<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jagat Alit &#187; Nasrani</title>
	<atom:link href="http://jagatalit.com/tag/nasrani/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jagatalit.com</link>
	<description>Menyemai Gagasan, Mensyukuri Nikmat Tuhan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 May 2012 15:49:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jagatalit.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/5b9d7a5193b11aa3dcc0a9dd2fd8c982?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Jagat Alit &#187; Nasrani</title>
		<link>http://jagatalit.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jagatalit.com/osd.xml" title="Jagat Alit" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jagatalit.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Paskah dan SMS Sejuta Umat</title>
		<link>http://jagatalit.com/2010/04/05/paskah-dan-sms-sejuta-umat/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2010/04/05/paskah-dan-sms-sejuta-umat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 11:17:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arthur John Horoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrani]]></category>
		<category><![CDATA[Paskah]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus Kristus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.com/?p=1310</guid>
		<description><![CDATA[Dan, teknologi komunikasi mutakhir menunjukkan kedigjayaannya: produksi pesan pendek melalui sms maupun facebook di sekitar perayaan umat Kristiani dari Jumat Agung hingga Paskah 2010. Jumat Agung adalah perayaan wafatnya Jesus Kristus sedangkan Paskah menandai KebangkitanNya. Melalui teknologi komunikasi mutakhir dengan PC, laptop ataupun ponsel, segala kegaduhan penyampaian ucapan menjadi serba cepat dan tak repot. Dulu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=1310&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dan, teknologi komunikasi mutakhir menunjukkan kedigjayaannya: produksi pesan pendek melalui sms maupun facebook di sekitar perayaan umat Kristiani dari Jumat Agung hingga Paskah 2010. Jumat Agung adalah perayaan wafatnya Jesus Kristus sedangkan Paskah menandai KebangkitanNya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Melalui teknologi komunikasi mutakhir dengan PC, laptop ataupun ponsel, segala kegaduhan penyampaian ucapan menjadi serba cepat dan tak repot. Dulu orang mesti memilah-milah kartu ucapan  yang cocok, mengirim jauh hari sebelum waktunya agar tak telat tiba di alamat. Sekarang tinggal ketik, tekan tombol atau klik dan beres. Balasan dapat tiba dalam hitungan detik atau menit.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Wah. Kita tengah menikmati keajaiban <em><span style="text-decoration:underline;">global village</span></em> (Desa Dunia).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Toh ada yang hilang, sapaan-sapaan lewat surat atau kartu pos jaman dulu (jadul) rasanya lebih asli atau orisinal. Dan otentik. Sekarang ini bahasa TI bisa menyesatkan. Maklumlah media adalah pesan itu sendiri (Marshal Mc Luhan; <em><span style="text-decoration:underline;">The Media is the message</span></em>).  Cobalah gimana kita bisa menikmati:  ”Met Paskah”.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sebagai ekstrim yang lain, mesti pakai bahasa asing, Inggris, misalnya, “Happy Easter” atau latin (mungkin kesannya lebih kudus) seperti, “Christo Anesti Allisto Anesti” (bangkit, tegak, tegar bersama Tuhan). Ini agak “menyesatkan” karena seolah-olah supaya lebih kristiani pakailah bahasa asing.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Namun yang lebih celaka adalah ucapan-ucapan yang diproduksi oleh kelompok-kelompok tertentu, boleh jadi bekerjasama dengan operator pelayanan  jaringan yang kemudian diserap begitu saja oleh umat dan disebar-luaskan,  seolah-olah ini paling paten.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="text-decoration:underline;">Ada contoh</span>:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Saudaraku…</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Jika ada 1000 orang yang rindu padamu, aku turut di dalamnya.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Jika ada 100 orang yang MENYAYANGIMU</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>pasti aku termasuk …</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Jika ada 10 orang yang peduli padamu,</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Percayalah salah satunya pasti.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Aku…</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Tetapi jika ada 1 orang yang mau MATI untukmu,</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>tunggu dulu</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>itu pasti bukan aku</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>HANYA DIA yang RELA MATI</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Untukmu…</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em> &#8230;&#8230;</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Happy Great Friday</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Selamat Merayakan Hari Jumat Agung</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Hari wafatnya Jesus Kristus di kayu salib</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em> &#8230;..</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="text-decoration:underline;">Atau:</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>SELAMAT !!!