<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jagat Alit &#187; Gereja</title>
	<atom:link href="http://jagatalit.com/tag/gereja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jagatalit.com</link>
	<description>Menyemai Gagasan, Mensyukuri Nikmat Tuhan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 May 2012 15:49:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jagatalit.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/5b9d7a5193b11aa3dcc0a9dd2fd8c982?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Jagat Alit &#187; Gereja</title>
		<link>http://jagatalit.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jagatalit.com/osd.xml" title="Jagat Alit" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jagatalit.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Andaikan Tak Ada Pesta Natal</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/12/11/andaikan-tak-ada-pesta-natal/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2008/12/11/andaikan-tak-ada-pesta-natal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 05:31:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arthur John Horoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Amos]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Gereja-Gereja Sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[Natal]]></category>
		<category><![CDATA[PGI]]></category>
		<category><![CDATA[World Council of Churches]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus Kristus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=746</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Arthur J. Horoni Lebih baik, berusahalah supaya keadilan mengalir seperti air, dan kejujuran seperti sungai yang tak pernah kering. (Amos 5: 21-24) Oleh krisis global yang melanda dunia saat ini, rakyat Indonesia semakin sengsara. Harga produk pertanian merayap, padahal pupuk mahal, bahkan jadi ajang perselingkuhan pejabat dengan distributor yang tentu mencekik petani. Bayangkan bagaimana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=746&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#003366;"><span lang="SV"><strong>Oleh: Arthur J. Horoni</strong></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:225pt;text-align:right;"><span style="color:#003300;"><em><span lang="SV">Lebih baik, berusahalah supaya keadilan mengalir seperti air, dan kejujuran seperti sungai yang tak pernah kering. </span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:225pt;text-align:right;"><span style="color:#003300;"><em><strong>(Amos 5: 21-24)</strong></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="FI">Oleh krisis global yang melanda dunia saat ini, rakyat Indonesia semakin sengsara. Harga produk pertanian merayap, padahal pupuk mahal, bahkan jadi ajang perselingkuhan pejabat dengan distributor yang tentu mencekik petani. Bayangkan bagaimana nasib petani tak bertanah? Padahal pemerintah menjagokan program ”Ketahanan Pangan”.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span lang="SV"><img class="size-medium wp-image-752 aligncenter" title="petani-di-sawah-kering1" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/petani-di-sawah-kering1.jpg?w=463&h=296" alt="petani-di-sawah-kering1" width="463" height="296" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="SV">Di sektor industri, bencana tengah menggempur industri tekstil. Permintaan dari Amerika dan Eropa menurun 30-40 %, sekitar 100 ribu dari 1,2 juta buruh di sektor ini akan dirumahkan dan tahun 2009, konon 50% buruh Indonesia atau sekitar 45,5 juta orang terancam pemutusan hubungan kerja (PHK). Akan halnya, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) alias buruh migran lebih menyedihkan lagi. Gelombang PHK telah dimulai di Hongkong, Taiwan, Korea, menyusul Singapura dan Malaysia. </span>Itulah kutuk neoliberalisme yang menjagokan keperkasaan pasar bebas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="FI">Jadi kata kunci adalah: jatuh. Rupiah jatuh, sawit, karet, minyak jatuh. Padi, apalagi dilibas banjir, jatuh. Jagung bibit unggul karena tak ada pupuk jatuh. Alhasil, sokoguru bangsa: petani, buruh dan nelayan (yang tak bisa beli solar mahal), berguguran bagai daun kering terjerembab tak berdaya di tanah tandus. Jatuh sudah. Ajaib memang, pemerintah tak jatuh-jatuh, padahal <strong><span style="text-decoration:underline;">S</span></strong>emakin <strong><span style="text-decoration:underline;">B</span></strong>anyak <strong><span style="text-decoration:underline;">Y</span></strong>ang <strong><span style="text-decoration:underline;">J</span></strong>adi <strong><span style="text-decoration:underline;">K</span></strong>orban.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span lang="FI"><img class="size-medium wp-image-750 aligncenter" title="buruh-migran-perempuan" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/buruh-migran-perempuan.gif?w=462&h=332" alt="buruh-migran-perempuan" width="462" height="332" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="FI">Maka Sempurnalah Penderitaan Rakyat &#8230;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="FI">Kendati penderitaan rakyat semakin sempurna, renovasi gedung DPR dan rumah pejabat di pusat dan daerah jalan terus. Mobil mewah laku terus. Di sebuah kabupaten di timur nusantara, mobil <em>Rangers Double Cabin, </em>jadi angkutan lapangan eksekutif dan legislatif. Di kelas ini, rasa-rasanya tak ada krisis. Untuk apa pusing-pusing memikirkan rakyat yang selalu diguncang pertanyaan: apa bisa makan hari ini?