<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jagat Alit &#187; Politik</title>
	<atom:link href="http://jagatalit.com/category/politik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jagatalit.com</link>
	<description>Menyemai Gagasan, Mensyukuri Nikmat Tuhan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 02:27:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jagatalit.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/5b9d7a5193b11aa3dcc0a9dd2fd8c982?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Jagat Alit &#187; Politik</title>
		<link>http://jagatalit.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jagatalit.com/osd.xml" title="Jagat Alit" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jagatalit.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hai Rakyat,  Gunakan Hak Revolusionermu</title>
		<link>http://jagatalit.com/2010/08/05/hai-rakyat-gunakan-hak-revolusionermu/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2010/08/05/hai-rakyat-gunakan-hak-revolusionermu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Aug 2010 10:56:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arthur John Horoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi]]></category>
		<category><![CDATA[Revolusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.com/?p=1324</guid>
		<description><![CDATA[“Negeri ini dan segala institusinya adalah milik rakyat yang menghuninya. Manakala jenuh dan muak terhadap pemerintah, mereka dapat menggunakan hak konstitusionalnya untuk mengubah atau hak revolusionernya untuk meruntuhkannya.” Ungkapan paten dari Abraham Lincoln 150 tahun silam dalam pidato pertamanya sebagai &#8230; <a href="http://jagatalit.com/2010/08/05/hai-rakyat-gunakan-hak-revolusionermu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=1324&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">“Negeri ini dan segala institusinya adalah milik rakyat yang menghuninya. Manakala jenuh dan muak terhadap pemerintah, mereka dapat menggunakan hak konstitusionalnya untuk mengubah atau hak revolusionernya untuk meruntuhkannya.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Ungkapan paten dari Abraham Lincoln 150 tahun silam dalam pidato pertamanya sebagai Presiden Amerika Serikat itu, dikutip Indera Nababan sebagai contoh bagaimana hubungan rakyat dengan pemerintah. Karena hampir seluruh aspek kehidupan rakyat di negeri ini carut-marut akibat semua institusi yang ada telah gagal melakukan tugas yang diembannya, rakyat perlu bertindak berdasarkan hak revolusionernya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Revolusi Rakyat. Itulah topik bahasan yang dikemukakan Indera Nababan dari PMK HKBP Jakarta, dalam kegiatan Urban Community Leadership Formation Training Programme, yang diselenggarakan oleh INDEMO dan PMK HKBP Jakarta, 24 – 28 Mei 2010 di Vila Baladegana, Bogor. Partisipan pelatihan adalah 23 orang pemimpin kelompok-kelompok aksi mahasiswa Jakarta, pemimpin serikat buruh, serta pergerakan kaum “cacat”. Ada beberapa mantan aktivis gerakan reformasi tahun 1998. Tujuan kegiatan, berefleksi atas 12 tahun perjalanan reformasi dan bagaimana upaya memperkuat rakyat untuk melakukan perubahan yang cepat dan mendasar, agar sesuai dengan cita-cita dan harapan rakyat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Bagi Indera, situasi Indonesia hari ini benar-benar sudah amburadul.  Perubahan lewat “demokrasi prosedural” yang dianut selama 12 tahun di bawah bendera “reformasi” sudah tidak menjanjikan. Nyaris tak ada lagi yang dapat dibanggakan di republik ini. Mana bisa di negeri yang memiliki tanah yang begini luas, jutaan petani justeru tak bertanah, karena pemerintah tak pernah tegas menjalankan reforma agraria. Korupsi merajalela, hutan lindung dijual ke orang asing, jutaan orang jadi buruh dengan upah murah atau jadi budak di negeri seberang. “Kalau republik ini mau selamat, dapat disejajarkan dengan bangsa yang bermartabat, dibutuhkan sebuah perubahan cepat di segala bidang kehidupan bernegara. Perubahan cepat itu namanya revolusi,” tegas Indera Nababan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Ada partisipan bertanya, “Aktivis-aktivis selalu mendengungkan revolusi. Persoalannya ketika perubahan terjadi, teman-teman aktivis justeru tidak siap.  Pola apa yang harus dipakai?”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><a rel="attachment wp-att-1329" href="http://jagatalit.com/2010/08/05/hai-rakyat-gunakan-hak-revolusionermu/arthur2-2/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1329" title="Menggerakkan Rakyat" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2010/08/arthur2.jpg?w=300&#038;h=218" alt="" width="300" height="218" /></a></span><span style="color:#003366;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">“Tanpa partisipasi rakyat, tak ada guna jadi aktivis,” sergah Indera. Pola apa yang harus dipakai teman-teman, lanjutnya, akan Anda temukan di lapangan. Yang penting ada kesatuan visi dan misi. Ia memberi contoh, karena kekuatan buruh terkotak-kotak, padahal isunya sama, maka kaum buruh tetap tak bisa sejahtera. Karena itu, katanya lagi, membangun kesadaran rakyat adalah kerja yang maha penting. “Tanpa rakyat, kita tidak bisa apa-apa,” tegasnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Pembicara lain dalam pelatihan itu adalah Edicio dela Torre, mantan pastor dan mantan pemberontak dari Filipina. Dia bicara tentang Globalisasi, Neoliberalisme dan Negara Bangsa. Persoalan dunia sekarang, tutur Ed (sapaan akrabnya), adalah penggiringan keuangan dan ekonomi yang menguntungkan negara kaya. Dua pertiga dari populasi masyarakat di negara kaya (utara) menikmati keuntungan dari globalisasi ekonomi ini, dibandingkan dengan hanya sepertiga populasi negara selatan yang menikmatinya. Tantangan di Filipina dan Indonesia tentang dampak globalisasi adalah  pengaruh global terhadap pemerintahan. Pemerintah di negara-negara ini sudah tunduk tak berdaya menghadapi neoliberalisme alias tekanan pasar bebas.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Karena itu, urai Ed lebih lanjut, kita tak mungkin mengatasi situasi ini secara sendiri-sendiri. Rakyat harus terorganisasikan di tingkat lokal, beraliansi secara nasional dan berjaringan secara internasional. Kekuatan rakyat adalah kunci, namun bermain di pentas lokal tak cukup. Harus ada sekutu secara nasional dan didukung jaringan internasional. Untuk itu rakyat perlu memanfaatkan keuntungan dari teknologi informasi dan komunikasi. Inilah peran penting kaum muda tertidik di era globalisasi: memampukan organisasi-organisasi rakyat memanfaatkan perkembangan teknologi dak komunikasi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Ada isu yang sama antara Indonesia dan Filipina terhadap globalisasi menurut Ed, yakni pemerintah negara kita tidak berpihak kepada rakyat. Ini justeru ancaman sekaligus peluang. Kita harus mengelola tujuan perjuangan kita. Karena itu, kata Ed: “Teman-teman harus berjuang dan jangan membuang banyak energi untuk persoalan-persoalan  sepele. Kita harus punya banyak tenaga untuk berjuang secara berkesinambungan. Cita-cita kita tentang negara sejahtera adalah menimbun jurang antara si kaya dan si miskin. Untuk perlu mengakumulasi setiap kekuatan. Globalisasi akan membuat jurang yang lebar dan dalam, akan disambut oleh gerakan protes rakyat, dan kita perlu munculnya pemimpin-pemimpin baru. Karena itu pelatihan seperti ini sangat penting. Ketika momentum datang, kita siap untuk mengambil alih.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Di samping kedua pembicara senior, hadir juga dalam diskusi-diskusi, Beator Suryadi, Ray Rangkuti dan Eggi Sujana. Ray memaparkan topik Dialektika Demokrasi. Apa yang terjadi di negeri ini sekarang, ungkap   Ray, adalah kekacauan politik dan kesemrawutan. Ini karena orang mengukur demokrasi hanya secara teknis, prosedural dan menafikan substansi. Akibatnya yang paling mengerikan adalah perselingkuhan atawa kartel politik. Adapun fasilitator pelatihan adalah Amir Daulay dari INDEMO dan Henry Darungo dari PMK HKBP. Henry membagi pengalamannya ikhwal kiat-kiat membangun dan memperkuat organisasi rakyat, sedangkan Bung Amir menekankan pentingnya ketrampilan bicara di depan umum (<em>public speaking</em>) dan pemanfaatan media dalam perjuangan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dan inilah syair  yang muncul dalam pelatihan:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#003366;">Acungkan tinju kita</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#003366;">Satu cita</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#003366;">Memperkuat pergerakan rakyat</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#003366;">Kokoh,  berdaulat</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#003366;">Rapatkan barisan</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#003366;">Dengan satu tekad bulat</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#003366;">Jalan revolusi rakyat</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#003366;">Menegakkan keadilan</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#003366;">Merdeka!</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Arthur John Horoni</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#003366;"><br />
</span></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/1324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/1324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/1324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/1324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/1324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/1324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/1324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/1324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/1324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/1324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/1324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/1324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/1324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/1324/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=1324&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2010/08/05/hai-rakyat-gunakan-hak-revolusionermu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e8b14fc3737f265bc1958d40bb615cb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arthur J. Horoni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2010/08/arthur2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Menggerakkan Rakyat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Perkebunan Kolonial ke Perkebunan Rakyat</title>
		<link>http://jagatalit.com/2010/03/05/dari-perkebunan-kolonial-ke-perkebunan-rakyat/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2010/03/05/dari-perkebunan-kolonial-ke-perkebunan-rakyat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 05:46:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arthur John Horoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Agraria]]></category>
		<category><![CDATA[Kolonial]]></category>
		<category><![CDATA[Perkebunan]]></category>
		<category><![CDATA[PMK-HKBP]]></category>
		<category><![CDATA[Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.com/?p=1302</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar 20 kelompok petani di Sumatera Utara, antara lain Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia (BPRPI), Forum Tani Sejahtera Indonesia (FUTASI), Perjuangan Petani Asahan (PETA), Politik Rakyat Miskin (PRM), Kelompok Tani Bandar Rejo (KTBR), Kelompok Tani Labuhan Batu Utara (Labura), Kelompok &#8230; <a href="http://jagatalit.com/2010/03/05/dari-perkebunan-kolonial-ke-perkebunan-rakyat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=1302&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#003366;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sekitar 20 kelompok petani di Sumatera Utara, antara lain Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia (BPRPI), Forum Tani Sejahtera Indonesia (FUTASI), Perjuangan Petani Asahan (PETA), Politik Rakyat Miskin (PRM), Kelompok Tani Bandar Rejo (KTBR), Kelompok Tani Labuhan Batu Utara (Labura), Kelompok Tani Dolok Sagala, Kelompok Tani Paya Bagas Sergei, Serikat Tani Nasional Sumut (STN), Kelompok Tani Pandumaan Humbahas, membentuk  Forum Reforma Agraria (FRA), Kamis 14 Januari 2010 di Aula Senat Universitas Darma Agung, Medan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><a rel="attachment wp-att-1303" href="http://jagatalit.com/2010/03/05/dari-perkebunan-kolonial-ke-perkebunan-rakyat/arthur1/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1303" title="Dari Perkebunan Kolonial ke Perkebunan Rakyat (1)" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2010/03/arthur1.jpg?w=300&#038;h=206" alt="" width="300" height="206" /></a></span><span style="color:#003366;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">FRA bermaksud menyatukan perjuangan kelompok-kelompok tani untuk memenangkan sengketa tanah yang mereka hadapi. Sengketa tanah itu terjadi antara lain di Kabupaten Langkat, Deliserdang, Serdang Bedagei, Simalungun, Kota Pematangsiantar, Kabupaten Asahan, Kabupaten Labuhan Batu, dan Kabupaten Labuhan Batu Utara.  Rakyat berhadapan dengan perkebunan milik swasta maupun BUMN.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Forum ini merupakan tindak lanjut seusai seminar sehari “Reforma Agraria &amp; Kedaulatan Pangan” yang diikuti sekitar 130 orang petani dan diselenggarakan oleh PMK HKBP Jakarta, CPE Medan, FUTASI Pematangsiantar bekerjasama dengan Universitas Darma Agung (UDA) Medan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dalam seminar ini 3 pembicara telah tampil yakni Idham Arsyad, Sekretaris Jendral Konsorsium Pembaruan Agraria, Agustiana, Sekjen Serikat Petani Pasundan dan anggota Dewan Nasional KPA, serta Marihot Gultom, Ketua FUTASI. Idham Arsyad menekankan perjuangan menggulirkan pembaharuan agrarian adalah perjuangan rakyat untuk menguasai alat produksi pertanian sehingga mampu mengubah kebijakan yang tidak pro rakyat. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Menurut dia, kebijakan-kebijakan pro rakyat akan semakin banyak diterbitkan oleh Kabinet Indonesia Bersatu II, antara lain menyangkut penguasaan lahan untuk kepentingan umum yang akan merugikan petani. Kebijakan-kebijakan itu akan lebih memihak pengusaha-pengusaha perkebunan swasta maupun BUMN. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Untuk itu rakyat harus menduduki tanah, memperkuat organisasi rakyat, melakukan perlawanan terus menerus. KPA akan membantu memfasilitasi organisasi-organisasi rakyat dalam melakukan advokasi untuk memenangkan sengketa pertanahan. Namun rakyat yang terorganisasikan yang mampu memperjuangkan cita-citanya. Kalau perlu jangan menggunakan jalur hukum karena rakyat akan selalu kalah. Tujuan utama dari pembaruan agrarian adalah agar wajah perkebunan kita berubah 180 derajat: dari perkebunan kolonial ke perkebunan rakyat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Reforma agraria, menurut Agustiana adalah perjuangan kaum tani yang bertujuan meningkatkan harkat derajat kehidupan dan penghidupan rakyat tani Indonesia pedesaan untuk bersama-sama dengan sektor lain untuk membangun masyarakat yang berkeadilan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Tanah menjadi sumber dan sebagai tiang untuk kehidupan dan penghidupan untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat terutama yang sebagian besar tinggal di kampung-kampung, namun yang terjadi sampai hari ini keberpihakan Negara masih jauh dari harapan petani penggarap untuk memperoleh keadilan yang merata. Tujuan pembaruan agrarian adalah untuk membangun susunan masyarakat  yang lebih adil dan memberikan manfaat yang nyata dan menjadikan reforma agraria kebijakan sosial (pemerataan) dan bukan kebijakan ekonomi (produksi).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Seiring dengan itu, Marihot Gultom berujar, apa yang disampaikan Idham Arsyad dan Agustiana hanya akan menjadi wacana yang menggetarkan hati tapi tidak ada hasilnya kalau petani tidak bersatu untuk berjuang bersama-sama. Tidak ada pilihan lain, konsolidasi organisasi petani yang berdaulat dan demokratis,  membentuk jaringan, baik di daerah, secara nasional kalau perlu secara internasional, dan terus menerus melakukan perlawanan terhadap perkebunan yang selalu merugi. Duduki lahan, tanami dan pertahankan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Aksi Petani Tak Bertanah 2010</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Pada 14 Februari 2010, jaringan Forum Reforma Agraria (FRA) melanjutkan melakukan pertemuan bulanan sebagai hasil dari pertemuan 14 Januari 2010. Pertemuan diselenggarakan di Markas Besar BPRPI di  Kampung Secanggang,  Stabat,  Kabupaten Langkat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Di tempat ini salah satu kelompok tani dari BPRPI sejumlah <span style="text-decoration:underline;">+</span> 100 KK menguasai 125 ha tanah eks perkebunan PTP. Hadir dalam pertemuan jaringan yang berlangsung di Aula Petani bertingkat dua (Rumah Panggung Melayu) sekitar lebih 100 orang petani tak bertanah laki-laki dan perempuan dari beberapa daerah di Sumatera Utara antara lain, Kabupaten Langkat, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Labuhan Batu Utara dan Kota Pematangsiantar. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Mereka merencanakan aksi-aksi yang dapat dilakukan oleh petani tak bertanah secara sendirian maupun berjaringan dengan masyarakat sipil lainnya seperti masyarakat adat, nelayan pesisir pantai dan buruh sepanjang tahun 2010.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Aksi-aksi itu antara lain, pada 17 Maret 2010 petani tak bertanah akan bergabung dengan Aliansi Masyarakat Adat  Nasional (AMAN) memperingati Hari Ulang Tahun AMAN. Mereka akan memperjuangkan hak-hak masyarakat adat atas kelangsungan kehidupan penguasaan tanah, kebebasan berpendapat, kesempatan kerja dan keamanan sebagai hak-hak manusia. Sementara itu, sejak 17 Februari 2010, Kelompok Petani Tak Bertanah di Desa Sukarame Dalam, Kab Labuhan Batu Utara telah menduduki kembali tanah mereka yang dikuasai secara illegal oleh PT Sawita Leidong Jaya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><a rel="attachment wp-att-1304" href="http://jagatalit.com/2010/03/05/dari-perkebunan-kolonial-ke-perkebunan-rakyat/arthur2/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1304" title="Dari Perkebunan Kolonial ke Perkebunan Rakyat (2)" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2010/03/arthur2.jpg?w=300&#038;h=194" alt="" width="300" height="194" /></a></span><span style="color:#003366;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sekitar 100 kk petani tak bertanah Labura didukung oleh Forum Tani Sejahtera Indonesia (FUTASI) Pematangsiantar menduduki 250 ha tanah di kawasan itu. Mereka membangun gubuk-gubuk/tenda plastik sebagai pemukiman sementara. Pada 27 Maret 2010 kelompok ini mempersiapkan diri sebagai tuan rumah pertemuan berbagai kelompok petani tak bertanah yang tergabung dalam Forum Reforma Agraria Sumatera Utara.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">FRA juga berencana akan bergabung dalam aksi buruh menyambut 1 Mei 2010 sebagai Hari Buruh Internasional. Diusulkan juga dalam pertemuan agar kelompok-kelompok petani tak bertanah segera mengajak buruh perkebunan untuk bergabung dalam perjuangan pembaharuan agrarian. Agar buruh tidak pensiun sebagai kuli saja dengan pendapatan yang tidak layak tetapi dapat memiliki tanah sendiri.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Direncanakan aksi-aksi Petani Tak Bertanah Sumatera Utara akan bermuara dalam Aksi Samudra (Besar) pada peringatan hari ulang Tahun UUPA ke 50, 24 September 2010. Harun bin Afnawi Nuh dan Marihot Gultom sebagai inisiator FRA menjelaskan forum ini juga akan segera menerbitkan media komunikasi sebagai perekat kerjasama.</span></p>
<p><span style="color:#003366;"><strong>Arthur John Horoni &amp; Setyawati Oetama</strong></span></p>
<p><span style="color:#003366;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="color:#003366;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/1302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/1302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/1302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/1302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/1302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/1302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/1302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/1302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/1302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/1302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/1302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/1302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/1302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/1302/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=1302&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2010/03/05/dari-perkebunan-kolonial-ke-perkebunan-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e8b14fc3737f265bc1958d40bb615cb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arthur J. Horoni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2010/03/arthur1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Dari Perkebunan Kolonial ke Perkebunan Rakyat (1)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2010/03/arthur2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Dari Perkebunan Kolonial ke Perkebunan Rakyat (2)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Amir Sjarifoeddin, Penghianat atau Pejuang?</title>
		<link>http://jagatalit.com/2009/12/25/amir-sjarifoeddin-penghianat-atau-pejuang/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2009/12/25/amir-sjarifoeddin-penghianat-atau-pejuang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 17:00:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arthur John Horoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[In Memoriam]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Prominensia]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Amir Sjarifoeddin]]></category>
		<category><![CDATA[Hatta]]></category>
		<category><![CDATA[Komunisme]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Marxisme]]></category>
		<category><![CDATA[Soeharto]]></category>
		<category><![CDATA[Soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[Syahrir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.com/?p=1266</guid>
		<description><![CDATA[Amir Sjarifoeddin, Perdana Menteri RI 1947–1948, yang pada 19 Desember 1948 ditembak mati oleh tentara karena terlibat Peristiwa Madiun, apakah seorang penghianat atau pejuang? Itulah pertanyaan yang berkembang dalam kegiatan Bedah Buku: Perdana Menteri Amir Sjarifoeddin, Tempatnya dalam Kekristenan dan &#8230; <a href="http://jagatalit.com/2009/12/25/amir-sjarifoeddin-penghianat-atau-pejuang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=1266&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><a rel="attachment wp-att-1276" href="http://jagatalit.com/2009/12/25/amir-sjarifoeddin-penghianat-atau-pejuang/buku-amir-sjarifoeddin/"><img class="alignleft size-large wp-image-1276" title="buku amir sjarifoeddin" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/12/buku-amir-sjarifoeddin.jpg?w=207&#038;h=275" alt="" width="207" height="275" /></a>Amir Sjarifoeddin, Perdana Menteri RI 1947–1948, yang pada 19 Desember 1948 ditembak mati oleh tentara karena terlibat Peristiwa Madiun, apakah seorang penghianat atau pejuang?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Itulah pertanyaan yang berkembang dalam kegiatan Bedah Buku: <em>Perdana Menteri Amir Sjarifoeddin, Tempatnya dalam Kekristenan dan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia</em>. Bedah buku itu berlangsung di Medan, 19 Desember 2009, dihadiri lebih 100 orang partisipan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Buku yang diperbincangkan adalah karya Pendeta Frederik Djara  Wellem yang bentuk awalnya adalah tesis seorang pendeta untuk meraih magister teologia di STT (Sekolah Tinggi Teologia) Jakarta. Karya ini pernah dicetak dan diterbitkan pada tahun 1984, namun dilarang beredar oleh rejim Soeharto dan dimusnahkan. Penerbitan tahun 2009 dilakukan oleh Omnes Unum Sint Institute, Center dor Popular Education (CPE) Medan dan Jala Permata Aksara.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">“Pembedahan”  buku mengemuka melalui tiga topik: <em>Tinjauan Kritis dalam Perpektif Konstruksi Sejarah</em>, oleh sejarawan Universitas Sumatera Utara (USU), Budi Agustono, <em>Peranan Amir Sjarifoeddin dalam Perjuangan Kemerdekaan</em>, oleh Budiman Sudjatmiko, anggota DPR-RI, dan <em>Amir Sjarifoeddin dan &#8216;Kekristenan Pembebasan&#8217;</em>, oleh Arthur John Horoni, Koordinator Center for Popular Education .</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><a rel="attachment wp-att-1277" href="http://jagatalit.com/2009/12/25/amir-sjarifoeddin-penghianat-atau-pejuang/narasumber-as/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1277" title="narasumber AS" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/12/narasumber-as.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Petikan dari pokok-pokok pikiran pembicara dalam bedah buku itu kiranya dapat menjawab, apakah Amir Sjarifoeddin seorang penghianat atau pejuang. Budiman Sudjatmiko menjawab pertanyaan itu dengan pertanyaan yang sulit dijawab:  siapakah yang lebih cocok disebut penghianat, Amir Sjarifoeddin atau Soeharto? Bagi Budiman, &#8220;Bung Amir adalah tokoh yang hampir ideal.” Politikus, pencinta seni, menguasai banyak bahasa asing (Inggris, Belanda, Latin, Yunani dan lain sebagainya). </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dia tidak keberatan kalau Amir disebut marxis atau sosialis. Apa masalahnya? Sebagian besar bapak bangsa menurut Budiman adalah Marxis. Dia  menyebut antara lain Sjahrir, Soekarno, Tan Malaka dan seterusnya. &#8220;Kalau tak ada orang-orang kiri, bagaimana rupanya keadaan bangsa ini?&#8221; tanya Budiman. Bagi anggota DPR-RI ini, Amir Sjarifoeddin adalah 100% Kristen, 100% Marxis, 100% Indonesia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Budi Agustono, sejarawan dari USU (Universitas Sumatera Utara) berpendapat, di antara  bapak bangsa yang mengabdikan diri untuk kemerdekaan terdapat tokoh-tokoh bangsa yang menjulang namanya dan selalu dijadikan rujukan, tetapi ada pula politikus yang memainkan peranan penting dalam masa pergerakan sampai awal pembentukan negara bangsa, tetapi amat jarang menjadi referensi bangsa, misalnya Amir Sjarifoeddin (AS). Nama AS tentulah tidak sebesar dan sesering disebut-sebut seperti Soekarno, Hatta, Sjahrir atau Tan Malaka. Meski demikian, karena aktivitas politiknya sejak masa kolonial sampai ia memegang jabatan penting dalam pemerintahan, AS mempunyai tempat tersendiri dalam perjalanan bangsa.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Seperti kaum pergerakan lainnya, semasa kolonial Belanda, AS berkecimpung dalam berbagai kepartaian. Pada tahun 1935, AS telah bertemu dengan Muso dan hubungan politik antara keduanya sangat dekat. Pada 1937, AS mendirikan Gerindo dan melalui organisasi inilah ia membangun dan memperkuat pengaruhnya di kalangan kaum pergerakan. Setelah itu, AS membentuk Gabungan Politik Indonesia (GAPI) yang bersifat kooperatif untuk melawan fasisme. Pada masa itu, AS menjadi salah seorang aktivis pergerakan yang dikenal luas.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Ketika Jepang menggantikan Belanda, para kaum pergerakan ada yang memilih bekerja sama atau menolak bekerja sama dengan Jepang. Soekarno dan Hatta memilih bekerja sama dengan Jepang, sedangkan AS dan Sjahrir berjuang lewat gerakan bawah tanah melawan Jepang.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Jepang menggulung kegiatan politik bawah tanah. Satu demi satu kaum pergerakan diinterogasi, ditangkap dan dibunuh. Karena Jepang berhasil menggulung jaringan bawah tanah, penangkapan tertuju ke diri AS. Jepang menangkap AS dan menjatuhi hukuman mati kepadanya. Ketika diinterogasi, AS sering mentertawakan tentara Jepang sampai akhirnya membuat mereka marah. Kabar AS akan dihukum mati sampai ke Soekarno–Hatta yang saat itu menjadi pemimpin pergerakan paling terkemuka. Melalui campur tangan mereka berdua, nyawa AS diselamatkan, hukumannya menjadi seumur hidup dan baru bebas setelah kemerdekaan Indonesia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Setelah proklamasi, dalam kabinet presidensil, AS diangkat menjadi Menteri Penerangan. Ketika diangkat menjadi anggota kabinet, AS tidak bisa dilantik karena masih berada di penjara. Selang beberapa lama AS dijemput dan dikeluarkan dari penjara dengan bercelana pendek untuk dilantik menjadi Menteri Penerangan (19 Agustus 1945–14 November 1945). </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Setelah tidak lagi menjabat Menteri Penerangan, sepanjang hampir tiga tahun lamanya AS menduduki poisisi strategis dalam kabinet, yaitu Menteri Pertahanan. Dalam kabinet Sjahriri I (14 November 1945 – 12 Maret 1946) ia menjabat Menteri Keamanan Rakyat dan Menteri Penerangan. Dalam Kabinet Sjahrir II (12 Maret 1946 – 2 Oktober 1946) menduduki pos Menteri Pertahanan, dan diangkat kembali sebagai Menteri Keamanan Rakyat dalam Kabinet Sjahrir III (2 Oktober 1946 – 3 Juli 1947). </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sama seperti dua kabinet  terdahulu, akibat pecah krisis politik Kabinet Sjahrir III tidak bertahan lama dan akhirnya jatuh. Setelah Sjahrir mengundurkan diri, AS terpilih menjadi Perdana Menteri yang dikenal sebagai Kabinet Amir Sjarifoeddin (3 Juli 1947 – 29 Januari 1948).