</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Anda mendapat Pemenang GEBYAR PASKAH BERHADIAH…</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Anda berhak atas satu set perangkat SUKACITA</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>dan  satu unit DAMAI SEJAHTERA</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>dan BUAH-BUAH ROH</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>hadiah bisa Anda miliki cukup dengan mentransfer IMAN dan PENGHARAPAN</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>kepada JESUS KRISTUS serta mengirim KASIH kepada sesama.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Awas Penipuan!</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>dst…dst…dst…</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Nah yang seperti ini yang saya bilang tadi, pesan untuk sejuta umat. Satu orang bisa mendapat pesan yang sama dari 3 orang. Artinya orang yang melanjutkan pesan itu tak sadar telah menjadi agen “perdagangan bebas” pesan-pesan perayaan keagamaan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Neoliberalisme telah berhasil juga teologi menjadi sekadar komoditi He… he… he…,  saya juga melanjutkan pesan semacam itu ternyata.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Padahal dalam buku-buku kumpulan cerita humor tentang para pemuka agama Kristen mula-mula sekitar abad 2 Masehi, banyak cerita yang bermakna bila disebarluaskan di abad globalisasi ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="text-decoration:underline;">Saya kutip saja</span> :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Konon ketika Jesus Kristus turun ke “kerajaan maut” atawa neraka  usai mengalami penyaliban, Ia menemui pendosa, tak melihat dari bangsa mana, sekte agama apa, mengampuni dan membebaskan mereka.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Melihat itu , Iblis, sang raja kegelapan menangis, karena neraka telah kosong.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Alkitab , Jesus membujuk Iblis:</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>“Tak perlu menangis, nanti akan ku masukkan ke sini jadi pemimpin dunia yang kejam, para koruptor, para pegiat perang, para penindas rakyat dan para pemimpin agama yang lebih suka berkolaborasi dengan penguasa jahat, ketimbang membela umatnya yang diperlakukan tidak adil, miksin dan tertindas.  Sabarlah”.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kenapa kita tidak belajar menulis perumpamaan-perumpamaan baru dengan memanfaatkan kedigjayaan teknologi komunikasi ?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Selamat Paskah!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Arthur John Horoni</strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/1310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/1310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/1310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/1310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/1310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/1310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/1310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/1310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/1310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/1310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/1310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/1310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/1310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/1310/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=1310&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2010/04/05/paskah-dan-sms-sejuta-umat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e8b14fc3737f265bc1958d40bb615cb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arthur J. Horoni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mi&#8217;raj Isa Al-Masih</title>
		<link>http://jagatalit.com/2009/05/20/miraj-isa-al-masih/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2009/05/20/miraj-isa-al-masih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 12:53:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arthur John Horoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Golput]]></category>
		<category><![CDATA[Isa Al-Masih]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrani]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus Kristus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.com/?p=1221</guid>
		<description><![CDATA[Setiap tanggal 21 Mei, umat Nasrani merayakan Hari Kenaikan Yesus Kristus, seperti juga 21 Mei 2009 ini. Dalam salah satu Kamus Alkitab terbitan tahun 60-70-an, ada padanan Kenaikan Yesus Kristus, yaitu Mi’raj Isa Al-Masih. Sebelas tahun yang lalu, juga pada bulan Mei, pada saat umat Nasrani khusuk berdoa merayakan Kenaikan Yesus Kristus, Soeharto menyampaikan pengunduran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=1221&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Setiap tanggal 21 Mei, umat Nasrani merayakan Hari Kenaikan Yesus Kristus, seperti juga 21 Mei 2009 ini. </span><span style="font-family:Verdana;">Dalam salah satu Kamus Alkitab terbitan tahun 60-70-an, ada padanan Kenaikan Yesus Kristus, yaitu Mi’raj Isa Al-Masih.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;">Sebelas tahun yang lalu, juga pada bulan Mei, pada saat umat Nasrani khusuk berdoa merayakan Kenaikan Yesus Kristus, Soeharto menyampaikan pengunduran dirinya sebagai Presiden  RI. Saat itu ada seloroh: Yesus naik, Soeharto turun.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;">Saat ini, hanya berselang sehari, dua hari raya dengan dua istilah penuh harapan, melintas di sejarah negeri ini: Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei) dan Hari Kenaikan Yesus Kristus (21 Mei). Para mistikus atau peramal boleh-boleh saja mengotak-atik istilah kebangkitan dan kenaikan ini dengan berbagai fenomena. Boleh duniawi ataupun samawi, silakan saja.