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="FI">Bagi para birokrat, anggota DPR/DPRD, pimpinan parpol dan sebangsanya pertanyaan itu berubah: makan di mana hari ini? Yang <em>serem</em> para investor rakus: makan siapa hari ini? Jadi, sempurnalah penderitaan rakyatmu, tuan dan nyonya besar…</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong><span lang="FI">Suara Nabi di Tengah Gurun</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="FI">Di tengah gurun ketidakadilan ini, di kubangan penderitaan rakyat, umat rindu suara nabi. Kutipan teks dari Nabi Amos di awal tadi kurang digunakan birokrat gereja, namun sungguh popular di kalangan umat yang sengsara. </span><span lang="ES-MX">Amos, nabi pertama dalam Alkitab, yang pesannya dicatat secara terperinci. Ia mengritik pejabat kerajaan dan pemuka agama Yahudi yang tak peka atas ketidakadilan. Ia membentak bangsa yang menjadikan ibadah sebagai perayaan-perayaan atau pesta semata tanpa kepedulian atas nasib rakyat. Ibadah seperti itu kata Amos, bakal ditolak Tuhan. Allah, tutur Amos, menghendaki keadilan bergulung-gulung seperti air.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX">Dari Sidang Raya IX Dewan Gereja-gereja se Dunia (DGD-WCC) di Porto Alegre, Brazil, 2006, terbit sebuah dokumen latar belakang yang &#8220;membentak&#8221; globalisasi ekonomi yang menjujung neoliberalisme, ekonomi pasar bebas. Dokumen itu berjudul <em>Alternative Globalization Addressing People and Earth</em>. Akronimnya adalah AGAPE, kata dari bahasa Yunani yang berarti Kasih. Dokumen ini telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia di bawah judul, “Globalisasi Alternatif mengutamakan Rakyat dan Bumi.” Diktum neoliberalisme menurut dokumen ini, “pada dasarnya neoliberalisme mengubah segala sesuatu dan manusia menjadi komoditi. “ </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX">Penguasaan neoliberalisme terhadap kekayaan material yang melebihi penghargaan akan harkat dan martabat manusia, membuat manusia diperlakukan tidak selayaknya, mengorbankan kehidupan manusia dan alam demi ketamakan. Buahnya adalah ketidakadilan, kekerasan, kemiskinan, kelaparan, pengangguran yang melanda bagian terbesar penduduk dunia dan berakibat kepada kematian. Seiring dengan itu masalah-masalah lingkungan hidup semakin meruyak: pemanasan global, penipisan sumber daya alam, terbentuknya gurun hijau (perkebunan sawit yang terlantar karena sawit jatuh) serta hilangnya keanekaragaman hayati. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX">Di sisi itu, pemerintah dan pengusaha kita adalah birokrat dan kapitalis yang menjadi agen neoliberalisme atau neolib itu. Ada bangunan yang seragam dari Banda Aceh sampai Jayapura sebagai wajah gemilang neolib: mal, ruko dan Swiss Bell Hotel …</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong><span lang="ES-MX">Keberanian Melawan Arus</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX">Bagaimana tanggapan gereja-gereja di Indonesia terhadap situasi ini? Pada 1-5 Desember 2008 di Wisma Samadi, Klender, Jakarta, 80 orang pimpinan gereja anggota Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), utusan kaum perempuan dan pemuda, para pelaku ekonomi, politik dan budaya, yang prihatin atas situasi itu terlibat dalam konsultasi Nasional Gereja dan Ágape. Tema Konsultasi, “Tuhan, dalam Rahmat-Mu, Ubahlah Dunia”, dengan subtema, “ AGAPE dari Deklarasi Menjadi Aksi”.</span></span></p>
<address class="MsoNormal"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX"><img class="aligncenter size-medium wp-image-758" title="sae-nababan" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/sae-nababan.jpg?w=502&h=361" alt="sae-nababan" width="502" height="361" /></span></span></address>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="text-decoration:underline;"><em>Peserta Konsutasi Nasional Gereja dan AGAPE, berpose bersama Presiden DGD, Pdt. Dr. SAE Nababan.“Bagi Allah tidak ada yang mustahil”.</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="text-decoration:underline;"><em>(Foto: Dok. Arthur JH/PKM)</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX">Presiden DGD (Dewan Gereja-gereja se-Dunia), Pdt. Dr. SAE Nababan, dalam renungan pada pembukaan konsultasi mengritik gereja yang tidak peduli terhadap ketidakadilan yang berlangsung di tengah masyarakat. Ia menguraikan, ada tiga penyebab sikap ketidakpedulian itu, (1) pengejaran keselamatan jiwa (kesalehan pribadi sebagai warisan pietisme), (2) kuasa tradisi gereja yang membentuk pola pikir dan pola hidup manusia, yang hampir bersifat mutlak, dan (3) keterbatasan pergumulan yang terus-menerus dengan Firman Tuhan di tengah perjalanan hidup. Karena ketidakpedulian ini, kita cenderung menjauhkan diri dari ketidakadilan yang mendera rakyat, tidak berani bersama rakyat menghadapinya dan secara tegas memberitakan, mengusahakan dan menegakkan keadilan bagi semua orang, sebagai kehendak Allah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX">Dr. Nababan menegaskan, kerinduan mendalam setiap manusia dan setiap komunitas manusia bahkan setiap bangsa adalah memperoleh keadilan dan perdamaian. Karena hanya dengan adanya keadilan dan perdamaian, kehidupan manusia dapat berkembang sejahtera. “Keduanya tak terpisahkan”, ujarnya. Ia menyatakan kegembiraannya dengan kehadiran peserta konsultasi, walau hanya kelompok kecil. Namun kelompok yang peduli, dan di hadapan Tuhan, kelompok-kelompok kecil ini juga mewakili gereja. Kehadiran dalam konsultasi ini, menurut Nababan, adalah keberanian melawan arus, pada saat kebanyakan orang terpukau, terlena bahkan terbenam arus globalisasi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX">Melalui diskusi, penggalian pengalaman, analisis sosial, Ibadah, refleksi teologis, peserta bergumul, menafsirkan ulang teks Alkitab sesuai dengan konteks, membaca kembali secara kritis. Kesadaran yang muncul adalah, gereja sejatinya menjadi komunitas yang transformatif dengan mengembangkan teologi yang berpihak kepada rakyat dan bumi. Untuk itu perlu upaya terus-menerus memampukan gereja menjadi gerakan ketimbang institusi yang berpihak kepada rakyat dan bumi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong><span lang="SV">Andaikan Tak Ada Pesta Natal</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="SV">Konsultasi tak bermakna bila tak disusul aksi. Tentu, gereja-gereja atau komunitas Kristiani di negeri ini mampu merumuskan aksi sesuai konteks masing-masing. Kendati begitu, ada sesuatu yang sangat konkret yang dapat dilakukan bersama-sama, kalau mau.