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sejak terbentuknya kabinet presidensil sampai naik dan jatuhnya kabinet AS bandul kabinet bergoyang ke kiri di mana AS dan kelompok politiknya memainkan peranan penting dalam mengisi bangunan rumah kemerdekaan. Di tengah bandul kekuasaan yang bergerak ke kiri, situasi politik terus memanas karena perseteruan antara diplomasi dan perjuangan tiada hentinya berkobar.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kabinet AS sendiri pada mulanya menyetujui perjanjian Renville, kemudian karena terjadi perubahan kebijakan politik Amerika Serikat membuat Amir Sjarifoeddin sangat kecewa, lebih-lebih sesudah kebijakan politiknya kabinetnya tidak disokong Masyumi dan PNI, membuat dirinya bertambah kecewa yang berujung dengan diserahkan mandat kabinetnya kepada Soekarno. Kemudian kabinet AS diganti dengan Kabinet Hatta.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Setelah Hatta menjalankan pemerintahan menggantikan AS, yang terakhir ini membentuk oposisi sayap kiri yang tergabung dalam Front Demokratik Rayat (FDR). FDR terus melancarkan kecaman-kecaman terhadap kebijakan pemerintah dan menuntut agar kabinet Hatta dibubarkan dan menuntut agar AS ditempatkan kembali sebagai Menteri Pertahanan. Permintaan ini ditolak Hatta. Tentu saja AS dianggap sebagai musuh negara. AS, Musso dan FDR semakin berseberangan dengan Hatta. Aksi kekerasan dan pertempuran antar batalion yang pro FDR dan republik di wilayah Solo dan Madiun semakin menambah ketegangan politik. Pada September 1948, ketika AS dan Musso sedang melakukan “safari” politik, pecah peristiwa Madiun 1948.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Pemerintahan Hatta mengambil tindakan tegas. Pasukan Siliwangi menggempur kekuatan FDR dan pasukannya. Jika di masa Jepang, Soekarno dan Hatta menyelamatkan nyawa AS, dalam peristiwa Madiun Soekarno Hatta tidak bisa menyelamatkan AS yang ditembak mati pasukan tentara. Sebelum ditembak mati, AS yang menenteng Injil di tangannya maju ke depan lalu meminta dirinya lebih dulu ditembak. Permintaan ini dikabulkan dan ia pun tewas ditembak mati. Soekarno dan Hatta tidak bisa menyelamatkan AS karena politikus ini dimusuhi negara. Apakah AS mati sebagai komunis?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Usia AS memang tidak panjang, 41 tahun. Tetapi sosok politikus ini penuh kontroversi, dan sampai sekarang ini sisi kehidupan politiknya belum banyak terungkap. Dalam kaitannya dengan politikus kontroversial ini, terlepas dari kelemahannya, kehadiran buku <em>Amir Sjarifoeddin Tempatnya Dalam Kekristenan dan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia</em> menjadi penting untuk menambah tidak saja perbendaharaan pemikiran politik sang politikus, tetapi juga dapat membentangkan sisi lain dari kehidupannya yang masih belum banyak disingkap dalam mengisi bangunan rumah Indonesia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Saya ingin menyitir Kata Sambutan mantan Menteri Penerangan RI, Mei 1947 – Desember 1947, Ir Setiadi Reksoprojo dalam buku Amir Sjarifoeddin,  “Di saat kekristenan dikuasai &#8216;kekristenan kesalehan&#8217;, yang diajarkan gereja kolonial dan didukung oleh penguasa penjajah, Bung Amir malah memperkenalkan kesadaran kekristenan yang lebih mendekati sifat aslinya, &#8216;kekristenan pembebasan&#8217;. Pergerakan nasional beruntung dengan adanya visi Amir Sjarifoeddin. Orang Kristen sejati tidak terlepas dari perjuangan pembebasan bangsanya yang ditindas oleh penjajah”.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Berdasarkan buku ini, benih-benih pemaknaan “kekristenan pembebasan” sudah mulai bersemi tatkala Amir muda terlibat dalam diskusi-diskusi dengan para aktivis <em>Christen Studenten Vereeniging </em></span><span style="color:#003366;">(CSV). Organisasi ini didirikan oleh Dr. C.L. van Doorn pada 1926. Peranan van Doorn dalam kalangan mahasiswa Kristen (CSV), sebagai salah satu tokoh yang membangkitkan rasa tanggungjawab pemuda Kristen Indonesia terhadap bangsanya. Ia berusaha meyakinkan pemuda atau mahasiswa Kristen Indonesia:  mereka dapat menjadi Kristen dan sekaligus juga nasionalis.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Jelaslah kekristenan Bung Amir bukanlah kekristenan yang pasif, yang dalam bahasa Bung Amir, “hanya memikirkan alam baka”, namun kekristenan yang terlibat dalam persoalan, dalam situasi pergolakan di mana dia berada. Para teolog sekarang menyebutnya kekristenan yang kontekstual, kekristenan yang membangun kesadaran akan situasi penindasan yang dialami, dan bangkit berjuang untuk mengubah situasi itu. Bukankah ini mengisyaratkan mekarnya benih-benih dari apa yang sekarang kesohor disebut sebagai teologi pembebasan?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Butir-butir pemikiran “kekristenan pembebasan” Amir dalam buku ini dapat ditelisik melalui sedikitnya tiga peristiwa: pertama, keterlibatannya dalam Konferensi Perhimpunan Pekabaran Injil Hindia Belanda (NIZB), di Karangpandan, 20-24 Oktober 1941, kedua, perayaaan natal oikumenis yang pertama di Indonesia yang diselenggarakan oleh Badan Persiapan Persatoean Kaoem Kristen (BPPKK), pada Desember 1942 di awal penjajahan Jepang, dan ketiga , selama di penjara di zaman Jepang.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dalam Konferensi Karangpandan, Amir Sjarifoeddin menegaskan, orang Kristen Indonesia merupakan bagian integral dari bangsa Indonesia sehingga ia harus bersama-sama dengan golongan lainnya berjuang guna kemerdekaan Indonesia. Ia berseru kepada “gereja yang sudah tua” untuk turut berusaha memecahkan pesoalan-persoalan yang sudah ada dan yang akan dihadapi orang Kristen Indonesia. Gereja harus memberikan penjelasan-penjelasan mengenai masalah seperti kebebasan beragama, demokrasi yang sejati dan masalah sosial lainnya. Singkatnya, Bung Amir Sjarifoeddin minta gereja menyampaikan suara-suara nabiah, agar memihak pejuangan rakyat Indonesia untuk bebas dari penindasan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dalam Perayaan Natal Oikumenis yang diselenggarakan Badan Persiapan Persatoen Kaoem  Kristen, di Kebun Binatang Jakarta (kini, Taman Ismail Marzuki), Amir yang Ketoea Oemoem BPPKK menyampaikan pidatonya. Ia menganjurkan agar umat Kriten jangan hanya mengingat alam baka saja. Orang Kristen harus berdiri dengan kedua kakinya di tengah masyarakat yang sedang bergejolak, seperti halnya Musa yang memimpin umat Israel dari Mesir tanah perhambaan menuju tanah yang dijanjikan. Buku perayaan natal BPPKK itu diberi judul: <em>Menoejoe ke Djemaat Indonesia Aseli</em>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Di dalam penjara pada era penjajahan Jepang, Amir Sjarifoeddin banyak membaca dan meneliti Alkitab. Ia terkesan oleh Kitab para Nabi. Hal itu diungkapkannya kepada Dr. H. Verkuil tatkala sudah bebas dari tahanan di awal  era kemedekaan Indonesia: “Di penjara untuk pertama kali saya membaca dan menyelidiki kitab para nabi, Amos, Yeremia dan Yesaya. Dahulu kitab-kitab itu tertutup bagi saya. Dulu saya hanya membaca Perjanjian Baru. Sekarang saya mengerti berita Alkitab bagi perjuangan sosial, ekonomi dan politik”.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dari beberapa kutipan tadi, jelas pemaknaan, “kekristenan pembebasan” bukanlah sesuatu yang mengada-ada. <em>Best practice</em> yang diperoleh Ir. Setiadi Reksoprojo terhadap tokoh Amir Sjarifoeddin yang “memperkenalkan kesadaran kekristenan yang lebih mendekati sifat aslinya, “kekristenan pembebasan”, tentulah terpancar dari aktualisasi diri sang tokoh. Boleh jadi Amir membaca Alkitab dengan matanya sendiri, artinya mata umat, lantas menemukan berita Injil yakni berita pembebasan seperti termaktub dalam Lukas 4: 18-19, yang merupakan petikan dari Yesaya 61: 1-2, yang dibaca Yesus di rumah ibadah di Nazaret :</span></p>
<p style="text-align:center;"><em><span style="color:#003366;">Roh Tuhan ada pada-Ku,</span></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><span style="color:#003366;">oleh sebab Ia telah mengurapi Aku,</span></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><span style="color:#003366;">untuk menyampaikan kabar baik</span></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><span style="color:#003366;">kepada orang-orang miskin;</span></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><span style="color:#003366;">dan Ia telah mengutus Aku</span></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><span style="color:#003366;">untuk memberitakan</span></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><span style="color:#003366;">pembebasan kepada orang-orang tawanan,</span></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><span style="color:#003366;">dan penglihatan bagi orang-orang buta,</span></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><span style="color:#003366;">untuk membebaskan orang-orang yang tertindas,</span></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><span style="color:#003366;">untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan</span></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><span style="color:#003366;">telah datang.</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kiprahnya dalam perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia yang dekat dengan rakyat jelata, adalah wujud dari spiritualitas “kekristenan pembebasan” itu. Bila kemudian, nyaris menjadi “takdir” setiap orang atau komunitas ynag memihak rakyat, yang berjuang bagi pembebasan orang tertindas disebut kaum kiri, jangan takut, Yesus dari Nazaret juga sayap kiri.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Jadi, saudara, Selamat Natal 2009. Semoga kita tidak takut berjuang untuk mewujudkan keadilan, karena Allah berkenan bagi semua orang yang berkehendak baik.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#003366;">Arthur John Horoni</span></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/1266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/1266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/1266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/1266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/1266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/1266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/1266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/1266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/1266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/1266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/1266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/1266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/1266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/1266/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=1266&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2009/12/25/amir-sjarifoeddin-penghianat-atau-pejuang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e8b14fc3737f265bc1958d40bb615cb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arthur J. Horoni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/12/buku-amir-sjarifoeddin.jpg?w=262" medium="image">
			<media:title type="html">buku amir sjarifoeddin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/12/narasumber-as.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">narasumber AS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Kemerdekaan dalam Bayang-bayang Terorisme</title>
		<link>http://jagatalit.com/2009/08/18/peringatan-kemerdekaan-dalam-bayang-bayang-terorisme/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2009/08/18/peringatan-kemerdekaan-dalam-bayang-bayang-terorisme/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 15:24:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Kemerdekaan RI]]></category>
		<category><![CDATA[Terorisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.com/?p=1252</guid>
		<description><![CDATA[Keriaan memperingati hari kemerdekaan, usai sudah. Kemarin dan kemarinnya lagi &#8212; hampir tiga hari berturut-turut dalam long week end yang baru saja berlalu &#8212; di setiap pojok perkampungan miskin dan daerah elite perkotaan, di negeri bernama Republik Indonesia ini, keramaian &#8230; <a href="http://jagatalit.com/2009/08/18/peringatan-kemerdekaan-dalam-bayang-bayang-terorisme/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=1252&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Keriaan memperingati hari kemerdekaan, usai sudah. Kemarin dan kemarinnya lagi &#8212; hampir tiga hari berturut-turut dalam <em>long week end</em> yang baru saja berlalu &#8212; di setiap pojok perkampungan miskin dan daerah elite perkotaan, di negeri bernama Republik Indonesia ini, keramaian menyambut hari jadi RI ke-64 berlangsung spontan dan penuh keikhlasan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Puncaknya, ya kemarin itu, tanggal 17 Agustus 2009. Lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan mulai dari Istana Negara hingga kantor-kantor gubernur, bupati, camat, lurah, bahkan sampai di kedalaman lautan, puncak gunung dan perut bumi. Alhamdulillah, Indonesia ternyata masih ada. Merah Putih masih berkibar dan dicintai seluruh warga negara. Meski sehari sebelumnya, di sebuah gedung megah di Senayan Jakarta, para wakil rakyat dan kepala negaranya sempat lupa mengumandangkan lagu keramat hasil gubahan almarhum WR Supratman itu, dalam suatu acara kenegaraan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kemegahan memperingati hari kemerdekaan, memang selalu berulang setiap tahun. Tetapi peringatan yang berlangsung kemarin, terasa lebih dalam nuansa keharuannya, karena beberapa saat sebelumnya, Bumi Pertiwi dirundung tragedi yang juga selalu datang berulang, mengoyak ketentraman yang ternyata masih impian. Tragedi itu adalah serangan teroris berupa pemboman oleh para pelaku bom bunuh diri di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Tragedi ini bisa terjadi lagi di saat-saat yang tidak terduga, karena jaringan para pelaku pemboman (terutama para perancangnya) masih belum bisa diberangus hingga ke akar-akarnya. Apalagi konon para teroris itu telah berhasil merekrut sejumlah anak muda untuk menjadi ”pengantin” alias pembom bunuh diri, yang bisa meledakkan diri sewaktu-waktu. Kalau itu terjadi lagi, aparat keamanan (lagi-lagi) akan merasa kecolongan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Jika benar bahwa para pembom bunuh diri itu rela meledakkan diri karena alasan agama: ingin mati syahid agar langsung masuk surga dan langsung pula bertemu dengan Allah, maka yang harus merasa paling kecolongan sebenarnya adalah para ulama Islam, karena tak ada satu ayat pun dalam Al-Quran, dan satu pun Sabda Rasulullah Muhammad SAWW (Al-Hadits), yang membenarkan ataupun memerintahkan tindakan bunuh diri untuk alasan apa pun. Terlebih lagi jika perbuatan tersebut dilakukan untuk mencelakakan orang lain. Itu artinya, tuntunan hakiki agama Islam yang hakikatnya cinta damai, tidak pernah sampai kepada sejumlah anak muda yang rela meledakkan diri untuk mendapatkan liputan media.