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;">Bagi saya, dihubungkan dengan agenda nasional pemilihan umum (legislatif dan eksekutif) yang sedang bergulir di negeri ”ratapan pulau kelapa” ini, makna kebangkitan dan kenaikan jadi menggoda.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Apa yang betul-betul bangkit saat ini?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Bila melirik data pemilu legilatif, yang bangkit adalah kelompok rakyat yang tak memilih (orang bilang golput). Coba, sekitar 49% betul-betul memilih tak menggunakan hak pilih. Sementara sekitar 12% karena tidak tercantum di daftar pemilih tetap.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Makna 49%, Sobat, mengandung arti, kelompok inilah pemenang pemilu legislatif yang sebenarnya. Lebih jauh, kelompok ini memiliki kesadaran kritis menolak <strong><em>gombalisasi</em></strong> dari partai-partai yang dikuasai orang-orang haus kuasa, serta para birokrat yang takabur.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Yesus Kristus atau Isa Al-Masih, lebih 2000 tahun silam melawan gombalisasi dari para pemimpin (termasuk pemimpin agama) Yahudi yang lebih mementingkan kekuasaan, mengubah pesan kitab suci menjadi doktrin yang justru menindas rakyat kecil.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Karena itu, di satu kesempatan membaca Kitab Suci di Synagoge (rumah ibadah agama Yahudi), Yesus membaca gulungan Kitab Nabi Yesaya (60:1-2), seperti yang dilaporkan penulis Injil Lukas (4 : 18-19); ”Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab itu, Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan Tahun Rahmat Tuhan telah datang?”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Begitu. Jadi Yesus berpihak pada seluruh rakyat yang terpinggirkan. Dari sana Ia menyampaikan kabar baik (Injil) sebagai berita pembebasan atau perubahan total. Tentu saja para pemimpin agama Yahudi yang sudah berkolaborasi dengan raja boneka Herodes dan Gubernur Romawi (sang penjajah) Pontius Pilatus, tersinggung berat, akhirnya marah besar dan menyalibkan Yesus. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Umat Kristiani mengimani Yesus yang disalibkan, mati dan dikuburkan itu, bangkit pada hari ketiga, yang kemudian di rayakan sebagai Hari Raya Paskah. Hari Kenaikan berlangsung 40 hari setelah Hari Raya Paskah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Pada masa 40 hari itu, menurut beberapa tafsiran teolog, Yesus melakukan pengorganisasian kembali murid-murid-Nya yang porak poranda pada saat Ia disalibkan. Kalau istilah partai sekarang, Ia memantapkan kaderisasi, agar para murid tetap setia kepada Injil, Kabar Baik tentang Pembebasan dari ketidakadilan, karena itu selalu berpihak kepada rakyat kecil.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Para murid harus memiliki bela rasa kepada kaum tertindas dan berjuang untuk perubahan ke arah lebih baik seiring dengan kehendak Allah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Jika dilirik dari sistem politik kiwari, sikap Yesus seperti ini adalah sikap anti mapan, sikap kiri. Karena ia menentang pemimpin agama yang senang jadi nabi istana.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Nah, bila saat ini, di sini, di Indonesia kita berefleksi di mana sebenarnya posisi institusi agama dan para pemimpinnya?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Apakah di pihak rakyat tertindas seperti sikap Yesus, atau memilih tempat aman di pihak kaum penindas (pada era Yesus, Kaum Farisi).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Yang jelas, rakyat sudah bangkit dari nina bobo para politisi, yang mengumbar janji-janji muluk setiap pemilu. Dan rakyat pasti naik kelas, menjadi lebih jeli untuk memilih pemimpin yang benar-benar memiliki bela rasa kepada penderitaan rakyat. Kalau golput semakin naik pada pemilihan presiden, jangan salahkan rakyat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Itu berarti, belum ada pemimpin yang cocok dengan hati rakyat, atau karena sistem politik ini tidak memberi peluang majunya kaum muda untuk memimpin bangsa. Jangan lupa, Sobat, Yesus yang historis lebih 2000 tahun silam, adalah orang muda yang penuh semangat namun bijak. Usianya sekitar 30-an tahun.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Selamat merayakan Mi’raj Isa Al-Masih.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Shalom.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Arthur J. Horoni</span></span></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/1221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/1221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/1221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/1221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/1221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/1221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/1221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/1221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/1221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/1221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/1221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/1221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/1221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/1221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=1221&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2009/05/20/miraj-isa-al-masih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e8b14fc3737f265bc1958d40bb615cb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arthur J. Horoni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenangan Natal yang Tersisa: Spiritualitas Natal dalam SMS</title>