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="SV">Di pekan-pekan advent, menyongsong natal ini, sebaiknya kita membebaskan diri dari jerat neolib. Misalnya, tak perlu membeli pohon natal serta segala perniknya di mal-mal. Yesus yang lahir dalam kemiskinan kenapa mesti dirayakan dalam kegemerlapan? </span><span lang="ES-MX">Kita toh tidak meracik sendiri tema natal dan segala perniknya di rumah kita dengan apa yang ada pada kita. Ada kembang, ada pohon hidup di rumah, dan terutama mempersiapkan hati yang penuh shalom (damai sejahtera).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX">Pesta <em>Santa Claus</em> atau sinterklas itu sihir neolib, boikot saja. Tak ada gunanya buat kita. Dan coba Anda hitung ongkos pesta natal di negeri ini secara total. Konon orang Kristen anggota jemaat gereja-gereja anggota PGI yang ada 87 sinode itu sekitar 10 juta. Kita hitung secara sederhana, ada sekitar 20 ribu komunitas atau jemaat yang masing-masing 500 orang anggotanya. Biasanya pesta natal setiap jemaat paling sedikit Rp 20 juta misalnya. Berapa uang terkumpul setiap pesta natal? Tak kurang dari Rp 400.000.000.000 (400 milyar rupiah).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX">Belum lagi natal marga, keluarga, polisi, DPR/D, Parpol, dan seterusnya dan seterusnya. Berapa trilyun uang yang dibuang sia-sia untuk pesta, yang menurut nabi Amos, tak disukai Tuhan? </span><span lang="SV">Berapa sekolah dan rumah sakit untuk rakyat bisa dibangun?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="SV">Andaikan gereja-gereja bersatu mengembalikan pesta natal kepada situasi natal yang pertama, kita tidak perlu berpesta di tengah semakin sempurnanya penderitaan petani, nelayan dan buruh. Dan kita akan mampu mengatasi neolib &#8230; </span></span></p>
<h5 style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span lang="SV">[Foto-foto: Suara Pembaruan dan Associated Press]<br />
</span></span></h5>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/746/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/746/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/746/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/746/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/746/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/746/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/746/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=746&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2008/12/11/andaikan-tak-ada-pesta-natal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e8b14fc3737f265bc1958d40bb615cb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arthur J. Horoni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/petani-di-sawah-kering1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">petani-di-sawah-kering1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/buruh-migran-perempuan.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">buruh-migran-perempuan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/sae-nababan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sae-nababan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yesus dan Petani Andalas Utara</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/04/09/yesus-dan-petani-andalas-utara/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2008/04/09/yesus-dan-petani-andalas-utara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2008 04:34:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arthur John Horoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Deli Serdang]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[Golgota]]></category>
		<category><![CDATA[Kahlil Gibran]]></category>
		<category><![CDATA[Nazareth]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[Salib]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus Kristus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Adakah masih kami disebut petani bila cuma punya tubuh golok dan pacul? &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. Tak elok, kawan tak elok orang bilang kau penggarap penunggu kuli tani &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. Kau siapa? &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. Kita sama sobat petani tak bertanah karena tanah petani dari abad ke abad dijarah para raja, tuan tanah, penjajah bertukar jadi tanah negara perkebunan swasta perkebunan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=91&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><span style="color:#003366;"><span>Adakah masih kami disebut petani </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>bila cuma punya tubuh</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>golok dan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>pacul?</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Tak elok, kawan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tak elok</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>orang bilang kau penggarap</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>penunggu</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>kuli tani</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Kau siapa?