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Bila tuntunan agama tidak sampai kepada umat, atau tuntunan agama itu disalahartikan oleh sebagian orang, lantas siapa yang pantas disalahkan? Tentunya para ulama. Lalu ke mana para ulama selama ini? Pemboman demi pemboman di bumi Indonesia ini terjadi sejak tahun 2000, diawali dengan peledakkan sejumlah gereja. Waktu itu, masyarakat masih meraba-raba siapa pelakunya. Tetapi sejak bom bali pertama di tahun 2002, kalangan intelejen mulai menjelaskan bahwa para pembom alias para teroris itu berasal dari kelompok Jemaah Islamiyah (JI) yang berpusat di Malaysia dan berafiliasi pada organisasi Al-Qaidah. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Di Indonesia, gerakan JI semakin memperoleh kekuatan karena bersinggungan, bahkan berakrab-ria dengan sempalan gerakan NII (Negara Islam Indonesia). Mengapa kelompok JI akrab dengan gerakan NII? Karena sesungguhnya, para pendiri JI adalah tokoh-tokoh NII yang melarikan diri ke Malaysia, untuk menghindari incaran pemerintah Orde Baru.<br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Pada peristiwa bom Bali 2002 itu pulalah, masyarakat Indonesia mulai diperkenalkan pada <em>suicide bombers</em>, alias para pembom bunuh diri. Sesuatu yang sebelumnya hanya kita dengar terdapat di Timur Tengah. Maka jelaslah bahwa perilaku pembom bunuh diri, adalah perilaku impor. Bukan perilaku khas Indonesia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Walau demikian tak pernah kita dengar upaya para ulama untuk mendekati umatnya di berbagai pelosok negeri, guna menjelaskan bahwa tindakan terorisme (termasuk aksi bom bunuh diri) adalah tindakan yang sebenarnya bertentangan dengan ajaran Islam. Yang muncul kemudian hanyalah sikap saling-mencurigai, beredarnya berbagai versi teori konspirasi, dan akhirnya keluhan dari sejumlah tokoh organisasi massa Islam yang mengaku bahwa sebagian mesjid-mesjidnya, sekolah-sekolahnya, pesantren-pesantrennya, mulai disusupi atau diakuisisi oleh  kelompok-kelompok Islam garis keras.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Anehnya, meski musuh sudah masuk ke dalam rumah, masih banyak para ulama yang tetap ”berasyik-ma’syuk” dengan partai-partai politik. Ikut dukung-mendukung hingga tahapan pemilihan presiden, dan tanpa malu-malu membawa nama besar organisasi keagamaan untuk kepentingan politik. Ujung-ujungnya tentu saja pembagian kekuasaan. Lalu mereka ikut terperangah ketika bom, lagi-lagi meledak, di Mega Kuningan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dulu gerakan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) berhasil diberangus karena kerja sama yang erat antara ulama, umara (pemerintah) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Begitu pula gerakan komunisme. Mengapa sekarang kerja sama itu sulit diwujudkan?  Itu lantaran (bahkan) para ulama pun tak lagi bersatu seperti dulu. Kepentingan politik praktis telah membuat mereka semakin berpuak-puak, sehingga lupa pada bahaya laten di sekitarnya, yakni terorisme.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Seperti telah disinggung di atas, gerakan terorisme di Indonesia, sedikit banyak bersinggungan dengan gerakan NII, atau keturunan (baca: kader) para penggerak DI/TII yang – karena organisasinya dinyatakan terlarang – mengendap-endap di ”bawah tanah”. Di antara mereka, kata pengamat gerakan Islam, Al Chaidar, ada yang moderat alias tidak menyetujui jalan kekerasan. Mereka yang moderat ini sebenarnya bisa didekati oleh para ulama, umara dan aparat keamanan, sehingga bisa diajak kerja sama untuk menghambat gerakan sayap radikal, guna mencegah aksi-aksi terorisme.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Walhasil, memang dibutuhkan kesatuan langkah dari semua pihak yang mencintai negeri ini, untuk bahu-membahu mencegah dan memberantas terorisme. Selain gerakan kejar dan tangkap yang dilakukan aparat keamanan terhadap para pelaku terorisme, juga diperlukan gerakan penyadaran masyarakat atas bahaya terorisme, termasuk melakukan persuasi terhadap kelompok-kelompok masyarakat yang rentan akan ajakan para teroris. Dan, ini merupakan tugas para ulama. Pun, tentu saja, tugas umara.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Semoga pula kemeriahan memperingati hari kemerdekaan RI yang berlangsung kemarin, tidak membuat masyarakat lupa akan ancaman terorisme yang selalu membayang-bayangi ketentraman negeri ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"> <strong>Billy Soemawisastra</strong></span></p>
<h5 style="text-align:center;"><span style="color:#003366;">[Tulisan ini juga dapat dilihat di <a href="http://berita.liputan6.com/producer/200908/240951/Peringatan.Kemerdekaan.dalam.Bayang.bayang.Terorisme" target="_blank">www.liputan6.com</a>]</span></h5>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/1252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/1252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/1252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/1252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/1252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/1252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/1252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/1252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/1252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/1252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/1252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/1252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/1252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/1252/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=1252&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2009/08/18/peringatan-kemerdekaan-dalam-bayang-bayang-terorisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Serangan Teroris dan Presiden yang Melodramatik</title>
		<link>http://jagatalit.com/2009/07/20/serangan-teroris-dan-presiden-yang-melodramatik/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2009/07/20/serangan-teroris-dan-presiden-yang-melodramatik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 06:53:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Bom Mega Kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Rizieq Shihab]]></category>
		<category><![CDATA[JW Marriott]]></category>
		<category><![CDATA[Ritz Carlton]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Terorisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.com/?p=1230</guid>
		<description><![CDATA[Sehari setelah peristiwa pemboman Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, saya mendapat kiriman SMS dari Habib Rizieq Syihab, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI). Kali ini, saya sepenuhnya setuju dengan apa yang diungkapkan Pak Habib &#8230; <a href="http://jagatalit.com/2009/07/20/serangan-teroris-dan-presiden-yang-melodramatik/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=1230&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sehari setelah peristiwa pemboman Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, saya mendapat kiriman SMS dari Habib Rizieq Syihab, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI). Kali ini, saya sepenuhnya setuju dengan apa yang diungkapkan Pak Habib melalui SMS yang cukup panjang itu. Berikut isi SMS tersebut (yang saya bagi ke dalam tiga alinea):<br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff00;"><span style="color:#333333;"><em>&#8220;P</em></span><span style="color:#333333;"><em><span style="color:#333333;">ernyataan</span> SBY yang mengaitkan Bom Mega Kuningan dengan Ketidakpuasan hasil Pilpres adalah bentuk kepanikan yang sangat emosional dan tendensius, sekaligus provokatif dan gegabah. Bahkan terlalu bodoh, karena jika SBY bisa berasumsi bahwa Bom tersebut sebagai bentuk ketidakpuasan pihak tertentu terhadap hasil Pilpres, maka pihak lain pun bisa berasumsi sebaliknya bahwa Bom tersebut sebagai upaya pengalihan perhatian untuk menutupi kecurangan Pilpres, sekaligus sebagai upaya beri kesan terzalimi agar dapat simpati rakyat sebagaimana kebiasaan SBY selama ini. </em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff00;"><span style="color:#333333;"><em>Artinya, jika Bom tersebut dipolitisir, maka siapapun bisa dituduh dengan motifnya masing-masing, termasuk SBY sekalipun. Karena itu, STOP segala bentuk asumsi, dan serahkan saja kepada pengusutan, penyelidikan dan penyidikan yang berwenang. Jalankan proses hukum yang tegas &amp; jelas, serta jujur &amp; adil. Yang jelas kita mengecam keras Bom tersebut siapapun pelakunya dan apapun motif &amp; alasannya. Apalagi dilakukan di bulan Rajab yang merupakan salah satu  dari empat bulan suci yang diharamkan terjadi pertumpahan darah. </em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff00;"><span style="color:#333333;"><em>Pelakunya mesti dicari, ditangkap, diadili &amp; dihukum yang setimpal. Bukan saja karena jatuhnya korban nyawa ataupun luka, serta menebar rasa takut secara meluas di tengah masyarakat, tapi juga di saat suhu politik memanas, maka Bom tersebut bisa menjadi pemantik adu domba antar-anak bangsa sehingga bisa terjadi perang saudara, dan di saat ekonomi negeri sedang ambruk dengan total utang 1700 trilyun rupiah, maka Bom tersebut juga bisa buat negeri collaps. Ayo, STOP TEROR BOM! Lawan segala kejahatan kemanusiaan! Tegakkan hukum dan keadilan!”</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="color:#003366;">T</span>entu saja bukan hanya saya yang mendapat SMS serupa dari Habib Rizieq Syihab. Mungkin pula bukan hanya saya yang setuju pada isi SMS tersebut, karena apa yang diungkapkan Habib Rizieq, mewakili pikiran banyak orang. Terutama mereka yang menyaksikan pidato Presiden SBY di halaman Istana Negara, pada Jum’at sore, beberapa jam setelah peristiwa pemboman di Mega Kuningan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sore itu jutaan pemirsa televisi di Indonesia, disuguhi pertunjukan monolog melodramatik. Seorang aktor teater di podium kenegaraan menghiba-hiba, mengungkapkan bahwa foto dirinya menjadi sasaran latihan tembak para teroris. Lalu menyindir lawan-lawan politiknya yang konon tidak rela jika ia memimpin lagi negeri ini, tidak rela jika ia dilantik. Sesekali ia menengadah ke atas, seolah-olah mengadu kepada Kekuatan Yang Lebih Tinggi. Sering pula ia berhenti sejenak di tengah-tengah pembicaraannya, seperti menahan kesedihan, menahan tangis. Lama sekali monolog yang cenderung monoton itu dipertunjukkan di layar televisi. Tiba-tiba saja, ”Cengeng!” ujar seorang teman di sebelah saya yang sama-sama menonton pertunjukan itu, seraya beranjak pergi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Saya pun tersentak, seakan disadarkan bahwa aktor yang tengah bermonolog dengan gaya melodramatik itu adalah seorang presiden. Presiden saya, yang berdasarkan penghitungan sementara, berhasil mengumpulkan suara terbanyak dalam pemilihan presiden yang baru saja usai. Presiden yang negerinya sangat luas dan rakyatnya beragam. Presiden yang negerinya sedang dilanda berbagai kesulitan, mulai dari kesulitan ekonomi, hingga kesulitan akibat bencana alam dan penyakit. Presiden yang negerinya memerlukan seorang pemimpin yang sangat kuat untuk menyatukan rakyatnya menghadapi berbagai persoalan. Presiden yang harus kembali berupaya menyatukan bangsanya, setelah dalam Pemilu dan Pilpres yang baru lalu, terbagi-bagi dalam berbagai kelompok.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dan, tiba-tiba saja, Blar &#8230; Blar &#8230; Dua bom berdaya-ledak tinggi mengoyak kesunyian pagi, di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott. Sembilan orang tewas dan 53 orang luka-luka. Tentu saja semua orang terkejut dan nyaris tidak percaya dengan peristiwa tersebut, mengingat sudah hampir lima tahun rakyat Indonesia merasa aman dari serangan teroris. Sebelumnya, serangan teroris terjadi setiap tahun: Bom Bali I (tahun 2002); pemboman JW Marriott I  (2003); pemboman di depan kedutaan besar Australia (2004); dan Bom Bali II (2005).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Orang-orang yang menyaksikan liputan langsung berbagai TV swasta nasional dari lokasi kejadian, kembali teringat pada kelompok Jemaah Islamiyah (JI) yang diduga berada di balik aksi pemboman tersebut. Apalagi mengingat Noordin M. Top, tersangka dalang di balik semua aksi teror itu hingga kini masih buron. Dari berbagai komentar di layar televisi, termasuk CNN (TV yang paling mumpuni di dunia pemberitaan) tidak ada yang mengaitkan aksi teror di Mega Kuningan jum’at pagi itu, dengan Pemilihan Presiden yang baru saja usai. Karena, Pilpres berlangsung damai, sejak masa kampanye hingga pemungutan suara. Kalaupun ada sejumlah protes atas kemungkinan terjadinya kecurangan, yang dilontarkan para capres yang mendapat suara lebih sedikit dari perolehan suara SBY-Boediono, itu juga dilakukan secara damai. Bahkan tanpa penggalangan massa, atau unjuk rasa di jalan-jalan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Itu sebabnya, ketika Presiden SBY  memulai pidatonya di halaman Istana Negara, Jum’at petang, banyak orang tidak mengira bahwa presiden yang amat ”santun” itu akan mengaitkan pemboman di Mega Kuningan dengan ketidakpuasan atas hasil Pilpres. Banyak orang berharap, presiden yang ahli bertutur itu, akan mengecam sekeras-kerasnya siapapun pelaku aksi teror, tanpa sindir sana, sindir sini. Lalu mengajak semua komponen bangsa, termasuk lawan-lawan politiknya di masa Pilpres berlangsung, untuk bersatu-padu bersama pemerintah guna melawan terorisme, seraya melupakan segala perbedaan yang ada.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Tetapi apa yang kemudian terjadi adalah pertunjukan monolog melodramatik yang mengecewakan, seperti yang telah diungkapkan Habib Rizieq Syihab, melalui SMS-nya di atas. Selain itu, bukankah para teroris akan merasa senang  dengan pidato panjang sang presiden di sore itu? Menurut para pengamat terorisme, tujuan para teroris dalam melakukan aksi terornya, antara lain adalah untuk menebar rasa takut dan memperoleh perhatian sebesar-besarnya dari khalayak ramai. Sekarang, tujuan mereka berhasil, karena aksi mereka telah membuat seorang presiden dari negara besar menghiba-hiba di depan rakyatnya dalam keadaan panik, dan membuat rakyatnya saling curiga dan semakin dicekam ketakutan. Betul-betul menyedihkan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Billy Soemawisastra</strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/1230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/1230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/1230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/1230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/1230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/1230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/1230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/1230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/1230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/1230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/1230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/1230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/1230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/1230/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=1230&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2009/07/20/serangan-teroris-dan-presiden-yang-melodramatik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mi&#8217;raj Isa Al-Masih</title>