		<link>http://jagatalit.com/2009/01/05/kenangan-natal-yang-tersisa-spiritualitas-natal-dalam-sms/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2009/01/05/kenangan-natal-yang-tersisa-spiritualitas-natal-dalam-sms/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 17:32:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arthur John Horoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Betlehem]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrani]]></category>
		<category><![CDATA[Natal]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritualisme]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus Kristus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=904</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Arthur J. Horoni Saya    mendapat 47 SMS ucapan selamat Natal di penghujung Desember 2008 yang baru saja kita lewati. Pesan paling awal, tiba 24 Desember 2008, dari sobatku &#8212; tapi kami lebih dekat dan saling menyapa dengan sebutan “saudaraku” &#8212; seorang Muslim. Ia menulis,  “Saudaraku, Sang Mesias tak ke mana-mana. Dia senantiasa ada dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=904&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><span style="color:#003366;"><span style="text-decoration:underline;"><img class="alignleft size-full wp-image-905" title="foto-arthur1" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/foto-arthur1.jpg?w=470" alt="foto-arthur1"   />Oleh: Arthur J. Horoni</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Saya    mendapat 47 SMS ucapan selamat Natal di penghujung Desember 2008 yang baru saja kita lewati. Pesan paling awal, tiba 24 Desember 2008, dari sobatku &#8212; tapi kami lebih dekat dan saling menyapa dengan sebutan “saudaraku” &#8212; seorang Muslim. Ia menulis,  “Saudaraku, Sang Mesias tak ke mana-mana. Dia senantiasa ada dalam hati manusia. Sang Mesias menghapus dosa para gembalaannya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Saya terhenyak. Saudaraku ini paham betul spirit <em>atawa</em> roh Natal: <strong>penebusan dan pembebasan dosa umat oleh Sang Mesias</strong>. Roh Natal bukan pesta-pora gemerlap rekayasa manusia, namun karya pembebasan umat manusia dari belenggu dosa karena Allah mengasihi manusia dan alam ciptaannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Tentu saja saya berterimakasih sungguh atas sapaan saudaraku itu, dan saya jawab dengan mengutip baris-baris puisi Natal Sitor Situmorang: “Menyambut Kristus kita menyambut revolusi, menyambut Kristus kita membangun dunia baru.” Penyair ini melukiskan dengan tepat spirit Natal: perubahan total yang cepat. Seratus delapan puluh  derajat, menuju pemulihan: hubungan kasih dengan Allah dan kasih terhadap sesama untuk membangun dunia baru. Tentu yang lebih berkeadilan, yang membuahkan perdamaian sejati, seraya menghargai alam ciptaan Sang Khalik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Perdamaian sejati sebagai spirit Natal juga dipesankan saudaraku Muslim yang lain:  ”Selamat Hari Natal.  Semoga kedamaian Natal yang bersemayam di hati kita,  menyebar ke seluruh semesta.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Ada lagi sobat dari Aceh menulis,  ”Semoga kasih sayang dan karunia Tuhan mengiringi hari-hari bahagia kita semua.” Luar biasa roh Natal yang sejati ini. Ia melintas batas. Ia memperkenankan manusia sebagai ciptaan Allah, untuk menegakkan kasih sayang yang membuahkan keadilan dan perdamaian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Ada juga petuah yang saya rasakan lebih bernas dari khotbah pendeta yang sudah rutin. Datang dari saudaraku yang anak  Sukabumi.  “Tanpa kita sadari, dalam kepenuhan Allah, segala sesuatu akan menjadi baik dan menjadikan engkau tenang. Alangkah indahnya ketika Kristus masuk dalam hidupmu, melenyapkan semua kekhawatiran.  Semoga Damai Natal mewarnai kehidupan kita dalam menjalankan tugas dan aktivitas sehari-hari.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dari sobat-sobat saya yang Kristen, banyak petatah-petitih tentu saja. Syukurlah bukan khotbah. Terasa sebagai cermin akhir tahun yang menyemangati kerja. ”Saat itu Dia lahir di Betlehem. Saat ini Dia lahir di hati kita, untuk Keadilan, Perdamaian  bagi Rakyat dan Bumi.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Juga ada yang berkelakar nakal, namun menyentuh untuk introspeksi: “Yang membuatmu mahal bukan dari penampilanmu, bukan dari harta yang kamu punya, tapi kamu mahal karena dalam hati dan pikiranmu ada Kristus. <em>Met Natal Yauwww</em>…&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Hahaha</em> … Tentu ini membuat saya tergelak sukacita. Ini spirit  Natal, kabar sukacita yang menumbuhkan pengharapan akan hari depan yang lebih baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Spirit Natal ikhwal penebusan, pembebasan, perubahan, kasih, keadilan, perdamaian, belarasa, keutuhan ciptaan dan hari depan, sungguh melintas batas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Andaikan kita mau mulai mempraktekkan semua itu secara sederhana, kecil-kecilan saja, dengan tidak larut dalam pesta-pora akhir tahun, tidak mabuk belanja, tidak merugikan apalagi merampas milik orang lain, mau berbagi kasih dan keprihatinan, berdamai dengan diri sendiri, mungkin kita mampu menggulirkan perubahan ke arah hari depan yang lebih berpengharapan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Medan</strong><strong>, Awal Januari 2009</strong>.