</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Kita sama sobat</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>petani tak bertanah</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>karena tanah petani</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>dari abad ke abad dijarah </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>para raja, tuan tanah, penjajah</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>bertukar jadi tanah negara</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>perkebunan swasta</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>perkebunan negara </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>dan kita melarat</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Ya, ya, aku mulai celik</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>bapakku jadi buruh perkebunan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>miskin seumur-umur</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>pensiun tak bertanah</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tak berumah</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>padahal para birokrat kebun</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>punya berhektar tanah</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>dan pesangon milyaran</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>saat usai masa bakti</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>para anak juragan </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>sekolah di negeri manca</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>sialan!</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Tapi, siapa kau kawan?</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Serigala punya liang</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>burung punya sarang </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tapi Anak Manusia tak punya </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tempat untuk meletakkan kepalaNya &#8230;</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Ha ha ha, Kau rupanya</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Sang pengembara dari segala abad </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>di segala tempat </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tentu sebagai sesama orang menderita </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>aku cepat kenal Kau</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Sang Yesus, sobat jelata dari Nazareth<br />
</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Tapi kenapa Kau ke sini</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>ini lahan sengketa Bos</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Kau bisa dapat bencana</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>belum kapok disalib kaum petinggi</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>agama Yahudi di Golgota dulu?</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Menyingkirkah Kawan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tak tega bila Kau disakiti lagi </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>kini giliran kami </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>petani tak bertanah </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>merebut kembali milik kami </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tempatMu</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>di Gereja yang mentereng di kota-kota </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>jangan kotorkan diriMu </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>di kubangan para miskin ini</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Nah, nah, kau salah Marihot</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Astaga, Kau tahu namaku</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Ya, ya, karena kau tak pasrah pada nasib</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>kau masih berjuang bersama sesama </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>petani tak bertanah </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>di Simalungun, Pematangsiantar, </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Serdang Bedagai, Deli Serdang</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Batu Bara</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Asahan, Labuhan Batu</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>di Lampung</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Tanah Pasundan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Jawa Timur</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>dan seterusnya </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>merebut tanah untuk petani </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>menegakkan harkat dan martabat rakyat </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tertindas,</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Maka kau saudaraku</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Namamu di hatiku</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Tapi kenapa Kau bilang aku salah? </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>bukankah tempatMu memang di gereja? </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Apalagi ini hari Minggu</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Sobatku, </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>BagiKu, setiap hari hari Minggu </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>artinya, setiap hari itu ibadah </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>dan ibadah yang sesunguhnya </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>adalah mengunjungi para jelata </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>melawat yang sakit</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>memberi makan yang lapar </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>membebaskan yang terbelenggu </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>memaklumkan Kabar Baik bagi </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>petani tak bertanah </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>untuk berjuang mendapatkan tanah </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>mewujudkan