pesta natal kepada situasi natal yang pertama, kita tidak perlu berpesta di tengah semakin sempurnanya penderitaan petani, nelayan dan buruh. Dan kita akan mampu mengatasi neolib &#8230; </span></span></p>
<h5 style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span lang="SV">[Foto-foto: Suara Pembaruan dan Associated Press]<br />
</span></span></h5>
<br />Posted in Agama, Inspirasi, Refleksi, Wacana Tagged: Alkitab, Amos, Dewan Gereja-Gereja Sedunia, Gereja, Kristen, Kristiani, Natal, PGI, World Council of Churches, Yesus Kristus <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/746/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/746/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/746/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/746/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/746/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=746&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2008/12/11/andaikan-tak-ada-pesta-natal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e8b14fc3737f265bc1958d40bb615cb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arthur J. Horoni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/petani-di-sawah-kering1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">petani-di-sawah-kering1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/buruh-migran-perempuan.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">buruh-migran-perempuan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/sae-nababan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sae-nababan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Paulo Coelho, Sang Pendekar Cahaya</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/12/09/paulo-coelho-sang-pendekar-cahaya/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2008/12/09/paulo-coelho-sang-pendekar-cahaya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2008 21:35:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Eksplorasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Prominensia]]></category>
		<category><![CDATA[Cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Paulo Coelho]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritualisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=519</guid>
		<description><![CDATA[The warrior knows that the most important words in all languages are the small words. Yes. Love. God. (Paulo Coelho) Sudah lama saya ingin menulis tentang Paulo Coelho. Tetapi saya tak pernah bisa menentukan, dengan kalimat apa saya harus memulainya. Orang ini “terlalu besar” buat saya. Di usianya yang sudah tergolong tua &#8212; dilahirkan di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=519&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-737" title="paulo-coelho-desert-in-the-gulf" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/paulo-coelho-desert-in-the-gulf.jpg?w=300&#038;h=225" alt="paulo-coelho-desert-in-the-gulf" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em><span style="font-family:Georgia;">The warrior knows </span></em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em><span style="font-family:Georgia;">that the most important words in all languages</span></em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em><span style="font-family:Georgia;"> are the small words. </span></em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em><span style="font-family:Georgia;">Yes. Love. God. </span></em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#333399;"><span style="font-family:Georgia;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em></em><strong><span style="font-family:Georgia;">(</span><span style="font-family:Georgia;">Paulo Coelho</span></strong><strong><span style="font-family:Georgia;">)</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Sudah lama saya ingin menulis tentang Paulo Coelho. Tetapi saya tak pernah bisa menentukan, dengan kalimat apa saya harus memulainya. Orang ini “terlalu besar” buat saya. Di usianya yang sudah tergolong tua &#8212; dilahirkan di Rio de Janeiro, Brazil, 1947 – ia justru semakin produktif. Sudah belasan novel spiritual yang ditulisnya, dan novel-novel itu telah diterjemahkan ke sekitar 56 bahasa di dunia. Beberapa novel hasil karyanya menjadi <em>best seller</em>s internasional, dan terjual dalam puluhan juta <em>copy</em>. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Jumlah penggemarnya mencapai puluhan juta orang, tersebar di sekitar 150 negara. Novel-novel yang ditulisnya telah memberikan inspirasi bagi puluhan juta pembacanya, karena umumnya berisi renungan tentang kehidupan. Renungan tentang bagaimana manusia seharusnya menjalani hidup, menyiasati takdir, dan berhubungan dengan sesama manusia dengan landasan Cinta. Bahkan lebih jauh dari itu, dalam berbagai novelnya, Paulo Coelho selalu menyiratkan bahwa hidup yang dianugrahkan Tuhan harus senantiasa disyukuri, dengan cara menjalani hidup secara ikhlas dan sebaik-baiknya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Nuansa spiritual yang diwarnai ajaran berbagai agama (terutama agama-agama Timur Tengah), terasa sangat kental dalam novel-novelnya seperti </span></span><em><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">The Alchemist, The </span></span><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"> Pilgrimage, The Zahi</span></span></em><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>r</em>, dan <em>The Fifth Mountain</em>. Ada juga novel-novel psikologis seperti <em>Brida, Veronika Dicides to Die, Eleven Minutes, The Devil and Miss Prym</em>, atau <em>By the River Piedra I Sat Down and Wept. </em>Kesemua novelnya berisi renungan tentang kehidupan, meski masing-masing novelnya ditulis dengan gaya penuturan dan <em>angle</em> yang berbeda.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="size-medium wp-image-688 aligncenter" title="coelho-lagi3" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho-lagi3.jpg?w=300&#038;h=210" alt="coelho-lagi3" width="300" height="210" /><img class="alignnone size-medium wp-image-689" title="paulo-coelho-memanah" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/paulo-coelho-memanah.jpg?w=300&#038;h=199" alt="paulo-coelho-memanah" width="300" height="199" /><br />
</span></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Tetapi Paulo Coelho bukan “hanya” seorang novelis. Ia juga seorang penutur kebijakan atau pendakwah lintas agama. Dakwah-dakwahnya bisa dilihat melalui berbagai situs <em>online</em> yang ia miliki, seperti </span><span style="font-family:Georgia;"><a href="http://paulocoelhoblog.com/" target="_blank">paulocoelhoblog.com</a> dan <a href="http://www.warriorofthelight.com/">www.warriorofthelight.com.</a> Berikut, salah satu renungan spiritualnya, pada <a href="http://paulocoelhoblog.com/" target="_blank">http://paulocoelhoblog.com</a>:<br />
</span></span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><strong><em><span style="font-family:Georgia;">Pilgrimage is a duty in Muslim and Christian religions, do you think that’s the plan of God for human beings to actually travel in their souls? </span></em></strong><em><span style="font-family:Georgia;">We are all on a pilgrimage whether we like it or not and the target, or goal, the real Santiago, if you like, is going from birth to death. You must get as much as you can from the journey, because &#8211; in the end &#8211; the journey is all you have. It doesn’t matter what you accumulate in terms of material wealth, because you are going to die anyway, so why not live? When you realize that you can be brave and that is the first tenant of any spiritual quest &#8211; to take risks.</span></em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Jika Paulo Coelho Blog berisi renungan harian yang di-<em>update</em> setiap hari dengan berbagai isu keseharian, Warrior of the Light berisi renungan yang lebih mendalam dan di-<em>update</em> secara bulanan. Renungan-renungan itu biasanya dilengkapi kutipan ajaran-ajaran sipiritual,  yang berasal dari  khasanah berbagai agama dan kebudayaan, termasuk kata-kata bijak dari para Sufi. Sesuai dengan nama situsnya &#8212; Warrior of the Light atau Pendekar Cahaya &#8212; melalui situs ini Coelho bermaksud mengajak semua orang untuk selalu mencari Cahaya Kebenaran dalam hidupnya. Dan, Cahaya Kebenaran itu, sudah ada tuntunannya dalam berbagai kebudayaan dan agama.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-690" title="coelho1" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho1.jpg?w=300&#038;h=200" alt="coelho1" width="300" height="200" /><img class="aligncenter size-medium wp-image-691" title="coelho3" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho3.jpg?w=300&#038;h=200" alt="coelho3" width="300" height="200" /></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Melalui Warrior of the Light maupun Paulo Coelho Blog, sang mestro ini seakan ingin mengatakan bahwa semua agama hakikatnya memiliki tujuan yang sama, yakni mengagungkan Tuhan dan menghormati kehidupan (baik kehidupan diri kita sendiri maupun kehidupan orang lain). Sehingga agama tidak perlu saling dipertentangkan, karena masing-masing memiliki kebenaran (yang hakikatnya, sama). Berikut, salah satu <em>postingan</em> Paulo Coelho, dalam Warrior of the Light, dengan topik <em>The Languanges that God Speaks</em>:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333399;"><strong><em><span style="font-family:Georgia;">Below are some of those prayers:</span></em></strong><em><span style="font-family:Georgia;"><br />
<strong><span style="font-family:Georgia;">Dhammapada (attributed to Buddha)</span></strong><strong><br />
</strong><strong><span style="font-family:Georgia;"> </span></strong>Instead of a thousand words,<br />
Better just one,<br />
One that brings peace.<br />
Instead of a thousand verses,<br />
Better just one,<br />
One that shows beauty.<br />
Instead of a thousand songs,<br />
Better just one,<br />
One that spreads joy.</span></em></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333399;"><strong><em><span style="font-family:Georgia;">Mevlana Jelaluddin Rumi, 13th century</span></em></strong><em><span style="font-family:Georgia;"><br />
Out there, besides what is right and what is wrong, there is an enormous field.<br />
That is where we will meet.</span></em></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333399;"><strong><em><span style="font-family:Georgia;">Prophet Mohammed, 7th century</span></em></strong><strong><em><span style="font-family:Georgia;"><br />
<strong><span style="font-family:Georgia;"> </span></strong></span></em></strong><em><span style="font-family:Georgia;">Oh Allah! I come to you because you know all, even what is hidden.<br />
If what I am doing is good for me and my religion, for my life now and later, then let the task be easy and blessed.<br />
If what I am doing now is bad for me and my religion, for my life now and later, then keep me far from this task.</span></em></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333399;"><strong><em><span style="font-family:Georgia;">Jesus of Nazareth, Matthew 7;7-8</span></em></strong><em><span style="font-family:Georgia;"><br />
Ask, and it shall be given you;<br />
seek and you shall find;<br />
knock, and it shall be opened unto you:<br />
For every one that asks receives;<br />
and he that seeks finds:<br />
And to him that knocks,<br />
it shall be opened.</span></em></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333399;"><strong><em><span style="font-family:Georgia;">Jewish prayer for peace</span></em></strong><strong><em><span style="font-family:Georgia;"><br />
</span></em></strong><em><span style="font-family:Georgia;"> We shall go the mountain of the Lord, where we shall walk with Him. We shall change our swords into plows and our spears into baskets for harvesting fruit.<br />