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/904/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/904/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/904/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/904/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/904/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/904/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/904/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=904&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2009/01/05/kenangan-natal-yang-tersisa-spiritualitas-natal-dalam-sms/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e8b14fc3737f265bc1958d40bb615cb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arthur J. Horoni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/foto-arthur1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">foto-arthur1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Tahun Baru 1 Muharam 1430 Hijriyah</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/12/28/selamat-tahun-baru-1-muharam-1430-hijriyah/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2008/12/28/selamat-tahun-baru-1-muharam-1430-hijriyah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 11:28:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Anshor]]></category>
		<category><![CDATA[Eksklusivisme]]></category>
		<category><![CDATA[Hijrah]]></category>
		<category><![CDATA[Hijriyah]]></category>
		<category><![CDATA[Inklusivisme]]></category>
		<category><![CDATA[Masehi]]></category>
		<category><![CDATA[Muhajirin]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad SAW]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrani]]></category>
		<category><![CDATA[Pluralisme]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=850</guid>
		<description><![CDATA[Tahun Baru Islam 1 Muharram 1430 Hijriyah, kali ini diapit dua hari besar internasional, yakni Hari Natal 2008 dan Tahun Baru 2009 Masehi. Tentu saja ini merupakan fenomena alam yang lumrah, mengingat perhitungan tarikh Hijriyah dengan tarikh Masehi, memiliki selisih sebelas hari setiap tahunnya. Ini lantaran masing-masing tarikh, menggunakan patokan yang berbeda. Tahun Masehi dihitung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=850&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-851" title="moonrise1" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/moonrise1.jpg?w=300&h=225" alt="moonrise1" width="300" height="225" /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !mso]&gt;--><span style="color:#003366;">Tahun Baru Islam 1 Muharram 1430 Hijriyah, kali ini diapit dua hari besar internasional, yakni Hari Natal 2008 dan Tahun Baru 2009 Masehi. Tentu saja ini merupakan fenomena alam yang lumrah, mengingat perhitungan tarikh Hijriyah dengan tarikh Masehi, memiliki selisih sebelas hari setiap tahunnya. Ini lantaran masing-masing tarikh, menggunakan patokan yang berbeda. Tahun Masehi dihitung berdasarkan peredaran matahari (<em>solar system</em>) sedangkan tahun Hijriyah diukur berdasarkan peredaran bulan (<em>lunar system</em>).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Peredaran matahari dan bulan yang tidak berbarengan, menyebabkan jumlah hari dalam tahun Masehi dan Hijriyah, memiliki perbedaan. Tahun Masehi berjumlah 365 hari, tahun Hijriyah 354 hari. Itu pula sebabnya, pada kurun-kurun tertentu, tahun baru Hijriyah  akan berdekatan dengan tahun baru Masehi. Bahkan pada tahun 2008 ini, kita mengalami dua kali tahun baru Hijriyah. Sebelumnya tanggal 10 Januari lalu, dan kini 29 Desember.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sekali lagi, ini adalah fenomena alam yang lumrah. Tetapi di balik fenomena alam yang lazim ini, kita bisa menyibak hikmah. Diapitnya Tahun Baru Hijriyah, oleh Hari Natal dan Tahun Baru Masehi, semakin mengingatkan kita bahwa kehidupan di atas semesta,  tidak bisa dilepaskan dari kemajemukan alias keberagaman. Seperti majemuknya unsur-unsur alam yang kita tempati ini. Ada matahari, bulan, bintang, awan, angin, hujan, laut, daratan, pepohonan, rerumputan, hewan dan manusia, yang masing-masing memiliki ciri khas berbeda. Namun kerjasama atau kebersamaan semua unsur alam ini, akan membuat alam ciptaan Tuhan berada dalam keseimbangan alias harmoni. Jika satu saja unsur alam tersebut berjalan sendiri dan tidak mau berbagi, maka semesta ini akan dilanda disharmoni.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Celakanya, mausialah yang terkadang tidak mau berbagi dengan sesama manusia lainnya. Seakan lupa bahwa manusia itu terdiri atas berbagai ragam, baik secara fisik maupun pikiran. Secara fisik, muncul rasisme. Dari segi pikiran, muncul orang-orang yang menganggap pendapat dan keyakinannyalah yang paling benar. Pendapat dan keyakinan yang berbeda dianggap sesat dan perlu diberantas. Fenomena seperti ini sangat menggejala di tahun 1429 Hijriyah  atau tahun 2008 Masehi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Padahal, jika kita simak kembali perjalanan Hijrah Rasulullah Muhammad SAW, yang menjadi “titimangsa” diletakkannya penghitungan tarikh Hijriyah oleh Khalifah Umar ibnu Khattab, kita bisa menemukan banyak sekali keteladanan Rasulullah dalam menghargai dan menghormati keberagaman. Di Madinah, tempat Sang Nabi dan para pengikutnya berhijrah, Nabi mengakui keberadaan semua unsur masyarakat yang telah lama hidup di kota yang sebelumnya bernama Yastrib itu. Ada kelompok suku Aus dan Khajraj. Ada kaum Yahudi. Ada umat Nasrani. Belum lagi para pendatang dari Makkah yang disebut Muhajirin (orang-orang yang berhijrah) dan penduduk asli yang masuk Islam atau kaum Anshor (para penolong orang-orang yang berhijrah).