perubahan </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Ibadah yang sesungguhnya </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>bukan pamer baju baru</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>sepatu model mutakhir</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>anting dan kalung mas</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>lantas melamun terkantuk-kantuk</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>lantaran khotbah pendeta tak menyentuh</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>persoalan umat</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>hapal peta Yerusalem, Betlehem</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>dan Yerikho</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>namun tak paham</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>bahwa di desa Durin Tonggal,</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Pancur Batu, Deli Serdang</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>petani yang berkeringat menanami tanah</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>dianiaya preman dan oknum polisi</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Kaum miskin itu dituduh menjarah tanah perkebunan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Padahal perkebunan merugi terus</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>walau birokratnya kaya raya</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>korupsi sudah jadi budaya</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>dan gereja dibangun dari hasil curian pejabat</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Tidak, kawan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Aku pengembara</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Kau belum baca Yesus Putera Manusia</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>yang ditulis sobatku Kahlil Gibran</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>penyair pemberang yang juga menghajar</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tingkah laku pemuka agama di Lebanon</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>yang sok saleh namun korup?</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Dia tulis, yang di gereja itu</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Yesusnya orang Kristen</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>yang jadi Kristus Sang Raja</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>kau bisa mengerti kalau belajar teologi</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>namun Aku,</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Yesus orang Nazaret</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Sobat para jelata</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>kau tak perlu repot belajar teologi</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>untuk memahami Aku</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>cukup baca Alkitab dengan matamu sendiri</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>jangan pakai rumus para teolog</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>atau petinggi gereja</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>yang kebanyakannya sudah jadi</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>nabi istana</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>maka kau akan paham</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Injil</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Kabar Gembira</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>artinya berubah</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>buta – melihat</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>lumpuh – berjalan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tawanan &#8211; merdeka</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>mampukah gereja melakukan itu?</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Sobatku Orang Nazaret</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tolong jangan bikin aku bingung</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>jadi apa sesungguhnya gereja itu?</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Salahkah bila kubilang</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>gereja itu bukan gedung dari batu </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>besi dan kayu</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>ditambah struktur yang kaku</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>namun persekutuan orang yang</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>sehati sepikir untuk mengubah </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>nasibnya menjadi manusia yang bermartabat?</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Dan jalan perubahan yang dipilih</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Adalah jalan kasih </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>aktif tanpa kekerasan?</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Kau benar Marihot</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Kitab suci tidak lagi rumus</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>kesalehan bagimu</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>ia telah mewujud menjadi</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>perbuatan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tidak seperti gaya</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>banyak pemimpin gereja</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>yang pintar bikin manifes</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>narasi natal</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>narasi paskah</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>namun tak pernah jadi tindakan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>yang