Let no nation raise its sword against another, and let us never learn the art of war. And no-one should fear his neighbor, because thus spoke the Lord.</span></em></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333399;"><strong><em><span style="font-family:Georgia;">Lao Tsu, China – 6th century B.C.</span></em></strong><em><span style="font-family:Georgia;"><br />
For there to be peace in the world, the nations must live in peace.<br />
For there to be peace among nations, cities must not rise up against one another. For there to be peace in the cities, neighbors must get on well with one another. For there to be peace among neighbors, harmony must reign in the home. For there to be harmony at home, it must be found in your own heart.</span></em></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em><span style="font-family:Georgia;"><img class="aligncenter size-full wp-image-686" title="warrior-of-the-light-online" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/warrior-of-the-light-online.jpg?w=324&#038;h=74" alt="warrior-of-the-light-online" width="324" height="74" /></span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Paulo Coelho, tampaknya sangat menyadari keampuhan media internet. Sehingga ia pun memanfaatkan jaringan sosial <em>online</em> seperti Facebook. Di Facebook,  ia bisa ditemui melalui <a href="http://www.facebook.com/home.php?#/group.php?gid=2391842607" target="_blank">Paulo Coelho Fans Club</a>, halaman khusus <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=5383259567#/pages/Paulo-Coelho/11777366210" target="_blank">Paulo Coelho</a> dan <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=5383259567" target="_blank">The Best of Paulo Coelho</a>. Meski jaringan ini dikelola oleh para penggemarnya, Coelho sering pula menjawab langsung pertanyaan-pertanyaan para penggemarnya melalui Facebook. Induk dari semua situs milik Paulo Coelho, adalah <a href="http://www.paulocoelho.com/">www.paulocoelho.com</a>. Tentu saja Coelho tidak sendirian mengelola situs-situsnya. Ada pekerja khusus yang menanganinya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Melalui situs-situs tersebut, kita juga bisa mengetahui kegiatan harian sang maestro. Jadwalnya sangat padat. Hampir setiap hari, Coelho memberikan ceramah di berbagai negara. Ceramah-ceramahnya bisa diakses melalui <a href="http://www.paulocoelho.com.br/engl/index.html" target="_blank">You Tube</a>, dan foto-fotonya bisa diunduh melalui <a href="http://www.paulocoelho.com.br/engl/index.htm" target="_blank">www.flickr.com</a>. Termasuk kata-kata bijaknya yang dikemas dalam format JPEG. Selain dalam bahasa Inggris, situs-situs ini tersedia dalam bahasa-bahasa lainnya seperti Portugis, Spanyol, Itali, Prancis, Belanda, Jerman, Polandia, Arab, Rusia, Cina, Persia. Sayangnya, belum ada yang berbahasa Indonesia.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-741" title="coelho-lagi1" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho-lagi1.jpg?w=300&#038;h=380" alt="coelho-lagi1" width="300" height="380" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Paulo Coelho, tidak hanya bicara soal cinta dan kemanusiaan. Anjuran-anjurannya kepada semua orang agar peduli pada nasib sesama, juga diwujudkan dalam bentuk kongkret. Pada 1996, ia mendirikan Paulo Coelho Intitute. Sebuah lembaga nirlaba yang juga bernama Creche Escola Meninos da Luz, Lar Paulo de Tarso. Lembaga sosial yang berpusat di Rio de   Janeiro, Brazil, itu menampung dan menghidupi ratusan anak terlantar dan orang-orang lanjut usia, hingga sekarang. Biaya pengelolaannya berasal dari <em>royalties</em> buku-buku yang ditulis Paulo Coelho. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="aligncenter size-full wp-image-694" title="coelho-institute2" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho-institute2.jpg?w=301&#038;h=411" alt="coelho-institute2" width="301" height="411" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Dalam usianya yang semakin tua, Paulo Coelho tampaknya tak pernah kehabisan gagasan. Semangat hidupnya semakin tinggi. Bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang lain yang selalu diajaknya untuk menjadi pendekar cahaya, pencari kebenaran. Sementara bagi orang-orang yang tidak mampu, Coelho berupaya membantu mereka agar dapat melihat cahaya kehidupan. Cahaya yang dianugerahkan Sang Pencipta. Berlebihankah saya, bila saya mengatakan bahwa Paulo Coelho adalah seorang Sufi modern?</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#003366;"><strong><span style="font-family:Georgia;">Billy Soemawisastra</span></strong></span></p>
<h5 style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><strong><span style="font-family:Georgia;"><span style="color:#003366;"><em>[Sumber tulisan dan foto:<a href="http://www.paulocoelho.com/" target="_blank"> www.paulocoelho.com</a>, <a href="http://www.warriorofthelight.com/" target="_blank">www.warriorofthelight.com</a>, <a href="http://paulocoelhoblog.com/" target="_blank">paulocoelhoblog.com</a>]</em></span></span></strong></span></h5>
<h4><span style="color:#003366;"><strong><span style="font-family:Georgia;"> </span></strong></span></h4>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">
<p class="MsoNormal"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"> </span></span></p>
<br />Posted in Agama, Eksplorasi Diri, Inspirasi, Prominensia Tagged: Cahaya, Paulo Coelho, Spiritualisme <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/519/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=519&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2008/12/09/paulo-coelho-sang-pendekar-cahaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/paulo-coelho-desert-in-the-gulf.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">paulo-coelho-desert-in-the-gulf</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho-lagi3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">coelho-lagi3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/paulo-coelho-memanah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">paulo-coelho-memanah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">coelho1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">coelho3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/warrior-of-the-light-online.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">warrior-of-the-light-online</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho-lagi1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">coelho-lagi1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho-institute2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">coelho-institute2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Paulo Coelho dan Perjalanan Hidupnya</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/12/09/paulo-coelho-dan-perjalanan-hidupnya/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2008/12/09/paulo-coelho-dan-perjalanan-hidupnya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2008 21:28:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Prominensia]]></category>
		<category><![CDATA[Paulo Coelho]]></category>
		<category><![CDATA[Pluralisme]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritualisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=680</guid>
		<description><![CDATA[Brazil, negeri bekas jajahan Portugis di Amerika Selatan itu, hanyalah sebuah negara berkembang. Dan, sebagaimana umumnya negara berkembang, kegiatan tulis-menulis alias kesastraan, taklah mampu menopang hidup para sastrawannya. Apatah lagi membuat seorang sastrawan menjadi kaya raya dari hasil karyanya. Puluhan tahun lalu, masyarakat Brazil pun bahkan mungkin tidak pernah membayangkan akan memiliki seorang sastrawan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=680&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Brazil, negeri bekas jajahan Portugis di Amerika Selatan itu, hanyalah sebuah negara berkembang. Dan, sebagaimana umumnya negara berkembang, kegiatan tulis-menulis alias kesastraan, taklah mampu menopang hidup para sastrawannya. </span></span><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Apatah lagi membuat seorang sastrawan menjadi kaya raya dari hasil karyanya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"> Puluhan tahun lalu, masyarakat Brazil pun bahkan mungkin tidak pernah membayangkan akan memiliki seorang sastrawan yang tersohor ke seantero jagat, dan ikut mengharumkan nama negerinya. Apalagi sastrawan yang namanya kini mendunia itu, pernah dikenal sebagai &#8220;anak nakal&#8221; pencandu mariyuana dan anggota kaum urakan alias hippies. Ia pun pernah dipenjara karena dianggap menentang pemerintah.<br />
</span></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Anak nakal itu bernama Paulo Coelho, yang sempat dimasukkan ke rumah sakit jiwa karena dikira terkena ganguan mental. Padahal di dalam diri anak itu, terpendam bakat yang sangat kuat. Bakat seni yang menuntunnya menjadi penyair, pemain teater dan penulis lirik lagu. Ia pun mencoba menulis novel, namun  novel-novel awal yang ditulisnya tidak mendapat sambutan masyarakat, hingga ia pun sempat frustrasi. Barulah setelah novelnya, <em>The Alchemist</em>, diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan menjadi novel terlaris, nama Paulo Coelho melejit menjadi salah seorang novelis paling terkenal di tingkat dunia, dan membuat bangga masyarakat Brazil.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-712" title="coelho_santiago" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho_santiago.jpg?w=300&#038;h=201" alt="coelho_santiago" width="300" height="201" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Paulo Coelho dilahirkan di tengah sebuah keluarga kelas menengah, di Rio de Janeiro, Brazil, 1947. Ayahnya, Pedro, adalah seorang insiyur, dan ibunya, Lygia, seorang ibu rumah tangga. Pada usia 7 tahun, Paulo dimasukkan ke sekolah Jesuit San Ignacio, Rio de Janeiro. Bakat menulisnya sudah terlihat di sekolah ini. Ia sering menulis puisi dan esei sastra, hingga ia pun memenangkan juara pertama dalam lomba penulisan puisi di sekolahnya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Pedro dan Lygia tidak begitu bergembira dengan prestasi Paulo di bidang tulis-menulis. Kedua orangtua ini mencita-citakan anaknya menjadi insinyur, mengikuti jejak sang ayah. Melihat perilaku Paulo yang berbeda dari anak-anak lainnya,  Pedro dan Lygia khawatir putranya terkena gangguan mental. Pada usia 17 tahun, dua kali ia dimasukkan ke sebuah rumah sakit jiwa untuk mendapatkan terapi psikiatri. Hasilnya, ia dinyatakan sehat secara mental.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Tidak lama kemudian ia aktif  di teater, dan bekerja sebagai wartawan. Lagi-lagi orangtua Paulo gundah. Di kalangan masyarakat kelas menengah Brazil, ketika itu, teater dianggap sebagai pekerjaan yang tidak bermoral. Untuk ketiga kalinya, Pedro dan Lygia membawa Paulo ke dokter jiwa, dan psikiater yang memeriksanya, dengan tegas mengatakan bahwa Paulo Coelho tidak menderita gangguan mental.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="alignleft size-medium wp-image-717" title="veronika" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/veronika.jpg?w=199&#038;h=300" alt="veronika" width="199" height="300" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Apa yang dilakukan orangtuanya justru membuat Paulo depresi. Ia merasa kehidupan pribadinya terlalu jauh dicampuri. Pengalaman batinnya ini ia tuangkan 13 tahun kemudian, ke dalam sebuah novel yang diterbitkan di Brazil, 1988, <em>Veronika Decides to Die</em>. “Saya mendapatkan lebih dari 12.000 email,” ujar Coelho. “Berisi pengakuan bahwa apa yang saya tuangkan dalam novel itu, punya banyak kemiripan dengan pengalaman mereka.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Tahun 1960-an, adalah era <em>flower generation</em>. Kehidupan hippies mewabah di seluruh dunia. Termasuk di Brazil.  