		<link>http://jagatalit.com/2009/05/20/miraj-isa-al-masih/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2009/05/20/miraj-isa-al-masih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 12:53:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arthur John Horoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Golput]]></category>
		<category><![CDATA[Isa Al-Masih]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrani]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus Kristus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.com/?p=1221</guid>
		<description><![CDATA[Setiap tanggal 21 Mei, umat Nasrani merayakan Hari Kenaikan Yesus Kristus, seperti juga 21 Mei 2009 ini. Dalam salah satu Kamus Alkitab terbitan tahun 60-70-an, ada padanan Kenaikan Yesus Kristus, yaitu Mi’raj Isa Al-Masih. Sebelas tahun yang lalu, juga pada &#8230; <a href="http://jagatalit.com/2009/05/20/miraj-isa-al-masih/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=1221&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Setiap tanggal 21 Mei, umat Nasrani merayakan Hari Kenaikan Yesus Kristus, seperti juga 21 Mei 2009 ini. </span><span style="font-family:Verdana;">Dalam salah satu Kamus Alkitab terbitan tahun 60-70-an, ada padanan Kenaikan Yesus Kristus, yaitu Mi’raj Isa Al-Masih.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;">Sebelas tahun yang lalu, juga pada bulan Mei, pada saat umat Nasrani khusuk berdoa merayakan Kenaikan Yesus Kristus, Soeharto menyampaikan pengunduran dirinya sebagai Presiden  RI. Saat itu ada seloroh: Yesus naik, Soeharto turun.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;">Saat ini, hanya berselang sehari, dua hari raya dengan dua istilah penuh harapan, melintas di sejarah negeri ini: Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei) dan Hari Kenaikan Yesus Kristus (21 Mei). Para mistikus atau peramal boleh-boleh saja mengotak-atik istilah kebangkitan dan kenaikan ini dengan berbagai fenomena. Boleh duniawi ataupun samawi, silakan saja.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;">Bagi saya, dihubungkan dengan agenda nasional pemilihan umum (legislatif dan eksekutif) yang sedang bergulir di negeri ”ratapan pulau kelapa” ini, makna kebangkitan dan kenaikan jadi menggoda.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Apa yang betul-betul bangkit saat ini?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Bila melirik data pemilu legilatif, yang bangkit adalah kelompok rakyat yang tak memilih (orang bilang golput). Coba, sekitar 49% betul-betul memilih tak menggunakan hak pilih. Sementara sekitar 12% karena tidak tercantum di daftar pemilih tetap.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Makna 49%, Sobat, mengandung arti, kelompok inilah pemenang pemilu legislatif yang sebenarnya. Lebih jauh, kelompok ini memiliki kesadaran kritis menolak <strong><em>gombalisasi</em></strong> dari partai-partai yang dikuasai orang-orang haus kuasa, serta para birokrat yang takabur.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Yesus Kristus atau Isa Al-Masih, lebih 2000 tahun silam melawan gombalisasi dari para pemimpin (termasuk pemimpin agama) Yahudi yang lebih mementingkan kekuasaan, mengubah pesan kitab suci menjadi doktrin yang justru menindas rakyat kecil.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Karena itu, di satu kesempatan membaca Kitab Suci di Synagoge (rumah ibadah agama Yahudi), Yesus membaca gulungan Kitab Nabi Yesaya (60:1-2), seperti yang dilaporkan penulis Injil Lukas (4 : 18-19); ”Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab itu, Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan Tahun Rahmat Tuhan telah datang?”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Begitu. Jadi Yesus berpihak pada seluruh rakyat yang terpinggirkan. Dari sana Ia menyampaikan kabar baik (Injil) sebagai berita pembebasan atau perubahan total. Tentu saja para pemimpin agama Yahudi yang sudah berkolaborasi dengan raja boneka Herodes dan Gubernur Romawi (sang penjajah) Pontius Pilatus, tersinggung berat, akhirnya marah besar dan menyalibkan Yesus. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Umat Kristiani mengimani Yesus yang disalibkan, mati dan dikuburkan itu, bangkit pada hari ketiga, yang kemudian di rayakan sebagai Hari Raya Paskah. Hari Kenaikan berlangsung 40 hari setelah Hari Raya Paskah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Pada masa 40 hari itu, menurut beberapa tafsiran teolog, Yesus melakukan pengorganisasian kembali murid-murid-Nya yang porak poranda pada saat Ia disalibkan. Kalau istilah partai sekarang, Ia memantapkan kaderisasi, agar para murid tetap setia kepada Injil, Kabar Baik tentang Pembebasan dari ketidakadilan, karena itu selalu berpihak kepada rakyat kecil.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Para murid harus memiliki bela rasa kepada kaum tertindas dan berjuang untuk perubahan ke arah lebih baik seiring dengan kehendak Allah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Jika dilirik dari sistem politik kiwari, sikap Yesus seperti ini adalah sikap anti mapan, sikap kiri. Karena ia menentang pemimpin agama yang senang jadi nabi istana.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Nah, bila saat ini, di sini, di Indonesia kita berefleksi di mana sebenarnya posisi institusi agama dan para pemimpinnya?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Apakah di pihak rakyat tertindas seperti sikap Yesus, atau memilih tempat aman di pihak kaum penindas (pada era Yesus, Kaum Farisi).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Yang jelas, rakyat sudah bangkit dari nina bobo para politisi, yang mengumbar janji-janji muluk setiap pemilu. Dan rakyat pasti naik kelas, menjadi lebih jeli untuk memilih pemimpin yang benar-benar memiliki bela rasa kepada penderitaan rakyat. Kalau golput semakin naik pada pemilihan presiden, jangan salahkan rakyat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Itu berarti, belum ada pemimpin yang cocok dengan hati rakyat, atau karena sistem politik ini tidak memberi peluang majunya kaum muda untuk memimpin bangsa. Jangan lupa, Sobat, Yesus yang historis lebih 2000 tahun silam, adalah orang muda yang penuh semangat namun bijak. Usianya sekitar 30-an tahun.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Selamat merayakan Mi’raj Isa Al-Masih.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Shalom.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Arthur J. Horoni</span></span></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/1221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/1221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/1221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/1221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/1221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/1221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/1221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/1221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/1221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/1221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/1221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/1221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/1221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/1221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=1221&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2009/05/20/miraj-isa-al-masih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e8b14fc3737f265bc1958d40bb615cb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arthur J. Horoni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjelang Hari Pemungutan Suara</title>
		<link>http://jagatalit.com/2009/04/07/menjelang-hari-pemungutan-suara/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2009/04/07/menjelang-hari-pemungutan-suara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 08:03:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.com/?p=1159</guid>
		<description><![CDATA[Keriuhan kampanye pemilu anggota legislatif berakhir Ahad lalu. Poster-poster, spanduk, umbul-umbul dan baliho yang selama beberapa bulan terakhir ini mengiklankan tampang para caleg (calon anggota legislatif) dari berbagai partai politik peserta pemilu, sudah dibersihkan dari jalanan. Setidaknya dari jalanan kota &#8230; <a href="http://jagatalit.com/2009/04/07/menjelang-hari-pemungutan-suara/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=1159&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Keriuhan kampanye pemilu anggota legislatif berakhir Ahad lalu. Poster-poster, spanduk, umbul-umbul dan baliho yang selama beberapa bulan terakhir ini mengiklankan tampang para caleg (calon anggota legislatif) dari berbagai partai politik peserta pemilu, sudah dibersihkan dari jalanan. Setidaknya dari jalanan kota metropolitan Jakarta (karena beranjak sedikit saja ke kota-kota di pinggiran Jakarta, seperti Tanggerang, tampang para caleg dan gambar partainya, masih saja memenuhi jalan-jalan tertentu). </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Masa kampanye pemilu yang baru saja berakhir itu, masih merupakan babak awal dari keriaan politik yang sudah dan akan berlangsung sepanjang 2009 ini. Rasa was-was masih menenuhi perasaan banyak orang, baik mereka yang aktif dalam keriaan maupun mereka yang tidak peduli. Namun setidaknya ada rasa syukur terbersit, kampanye pemilu yang dikhawatirkan bakal diwarnai rangkaian keributan itu, ternyata berlangsung damai. Kalaupun ada kekisruhan di sana-sini, kekisruhan itu taklah mengakibatkan kerusuhan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Suasana seperti itulah, minimal, yang diharapkan akan berlangsung pada hari pemungutan suara dan hari-hari sesudahnya, sampai berujung pada terpilihnya seorang presiden dan wakil presiden, September mendatang. Rakyat, walau bagaimana pun, sudah sangat lelah dengan rangkaian peristiwa politik yang wajib mereka ikuti. Mulai dari pemilihan Kepala Desa, pemilihan Bupati dan Gubernur, yang tak jarang berbuntut pertikaian. Jadi, tak perlulah kelelahan itu ditambah lagi dengan keributan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Terlalu panjang peristiwa-peristiwa politik yang harus dilalui warga negara RI, sampai-sampai hampir tak ada hari tanpa keriuhan politik. Sementara beban kehidupan semakin menekan, semakin tak mampu membuat rakyat bernapas lega. Sehingga wajarlah bila pada peristiwa pemilu kali ini, semakin banyak saja warga masyarakat yang tampak tidak peduli dengan keramaian kampanye. Mereka tetap menjalankan kegiatan kesehariannya, tanpa sedikit pun merasa tertarik untuk ikut berkampanye. Ini merupakan gambaran masyarakat yang sudah lelah dan kesal dengan politik. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kelelahan dan kekesalan masyarakat dengan hiruk-pikuk politik itu, kian bertambah begitu menyaksikan tingkah polah para caleg dalam mengiklankan diri mereka. Caleg-caleg yang sebagian besar tidak dikenal masyarakat itu, berlomba mengemis suara dengan segala cara. Berjanji akan menjadi pembela rakyat jika kelak mereka terpilih. Padahal rakyat tahu, mereka sekadar berjuang mencari pekerjaan berpenghasilan tinggi, dan akan segera melupakan rakyat bila mereka sudah bertengger di gedung parlemen. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dan, pada hari pemungutan suara nanti, apa yang akan terjadi? Kita tidak tahu. Mungkin saja jumlah golput akan semakin banyak, tetapi mungkin juga sebaliknya. Mungkin pula akan terjadi saling tuduh berbuat curang di antara para peserta pemilu, dan yang kalah tidak mau mengaku kalah. Tetapi saya kira siapa pun berharap, semua proses itu akan berlangsung aman dan damai. Mereka yang menang tidak akan “mentang-mentang” dan yang kalah tidak perlu berang, pun tidak perlu masuk ke rumah sakit jiwa. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="https://jagatalit.wordpress.com/wp-admin/profile.php" target="_blank"><span style="color:#003366;"><strong>Billy Soemawisastra</strong></span></a></span></p>
<h5 style="text-align:center;"><span style="color:#003366;">[Tulisan ini juga dapat dilihat di <a href="http://www.liputan6.com/producer/?id=175628" target="_blank">www.liputan6.com</a>]<br />
</span></h5>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/1159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/1159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/1159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/1159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/1159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/1159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/1159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=1159&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2009/04/07/menjelang-hari-pemungutan-suara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Agama Dijadikan Alat Politik</title>