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kesemua unsur masyarakat Madinah tersebut, memperoleh hak yang sama. Nabi memerintahkan agar semua kelompok saling menghargai dan menghormati asal-usul serta keyakinan masing-masing. Ada salah satu peristiwa, yang mungkin bisa dijadikan contoh bagaimana Rasulullah sangat menghormati kemajemukan itu. Pada suatu hari lewatlah serombongan pengantar jenazah di hadapan beliau, yang ketika itu tengah duduk berbincang dengan beberapa sahabatnya. Jenazah dan para pengantarnya itu adalah orang-orang Yahudi. Seketika Sang Nabi berdiri dengan takzim, menghormati jenazah yang lewat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">“Mengapa Anda melakukan itu Ya Rasul. Bukankah itu jenazah orang Yahudi? Haruskah Anda menghormatinya?” Tanya salah seorang sahabat. “Dia adalah manusia juga, seperti kita, yang berpulang ke Rahmatullah. Kita pun akan kembali padaNya,” ujar Rasulullah. Serempak para sahabat itu pun berdiri, mengikuti Sang Nabi, menghormati jenazah orang Yahudi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Pun, jangan lupa. Sebelum berhijrah ke Madinah, para pengikut Rasulullah pernah pula berhijrah dalam dua gelombang ke sebuah negeri bernama Abessinia (Ethiopia). Penguasa negeri itu, Kaisar Najasyi (Negus) adalah seorang penganut Kristen. Begitu pula sebagian besar rakyatnya. Orang-orang Muslim yang berhijrah ke Abessinia mendapat perlindungan keamanan dari Sang Kaisar, sehingga terbebas dari orang-orang Quraisy yang berniat membunuh mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Rasulullah sangat berterima kasih kepada Sang Kaisar, yang telah memberikan tempat terhormat dan melindungi para penganut ajaran Islam. Sehingga bertahun-tahun setelah peristiwa tersebut, ketika Nabi Muhammad SAW mendengar kabar duka bahwa Kaisar Negus telah mangkat, beliau menangis. Lalu mendo’akan arwah Sang Kaisar, agar diterima di sisiNya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Tarikh Hijriyah, kini telah mencapai bilangan 1430 tahun. Ini berarti sudah hampir 15 abad, secara turun temurun, umat Islam di seluruh dunia memperingati peristiwa Hijrah Rasulullah. Peristiwa yang mengandung banyak hikmah, terutama yang berhubungan dengan interaksi antar-manusia (<em>hablumminannas</em>). Dan, tahun ini, secara kebetulan tanggal 1 Muharram 1430 Hijriyah, berada sangat berdekatan dengan Hari Natal dan Tahun Baru 2009 Masehi. Tidakkah ini mengingatkan kita akan kemajemukan kita yang merupakan fitrah atau sunnatullah? Tidakkah kita ingat akan keteladanan Rasululah dalam menghargai keberagaman dan perbedaan? Bahkan Sang Kekasih Allah itu selalu menganggap perbedaan sebagai hikmah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1430 Hijriyah. Mari kita berhijrah meninggalkan ketertutupan (eksklusivisme) menuju keterbukaan (inklusivisme). Meninggalkan kesempitan pikiran menuju keluasan pandangan. Sehingga kita pun tidak selalu merasa diri kita paling benar, karena kebenaran ada di mana-mana.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Billy Soemawisastra</strong></span></p>
<h5 style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>[Foto diambil dari: <a href="http://aslowerpace.com/serendipity/uploads/moonrise.jpg" target="_blank">www.aslowerpace.com</a>, dan tulisan ini dapat  dilihat pula di <a href="http://www.liputan6.com/producer/?id=170564" target="_blank">www.liputan6.com</a>]</em> </span></h5>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/850/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=850&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2008/12/28/selamat-tahun-baru-1-muharam-1430-hijriyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/moonrise1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">moonrise1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ramadhan</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/09/01/ramadhan/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2008/09/01/ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 06:04:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Hijriyah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrani]]></category>
		<category><![CDATA[Qomariyah]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=336</guid>
		<description><![CDATA[Ramadhan itu datang lagi. Bulan kesembilan dalam hitungan tahun Qomariyah (Hijriyah), yang kehadirannya selalu ditunggu-tunggu sebagian besar umat Islam, terutama para sufi dan orang-orang shaleh yang ikhlas beragama. Orang-orang inilah yang sangat bersukacita menyambut Ramadhan, dan menangis di kala bulan suci itu berakhir, karena khawatir tak jumpa lagi dengan Ramadhan. Bulan Ramadhan, merupakan momentum teramat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=336&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Ramadhan itu datang lagi. Bulan kesembilan dalam hitungan tahun Qomariyah (Hijriyah), yang kehadirannya selalu ditunggu-tunggu sebagian besar umat Islam, terutama para sufi dan orang-orang shaleh yang ikhlas beragama. Orang-orang inilah yang<span> </span>sangat bersukacita menyambut Ramadhan, dan menangis di kala bulan suci itu berakhir, karena khawatir tak jumpa lagi dengan Ramadhan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Bulan Ramadhan, merupakan momentum teramat penting bagi setiap Muslim, untuk “sejenak” menghindarkan diri dari berbagai keinginan duniawi, dan beramal shaleh sebanyak-banyaknya baik secara vertikal (mendekatkan diri kepada Allah) maupun secara horisontal (berbuat baik kepada sesama manusia). Tetapi mengapa harus menunggu Ramadhan untuk melakukan itu semua?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Tentu saja, upaya untuk meningkatkan ketaqwaan atau memperbanyak amal shaleh, bisa dilakukan setiap hari, bahkan setiap detik, tanpa harus menunggu Ramadhan. Tetapi manusia tampaknya membutuhkan terapi, atau semacam dorongan semangat khusus &#8212; yang dalam hal puasa Ramadhan &#8212; diberikan langsung oleh Tuhan. “Hai orang-orang beriman, telah tiba untukmu masa berpuasa, seperti yang pernah dialami orang-orang sebelummu, agar kalian bertaqwa,” demikian Firman Allah yang termaktub dalam Al-Quran, surat Al-Baqarah ayat 183.