Paulo, yang baru menginjak  usia 20-an dan gemar bertualang itu menyemplungkan diri ke dalam kehidupan kaum hippies. Ia memanjangkan rambutnya, dan sempat pula menjadi pencandu obat terlarang. Kegiatan berteaternya semakin meningkat, dan hobi menulisnya semakin menjadi-jadi. Pernah ia mencoba menerbitkan majalah, namun hanya tahan dua terbitan. Sementara itu, ia <em>drop out</em> dari sekolah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Awal 1970-an, atas ajakan Raul Seixas, seorang musisi dan <em>composer</em> Brazil, Paulo menulis lirik lagu. Lagu-lagu yang liriknya dibuat oleh Paulo Coelho, banyak yang menjadi <em>top hit</em> di Brazil. Bahkan salah satu album rekaman lagu-lagunya, terjual sebanyak 500 ribu keping piringan hitam. Itulah awal dirinya mengenal uang dalam jumlah besar.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Kerja sama Paulo Coelho dengan Raul Seixas berlanjut hingga 1976. Selama itu lebih dari 60 lagu ditulisnya bersama Raul. Pada masa itu pula Paulo dan Raul aktif dalam pergerakan memperjuangkan kebebasan berpendapat. Di antaranya dengan menerbitkan buku-buku komik berjudul <em>Kring-ha</em>, sebagai sindiran atas tindakan represif pemerintah Brazil terhadap rakyatnya. Akibatnya Paulo dan Raul pun dipenjara dengan tuduhan  subversif. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Selepas dari penjara, Paulo Coelho mendapatkan pekerjaan tetap di perusahaan rekaman Polygram, dan menikah dengan isteri pertamanya. Tahun 1977, ia pindah ke London, mencoba mengadu nasib sebagai penulis, namun tak banyak mendatangkan hasil. Ia pun kembali ke Brazil, dan bekerja di perusahaan rekaman lainnya, CBS. Namun kehidupan rumah tangganya porak-poranda.  Ia pun bercerai dari isteri pertamanya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Tahun 1979, ia berjumpa teman lamanya, Christina Oiticica, yang kemudian dinikahinya hingga sekarang. Setelah menikah, pasangan suami-isteri ini mengadakan perjalanan keliling Eropa. Singgah di berbagai negara. Di Jerman, ketika ia berkunjung ke bekas kamp konsentrasi di Dachau, Paulo mengaku bertemu dengan orang misterius yang menyampaikan visi tentang masa depannya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Dua bulan kemudian, di sebuah café di Amsterdam, ia berjumpa orang yang sama. Kali ini ia mengobrol cukup lama dengan orang yang tidak disebutkan jatidirinya itu. Orang itu menganjurkan agar Paulo kembali memperdalam Katolikisme, dan mempelajari simbol-simbol Kristiani. Orang itu juga menganjurkan agar perjalanan Paulo Coelho dilanjutkan dengan menelusuri Road to Santiago (rute perjalanan ziarah abad pertengahan, yang membentang antara Prancis dan Spanyol). </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="alignleft size-medium wp-image-714" title="the-pilgrimage" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/the-pilgrimage.jpg?w=198&#038;h=300" alt="the-pilgrimage" width="198" height="300" />Paulo pun mengikuti anjuran orang tersebut. Ia  melakukan perjalanan ziarah Road to Santiago, pada 1986. Setahun kemudian, pengalamannya itu ia tuangkan dalam novel berjudul, <em>The Pilgrimage</em>. Buku ini diterbitkan oleh sebuah penerbit kecil di Brazil, dan tidak banyak memperoleh sambutan. Tahun 1988, ia mencoba menulis novel yang sama sekali berbeda dari novel sebelumnya, <em>The Alchemist</em>. Sebuah novel yang penuh metapora dan simbol-simbol kehidupan, dipadu dengan pengetahuannya tentang ilmu kimia, yang pernah ia pelajari selama 11 tahun. Buku ini pun ternyata tidak memperoleh sambutan yang memuaskan. Edisi pertamanya hanya terjual 900 eksemplar, dan penerbitnya tidak mau lagi mencetak ulang.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"> <img class="alignright size-medium wp-image-715" title="alchemist" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/alchemist.jpg?w=198&#038;h=300" alt="alchemist" width="198" height="300" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Tetapi ternyata masih ada kesempatan kedua. Tahun 1990, sebuah penerbit buku yang cukup besar, Rocco, menerbitkan novelnya, <em>Brida</em>. Sebuah novel tentang cinta dan pengorbanan, yang kemudian laris terjual. Kesuksesan Coelho dengan <em>Brida</em>, membuat para pembaca melirik kembali dua novel yang pernah terbit sebelumnya, <em>The Alchemist</em> dan <em>The Pilgrimage</em>. Tak dinyana, kedua novel itu berhasil menjadi <em>best sellers,</em> dan justru mengalahkan popularitas <em>Brida</em>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Sambutan terhadap <em>The Alchemist</em>, tidak hanya terbatas pada pembaca Brazil. Beberapa penerbit dari negara lain tertarik untuk menerjemahkan dan menerbitkannya di negara masing-masing. Novel yang semula ditulis dalam bahasa Portugis itu, kemudian muncul dalam berbagai bahasa. <em>The Alchemist</em> dan <em>The Pilgrimage</em> menjadi buku yang paling banyak dicetak ulang di Brazil dan Portugis, dan bahkan kemudian di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa. Guinnes Book of Records  pun mencatat <em>The Alchemist</em>, sebagai buku yang paling laris di dunia dan  buku yang paling banyak diterjemahkan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em><img class="alignleft size-medium wp-image-768" title="brida2" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/brida2.jpg?w=185&#038;h=300" alt="brida2" width="185" height="300" />The Alchemist, </em>yang kemudian menjadi maskotnya Paulo Coelho, sedikitnya telah diterjemahkan ke dalam 56 bahasa, dan dibaca di 150 negara. Kesuksesan Paulo Coelho dengan <em>The Alchemist</em>-nya, terus berlanjut pada buku-buku novel berikutnya, yang juga diterjemahkan ke sejumlah bahasa dan dibaca di banyak negara. Di Indonesia, kini bahkan dengan mudah kita bisa menemukan karya-karya Paulo Coelho versi bahasa Indonesia di berbagai toko buku, yang umumnya diterbitkan oleh penerbit Gramedia.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Bukan hanya <em>The Alchemist</em>, yang semakin laris. Tetapi juga buku-buku Paulo Coelho lainnya seperti <em>The Zahir, Fifth Mountain, Eleven Minutes, By The River Piedra I Cry and I swept, The Devil and Miss Prym</em>, serta buku-buku lainnya. Ada juga <em>The Warrior of The Light</em>, sebuah buku berisi esei tentang kehidupan, cinta dan Tuhan. Sayangnya buku ini belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Ini merupakan versi cetak dari website <a href="http://www.warriorofthelight.com/">www.warriorofthelight.com</a>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="size-medium wp-image-719 alignnone" title="the-zahir" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/the-zahir.jpg?w=185&#038;h=300" alt="the-zahir" width="185" height="300" /><img class="size-medium wp-image-721 alignnone" title="11-minutes" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/11-minutes.jpg?w=197&#038;h=300" alt="11-minutes" width="197" height="300" /><img class="size-medium wp-image-722 alignnone" title="river-piedra" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/river-piedra.jpg?w=189&#038;h=281" alt="river-piedra" width="189" height="281" /><img class="size-medium wp-image-723 alignnone" title="the-devil-and-miss-prym" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/the-devil-and-miss-prym.jpg?w=193&#038;h=284" alt="the-devil-and-miss-prym" width="193" height="284" /><img class="size-medium wp-image-724 aligncenter" title="warrior-of-the-light" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/warrior-of-the-light.jpg?w=199&#038;h=300" alt="warrior-of-the-light" width="199" height="300" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Tahun 2000, Paulo Coelho berkunjung ke Iran. Ia merupakan penulis non-Muslim pertama sejak 1979, yang melakukan kunjungan resmi ke Iran. Ia datang ke negeri itu atas undangan  The International for Dialogue Among Civilizations. Semula ia merasa pesimis dan khawatir bahwa masyarakat Iran akan menyambutnya dengan sikap dingin, karena ia seorang penulis non-Muslim. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Tetapi kenyataan yang ditemuinya, justru sebaliknya.  Ia tak hanya disambut dengan penuh kehangatan, namun juga memperoleh <em>royalties</em> yang cukup besar dari pemerintah Iran, atas buku-bukunya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Persia dan dibaca secara luas oleh masyarakat Iran. Paulo Coelho pun menjadi pengarang non-Muslim pertama, yang mendapatkan <em>royalties</em> hak cipta dari pemerintah Iran.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-725" title="coelho-lagi2" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho-lagi2.jpg?w=300&#038;h=199" alt="coelho-lagi2" width="300" height="199" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Ribuan penggemarnya di Iran berbondong-bondong untuk memperoleh tanda tangan Paulo Coelho, dan mendengarkan ceramahnya. Paulo Coelho tidak pernah membayangkan dirinya akan memperoleh sambutan yang luar biasa, di negeri berpenduduk mayoritas Muslim itu. “Saya telah memperoleh banyak penghargaan. Saya telah memperoleh banyak cinta. Tetapi di atas semua itu, saya memperoleh banyak pengertian dari Anda semua atas karya-karya saya, dan semua ini sangat menyentuh lubuk hati saya terdalam,” ujar Coelho, dengan penuh haru.<br />
</span></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">“Sungguh merupakan kejutan yang sangat besar bagi saya,” lanjut Coelho. “Jiwa saya telah datang ke sini sebelum diri saya. Buku-buku saya telah dipersembahkan dan saya menemukan teman-teman lama di antara orang-orang yang tidak pernah saya kenal sebelum ini. Sehingga saya pun  tidak merasa menjadi orang asing di negeri ini. Saya merasakan kebahagiaan yang amat sangat, dan kini saya percaya bahwa dialog antar-manusia, dari hati ke hati, bisa dilakukan di mana pun. Iran telah membuktikan hal itu.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="size-medium wp-image-726 aligncenter" title="paulo-bersama-fans-di-teater-palacio-valdes" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/paulo-bersama-fans-di-teater-palacio-valdes.jpg?w=300&#038;h=202" alt="paulo-bersama-fans-di-teater-palacio-valdes" width="300" height="202" /><img class="alignnone size-medium wp-image-727" title="coelho-dan-para-penggemarnya" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho-dan-para-penggemarnya.jpg?w=300&#038;h=205" alt="coelho-dan-para-penggemarnya" width="300" height="205" /><br />
</span></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Penghargaan pemerintah dan masyarakat Iran terhadap Paulo Coelho, membuktikan bahwa penulis besar ini bisa diterima semua kalangan, karena karya-karyanya yang universal dan menyuarakan kemanusiaan. Terutama juga karena spirit pluralisme yang dimilikinya, yang memandang dunia ini sebagai dunia yang penuh keragaman. Ini tercermin dari tulisan-tulisannya yang sering mengacu pada berbagai ajaran agama dan kebudayaan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Cukup banyak penghargaan yang telah didapatkan Paulo Coelho, dari berbagai lembaga di dunia. Dan, jutaan dollar telah diraihnya dari hasil penjualan buku-bukunya, sehingga ia pun berada dalam jajaran para penulis terkaya di dunia. Tetapi sebagian harta yang didapatnya, ia hibahkan untuk membantu masyarakat miskin di negerinya. Ia juga tak pernah berhenti mengajak semua orang untuk terus menjalin saling pengertian, agar tercipta dunia yang damai bagi semua. Itu sebabnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun memintanya menjadi Duta PBB untuk perdamaian.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Billy Soemawisastra</span></span></strong></p>
<h5 class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>[Sumber tulisan dan foto: <a href="http://www.paulocoelho.com/" target="_blank">www.paulocoelho.com</a>]</em></span></span></strong></h5>
<br />Posted in Inspirasi, Prominensia Tagged: Paulo Coelho, Pluralisme, Sastra, Spiritualisme <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/680/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=680&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2008/12/09/paulo-coelho-dan-perjalanan-hidupnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho_santiago.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">coelho_santiago</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/veronika.jpg?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">veronika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/the-pilgrimage.jpg?w=198" medium="image">