		<link>http://jagatalit.com/2009/02/02/ketika-agama-dijadikan-alat-politik/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2009/02/02/ketika-agama-dijadikan-alat-politik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 13:35:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=1014</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Jangan jadikan agama sebagai &#8216;ayam potong&#8217;.&#8221; Kata-kata ini masih terngiang di telinga saya, meski telah diucapkan sekitar 33 tahun yang lalu. Yang mengucapkannnya adalah seorang dosen di fakultas saya, dan saat itu saya baru saja duduk di bangku kuliah, semester &#8230; <a href="http://jagatalit.com/2009/02/02/ketika-agama-dijadikan-alat-politik/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=1014&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">&#8220;Jangan jadikan agama sebagai &#8216;ayam potong&#8217;.&#8221; Kata-kata ini masih terngiang di telinga saya, meski telah diucapkan sekitar 33 tahun yang lalu. Yang mengucapkannnya adalah seorang dosen di fakultas saya, dan saat itu saya baru saja duduk di bangku kuliah, semester pertama.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Istilah &#8220;ayam potong&#8221; yang digunakan dosen tersebut, memang sangat tepat. Mengingat di negeri ini, agama (terutama agama Islam yang dipeluk mayoritas penduduk) selalu saja dijadikan komoditas pada setiap peristiwa politik.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Agama &#8220;dipotong&#8221; beramai-ramai, untuk kemudian dihidangkan dagingnya sebagai camilan rakyat yang &#8212; anehnya  &#8212; selalu saja dilahap dengan penuh semangat. Padahal sebenarnya rakyat sedang dibohongi oleh kelompok-kelompok politik yang memperalat agama, untuk kepentingan mereka.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Selain dijadikan ayam potong, sering pula agama dijadikan &#8220;pentungan&#8221;. Alat pukul untuk menghajar kelompok-kelompok masyarakat yang tidak disukai kelompok tertentu. Atau alat untuk menekan dan menakut-nakuti umat, agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Terlalu banyak jika dirinci satu per satu, kapan dan seperti apa agama diperalat untuk kepentingan politik. Saya hanya akan memberikan beberapa contoh yang terjadi pada era reformasi. Misalnya, sebagian ulama pernah mengeluarkan fatwa untuk tidak memilih calon presiden berjenis kelamin perempuan, karena perempuan dianggap tidak akan mampu berbuat adil sebagai pemimpin.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Fatwa yang sangat bernuansa jender ini, dikeluarkan untuk menjegal Megawati yang mengajukan diri sebagai calon presiden. Tetapi tak lama kemudian, fatwa ini dicabut. Umat diperbolehkan memilih calon presiden perempuan dengan alasan darurat, dan jika dipandang lebih banyak manfaatnya ketimbang mudaratnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Masih dalam upaya menjegal Megawati, beberapa ulama pernah meminta umat Islam Indonesia untuk tidak memilih calon pemimpin yang &#8220;tidak jelas agamanya&#8221;. Fatwa ini muncul gara-gara Megawati ikut menghadiri ritual agama Hindu Darma, di salah satu pura di pulau Dewata. Namun fatwa ini pun raib diterbangkan angin setelah para pendukung Megawati menyatakan bahwa Mbak Mega adalah seorang muslimah tulen, apalagi setelah Ketua Umum PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) ini berangkat ke Tanah Suci untuk beribadah haji.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">K.H. Abdurrahman Wahid pun pernah &#8220;meminjam&#8221; agama untuk mempertahankan kekuasaannya, ketika ia masih menjadi presiden. Sebagian ulama NU (Nahdlatul Ulama) atau lebih tepatnya para ulama PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) mengeluarkan fatwa <em>bughot</em> yang berarti makar, bagi lawan-lawan politiknya yang menghendaki agar Gus Dur turun dari kursi kepresidenan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dan, belakangan, tiba-tiba saja MUI (Majelis Ulama Indonesia) mengeluarkan fatwa haram, bagi umat Islam yang tidak mau menggunakan hak pilihnya alias golput (golongan putih) pada Pemilu 2009. Sebenarnya, fatwa MUI ini tidak muncul secara tiba-tiba alias tidak perlu mengagetkan, karena sebelumnya beberapa politisi yang tampaknya khawatir partainya tidak jadi pemenang dalam Pemilu, mengojok-ojok MUI agar segera mengeluarkan fatwa haram bagi golput.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Salah satu politisi yang pernah mengimbau MUI agar mengeluarkan fatwa haram bagi golput itu, adalah Ketua MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) Hidayat Nur Wahid. Walau kemudian dibantahnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dari beberapa contoh di atas, muncul kesan (paling tidak, kesan saya pribadi) bahwa sebagian ulama Islam di Indonesia, sangat gampang diombang-ambingkan berbagai kepentingan politik. Atau, jangan-jangan, ulama-ulama itu sebenarnya adalah para politisi. Pada gilirannya, umatlah yang kemudian dibuat kebingungan oleh fatwa-fatwa tersebut.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Saya jadi teringat Cak Nur (almarhum Nurcholish Madjid) yang selalu menganjurkan umat Islam Indonesia agar memisahkan agama dengan politik. Slogannya yang terkenal: &#8220;Islam Yes, Partai Islam No&#8221; mengandung harapan agar agama tidak diperalat untuk kepentingan politik.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Namun kemudian banyak ulama yang marah dengan anjuran seperti itu. Agama Islam, menurut mereka, tidak bisa dipisahkan dari politik. Lalu mereka pun merujuk pada kepemimpinan Rasulullah Muhamad SAW di Madinah, yang menata kehidupan masyarakat berlandaskan ajaran Islam. Tetapi mereka lupa bahwa Rasulullah tidak pernah memperalat ajaran Islam untuk kepentingan dirinya, melainkan untuk kemaslahatan umat secara keseluruhan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Ajaran Islam yang dibawa Rasulullah,  justru berhasil membuat umat tidak terpecah belah. Tetapi perhatikanlah fatwa-fatwa yang dikeluarkan para ulama Indonesia. Fatwa-fatwa bernuansa politik yang mereka luncurkan, seringkali membuat umat berpuak-puak, saling mencurigai, saling bermusuhan, saling membenci. Bahkan ada fatwa MUI yang membuat kelompok-kelompok tertentu merasa berhak melakukan tindakan anarki, terhadap kelompok masyarakat yang tidak sepaham dengan mereka. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Untungnya, masyarakat Indonesia pada umumnya, kini sudah menjadi semakin dewasa. Fatwa-fatwa yang dikeluarkan MUI, ataupun fatwa yang dikeluarkan kelompok-kelompok ulama lainnya, tidak serta-merta diterima secara taklid (tanpa <em>reserve</em>). Ironisnya, lama-kelamaan, sikap kritis masyarakat ini bisa membuat para ulama kehilangan legitimasi. Sekarang saja, tak sedikit anggota masyarakat yang menjadikan fatwa pengharaman golput sebagai bahan tertawaan. Malahan tak sedikit pula yang melontarkan tanya, apakah MUI &#8220;kurang kerjaan&#8221;?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Billy Soemawisastra</strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/1014/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=1014&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2009/02/02/ketika-agama-dijadikan-alat-politik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>So Help Me God</title>
		<link>http://jagatalit.com/2009/01/26/so-help-me-god/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2009/01/26/so-help-me-god/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 17:13:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Barack Hussein Obama]]></category>
		<category><![CDATA[Sumpah Presiden]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=922</guid>
		<description><![CDATA[Sudah berlangsung sepekan, Presiden Amerika Serikat ke-44,  Barack Hussein Obama, berkantor di Gedung Putih Washington. Tetapi saya masih terkesan dengan rangkaian upacara pelantikan Presiden AS berkulit hitam itu,  pada tanggal 20 Januari lalu. Pada hari tersebut, tak bosan-bosannya saya memelototi &#8230; <a href="http://jagatalit.com/2009/01/26/so-help-me-god/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=922&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sudah berlangsung sepekan, Presiden Amerika Serikat ke-44,  Barack Hussein Obama, berkantor di Gedung Putih Washington. Tetapi saya masih terkesan dengan rangkaian upacara pelantikan Presiden AS berkulit hitam itu,  pada tanggal 20 Januari lalu. Pada hari tersebut, tak bosan-bosannya saya memelototi layar CNN, yang menyiarkan langsung acara inaugurasi Presiden AS, mulai pukul sebelas malam hingga jam lima pagi (WIB).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Rangkaian acara inaugurasi Presiden AS  itu memang berjalan sangat lambat. Nyaris bertele-tele, seakan tidak mau kehilangan detail sedikit pun. Tetapi itu merupakan kepatuhan warga Amerika terhadap prosedur operasional standar (SOP) yang mereka sepakati, sejak zaman George Washington.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Apa yang dilakukan warga Amerika dalam acara pelantikan Presiden Barack Hussein Obama, tempo hari, sebenarnya hanya merupakan pengulangan empat tahun sekali. Bedanya, acara tersebut, kali ini mencatat rekor tertinggi dalam sejarah Amerika, dalam hal jumlah orang yang hadir untuk menyaksikan acara pelantikan itu secara langsung di seputar gedung Capitol Hill.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Hampir dua juta orang hadir di lokasi acara, dan mungkin mencapai milyaran pasang mata menyaksikannya melalui layar televisi. Itu tak lain lantaran Barack Hussein Obama adalah Presiden AS paling fenomenal dalam sejarah. Selain untuk pertama kalinya Amerika Serikat mempunyai presiden berkulit hitam, juga karena Obama berhasil &#8220;menyihir&#8221; Amerika dan dunia, dengan janji-janjinya tentang &#8220;perubahan&#8221;.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-936" title="pidato-presiden-obama-dan-crowd" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/pidato-presiden-obama-dan-crowd.jpg?w=300&#038;h=240" alt="pidato-presiden-obama-dan-crowd" width="300" height="240" /></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>Jutaan warga AS, simak pidato Presiden Obama.</em><br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Masih terlalu dini untuk dibuktikan, apakah janji-janji Obama itu benar-benar dilaksanakan. Maklum, baru seminggu ia berkantor di istana presiden. Tetapi Amerika dan dunia memang membutuhkan obat mujarab, untuk menyembuhkan perekonomian global yang sedang sakit (dan wabah penyakit itu berawal dari Paman Sam).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Selain pemulihan ekonomi, Amerika juga perlu memulihkan citranya di mata dunia. Sejak George Walker Bush, presiden sebelumnya, mencanangkan dan melaksanakan kebijakan <em>War against Terrorism</em> pasca tragedi WTC 11 September 2001, citra Amerika kian memburuk.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Ratusan ribu masyarakat sipil terbunuh, dalam perang yang konon dilancarkan untuk memberantas para teroris itu. Afghanistan dan Irak, menjadi ladang pembantaian masyarakat sipil yang dilakukan tentara Amerika. Belum lagi ratusan atau bahkan ribuan warga sipil lainnya, disiksa dan dianiaya di penjara-penjara Guantanamo, Abu Ghraib, dan penjara lainnya, dengan tuduhan melakukan serangan teror terhadap Amerika. Banyak di antara mereka yang terbukti tidak bersalah, namun sudah terlanjur disiksa dan dihina martabat kemanusiaannya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dukungan pemerintah Amerika Serikat terhadap Israel, yang meluluhlantakkan Gaza City dan membunuh ratusan ribu warga Palestina belum lama ini, semakin membuat wajah Paman Sam coreng-moreng di mata warga dunia. Wajar, jika kemudian masyarakat Amerika dan dunia berharap banyak pada Barack Hussein Obama, yang telah berjanji melakukan berbagai perubahan untuk memperbaiki situasi negerinya dan dunia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kembali pada acara pelantikan Presiden Barack Hussein Obama. Setidaknya ada tiga hal yang membuat saya terkesan pada acara pelantikan tersebut. Pertama, disiplin yang tinggi masyarakat Amerika ketika menyaksikan acara bersejarah itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Jutaan massa yang memadati lapangan dan jalan-jalan di seputar Capitol Hill dan White House, tampak mampu mengatur diri. Tak ada kerusuhan ataupun keriuhan yang tidak perlu. Mereka hanya bersorak dan berteriak histeris pada saat-saat yang tepat. Misalnya sebelum dan sesudah Obama dilantik, dan sebelum serta sesudah Presiden AS ke-44 itu berpidato. Tetapi sewaktu upacara pengucapan sumpah presiden berlangsung, dan saat sang presiden berpidato selama sekitar 18 menit, massa yang membludak itu diam, mendengarkan dengan khidmat. Hanya sesekali mereka bertepuk tangan, pada kalimat-kalimat tertentu dalam pidato Presiden Obama, yang mengena di hati mereka.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Mereka juga diam mendengarkan dalam hening, sewaktu Aretha Franklin menyanyikan lagu <a href="http://www.youtube.com/watch?v=a7c2lC9JlJo" target="_blank"><em>My Country Tis of Thee</em></a>. Begitu pula tatkala para pemusik senior seperti Itzhak Perlman, Yo-Yo Ma, Gabriela Montero dan Anthony McGill, memainkan sebuah komposisi musik hasil karya John William, <a href="http://www.youtube.com/watch?v=WM5mLlP7WNo&amp;feature=related" target="_blank"><em>Air and Simple Gift</em></a>.  Ketika lagu ini dimainkan secara instrumental beberapa saat menjelang pengucapan sumpah Presiden Obama, kerumunan massa yang berjumlah hampir dua juta orang itu mendengarkan dengan sabar, dan baru bertepuk tangan setelah pertunjukan selesai.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-939" title="aretha-franklin" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/aretha-franklin.jpg?w=300&#038;h=144" alt="aretha-franklin" width="300" height="144" /></span></p>