membebaskan rakyat dari kemiskinan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>kekerasan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>dan ketidakadilan</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Bos</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Jangan marah ya</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>aku pernah menggunakan namaMu</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>semoga aku tak menyebut dengan sia- sia</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>waktu itu, dalam perjuangan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>merebut tanah bersama rakyat</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>polisi menghardik kami</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>hei siapa yang menyuruh kalian</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>menduduki lahan perkebunan ini?</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>menyingkir atau kutembak</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Kujawab</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>hati nurani kami yang menyuruh kami</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>kami petani tak bertanah berjuang</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>melaksanakan reforma agraria</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tanah untuk rakyat</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tatkala Gus Dur masih presiden</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>dia bilang 40% tanah perkebunan mesti</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>dibagi untuk rakyat</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>belum lama Presiden SBY bilang</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>lebih 8 juta hektar lahan harus</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>dibagi kepada rakyat tak bertanah</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>karena ujar-ujar yang bagus ini </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>belum dilaksanakan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>kami membantu para pemimpin itu</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>mulai menduduki tanah perkebunan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>yang HGU-nya telah tamat</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Pintar kau ya</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>kata komandan polisi</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>kalau tanah ini milik kalian</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>mana alas haknya</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>sertifikatnya</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>kujawab begini:</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Yesus saja tak pernah memberi sertifikat</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>kau baru jadi polisi sudah belagak</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Mati langkah polisi itu Bos</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tapi ampunlah kalau caraku itu</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>telah memanfaatkan namaMu</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>secara sia-sia</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Ha ha ha dasar Batak</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Mantap juga tipu kau itu</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>lanjutkan perjuangan kalian</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>petani tak bertanah</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>sampai semua memperoleh</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tanah</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>dan mengelola tanah itu</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>sebagai sumber pendapatan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>jangan dijual</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>agar kalian dapat hidup dari tanah itu</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Sobatku Yesus</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>terima kasih</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>pesanmu selalu kuingat:</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Aku datang, supaya mereka</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>mempunyai hidup, </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>dan mempunyainya dalam</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>segala kelimpahan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><strong><span> </span></strong></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><strong><span>Medan, 9 April 2008</span></strong></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><strong><span>Arthur John Horoni </span></strong></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><a href="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/05/petani31.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-146" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/05/petani31.jpg?w=300&h=204" alt="" width="300" height="204" /></a></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;">[Foto:<a href="http://www.daylife.com" target="_blank"> www.daylife.com</a>]</span></h3>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jagatalit.wordpress.com/91/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jagatalit.wordpress.com/91/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=91&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2008/04/09/yesus-dan-petani-andalas-utara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e8b14fc3737f265bc1958d40bb615cb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arthur J. Horoni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/05/petani31.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