			<media:title type="html">the-pilgrimage</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/alchemist.jpg?w=198" medium="image">
			<media:title type="html">alchemist</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/brida2.jpg?w=185" medium="image">
			<media:title type="html">brida2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/the-zahir.jpg?w=185" medium="image">
			<media:title type="html">the-zahir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/11-minutes.jpg?w=197" medium="image">
			<media:title type="html">11-minutes</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/river-piedra.jpg?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">river-piedra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/the-devil-and-miss-prym.jpg?w=204" medium="image">
			<media:title type="html">the-devil-and-miss-prym</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/warrior-of-the-light.jpg?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">warrior-of-the-light</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho-lagi2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">coelho-lagi2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/paulo-bersama-fans-di-teater-palacio-valdes.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">paulo-bersama-fans-di-teater-palacio-valdes</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho-dan-para-penggemarnya.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">coelho-dan-para-penggemarnya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Beberapa Renungan Paulo Coelho</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/12/09/beberapa-renungan-paulo-coelho/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2008/12/09/beberapa-renungan-paulo-coelho/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2008 21:13:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Eksplorasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Paulo Coelho]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritualisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=696</guid>
		<description><![CDATA[Posted in Eksplorasi Diri, Inspirasi, Refleksi Tagged: Paulo Coelho, Spiritualisme<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=696&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-697 aligncenter" title="coelho-lagi5" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho-lagi5.jpg?w=300&#038;h=372" alt="coelho-lagi5" width="300" height="372" /></p>
<p style="text-align:left;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-698" title="renungan-coelho11" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/renungan-coelho11.jpg?w=301&#038;h=301" alt="renungan-coelho11" width="301" height="301" /></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-699 aligncenter" title="renungan-coelho2" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/renungan-coelho2.jpg?w=303&#038;h=303" alt="renungan-coelho2" width="303" height="303" /><img class="size-medium wp-image-700 aligncenter" title="renungan-coelho3" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/renungan-coelho3.jpg?w=301&#038;h=301" alt="renungan-coelho3" width="301" height="301" /><img class="size-medium wp-image-701 aligncenter" title="paulo-coelho2" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/paulo-coelho2.jpg?w=301&#038;h=414" alt="paulo-coelho2" width="301" height="414" /><img class="size-medium wp-image-702 aligncenter" title="renungan-coelho4" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/renungan-coelho4.jpg?w=301&#038;h=301" alt="renungan-coelho4" width="301" height="301" /><img class="aligncenter size-full wp-image-703" title="renungan-coelho5" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/renungan-coelho5.jpg?w=302&#038;h=167" alt="renungan-coelho5" width="302" height="167" /><img class="size-full wp-image-705 alignnone" title="renungan-coelho61" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/renungan-coelho61.jpg?w=302&#038;h=165" alt="renungan-coelho61" width="302" height="165" /><img class="aligncenter size-full wp-image-706" title="renungan-coelho7" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/renungan-coelho7.jpg?w=300&#038;h=166" alt="renungan-coelho7" width="300" height="166" /><img class="aligncenter size-medium wp-image-707" title="paulo-coelho1" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/paulo-coelho1.jpg?w=301&#038;h=406" alt="paulo-coelho1" width="301" height="406" /></p>
<br />Posted in Eksplorasi Diri, Inspirasi, Refleksi Tagged: Paulo Coelho, Spiritualisme <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/696/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=696&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2008/12/09/beberapa-renungan-paulo-coelho/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/coelho-lagi5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">coelho-lagi5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/renungan-coelho11.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">renungan-coelho11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/renungan-coelho2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">renungan-coelho2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/renungan-coelho3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">renungan-coelho3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/paulo-coelho2.jpg?w=219" medium="image">
			<media:title type="html">paulo-coelho2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/renungan-coelho4.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">renungan-coelho4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/renungan-coelho5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">renungan-coelho5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/renungan-coelho61.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">renungan-coelho61</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/renungan-coelho7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">renungan-coelho7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/paulo-coelho1.jpg?w=222" medium="image">
			<media:title type="html">paulo-coelho1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kemenangan Obama, Kemenangan Rakyat Amerika</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/11/07/kemenangan-obama-kemenangan-rakyat-amerika/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2008/11/07/kemenangan-obama-kemenangan-rakyat-amerika/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 20:19:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Prominensia]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Barack Hussein Obama]]></category>
		<category><![CDATA[Hillary Rodham Clinton]]></category>
		<category><![CDATA[John McCain]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilihan Presiden]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=651</guid>
		<description><![CDATA[Berita tentang kemenangan Barack Hussein Obama, sudah diulas habis dalam berbagai media cetak dan online di seluruh dunia, dan ditayangkan berulang-ulang di hampir semua media elektronik. Pesta emosional di pelbagai negeri yang punya keterkaitan historis dengan Presiden Amerika Serikat (terpilih) ke-44 itu, sudah pula dilangsungkan. Antara lain di Kenya, negeri leluhur Obama; Indonesia (Jakarta), tempat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=651&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Berita tentang kemenangan Barack Hussein Obama, sudah diulas habis dalam berbagai media cetak dan <em>online</em> di seluruh dunia, dan ditayangkan berulang-ulang di hampir semua media elektronik. Pesta emosional di pelbagai negeri yang punya keterkaitan historis dengan Presiden Amerika Serikat (terpilih) ke-44 itu, sudah pula dilangsungkan. Antara lain di Kenya, negeri leluhur Obama; Indonesia (Jakarta), tempat Obama pernah bersekolah SD; dan bahkan di sebuah kota di Jepang, yang hanya karena kebetulan saja nama kota itu sama dengan nama Sang Presiden Terpilih, Obama. Dan, tentu saja, di Amerika Serikat, ketika sebagian besar warga AS, baik yang berkulit putih maupun yang berkulit hitam dan kulit berwarna lainnya, membaur meluapkan kegembiraannya atas kemenangan Obama.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="size-medium wp-image-653 aligncenter" title="sorak-kemenangan" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/sorak-kemenangan.jpg?w=374&#038;h=206" alt="sorak-kemenangan" width="374" height="206" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>Antusiasme rakyat AS menyambut kemenangan Obama.<br />
</em></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Seluruh perhatian dunia tertuju pada Obama. Bukan hanya karena sosok Obama dan keluarganya yang merepresentasikan multiras atau multietnis. Tetapi juga lantaran tersimpan harapan bahwa presiden berkulit hitam pertama AS itu akan benar-benar melakukan perubahan, seperti yang ia janjikan dalam serangkaian kampanyenya yang panjang. Seluruh dunia berharap, Obama akan mampu mengatasi krisis ekonomi di negerinya, yang sedikit banyak mempengaruhi perekonomian dunia. Lalu menarik mundur semua tentara AS dari Irak dan Afghanistan, menghapuskan penjara-penjara penyiksaan di Guantanamo, Abu Ghraib dan tempat-tempat lainnya. Menghentikan serangan rudal di Pakistan, bersikap lunak dan mau berdialog dengan Iran, Korea Utara dan beberapa negara Amerika Latin, yang selama ini dimusuhi Amerika. Juga mendukung berdirinya negara Palestina, yang akan hidup damai berdampingan dengan Israel.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Di luar semua itu, harus diakui, Amerika memang sedang berubah, karena rakyatnya mau berubah. Terpilihnya Obama yang berkulit hitam, menandakan sedang berlangsungnya perubahan itu. Satu hal yang musykil terjadi di masa lalu. Dan, kemusykilan itu ternyata bisa dihalau karena adanya kemauan yang sangat keras untuk berubah, sesuai dengan semboyan yang sering didengungkan Obama dalam masa kampanyenya: “<em>Yes we can</em>”. Semboyan itu kini semakin bergemuruh di seluruh Amerika: “Ya, kami bisa … berubah”. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="size-full wp-image-661 aligncenter" title="obama-isteri-dan-anak-anaknya" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-isteri-dan-anak-anaknya.jpg?w=378&#038;h=230" alt="obama-isteri-dan-anak-anaknya" width="378" height="230" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>Obama dan isterinya, Michelle, beserta kedua puterinya</em>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="size-full wp-image-662 aligncenter" title="obama-dan-keluarga-di-kenya" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-dan-keluarga-di-kenya.jpg?w=374&#038;h=303" alt="obama-dan-keluarga-di-kenya" width="374" height="303" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>Obama (berdiri nomor dua dari kiri) di tengah keluarga </em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>besarnya, di Kenya</em>. <em>Duduk nomor dua dari kanan, </em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>adalah neneknya dari pihak ayah</em>.<br />