<p style="text-align:center;"><em><span style="color:#003366;">Aretha Franklin, ketika beraksi di Capitoll Hill.</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kesan kedua adalah penampilan egaliter Presiden Barack Hussein Obama dan Wakil Presiden Joe Biden, dalam seluruh rangkaian acara inaugurasi.  Terutama sewaktu mereka berparade di sepanjang jalan 15th Street dan Pennsylvania Avenue, yang membentang sepanjang tiga kilometer antara Capitol Hill dan White House.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Semula, kedua pemimpin AS ini berada dalam <em>limousine</em>-nya masing-masing, yang berjalan sangat lambat, sambil melambai-lambaikan tangan ke arah kerumunan massa yang memadat di kedua sisi jalan. Tetapi 15 menit kemudian, Presiden Obama dan isterinya Michelle Obama, keluar dari mobil kepresidenan berplat nomor USA 1, lalu berjalan kaki, diikuti Joe dan Jill Biden.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Hanya sesekali Obama dan isterinya kembali masuk ke dalam mobil, untuk kemudian keluar lagi guna menyapa rakyatnya sambil berjalan kaki. Joe dan Jill Biden bahkan terus berjalan kaki hingga memasuki White House. Presiden Obama dan Wakil Presiden Joe Biden serta para isterinya, tampak tidak merasa takut apapun. Mereka melambai-lambaikan tangan dengan riang sambil melangkah santai. Padahal para pengawal presiden, Secret Service, telah menyediakan mobil yang mereka juluki <em>The Beast</em>, mobil yang sistem pengamanannya sangat canggih. Mobil yang konon tak bakal mempan ditembak roket sekalipun.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-940" title="iring-iringan-obama" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/iring-iringan-obama.jpg?w=300&#038;h=200" alt="iring-iringan-obama" width="300" height="200" /><img class="aligncenter size-medium wp-image-941" title="obama-walking" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/obama-walking.jpg?w=300&#038;h=171" alt="obama-walking" width="300" height="171" /><img class="aligncenter size-medium wp-image-942" title="obama-michelle-jalan-kaki" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/obama-michelle-jalan-kaki.jpg?w=300&#038;h=210" alt="obama-michelle-jalan-kaki" width="300" height="210" /><img class="aligncenter size-medium wp-image-943" title="joe-jill-biden" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/joe-jill-biden.jpg?w=300&#038;h=187" alt="joe-jill-biden" width="300" height="187" /></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>&#8220;Aksi jalan kaki&#8221; Presiden Obama dan Wapres Biden.</em><br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Penampilan egaliter, santai, terkesan informal, juga diperlihatkan para mantan Presiden AS yang ikut menghadiri acara inaugurasi untuk Barack Obama. George Bush Senior, Bill Clinton, Jimmy Carter, dan bahkan George Walker Bush yang oleh sebagian masyarakat dunia dinilai sebagai Presiden AS paling arogan, dalam acara ini tampil sebagai tokoh-tokoh yang tampak egalitarian.  Semua ini tentu hanya kesan saya pribadi. Anda berhak tidak setuju.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>US Presidential Oath</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kesan ketiga &#8212; dan ini yang paling membenam dalam ingatan saya &#8212; adalah sikap rendah hati masyarakat Amerika di hadapan Tuhan. Sikap ini tercermin dalam kalimat terakhir Sumpah Presiden Amerika Serikat (US Presidential Oath), yakni:  <em>So Help Me God</em>. Terjemahan bebasnya: &#8221; Semoga Tuhan membantu/menolong saya.&#8221; Bisa juga diartikan, &#8220;Oleh karena itu Ya Tuhan, tolonglah/bantulah saya.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>So Help Me God</em>, adalah sebuah pengakuan di hadapan Tuhan bahwa sehebat apapun manusia, termasuk manusia yang beruntung menjadi Presiden Terpilih Amerika Serikat, hakikatnya hanyalah seorang manusia biasa yang selalu membutuhkan pertolongan Tuhan. Termasuk pertolongan dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin negara adidaya yang sangat berpengaruh di dunia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>So Help Me God</em>, mengandung arti bahwa seorang presiden sekalipun sangatlah kecil di hadapan Tuhan, dan segala daya upaya yang dilakukannya hanya akan berhasil bila memperoleh bantuan/pertolongan Tuhan. Kalimat selengkapnya sumpah Presiden AS, atau <em>United States Presidential Oath </em>itu, adalah sebagai berikut:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>I</em> &#8212; sang tersumpah menyebutkan namanya &#8211; <em> solemnly swear (or affirm) that I will faithfully execute the Office of President of the United States, and will to do the best of my ability, preserve, protect and defend the Constitution of the United States. <strong>So help me God</strong></em>. (Saya bersumpah dengan sesungguh-sungguhnya &#8212; atau menegaskan &#8212; bahwa saya akan melaksanakan tugas-tugas sebagai Presiden Amerika Serikat dengan penuh pengabdian, dan akan memberikan kemampuan saya yang terbaik (guna) menjaga, melindungi dan mempertahankan Konstitusi Amerika Serikat. Oleh karena itu, <strong>Ya Tuhan, tolonglah/bantulah saya</strong>).</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-944" title="president-obamas-oath" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/president-obamas-oath.jpg?w=300&#038;h=168" alt="president-obamas-oath" width="300" height="168" /><em></em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>Obama mengucapkan sumpah di Capitol Hill.</em><br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Lalu bandingkan dengan kalimat-kalimat Sumpah Presiden (Wakil Presiden) Republik Indonesia: &#8220;<strong>Demi Allah</strong>, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-945" title="sumpah-presiden-sby" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/sumpah-presiden-sby.jpg?w=300&#038;h=230" alt="sumpah-presiden-sby" width="300" height="230" /></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>Ketika Presiden SBY membacakan sumpah</em>.<br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Secara keseluruhan, Sumpah Presiden AS dan Sumpah Presiden (Wakil Presiden) RI, memiliki kesamaan arti, hanya redaksionalnya saja yang berbeda. Tetapi ada perbedaan makna yang sangat jauh antara kalimat &#8220;Demi Allah&#8221; yang diucapkan Presiden (Wakil Presiden) RI dengan kalimat &#8220;<em>So help me God</em>&#8221; yang diucapkan Presiden AS.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kalimat &#8220;Demi Allah&#8221; adalah sebuah kalimat yang bisa diartikan sebagai &#8220;mengatasnamakan Allah&#8221;. Seolah-olah Presiden (dan Wakil Presiden) RI adalah &#8220;wakil Tuhan&#8221; di bumi Indonesia. Sehingga semua tindak-tanduknya, seakan telah mendapat restu Allah. Kalimat &#8220;Demi Allah&#8221; sama sekali tidak mencerminkan kerendah-hatian seorang manusia (termasuk seorang Presiden/Wakil Presiden) di hadapan Tuhan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sebenarnya tidak mengherankan bila seorang Presiden (Wakil Presiden) RI, merasa dirinya wakil Tuhan, seperti tercermin dalam sumpah yang diucapkannya pada saat pelantikan. Ini merupakan warisan zaman kerajaan-kerajaan di nusantara, yang para rajanya selalu mendaulat diri sebagai wakil Tuhan, sehingga tanpa malu-malu mereka pun menjuluki diri mereka dengan gelar-gelar seperti <em>Khalifatullah</em>, atau <em>Sayyidin Panatagama</em>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sedangkan Presiden AS, akan selalu diingatkan (sesuai sumpahnya) bahwa dirinya hanyalah seorang manusia biasa, yang kebetulan terpilih menjadi presiden. Mereka menjadi presiden karena dipilih oleh mayoritas warga AS yang terdaftar sebagai pemilih, bukan karena diangkat oleh Tuhan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Memang Presiden RI pun (sejak Soesilo Bambang Yudhoyono) adalah presiden yang dipilih oleh mayoritas rakyat Indonesia yang ikut memilih. Oleh karenanya, tak perlu lagi mengatasnamakan Allah, dengan mengucapkan &#8220;Demi Allah&#8221; ketika membacakan  sumpah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sumpah Presiden (Wakil Presiden) RI dan Sumpah Presiden AS, termaktub dalam konstitusi negara masing-masing. Tetapi tidak ada konstitusi buatan manusia yang tidak bisa diamandemen. Seperti juga konstitusi AS yang seringkali diamandemen, dan juga Undang-Undang Dasar NKRI yang beberapa bagian di antaranya telah diamandemen.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Jadi, tidak ada salahnya, bila suatu saat nanti, dalam sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), para wakil rakyat (DPR dan DPD) yang terpilih lewat Pemilu, mengamandemen Sumpah Presiden (Wakil Presiden) RI, dengan mengganti kalimat &#8220;Demi Allah&#8221; dengan kalimat yang lebih manusiawi, yang lebih mencerminkan kerendah-hatian seorang manusia di hadapan Allah. Kalimat &#8220;Demi Allah&#8221; itu bisa diganti dengan kalimat, misalnya, &#8220;Semoga Allah Berkenan&#8221;,  &#8220;Semoga Allah Memberkati&#8221;, atau &#8220;Ya Allah, Restuilah&#8221;, &#8220;Ya Allah, Saksikanlah&#8221;.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Yang juga perlu diubah adalah cara membacakan sumpah. Presiden (Wakil Presiden RI, mengucapkan sumpahnya dengan membacakan teks. Sedangkan Presiden (dan Wakil Presiden AS) mengucapkannya dengan menghafalnya terlebih dulu, dipandu oleh seorang Hakim Agung atau Ketua Mahkamah Agung.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Mengucapkan sumpah dengan membacakan teks, terasa datar dan kurang membangkitkan emosi bagi yang membaca dan menyaksikannya. Sedangkan bila mengucapkannya tanpa teks, akan terasa sangat emosional. Meskipun memang resikonya cukup tinggi, yakni lupa dengan apa yang harus diucapkan. Seperti yang dialami Presiden Barack Hussein Obama, dan Ketua Mahkamah Agung AS John G. Roberts. Keduanya sempat lupa dengan kalimat-kalimat sumpah yang harus diucapkan di hadapan jutaan khalayak di Capitol Hill, sehingga pengucapan sumpah Presiden Barack Hussein Obama harus diulang esok harinya di Gedung Putih, dengan hanya disaksikan kalangan terbatas.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-946" title="US-POLITICS-OBAMA" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/obamas-oath-tahe-2.jpeg?w=300&#038;h=175" alt="US-POLITICS-OBAMA" width="300" height="175" /></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>Mengulang pengucapan sumpah di White House.</em><br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Yang juga cukup menarik (berbeda dengan tradisi pelantikan Presiden/Wakil Presiden RI), kalimat-kalimat sumpah yang diucapkan Presiden AS dan Wakil Presiden AS, tidaklah sama. Sumpah Wakil Presiden AS, lebih panjang dibandingkan dengan sumpah presidennya. Berikut, petikannya:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span class="contenttext"><em>I do solemnly swear (or affirm) that I will support and defend the Constitution of the United States against all enemies, foreign and domestic; that I will bear true faith and allegiance to the same; that I take this obligation freely, without any mental reservation or purpose of evasion; and that I will well and faithfully discharge the duties of the office on which I am about to enter: <strong>So help me God</strong>.</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span class="contenttext">Walau bagaimana pun, ruang lingkup kekuasaan seorang presiden, berbeda dengan wakil presiden. Begitu pula beban tanggung jawabnya. Tugas seorang wakil presiden hanyalah memberikan <em>support</em> (bantuan) kepada presiden, sesuai kapasitasnya. Sehingga wajarlah bila kalimat-kalimat sumpah yang mereka ucapkan pun berbeda. Bila kalimat-kalimat sumpah yang diucapkan presiden dan wakil presiden (seperti yang selama ini dilakukan di Indonesia), sama bunyinya, tidak menutup kemungkinan sang wakil presiden merasa sama kedudukannya dengan presiden<em>. </em>Meskipun memang kalimat-kalimat sumpah, bukan satu-satunya faktor yang bisa menyebabkan hal itu.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span class="contenttext">Sekali lagi, Anda boleh setuju, boleh juga tidak dengan apa yang saya uraikan dalam tulisan ini. Tetapi jika Anda telah selesai membaca tulisan ini, mari kita bersama-sama mendengarkan sebuah lagu dari 50 Stars, yang tersimpan di situs You Tube, dengan mengklik:<em> <a href="http://www.youtube.com/watch?v=64AetAi5E8E" target="_blank"><strong>So Help Me God, a Tribute to President Obama</strong></a>.</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span class="contenttext"><strong>Billy Soemawisastra</strong></span></span></p>
<h5 style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span class="contenttext"><strong>[Foto-foto: <a href="http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2009/01/22/AR2009012200772.html" target="_blank">www.washingtonpost.com</a>, <a href="http://pemilu2004.goblogmedia.com/sby-disumpah.html" target="_blank">www.goblogmedia.com</a>, <a href="http://media.gatewaync.com/wsj/photos/2009/01/20/parade.jpg" target="_blank">www.gatewaync.com</a>, <a href="http://images.huffingtonpost.com/gen/45527/original.jpg" target="_blank">huffingtonpost.com</a>, <a href="http://i.usatoday.net/news/_photos/2008/01/20/parade-topper.jpg" target="_blank">www.usatoday.net</a>, <a href="http://www.swamppolitics.com/news/politics/blog/2009/01/20/parade%20cade.jpg" target="_blank">swamppolitics.com</a>]<br />
</strong></span></span></h5>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/922/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=922&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2009/01/26/so-help-me-god/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/pidato-presiden-obama-dan-crowd.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pidato-presiden-obama-dan-crowd</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/aretha-franklin.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">aretha-franklin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/iring-iringan-obama.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">iring-iringan-obama</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/obama-walking.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">obama-walking</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/obama-michelle-jalan-kaki.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">obama-michelle-jalan-kaki</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/joe-jill-biden.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">joe-jill-biden</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/president-obamas-oath.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">president-obamas-oath</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/sumpah-presiden-sby.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sumpah-presiden-sby</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/obamas-oath-tahe-2.jpeg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">US-POLITICS-OBAMA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kemenangan Obama, Kemenangan Rakyat Amerika</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/11/07/kemenangan-obama-kemenangan-rakyat-amerika/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2008/11/07/kemenangan-obama-kemenangan-rakyat-amerika/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 20:19:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Prominensia]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Barack Hussein Obama]]></category>
		<category><![CDATA[Hillary Rodham Clinton]]></category>
		<category><![CDATA[John McCain]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilihan Presiden]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=651</guid>