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Ayat suci tersebut menyiratkan bahwa tradisi berpuasa (yang diperintahkan Tuhan), bukan semata-mata milik orang Muslim. Manusia-manusia sebelumnya (seperti Yahudi dan Nasrani) juga memiliki tradisi berpuasa, sesuai tuntunan Kitab Suci mereka masing-masing. Itu artinya bahwa praktek berpuasa memang dibutuhkan manusia, untuk memelihara keseimbangan hidupnya. Puasa menjadi semacam oase tempat mengistirahatkan tubuh, hati dan pikiran manusia dari berbagai keinginan duniawi, setidaknya selama sebulan dalam setahun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dalam sebulan itu, tentunya bukan hanya rasa lapar dan haus yang harus dilatih. Bukan hanya nafsu syahwat yang harus dihindari. Tetapi juga rasa iri, dengki, benci, tamak, merasa diri paling benar, itu yang harus dikikis dari dalam diri. Sehingga yang tertinggal hanyalah rasa ikhlas, keinginan untuk saling berbagi dan saling menghargai, termasuk kebiasaan menghormati pendapat dan keyakinan orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Ramadhan adalah momentum yang paling baik untuk mengembangkan rasa cinta kepada sesama manusia, tanpa melihat asal-muasalnya, seraya mendekatkan diri kepada Allah untuk memperoleh cintaNya. Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Maafkan segala kesalahan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Billy Soemawisastra</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>[Tulisan ini bisa dilihat pula di <a href="http://www.liputan6.com/producer/?id=164668" target="_blank">www.liputan6.com</a>]<br />
</em></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jagatalit.wordpress.com/336/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jagatalit.wordpress.com/336/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/336/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=336&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2008/09/01/ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hijrah</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/01/10/hijrah/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2008/01/10/hijrah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jan 2008 12:40:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Abubakar Siddiq]]></category>
		<category><![CDATA[Anshor]]></category>
		<category><![CDATA[Hijrah]]></category>
		<category><![CDATA[Madinah]]></category>
		<category><![CDATA[Makkah]]></category>
		<category><![CDATA[Muhajirin]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad SAW]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrani]]></category>
		<category><![CDATA[Qomariyah]]></category>
		<category><![CDATA[Quraisy]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Syamsiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/2008/01/10/hijrah/</guid>
		<description><![CDATA[Telah terbit rembulan di atas kami dari arah Tsaniyatil Wada’i. Kami sampaikan syukur dan puji atas ajakan yang ia serukan dari Illahi. Syair berbahasa Arab, yang di kemudian hari dikenal sebagai Shalawat Badr ini, serempak dinyanyikan masyarakat Yatsrib, guna menyambut kedatangan Muhammad ibnu Abdullah dan Abubakar Shiddiq. Berhari-hari, kedua lelaki asal Makkah ini, berkuda dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=46&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<div class="snap_preview">
<div class="snap_preview">
<div>
<div>
<address><strong><em><span style="color:#003366;"> Telah terbit rembulan di atas kami</span></em></strong></address>
</div>
<address><strong><em><span style="color:#003366;"> dari arah Tsaniyatil Wada’i.</span></em></strong></address>
<address><strong><em><span style="color:#003366;"> Kami sampaikan syukur dan puji</span></em></strong></address>
<address><strong><em><span style="color:#003366;"> atas ajakan yang ia serukan dari Illahi.</span></em></strong></address>
</div>
</div>
<p class="snap_preview" align="justify"><span style="color:#003366;">Syair berbahasa Arab, yang di kemudian hari dikenal sebagai <em>Shalawat Badr</em> ini, serempak dinyanyikan masyarakat Yatsrib, guna menyambut kedatangan <a class="answerlink" href="http://www.answers.com/topic/muhammad?nafid=22">Muhammad</a> ibnu <a class="answerlink" href="http://www.answers.com/topic/i-dream-of-jeannie-abdullah-tv-episode?nafid=22">Abdullah</a> dan Abubakar Shiddiq. Berhari-hari, kedua lelaki asal <a class="answerlink" href="http://www.answers.com/topic/mecca?nafid=22">Makkah</a> ini, berkuda dan terkadang berjalan kaki melintasi teriknya padang pasir. Sesekali bersembunyi di balik bukit dan di dalam gua. Bukan sekadar untuk menghindari badai gurun yang ganas, tetapi juga (dan terutama) menghindari para algojo Quraisy yang ditugaskan membunuh Muhammad, Sang Nabi.</span></p>
<p class="snap_preview" align="justify"><span style="color:#003366;">Sudah lama penduduk Yatsrib menunggu kedatangan Muhammad. Mereka ingin mendengar langsung, kabar <em>nubuwat</em> Ibnu Abdullah, yang telah lama tersiar di seluruh jazirah. Mereka tahu, penguasa Makkah yang sangat membenci putra Abdullah karena ajaran monoteismenya itu, berniat membunuh <a class="answerlink" href="http://www.answers.com/topic/apostle-of-god?nafid=22">Rasulullah</a>. Itu sebabnya mereka pun membuka pintu Yatsrib selebar-lebarnya bagi Muhammad. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><a title="gua-hira1.jpg" href="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/01/gua-hira1.jpg"></a></p>