</span></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="size-full wp-image-663 aligncenter" title="obama-dan-ayah-tiri-indonesia" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-dan-ayah-tiri-indonesia.jpg?w=375&#038;h=224" alt="obama-dan-ayah-tiri-indonesia" width="375" height="224" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>Obama yunior, bersama Ann Dunham (ibunya), </em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>Lolo Soetoro (ayah tirinya), dan Maya Soetoro, adiknya, </em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>ketika berada di Indonesia, sekitar tahun 1970</em>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="size-medium wp-image-664 aligncenter" title="obama-dan-sang-ayah" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-dan-sang-ayah.jpg?w=354&#038;h=366" alt="obama-dan-sang-ayah" width="354" height="366" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>Barack Hussein Obama Jr. bersama sang ayah, </em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>Barack Hussein Obama S</em>r.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="size-medium wp-image-665 aligncenter" title="obama-with-grandparents-sml" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-with-grandparents-sml.jpg?w=345&#038;h=255" alt="obama-with-grandparents-sml" width="345" height="255" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>Obama bersama kakek dan neneknya, </em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>Stanley dan Madelyn Dunham</em>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Mengapa mereka begitu yakin akan terjadi perubahan? Karena mereka percaya dan selalu konsisten pada sistem politik dan kenegaraan yang mereka sepakati. Sistem yang telah disusun para leluhurnya (<em>the founding fathers</em>) sejak dua abad silam. Sistem yang memungkinkan semua warga negara Amerika Serikat (apapun warna kulitnya dan dari mana pun asal-usulnya) dapat menggapai mimpinya (<em>American Dreams</em>). Dan, mimpi itu, mimpi seorang lelaki berkulit hitam untuk menjadi presiden di negeri yang dicintainya, menjadi kenyataan, seperti yang diungkapkan Barack Hussein Obama, dalam pidato pertamanya sebagai presiden terpilih:</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">“<em>If there is anyone out there who still doubts that America is a place where all things are possible, who still wonders if the dream of our founders is alive in our time, who still questions the power of our democracy, tonight is your answer …It’s been a long time coming … but tonight, because of what we did on this date in this election at this defining moment, change has come to America</em>.” (<a href="http://www.nytimes.com/2008/11/05/us/politics/05campaign.html?partner=rssnyt&amp;emc=rss" target="_blank">The New York Times</a>)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><img class="size-medium wp-image-654 aligncenter" title="NN_27obama2" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/barack-obama1.jpg?w=374&#038;h=352" alt="NN_27obama2" width="374" height="352" /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Lebih dari itu, adalah sikap <em>gentleman</em>, yang selalu ditunjukkan oleh para calon presiden AS, yang menang maupun yang kalah. Yang kalah, akan segera mengucapkan selamat dan menyatakan dukungannya kepada sang pemenang. Lantas sang pemenang pun akan meminta dukungan kepada rivalnya yang telah dikalahkan, untuk ikut membantu melancarkan program-program pemerintahannya. Setelah pemilihan presiden usai, semua warga kembali berbaur, menjadi bangsa Amerika. Tak lagi terlihat perbedaan antara orang Republik dan orang Demokrat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Itu pula yang dilakukan John McCain, kandidat presiden dari Partai Republik, sesaat setelah Obama, rivalnya, dinyatakan menang. Inilah beberapa cuplikan pidato Senator McCain dari Arizona, di Hotel Biltmore, Phoenix, seperti dikutip <a href="http://www.nytimes.com/2008/11/05/us/politics/05campaign.html?partner=rssnyt&amp;emc=rss" target="_blank">The New York Times</a>:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">“<em>This is a historic election, and I recognize the significance it has for African-Americans and for the special pride that must be theirs tonight … We both realize that we have come a long way from the injustices that once stained our nation’s reputation …. These are difficult times for our country, and I pledge him (</em>Obama<em>) tonight to do all in my power to help him lead us through the many callenges we face … I urge all Americans who supported me to join me in not just congratulating him (</em>Obama<em>), but offering our next president our goodwill and earnest effort to find ways to come together</em>.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Amerika Serikat yang seakan hampir pecah pada saat kampanye kedua kandidat berlangsung, sekonyong-konyong menyatu kembali. John McCain, yang dalam masa kampanye begitu sering menghujat dan mencela Obama, kini menyatakan dukungannya dan bersedia membantu Presiden Obama, yang sekarang menjadi presidennya. Dalam pidatonya itu, McCain juga tak lupa menyatakan belasungkawa atas wafatnya Madelyn Dunham, nenek Obama, sehari sebelum hari pemungutan suara, seraya menyayangkan bahwa sang nenek tidak sempat menyaksikan kemenangan cucunya. “<em>Senator Obama has achieved a great thing for himself, and for his country</em>,” ujar McCain.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="size-medium wp-image-666 aligncenter" title="mccain-and-obama-shaking-hands" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/mccain-and-obama-shaking-hands.jpg?w=373&#038;h=293" alt="mccain-and-obama-shaking-hands" width="373" height="293" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>Barack Hussein Obama dan John McCain</em>.<br />
</span></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Hal yang sama juga dilakukan Presiden George Walker Bush, yang kebijakan-kebijakannya selalu dihujat Obama selama berkampanye. Presiden AS yang kedudukannya segera akan digantikan Barack Hussein Obama, berharap presiden yang baru terpilih itu secepatnya datang ke Gedung Putih. Ia akan menyambut Presiden Obama dengan penuh kehangatan. Pun, sebaliknya, Obama tak lupa memuji McCain dalam pidato pertamanya sebagai presiden terpilih. Ia meminta McCain dan seluruh rakyat Amerika, membantunya mewujudkan janji-janjinya. Karena, kata Obama, ia tak mungkin melakukan perubahan sendirian.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Jiwa besar para negarawan Amerika inilah, yang patut dicatat dan dicontoh. Berani mengaku kalah, dan mampu mendahulukan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi dan kelompok. Sikap kenegarawanan yang berjiwa besar itu pulalah, yang ditunjukkan Hillary Rodham Clinton, ketika dirinya dikalahkan Barack Obama, dalam Konvensi Partai Demokrat. Perempuan perkasa ini spontan menyatakan dukungannya untuk Obama, dan bahkan kemudian ia bersama suaminya, Bill Clinton, ikut terjun menjadi juru kampanye untuk Obama.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><img class="size-medium wp-image-659 aligncenter" title="barack-hillary" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/barack-hillary.jpg?w=371&#038;h=258" alt="barack-hillary" width="371" height="258" /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>Barack Hussein Obama dan Hillary Rodham Clinton.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Bagaimana dengan Indonesia? Di negeri ini, sampai kini masih ada mantan presiden yang bahkan tidak mau bertegur sapa dengan presiden yang telah mengalahkannya dalam pemilihan presiden empat tahun lalu.  Ogah mengakui kekalahannya, enggan mengikuti acara-acara kenegaraan yang diselenggarakan presiden terpilih.  Di tataran partai politik (parpol) juga demikian. Masih ada mantan pemimpin parpol yang bersikap tidak bersahabat dengan pemimpin parpol yang menggantikannya. Urusan politik dan kenegaraan sering tak bisa dipisahkan dengan ranah pribadi. Kapankah para politisi dan negarawan Indonesia akan dewasa, agar rakyatnya juga ikut dewasa dalam berpolitik? Mungkinkah kita harus menunggu satu setengah abad lagi, hingga Republik Indonesia berusia dua abad,  seperti Amerika sekarang? </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><strong>Billy Soemawisastra</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>[Foto-foto diambil dari: <a href="http://www.nytimes.com/2008/11/05/us/politics/05campaign.html?partner=rssnyt&amp;emc=rss" target="_blank">www.nytimes.com</a>, <a href="http://graphics.boston.com/universal/site_graphics/blogs/bigpicture/ppotus_07_04/candidates1.jpg" target="_blank">graphic.boston.com</a></em>, <a href="http://www.gossiponthis.com/wp-content/uploads/2008/02/barack-hillary.jpg" target="_blank"><em>gossiphonthis.com</em></a><em>, </em><a href="http://blog.lehighvalleylive.com/today_impact/2008/11/large_BARACK-MICHELLE.JPG" target="_blank"><em>blog.lehighvalleylive.com</em></a><em>, </em><a href="http://obama-mccain.info/compare-obama-mccain-parents.php" target="_blank"><em>obama-mccain info</em></a><em>, </em><a href="http://countrycomestotownblog.blogspot.com/2008/04/obama-with-his-grandparents.html" target="_blank"><em>countrycomestotownblog.blogspot.com</em></a><em>, </em><a href="http://home.comcast.net/~milechai/tv/images/obama.jpg" target="_blank"><em>home.comcast.net</em></a><em>, </em><a href="http://images.chron.com/blogs/txpotomac/McCain%20and%20Obama%20shaking%20hands.jpg" target="_blank"><em>images.chron.com</em></a>] </span></span></p>
<br />Posted in Inspirasi, Politik, Prominensia Tagged: Amerika Serikat, Barack Hussein Obama, Hillary Rodham Clinton, John McCain, Pemilihan Presiden <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/651/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=651&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2008/11/07/kemenangan-obama-kemenangan-rakyat-amerika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/sorak-kemenangan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sorak-kemenangan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-isteri-dan-anak-anaknya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">obama-isteri-dan-anak-anaknya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-dan-keluarga-di-kenya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">obama-dan-keluarga-di-kenya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-dan-ayah-tiri-indonesia.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">obama-dan-ayah-tiri-indonesia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-dan-sang-ayah.jpg?w=290" medium="image">
			<media:title type="html">obama-dan-sang-ayah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-with-grandparents-sml.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">obama-with-grandparents-sml</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/barack-obama1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">NN_27obama2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/mccain-and-obama-shaking-hands.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mccain-and-obama-shaking-hands</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/barack-hillary.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">barack-hillary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>John L. Esposito, Pembela Islam yang Sesungguhnya</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/10/26/john-l-esposito-pembela-islam-yang-sesungguhnya/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2008/10/26/john-l-esposito-pembela-islam-yang-sesungguhnya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 13:30:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Prominensia]]></category>
		<category><![CDATA[Annemarie Schimmel]]></category>
		<category><![CDATA[Dalia Mogahed]]></category>
		<category><![CDATA[Gallup]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[John L. Esposito]]></category>
		<category><![CDATA[Karen Armstrong]]></category>
		<category><![CDATA[Katolik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=525</guid>