		<description><![CDATA[Berita tentang kemenangan Barack Hussein Obama, sudah diulas habis dalam berbagai media cetak dan online di seluruh dunia, dan ditayangkan berulang-ulang di hampir semua media elektronik. Pesta emosional di pelbagai negeri yang punya keterkaitan historis dengan Presiden Amerika Serikat (terpilih) &#8230; <a href="http://jagatalit.com/2008/11/07/kemenangan-obama-kemenangan-rakyat-amerika/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=651&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Berita tentang kemenangan Barack Hussein Obama, sudah diulas habis dalam berbagai media cetak dan <em>online</em> di seluruh dunia, dan ditayangkan berulang-ulang di hampir semua media elektronik. Pesta emosional di pelbagai negeri yang punya keterkaitan historis dengan Presiden Amerika Serikat (terpilih) ke-44 itu, sudah pula dilangsungkan. Antara lain di Kenya, negeri leluhur Obama; Indonesia (Jakarta), tempat Obama pernah bersekolah SD; dan bahkan di sebuah kota di Jepang, yang hanya karena kebetulan saja nama kota itu sama dengan nama Sang Presiden Terpilih, Obama. Dan, tentu saja, di Amerika Serikat, ketika sebagian besar warga AS, baik yang berkulit putih maupun yang berkulit hitam dan kulit berwarna lainnya, membaur meluapkan kegembiraannya atas kemenangan Obama.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="size-medium wp-image-653 aligncenter" title="sorak-kemenangan" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/sorak-kemenangan.jpg?w=374&#038;h=206" alt="sorak-kemenangan" width="374" height="206" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>Antusiasme rakyat AS menyambut kemenangan Obama.<br />
</em></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Seluruh perhatian dunia tertuju pada Obama. Bukan hanya karena sosok Obama dan keluarganya yang merepresentasikan multiras atau multietnis. Tetapi juga lantaran tersimpan harapan bahwa presiden berkulit hitam pertama AS itu akan benar-benar melakukan perubahan, seperti yang ia janjikan dalam serangkaian kampanyenya yang panjang. Seluruh dunia berharap, Obama akan mampu mengatasi krisis ekonomi di negerinya, yang sedikit banyak mempengaruhi perekonomian dunia. Lalu menarik mundur semua tentara AS dari Irak dan Afghanistan, menghapuskan penjara-penjara penyiksaan di Guantanamo, Abu Ghraib dan tempat-tempat lainnya. Menghentikan serangan rudal di Pakistan, bersikap lunak dan mau berdialog dengan Iran, Korea Utara dan beberapa negara Amerika Latin, yang selama ini dimusuhi Amerika. Juga mendukung berdirinya negara Palestina, yang akan hidup damai berdampingan dengan Israel.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Di luar semua itu, harus diakui, Amerika memang sedang berubah, karena rakyatnya mau berubah. Terpilihnya Obama yang berkulit hitam, menandakan sedang berlangsungnya perubahan itu. Satu hal yang musykil terjadi di masa lalu. Dan, kemusykilan itu ternyata bisa dihalau karena adanya kemauan yang sangat keras untuk berubah, sesuai dengan semboyan yang sering didengungkan Obama dalam masa kampanyenya: “<em>Yes we can</em>”. Semboyan itu kini semakin bergemuruh di seluruh Amerika: “Ya, kami bisa … berubah”. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="size-full wp-image-661 aligncenter" title="obama-isteri-dan-anak-anaknya" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-isteri-dan-anak-anaknya.jpg?w=584" alt="obama-isteri-dan-anak-anaknya"   /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>Obama dan isterinya, Michelle, beserta kedua puterinya</em>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="size-full wp-image-662 aligncenter" title="obama-dan-keluarga-di-kenya" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-dan-keluarga-di-kenya.jpg?w=584" alt="obama-dan-keluarga-di-kenya"   /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>Obama (berdiri nomor dua dari kiri) di tengah keluarga </em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>besarnya, di Kenya</em>. <em>Duduk nomor dua dari kanan, </em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>adalah neneknya dari pihak ayah</em>.<br />
</span></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="size-full wp-image-663 aligncenter" title="obama-dan-ayah-tiri-indonesia" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-dan-ayah-tiri-indonesia.jpg?w=584" alt="obama-dan-ayah-tiri-indonesia"   /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>Obama yunior, bersama Ann Dunham (ibunya), </em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>Lolo Soetoro (ayah tirinya), dan Maya Soetoro, adiknya, </em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>ketika berada di Indonesia, sekitar tahun 1970</em>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="size-medium wp-image-664 aligncenter" title="obama-dan-sang-ayah" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-dan-sang-ayah.jpg?w=354&#038;h=366" alt="obama-dan-sang-ayah" width="354" height="366" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>Barack Hussein Obama Jr. bersama sang ayah, </em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>Barack Hussein Obama S</em>r.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="size-medium wp-image-665 aligncenter" title="obama-with-grandparents-sml" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-with-grandparents-sml.jpg?w=345&#038;h=255" alt="obama-with-grandparents-sml" width="345" height="255" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>Obama bersama kakek dan neneknya, </em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>Stanley dan Madelyn Dunham</em>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Mengapa mereka begitu yakin akan terjadi perubahan? Karena mereka percaya dan selalu konsisten pada sistem politik dan kenegaraan yang mereka sepakati. Sistem yang telah disusun para leluhurnya (<em>the founding fathers</em>) sejak dua abad silam. Sistem yang memungkinkan semua warga negara Amerika Serikat (apapun warna kulitnya dan dari mana pun asal-usulnya) dapat menggapai mimpinya (<em>American Dreams</em>). Dan, mimpi itu, mimpi seorang lelaki berkulit hitam untuk menjadi presiden di negeri yang dicintainya, menjadi kenyataan, seperti yang diungkapkan Barack Hussein Obama, dalam pidato pertamanya sebagai presiden terpilih:</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">“<em>If there is anyone out there who still doubts that America is a place where all things are possible, who still wonders if the dream of our founders is alive in our time, who still questions the power of our democracy, tonight is your answer …It’s been a long time coming … but tonight, because of what we did on this date in this election at this defining moment, change has come to America</em>.” (<a href="http://www.nytimes.com/2008/11/05/us/politics/05campaign.html?partner=rssnyt&amp;emc=rss" target="_blank">The New York Times</a>)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><img class="size-medium wp-image-654 aligncenter" title="NN_27obama2" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/barack-obama1.jpg?w=374&#038;h=352" alt="NN_27obama2" width="374" height="352" /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Lebih dari itu, adalah sikap <em>gentleman</em>, yang selalu ditunjukkan oleh para calon presiden AS, yang menang maupun yang kalah. Yang kalah, akan segera mengucapkan selamat dan menyatakan dukungannya kepada sang pemenang. Lantas sang pemenang pun akan meminta dukungan kepada rivalnya yang telah dikalahkan, untuk ikut membantu melancarkan program-program pemerintahannya. Setelah pemilihan presiden usai, semua warga kembali berbaur, menjadi bangsa Amerika. Tak lagi terlihat perbedaan antara orang Republik dan orang Demokrat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Itu pula yang dilakukan John McCain, kandidat presiden dari Partai Republik, sesaat setelah Obama, rivalnya, dinyatakan menang. Inilah beberapa cuplikan pidato Senator McCain dari Arizona, di Hotel Biltmore, Phoenix, seperti dikutip <a href="http://www.nytimes.com/2008/11/05/us/politics/05campaign.html?partner=rssnyt&amp;emc=rss" target="_blank">The New York Times</a>:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">“<em>This is a historic election, and I recognize the significance it has for African-Americans and for the special pride that must be theirs tonight … We both realize that we have come a long way from the injustices that once stained our nation’s reputation …. These are difficult times for our country, and I pledge him (</em>Obama<em>) tonight to do all in my power to help him lead us through the many callenges we face … I urge all Americans who supported me to join me in not just congratulating him (</em>Obama<em>), but offering our next president our goodwill and earnest effort to find ways to come together</em>.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Amerika Serikat yang seakan hampir pecah pada saat kampanye kedua kandidat berlangsung, sekonyong-konyong menyatu kembali. John McCain, yang dalam masa kampanye begitu sering menghujat dan mencela Obama, kini menyatakan dukungannya dan bersedia membantu Presiden Obama, yang sekarang menjadi presidennya. Dalam pidatonya itu, McCain juga tak lupa menyatakan belasungkawa atas wafatnya Madelyn Dunham, nenek Obama, sehari sebelum hari pemungutan suara, seraya menyayangkan bahwa sang nenek tidak sempat menyaksikan kemenangan cucunya. “<em>Senator Obama has achieved a great thing for himself, and for his country</em>,” ujar McCain.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><img class="size-medium wp-image-666 aligncenter" title="mccain-and-obama-shaking-hands" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/mccain-and-obama-shaking-hands.jpg?w=373&#038;h=293" alt="mccain-and-obama-shaking-hands" width="373" height="293" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>Barack Hussein Obama dan John McCain</em>.<br />
</span></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Hal yang sama juga dilakukan Presiden George Walker Bush, yang kebijakan-kebijakannya selalu dihujat Obama selama berkampanye. Presiden AS yang kedudukannya segera akan digantikan Barack Hussein Obama, berharap presiden yang baru terpilih itu secepatnya datang ke Gedung Putih. Ia akan menyambut Presiden Obama dengan penuh kehangatan. Pun, sebaliknya, Obama tak lupa memuji McCain dalam pidato pertamanya sebagai presiden terpilih. Ia meminta McCain dan seluruh rakyat Amerika, membantunya mewujudkan janji-janjinya. Karena, kata Obama, ia tak mungkin melakukan perubahan sendirian.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Jiwa besar para negarawan Amerika inilah, yang patut dicatat dan dicontoh. Berani mengaku kalah, dan mampu mendahulukan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi dan kelompok. Sikap kenegarawanan yang berjiwa besar itu pulalah, yang ditunjukkan Hillary Rodham Clinton, ketika dirinya dikalahkan Barack Obama, dalam Konvensi Partai Demokrat. Perempuan perkasa ini spontan menyatakan dukungannya untuk Obama, dan bahkan kemudian ia bersama suaminya, Bill Clinton, ikut terjun menjadi juru kampanye untuk Obama.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><img class="size-medium wp-image-659 aligncenter" title="barack-hillary" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/barack-hillary.jpg?w=371&#038;h=258" alt="barack-hillary" width="371" height="258" /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>Barack Hussein Obama dan Hillary Rodham Clinton.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;">Bagaimana dengan Indonesia? Di negeri ini, sampai kini masih ada mantan presiden yang bahkan tidak mau bertegur sapa dengan presiden yang telah mengalahkannya dalam pemilihan presiden empat tahun lalu.  Ogah mengakui kekalahannya, enggan mengikuti acara-acara kenegaraan yang diselenggarakan presiden terpilih.  Di tataran partai politik (parpol) juga demikian. Masih ada mantan pemimpin parpol yang bersikap tidak bersahabat dengan pemimpin parpol yang menggantikannya. Urusan politik dan kenegaraan sering tak bisa dipisahkan dengan ranah pribadi. Kapankah para politisi dan negarawan Indonesia akan dewasa, agar rakyatnya juga ikut dewasa dalam berpolitik? Mungkinkah kita harus menunggu satu setengah abad lagi, hingga Republik Indonesia berusia dua abad,  seperti Amerika sekarang? </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><strong>Billy Soemawisastra</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Georgia;"><em>[Foto-foto diambil dari: <a href="http://www.nytimes.com/2008/11/05/us/politics/05campaign.html?partner=rssnyt&amp;emc=rss" target="_blank">www.nytimes.com</a>, <a href="http://graphics.boston.com/universal/site_graphics/blogs/bigpicture/ppotus_07_04/candidates1.jpg" target="_blank">graphic.boston.com</a></em>, <a href="http://www.gossiponthis.com/wp-content/uploads/2008/02/barack-hillary.jpg" target="_blank"><em>gossiphonthis.com</em></a><em>, </em><a href="http://blog.lehighvalleylive.com/today_impact/2008/11/large_BARACK-MICHELLE.JPG" target="_blank"><em>blog.lehighvalleylive.com</em></a><em>, </em><a href="http://obama-mccain.info/compare-obama-mccain-parents.php" target="_blank"><em>obama-mccain info</em></a><em>, </em><a href="http://countrycomestotownblog.blogspot.com/2008/04/obama-with-his-grandparents.html" target="_blank"><em>countrycomestotownblog.blogspot.com</em></a><em>, </em><a href="http://home.comcast.net/~milechai/tv/images/obama.jpg" target="_blank"><em>home.comcast.net</em></a><em>, </em><a href="http://images.chron.com/blogs/txpotomac/McCain%20and%20Obama%20shaking%20hands.jpg" target="_blank"><em>images.chron.com</em></a>] </span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/651/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=651&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2008/11/07/kemenangan-obama-kemenangan-rakyat-amerika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/sorak-kemenangan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sorak-kemenangan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-isteri-dan-anak-anaknya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">obama-isteri-dan-anak-anaknya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-dan-keluarga-di-kenya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">obama-dan-keluarga-di-kenya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-dan-ayah-tiri-indonesia.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">obama-dan-ayah-tiri-indonesia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-dan-sang-ayah.jpg?w=290" medium="image">
			<media:title type="html">obama-dan-sang-ayah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/obama-with-grandparents-sml.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">obama-with-grandparents-sml</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/barack-obama1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">NN_27obama2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/mccain-and-obama-shaking-hands.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mccain-and-obama-shaking-hands</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/11/barack-hillary.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">barack-hillary</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