		<description><![CDATA[Umat Muslim di berbagai belahan dunia, biasanya memandang sinis para orientalis. Mereka dianggap mempelajari Islam hanya untuk membongkar dan mempublikasikan kelemahan-kelemahannya. Pandangan sinis itu tentunya sangat tidak tepat, bila ditujukan kepada John L. Esposito, karena ia merupakan orientalis yang sangat gigih membela Islam di hadapan masyarakat Barat. Dalam buku-buku yang ditulisnya, John L. Esposito selalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=525&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !mso]&gt;--><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Umat Muslim di berbagai belahan dunia, biasanya memandang sinis para orientalis. Mereka dianggap mempelajari Islam hanya untuk membongkar dan mempublikasikan kelemahan-kelemahannya. Pandangan sinis itu tentunya sangat tidak tepat, bila ditujukan kepada John L. Esposito, karena ia merupakan orientalis yang sangat gigih membela Islam di hadapan masyarakat Barat. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-601" title="esposito3" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/10/esposito3.jpg?w=235&#038;h=235" alt="" width="235" height="235" /><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Dalam buku-buku yang ditulisnya, John L. Esposito selalu menonjolkan kelebihan-kelebihan ajaran Islam, serta sikap hidup positif kaum Muslim. Ia, bersama beberapa orientalis lainnya, seperti Karen Armstrong dan Annemarie Schimmel yang juga sering tampil sebagai pembela Islam, tampaknya perlu mendapat ucapan terima kasih dari umat Muslim, lantaran berkat merekalah berbagai sisi positif Islam dikenal di dunia Barat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">John L. Esposito adalah Guru Besar untuk bidang Agama dan Hubungan Internasional, serta Guru Besar untuk bidang Studi Islam di Universitas Georgetown, Amerika Serikat. Ia juga merupakan <em>founding director</em> Prince Alwaleed bin Talal Center for Muslim-Christian Understanding di Walsh School of Foreign Service. Pernah menjabat sebagai presiden Middle East Studies Association of North America, dan American Council for the Study of Islamic Societies. Pun, konsultan bagi pemerintah berbagai negara dan perusahaan-perusahaan multinasional. Kini ia tinggal di Washington DC, bersama isterinya, Jeanette P. Esposito, Ph.D.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img class="alignright size-medium wp-image-603" title="esposito_large" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/10/esposito_large.jpg?w=300&#038;h=216" alt="" width="300" height="216" /><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Sejak awal 1980-an hingga sekarang, sedikitnya sudah 35 buku ia hasilkan. Jika dipukul-rata, </span></span><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">hampir setiap tahun John L. Esposito menulis buku. Dan, hampir semua buku yang ditulisnya merupakan buku-buku berisi pembelaan John mengenai ajaran Islam dan kaum Muslim, termasuk pembelaannya atas Muslim militan (yang sering juga disebut sebagai Muslim radikal). Selain buku <em>Who Speaks for Islam?</em>,<span> </span>yang ditulisnya bersama Dalia Mogahed, beberapa buku hasil karya John L. Esposito sudah pula diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, di antaranya buku <em>Islamic Threat: Myth or Reality</em>?, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi <em>Ancaman Islam: Mitos atau Realitas</em>?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Tetapi yang paling dikenal masyarakat Indonesia adalah hasil karyanya berupa <em>The Oxford Encyclopedia of the Modern Islamic World</em>, berisi informasi lengkap tentang Islam hingga abad 20. Edisi bahasa Inggris-nya terdiri atas empat jilid, dan edisi bahasa Indonesia-nya enam jilid. Untuk edisi bahasa Indonesia (terbitan Mizan), John L. Esposito secara khusus menambahkan 2.000 entri tokoh-tokoh Islam Indonesia, berikut kata pengantarnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">John L. Esposito sangat mengenal Indonesia, sebagai negara berpenduduk mayoritas Islam terbesar di dunia. Ia sering datang ke Indonesia untuk melakukan berbagai penelitian, bertemu tokoh-tokoh Islam Indonesia, menjadi pembicara pada berbagai seminar, atau untuk menghadiri peluncuran buku-bukunya yang diterbitkan dalam bahasa Indonesia. Termasuk, kedatangannya pada pertengahan tahun ini, untuk menghadiri peluncuran bukunya, <em>Saatnya Muslim Bicara</em>. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-605" title="wawancara-esposito1" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/10/wawancara-esposito1.jpg?w=475&#038;h=200" alt="" width="475" height="200" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong><span style="font-family:Georgia;">Katolik Pluralis dan Abu Thalib dari Barat</span></strong><span style="font-family:Georgia;">.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Dilahirkan pada 19 Mei 1940, di Brooklyn, New York, AS. Sebagaimana umumnya keturunan Italia, John dibesarkan di lingkungan keluarga penganut Katolik Roma yang taat. “Saya selalu ingat hari-hari saya berada di gereja sejak pukul enam pagi, dan sepanjang hari saya berada di sana sebagai pelajar dan ‘anak altar’,” ungkap John. Seperti itulah hari-hari yang dilewati John hingga ia beranjak dewasa. Berada di lingkungan gereja Katolik Amerika Serikat, dan tidak pernah mengenal dunia luar, apalagi mengenal Islam dan Timur Tengah. Pengetahuan yang ia peroleh selama itu, hanya pengetahuan yang bersifat domestik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><img class="alignleft size-full wp-image-606" title="esposito6" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/10/esposito6.jpg?w=100&#038;h=132" alt="" width="100" height="132" /></span><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Setelah lulus dari seminari, ia coba menjadi pengajar di <em>high school</em>, sampai akhirnya memutuskan mengambil kuliah di St. John’s College, dan memilih bidang studi teologi hingga mendapat gelar master. John belum merasa puas dengan tingkat pendidikan yang telah dilaluinya. Ia lalu bergabung dengan Temple University, untuk memperoleh gelar Ph.D. Bidang studi yang dipilihnya adalah Hinduisme dan Buddhisme, sambil mengambil kursus tentang Islam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Salah satu profesornya, Ismail R. Al-Faruqi, seorang pemikir Islam asal Palestina yang rajin mengajari John tentang pemahaman Islam, menganjurkannya untuk mengambil <em>summer fellowship</em> di Universitas Pennsylvania, guna mendalami bahasa Arab. John pun mengikuti anjuran guru besarnya. “Setelah beberapa minggu saya belajar bahasa Arab, saya pun mulai terkagum-kagum pada Islam,” ujarnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><img class="alignright size-full wp-image-607" title="esposito4" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/10/esposito4.jpg?w=107&#038;h=160" alt="" width="107" height="160" /></span><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Ketertarikannya pada Islam, membawanya ke Lebanon, guna semakin memperdalam Islam dan bahasa Arab di Pusat Studi Timur Tengah untuk kajian Arab, di Shemian, Lebanon. Sekembalinya ke Universitas Temple, ia berjuang keras untuk memperoleh gelar Doktor dalam bidang Studi Islam, dan selesai pada 1974. Perjuangan John L. Esposito untuk mendalami Islam tidak berhenti sampai di situ. Sambil mengajar di Universitas Georgetown, sebagai Guru Besar bidang Studi Islam dan Hubungan Internasional, John<span> </span>melakukan serangkaian penelitian di negara-negara berpenduduk mayoritas Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Hampir seluruh negara berpenduduk mayoritas Muslim, sudah dikunjunginya berkali-kali untuk melakukan penelitian. Berkawan akrab dengan masyarakat Muslim, baik yang moderat maupun yang radikal, dan bersahabat karib dengan tokoh-tokohnya. Islam tampaknya telah mendarah-daging dalam tubuh John L. Esposito, sehingga ia pun sering dikritik sebagai ilmuwan yang terlalu menaruh simpati dan tidak mengambil jarak pada Islam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Tetapi bagi umat Muslim, John L. Esposito, tampaknya layak dianggap pahlawan.  Beberapa tahun lalu, Islamic Society of North America, memberinya penghargaan istimewa atas jasa-jasanya menyebarkan pemahaman tentang Islam di dunia Barat, khususnya Amerika. Sayyid Syeed, sekjen organisasi tersebut, menyamakan John L. Esposito dengan Abu Thalib. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Abu Thalib adalah paman Nabi Muhammad SAW, yang mati-matian membela kemenakannya, dan ikut memperjuangkan tegaknya agama Islam di kota Mekah, hingga akhir hayatnya. Meskipun resiko yang dihadapinya adalah dikucilkan dari kalangan bangsawan Quraisy. Tetapi sang paman sendiri, tidak pernah memeluk Islam. Seperti itulah John L. Esposito. Ia tetap Katolik, tetapi ia menempatkan dirinya di garda depan sebagai Pembela Islam. Dialah Pembela Islam yang sesungguhnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#003366;"><strong><span style="font-family:Georgia;">Billy Soemawisastra</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#003366;"><strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><span style="color:#003366;"><em><span style="font-family:Georgia;">[Sumber tulisan: <a href="http://www9.georgetown.edu">www9.georgetown.edu</a>, <a href="http://www.campus-watch.org/">www.campus-watch.org</a>, <a href="http://www.washingtonpost.com/">www.washingtonpost.com</a>]</span></em></span><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<br />Posted in Agama, Inspirasi, Prominensia Tagged: Annemarie Schimmel, Dalia Mogahed, Gallup, Islam, John L. Esposito, Karen Armstrong, Katolik <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/525/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=525&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2008/10/26/john-l-esposito-pembela-islam-yang-sesungguhnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/10/esposito3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">esposito3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/10/esposito_large.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">esposito_large</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/10/wawancara-esposito1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wawancara-esposito1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/10/esposito6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">esposito6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/10/esposito4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">esposito4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memaafkan dan Mengampuni</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/09/30/memaafkan-dan-mengampuni/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2008/09/30/memaafkan-dan-mengampuni/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2008 07:35:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vincent Hakim Roosadhy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Eksplorasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengampunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=467</guid>
		<description><![CDATA[Beban hidup apakah yang paling berat, ketika manusia menjalani hidup bersama dengan sesamanya? Konon beban hidup terberat yang harus dipikul manusia adalah ketika harus memberikan “maaf” dan “ampun”. Terutama memaafkan dan mengampuni musuh atau orang yang telah membohongi, merugikan, menyakiti, menganiaya, melukai, dan menyengsarakan kita lahir batin. Seorang psikolog yang juga rohaniwan pertapa mengatakan pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=467&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Beban hidup apakah yang paling berat, ketika manusia menjalani hidup bersama dengan sesamanya? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Konon beban hidup terberat yang harus dipikul manusia adalah ketika harus memberikan “maaf” dan “ampun”. Terutama memaafkan dan mengampuni musuh atau orang yang telah membohongi, merugikan, menyakiti, menganiaya, melukai, dan menyengsarakan kita lahir batin.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Seorang psikolog yang juga rohaniwan pertapa mengatakan pada saya, bahwa beban hidup yang amat berat (nyaris tak tertanggungkan) akan dialami oleh orang yang tidak mampu memaafkan dan mengampuni kesalahan orang lain. Seorang yang mudah memaafkan kesalahan orang lain, biasanya ia juga akan mudah untuk meminta maaf jika melakukan kesalahan sekecil apa pun. Beban berat orang yang tidak mampu memberikan maaf dan pengampunan, akan menjadi beban jiwa. Beban jiwa yang berat akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Baik raga, mental, maupun pikiran. Sedikit demi sedikit, kesehatan fisik dan mental pun akan terganggu tergerogoti. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">“Jika kamu mampu meminta maaf, memberikan maaf, dan pengampunan secara tulus, maka hidup dan beban jiwamu akan ringan seringan kapas” katanya kala itu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Mengapa orang harus meminta dan memberikan maaf?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Atau mengapa orang harus meminta ampun dan memberikan pengampunan? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Memaafkan dan mengampuni, memiliki substansi makna yang kurang lebih sama. Keduanya sama-sama merupakan wujud ekspresi rohani manusia beradab ber-Ketuhanan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Meminta dan memberi maaf, mohon ampun dan memberikan pengampunan, adalah refleksi ungkapan kerendahan hati manusia beriman yang siap mengakui kelemahan diri di hadapan manusia dan SANG PENCIPTA. Di dalamnya terkandung keinginan tobat memperbaiki diri. Manusia pun menjadi putih bersih laksana terlahir kembali seperti sediakala sebagai CITRA YANG MAHAKUASA. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Kesadaran rohani inilah yang membedakan tingkat keimanan seseorang. Kesadaran spiritual ini seharusnya terus dipupuk dan dibangun setiap detik, setiap saat, setiap waktu, terus menerus dalam kehidupan sehari-hari. Hingga menjadi bagian tak terpisahkan dari diri. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Meminta maaf dan memberikan permaafan – juga meminta ampun dan memberikan pengampunan tanpa syarat, membutuhkan kecerdasan spiritual yang tinggi dan kesiapan mental luar biasa. Untuk meminta maaf, orang harus merelakan dirinya dalam posisi lebih rendah dari orang lain. Demikian pula ketika orang memberikan pengampunan. Ia dalam posisi amat berkuasa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Godaan amat besar ada pada posisi orang yang mempunyai kekuasaan besar dan posisi lebih tinggi. Tak semua orang mampu melaksanakannya! Kemampuan meminta dan memberikan maaf, dan juga pengampunan, merupakan simbol perwujudan keimanan kepada SANG HYANG PEMBERI HIDUP yang terdalam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Permaafan dan pengampunan sejati tidak membutuhkan syarat. Jadi tidak berlaku istilah: “Minta maaf saja tidak cukup!” atau “Ok. Kali ini saya maafkan tapi besok lagi tidak!”<span> </span>dan banyak lagi ungkapan pemberian maaf disertai dengan syarat-syarat dan kata-kata negasi. “Saya maafkan tetapi….”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Meminta maaf, memberikan maaf dan pengampunan adalah final tanpa syarat. Permaafan dan pengampunan mestinya selebar dan seluas samudera tanpa batas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong><span style="font-family:Georgia;">Dendam Seolah Menjadi Tren Hidup. </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Di lingkungan masyarakat kita, dendam seperti membudaya. Konflik sosial begitu mudahnya berkobar. Tawuran anak sekolah, mahasiswa, antarwarga desa, antarkelompok yang mengatas namakan agama. Ada juga pelayan dendam kepada majikan. Atau juragan enggan meminta maaf kepada pembantu. Istri memendam dendam kepada suami. Sampai-sampai ada istilah: cacian dibalas dengan makian, mata ganti mata, gigi ganti gigi, darah ganti darah, atau nyawa ganti nyawa. Suatu kebiasaan hidup gaya barbar, cerminan manusia tak berbudaya, tak beradab, dan tak ber-Tuhan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Ajaran antikekerasan dan prinsip ajaran welas asih berumur ribuan tahun lampau yang menyatakan bahwa jika kamu ditampar pipi kirimu, berikanlah juga pipi kananmu jadi terasa amat ekstrim mengada-ada. Mana mungkin itu dilakukan. <em>Hari gini, gitu loh</em>? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Tapi itulah welas asih yang penuh dengan bangunan keharmonisan hidup. Tindakan kekerasan yang dulu sering digambarkan sebagai jalan pedang hanya akan menimbulkan dendam dan kekerasan baru. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Tradisi saling maaf-memaafkan dan saling mengampuni diajarkan oleh semua agama dan ajaran-ajaran kebijaksanaan tentang hidup modern yang berkeadaban. Tidak ada kata terlambat untuk meminta maaf, memberikan maaf, mohon ampun, dan memberikan pengampunan.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Sudahkah Anda meminta maaf, memberikan maaf, dan memberikan pengampunan pada musuh Anda sekarang? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Mohon maaf jika ada kesalahan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong><span style="font-family:Georgia;">Vincent Hakim Roosadhy</span></strong></span></p>
<br />Posted in Eksplorasi Diri, Inspirasi, Refleksi Tagged: Pengampunan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/467/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=467&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2008/09/30/memaafkan-dan-mengampuni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/078822361b892becb2cfc31426075a38?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Vincent Hakim Roosadhy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memberi dan Menerima</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/09/30/memberi-dan-menerima/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2008/09/30/memberi-dan-menerima/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2008 07:16:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vincent Hakim Roosadhy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Eksplorasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Al Jarreau]]></category>
		<category><![CDATA[Buddha]]></category>
		<category><![CDATA[George Benson]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Jazz]]></category>
		<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[Siddharta Gautama]]></category>
		<category><![CDATA[Zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=462</guid>
		<description><![CDATA[Kebaikan tak selamanya menghasilkan buah yang manis. Keluarga Haji Syaikon, sang saudagar kaya di Pasuruan, Jawa Timur,  tentu tidak pernah membayangkan bahwa tujuan mulianya membagikan zakat kepada fakir miskin, berbuntut petaka kematian. Tidak tanggung-tanggung, 21 nyawa melayang sekaligus, akibat terinjak-injak dan kehabisan oksigen, karena berdesak-desakan di antara ribuan orang yang juga ingin mendapatkan zakat. Tewasnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=462&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Kebaikan tak selamanya menghasilkan buah yang manis. Keluarga Haji Syaikon, sang saudagar kaya di Pasuruan, Jawa Timur,  tentu tidak pernah membayangkan bahwa tujuan mulianya membagikan zakat kepada fakir miskin, berbuntut petaka kematian. Tidak tanggung-tanggung, 21 nyawa melayang sekaligus, akibat terinjak-injak dan kehabisan oksigen, karena berdesak-desakan di antara ribuan orang yang juga ingin mendapatkan zakat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Tewasnya 21 orang yang mengantri demi mendapatkan zakat 20 ribu rupiah amat menyentak dan menusuk nurani saya. Kenyataan, orang miskin masih amat banyak di (negeri ini) sekitar kita. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Ketika orang-orang pintar, para pejabat publik dan politik, pakar statistik dan lain sebagainya berdebat soal apa itu kemiskinan, tentang jumlah orang miskin, dan masalah kriteria orang miskin-kemiskinan, sejatinya kaum miskin tidak peduli! Orang miskin lebih peduli memikirkan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Juga ketika para calon presiden yang gencar berkampanye dan presiden yang sedang berkuasa “ribut” soal jumlah orang miskin dan kriteria orang miskin. Orang-orang miskin tetap saja <em>nggak</em> mau tahu! Orang miskin lebih peduli memikirkan bagaimana hari ini bisa membeli sembako murah, beli minyak tanah murah, dan bisa membayar sekolah anak-anak (syukur-syukur sekolah gratis). Biaya pendidikan sekarang sudah <em>nggak </em>masuk akal! <em>Nggak</em> usah yang sekolah unggulan, sekolah standar saja mahal – <em>duit lagi, duit lagi. </em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Jangan dikira wong cilik bisa terus menerus dibodohi! Meski masih banyak juga yang bodoh dan mudah dibodohi (kebanyakan karena tuntutan kondisi). Orang miskin yang “normal” akan malu jika harus mengemis, meminta, mengantri bantuan pada orang lain. Bahkan untuk sekadar meminjam uang pun, rasanya malu. Tapi kondisi yang benar-benar miskin sering memaksa orang harus melakukan sesuatu (agak mengabaikan perasaan malu). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Kini sebagian kaum miskin sudah mulai sadar politik, dan sadar informasi. Maka mereka tahu, bahwa golongan “wong kere” – wong cilik hanya dijadikan objek massa politik atau sasaran untuk mendongkrak popularitas diri orang berkuasa dan berduit agar dipandang orang lain. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Memberi dan menerima. Apa itu? Saya teringat kata-kata bijak yang telah berumur ribuan tahun, tapi masih sangat relevan untuk masa kini (terlebih di masa Ramadhan ini): “Jika engkau memberikan sesuatu kepada orang lain (dengan tangan kananmu), jangan sampai tangan kirimu tahu. Biarkan Yang Maha Kuasa saja yang layak mengetahuinya”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Memberi memiliki dimensi personal, sosial, dan spiritual (vertikal-horisontal). Seorang pemberi sejati memberikan sesuatu kepada orang lain berdasarkan rasa belas kasihan dan penuh keikhlasan. Seorang pemberi sejati memberikan sesuatu kepada orang lain karena tuntutan dari dalam diri, bahwa ia memang harus memberi. Tindakan memberi bagi manusia pemberi sejati, adalah refleksi keimanan pada SANG PENCIPTA yang juga adalah SANG PEMBERI SEJATI tanpa pamrih.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;"> Jadi tak ada motivasi secuil pun bagi seorang pemberi sejati, bahwa tindakannya itu agar mendapatkan balasan, imbalan, dilihat orang, atau pujian orang. Maka janganlah heran, jika ada seorang pemberi sejati harus bersusah payah agar bisa memberikan dirinya kepada orang lain tanpa pamrih. Bahkan kadang harus melawan arus, dibenci orang, dan kadang berhadapan dengan maut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Ada kepuasan batin yang mendalam bagi seorang pemberi sejati, ketika ia bisa memberikan sesuatu bagi orang lain yang membutuhkan. Inilah perwujudan aktualisasi diri seorang pemberi sejati. Bagi seorang pemberi sejati, ketika ia memberikan sesuatu sebenarnya ia pun telah menerima sesuatu. Manusia pemberi sejati memiliki tingkat spiritual lebih tinggi dari pada manusia penerima. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Bagaimana dengan manusia penerima? Seorang penerima memiliki tanggung jawab untuk berterima kasih dan bersyukur. Berterima kasih dan bersyukur itu tidak mudah. Tak banyak orang yang bisa berterima kasih dan bersyukur dengan tulus dan bertanggung jawab. Kita tahu, banyak orang terlibat korupsi. Kita tahu, banyak orang penting yang dulu bukan siapa-siapa tapi sekarang berlagak jadi penguasa tanpa tanding. Kita tahu banyak orang suka mengeluh hidupnya susah, padahal banyak orang lain yang hidupnya jauh lebih susah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Seorang penerima pada saatnya nanti harus pula menjadi manusia pemberi sejati. Salah satu contoh manusia penerima yang kemudian menjadi sang pemberi sejati adalah tokoh spiritual dunia Siddharta Gautama. Setelah menerima pencerahan dari Yang MahaKuasa, Sidharta Gautama pun menjadi manusia Buddha (Yang Tercerahkan) dan memberikan diri sepenuhnya bagi orang lain. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Eyangnya musik jazz yang baru saja manggung duet dengan George Benson di Jakarta (14/9/08) Al Jarreau berujar, “Jika kamu memberikan apa pun yang kamu miliki (sesuai dengan profesi dan keahlian masing-masing) secara tulus dan total, maka kamu akan menerima kebahagiaan.&#8221; Al Jarreau dan George Benson telah puluhan kali menerima berbagai penghargaan bergengsi di bidang musik jazz, pop-soul R&amp;B dan kemarin mereka memberikan hiburan dan kebahagiaan bagi para penggemar jazz.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;">Jadi sudahkah kita menjadi seorang pemberi sejati hari ini?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;color:#003366;"><strong>Vincent Hakim Roosadhy</strong> </span></p>
<br />Posted in Eksplorasi Diri, Inspirasi, Refleksi Tagged: Al Jarreau, Buddha, George Benson, Jawa Timur, Jazz, Pasuruan, Siddharta Gautama, Zakat <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/462/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=462&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2008/09/30/memberi-dan-menerima/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/078822361b892becb2cfc31426075a38?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Vincent Hakim Roosadhy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengingat Kematian di Hari Ulang Tahun</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/09/02/mengingat-kematian-di-hari-ulang-tahun/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2008/09/02/mengingat-kematian-di-hari-ulang-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 05:35:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Eksplorasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Prominensia]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Heidegger]]></category>
		<category><![CDATA[IJABI]]></category>
		<category><![CDATA[Jalaluddin Rakhmat]]></category>
		<category><![CDATA[Kematian]]></category>
		<category><![CDATA[Mustadh'afin]]></category>
		<category><![CDATA[Shalawat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=346</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah acara perayaan ulang tahun yang cukup unik baru saja berlangsung. Perayaan itu terjadi pada hari Jum&#8217;at dinihari, 29 Agustus 2008, pukul nol-nol lewat sekian menit, di sebuah pelataran vila di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Yang merayakannya adalah seorang ulama modern pejuang pluralisme, pembela hak-hak kaum tertindas dan minoritas, pencinta kaum papa alias para mustadh&#8217;afin. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=346&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sebuah acara perayaan ulang tahun yang cukup unik baru saja berlangsung. Perayaan itu terjadi pada hari Jum&#8217;at dinihari, 29 Agustus 2008, pukul nol-nol lewat sekian menit, di sebuah pelataran vila di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Yang merayakannya adalah seorang ulama modern pejuang pluralisme, pembela hak-hak kaum tertindas dan minoritas, pencinta kaum papa alias para mustadh&#8217;afin.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dia juga seorang ilmuwan, yang memiliki kompetensi tinggi di bidang ilmu komunikasi dan psikologi. Pengajar di berbagai perguruan tinggi terkemuka, dan pimpinan sekaligus pemilik sekolah untuk orang-orang miskin yang berlokasi di Bandung Jawa Barat. Ulama itu adalah K.H. Prof. DR. Jalaluddin Rakhmat, yang dilahirkan di Bandung, Jawa Barat, 29 Agustus 1949.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><a href="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/09/kh-prof-dr-jalaluddin-rahmat.jpg"><img class="size-medium wp-image-352 aligncenter" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/09/kh-prof-dr-jalaluddin-rahmat.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em><span style="text-decoration:underline;">KH. Prof. DR. Jalaluddin Rakhmat</span></em>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Di tengah dinginnya udara pegunungan yang nyaris &#8220;menusuk tulang&#8221;, Kang Jalal (demikian ia akrab dipanggil) memperoleh ucapan selamat dari para muridnya yang berdatangan dari berbagai daerah di seluruh Indonesia (termasuk beberapa orang Kiyai). Kebetulan atau tidak kebetulan, di tempat itu juga sedang berlangsung <em>in house training</em> untuk para pengurus IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Ucapan selamat serta hadiah ulang tahun yang diberikan para muridnya, cukup beragam. Ada yang memberikan hadiah berupa pembacaan puisi yang ditulisnya sendiri. Ada yang melantunkan nyanyian gubahan Kang jalal, tanpa musik (namun bukan berarti antimusik, melainkan lantaran panitia, agaknya,  lupa mempersiapkan alat musik). Ada juga yang memberikan hadiah berupa jas berbahan tenun ikat tradisional (yang langsung dikenakan Kang Jalal). Tetapi yang terbanyak adalah yang tidak memberikan hadiah apapun, kecuali sekedar ucapan selamat. Salah satu di antaranya, saya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><a href="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/09/membagikan-kue-ulang-tahun.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-353" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/09/membagikan-kue-ulang-tahun.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="text-decoration:underline;"><em>Setelah memotong kue ulang tahun</em></span>.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><a href="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/09/mendapat-ucapan-selamat-dari-salah-seorang-kiyai-madura.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-354" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/09/mendapat-ucapan-selamat-dari-salah-seorang-kiyai-madura.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="text-decoration:underline;"><em>Mendapat ucapan selamat dari sobat seperjuangan</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Lalu shalawat pun dilantunkan oleh hadirin, dengan suara rendah, penuh khidmat dan rasa hormat. Shalawat bagi pimpinan umat, Rasulullah Muhammad SAWW. <em>Allahumma shalli &#8216;alaa Muhammad, wa-aali  Muhammad</em> (Ya Allah, limpahkanlah shalawat bagi Muhammad, dan keluarga Muhammad). Dan, beberapa saat menjelang acara tiupan lilin dan pemotongan kue ulang tahun, hadirin menyanyikan lagu <em>Happy Birthday</em>, bersama-sama.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Acara belum berakhir sampai di situ, karena masih ada ceramah atau renungan ulang tahun, yang disampaikan sang empunya hajat, K.H. Jalaluddin Rakhmat. Ceramahnya adalah tentang makna kematian, dan tentang bagaimana kita menghadapi dan mempersiapkan kematian. Ulang tahun, menurut Kang jalal, sebenarnya merupakan pertanda bahwa kita semakin mendekati kematian. Karena usia kita, hakikatnya, semakin berkurang, bukan bertambah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kematian adalah sesuatu yang sangat pasti akan ditemui makhluk hidup, sebagai bagian dari kehidupannya. Itu sebabnya, kata Kang Jalal, manusia sebagai makhluk hidup harus senantiasa mengingat kematian. Dengan mengingat kematian, kita semakin menghormati kehidupan. Kalimat terakhir itu dikutipnya dari ucapan salah seorang filsuf eksistensialis Jerman, Martin Heidegger.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><a href="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/09/berceramah-ttg-kematian.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-355" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/09/berceramah-ttg-kematian.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="text-decoration:underline;"><em>Berceramah tentang makna kematian</em></span>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><a href="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/09/re-exposure-of-ceramah.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-361" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/09/re-exposure-of-ceramah.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="text-decoration:underline;"><em>Mengutip Martin Heidegger</em></span>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Jalaluddin Rakhmat, yang pernah menulis buku: <em>Memaknai Kematian</em> (terbitan: Pustaka Iman), lalu melanjutkan bahwa lantaran kematian itu sesuatu yang pasti, kita tidak hanya dituntut mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Tetapi juga, kalau bisa, memilih cara kematian itu terjadi. Cara kematian yang terhormat, punya makna bagi kehidupan orang lain. Bukan kematian yang sia-sia dan tidak bermakna, seperti kematian seorang pengecut. &#8220;Berani menghadapi kematian, sama artinya dengan berani menantang kehidupan,&#8221; ujar Kang Jalal.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Puasa sebagai Latihan Memaknai Kematian.</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kang Jalal tak lupa mengaitkan makna kematian dengan ibadah puasa Ramadhan, karena ulang tahunnya kali ini hanya selang beberapa hari menjelang Ramadhan. Ibadah puasa, menurut Kiyai Pluralis ini, bisa menjadi sarana untuk mengingat kematian, baik kematian kita sendiri maupun kematian orang lain.</span></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Pengalaman menahan lapar dan dahaga selama beribadah puasa, akan mengingatkan kita betapa menderitanya orang-orang yang kelaparan di sekitar kita. Di antara para penderita kelaparan itu, tak sedikit yang akhirnya menemui kematian, lantaran lapar yang tak tertahankan. Dengan demikian,  kita semakin menyadari betapa berharganya kehidupan yang sedang kita jalani. Kita pun lalu tergerak untuk menolong orang-orang lapar, fakir-miskin, anak-anak yatim, para mustadh&#8217;afin. Menolong mereka dari kematian yang sia-sia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">K.H. Jalaluddin Rakhmat, yang sebagian besar kesibukannya dibaktikan untuk mendampingi kaum mustadh&#8217;afin itu, mengajak hadirin yang ikut merayakan ulang-tahunnya, agar mengisi bulan Ramadhan dengan menolong fakir-miskin dan anak yatim. Meskipun hanya sekedar memberi mereka makan, membebaskan mereka dari kelaparan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><a href="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/09/bersama-seorang-kiyai-dari-jawa-timur1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-358" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/09/bersama-seorang-kiyai-dari-jawa-timur1.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="text-decoration:underline;"><em>Bersama seorang kiyai dari Jawa Timur</em></span>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Acara ulang tahun Kang Jalal ke-59 itu, kemudian diakhiri dengan membagi-bagi kue ulang tahun kepada seluruh hadirin. Tanpa terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 3:00 menjelang subuh. Udara dingin semakin merasuk tulang. Untungnya ada kambing guling yang bisa sedikit menghangatkan tubuh, yang disantap hadirin sambil mengitari seonggok api unggun.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Selamat ulang tahun, Kang Jalal. Semoga panjang usia dan sehat senantiasa. Umat masih membutuhkan Anda. Semoga tahun depan dan tahun depannya lagi kita masih bisa merayakan ulang tahun Anda bersama-sama. Seraya mempersiapkan hari-hari kematian kita. Seraya menjalani proses penyucian dosa, dengan menolong kaum papa yang tak punya daya. Semoga.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Billy Soemawisastra</strong></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jagatalit.wordpress.com/346/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jagatalit.wordpress.com/346/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/346/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&blog=2185836&post=346&subd=jagatalit&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2008/09/02/mengingat-kematian-di-hari-ulang-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/09/kh-prof-dr-jalaluddin-rahmat.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/09/membagikan-kue-ulang-tahun.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/09/mendapat-ucapan-selamat-dari-salah-seorang-kiyai-madura.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/09/berceramah-ttg-kematian.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/09/re-exposure-of-ceramah.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/09/bersama-seorang-kiyai-dari-jawa-timur1.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>