<div style="text-align:center;"><a title="gua-hira1.jpg" href="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/01/gua-hira1.jpg"><img style="width:463px;height:369px;" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/01/gua-hira1.jpg?w=418&h=306" alt="gua-hira1.jpg" width="418" height="306" /></a></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span style="color:#003366;">Bagi penduduk Yatsrib, yang terpecah dalam dua kelompok suku besar: <a class="answerlink" href="http://www.answers.com/topic/aus-3?nafid=22">Aus</a> dan Khazraj yang saling berseteru itu, kedatangan Muhammad diharapkan dapat menyatukan mereka. Karena mereka pun pernah mendengar berita bahwa laki-laki Makkah itu berhasil menyatukan Suku Quraisy yang terpecah-belah dalam beberapa kabilah. Sehingga kemudian digelari Al-Amin, atau “orang yang dapat dipercaya”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span style="color:#003366;">Kegembiraan mereka meledak, dan <em>Shalawat Badr</em> pun membahana, ketika akhirnya Muhammad tiba di Yatsrib bersama sahabatnya yang paling setia. Kedatangannnya mereka ibaratkan sinar purnama yang teduh, yang menerangi dan menghangati relung-relung hati mereka. Nama Yatsrib pun kemudian berganti menjadi <a class="answerlink" href="http://www.answers.com/topic/medina?nafid=22">Madinah</a>, kependekan dari kata <em>madinatul-munawwarah </em>(kota yang bercahaya)<em> </em>dan<em> madinatunnabiy</em> (kota <a class="answerlink" href="http://www.answers.com/topic/nabi-film?nafid=22">Nabi</a>) atau <em>madinaturrasul</em> (kota <a class="answerlink" href="http://www.answers.com/topic/rasul-3?nafid=22">Rasul</a>).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span style="color:#003366;">Keberangkatan Nabi Muhammad SAW bersama Abubakar Shiddiq, dari Makkah menuju Madinah, yang berlangsung sekitar 13-24 September 622 Masehi itulah, yang kemudian dicatat sejarah sebagai <em>hijratunnabiy</em> atau <em>hijraturrasul</em>. Tujuh belas tahun kemudian, bertahun-tahun setelah wafatnya Muhammad Rasulullah, Khalifah Umar ibnu <a class="answerlink" href="http://www.answers.com/topic/khattab?nafid=22">Khattab</a> mencanangkan peristiwa hijrahnya Sang Nabi, sebagai awal Tarikh (Kalender) Hijriyah, yang dimulai dengan tanggal 1 <a class="answerlink" href="http://www.answers.com/topic/muharram?nafid=22">Muharram</a>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span style="color:#003366;">Sistem penanggalan Kalender Hijriyah, didasarkan pada peredaran lunar (bulan). Berbeda dengan Kalender Masehi yang berpatokan pada sistem peredaran solar (matahari). Orang-orang Arab, juga menamakan Tarikh Hijriyah sebagai Tarikh Qomariyah dan Tarikh Masehi sebagai Tarikh Syamsiyah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><a title="lunar-solar-system.jpg" rel="attachment wp-att-54" href="http://jagatalit.wordpress.com/2008/01/10/hijrah/attachment/54/"></a></p>
<div style="text-align:center;"><img style="width:461px;height:149px;" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/01/lunar-solar-system.jpg?w=422&h=176" alt="lunar-solar-system.jpg" width="422" height="176" /></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span style="color:#003366;">Karena peredaran bulan mengelilingi bumi lebih singkat daripada peredaran matahari, maka satu tahun Hijriyah lebih pendek 11 hari dibandingkan satu tahun Masehi, meski jumlah bulannya sama-sama 12. Hijriyah 354 hari, Masehi 365 hari. Sehingga dalam satu abad, terdapat selisih sekitar tiga tahun, antara Hijriyah dan Masehi. Yang juga perlu dicatat, walau awal Kalender Hijriyah dimulai dengan tanggal 1 Muharram, peristiwa Hijrah Nabi (jika dihitung mundur) sebenarnya terjadi pada 1 Rabi’ul Awwal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span style="color:#003366;">Pencanangan Kalender Hijriyyah oleh <a class="answerlink" href="http://www.answers.com/topic/umar?nafid=22">Umar</a> ibnu Khattab, lebih bernilai sosio-kultural dan historis ketimbang religi. Sehingga dalam perayaannya pun, peringatan 1 Muharam tidak semeriah <a class="answerlink" href="http://www.answers.com/topic/eid-ul-fitr?nafid=22">Idul Fitri</a> dan <a class="answerlink" href="http://www.answers.com/topic/eid-ul-adha?nafid=22">Idul Adha</a> yang kental dengan nilai-nilai ibadah. Jika dibuat peringkat, peringatan 1 Muharam sama peringkatnya dengan peringatan Maulid Nabi. Dengan demikian, tanggal 1 Muharam, mungkin lebih tepat disebut sebagai “Tahun Baru Orang Islam” bukan “Tahun Baru Islam”. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span style="color:#003366;">Beberapa ahli sejarah, bahkan menyebut Tarikh Hijriyah sebagai “Kalender Arab-Islam”, untuk memberi ruang adanya kalender orang <a class="answerlink" href="http://www.answers.com/topic/islam?nafid=22">Islam</a> lainnya di luar Arab. Orang Jawa-Islam misalnya, mempunyai kalender sendiri (paduan antara Tahun Saka dengan Tahun Hijriyah). Sehingga nama-nama bulannya pun agak berbeda. Bulan Muharam menjadi bulan Syuro, bulan Sya’ban menjadi bulan Ruwah, dan lain sebagainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span style="color:#003366;">Yang bisa dimaknai secara religi adalah peristiwa Hijrah Nabi itu sendiri. <a class="answerlink" href="http://www.answers.com/topic/hijra?nafid=22">Hijrah</a> mengandung makna: perjalanan meninggalkan kesengsaraan menuju kebahagiaan; meninggalkan keputus-asaan menuju optimisme; atau meninggalkan keburukan menuju kebaikan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span style="color:#003366;">John L. Esposito, dalam <em>The Oxford Encyclopedia of the Modern Islamic Word, Volume 2</em> (Oxford University Press, 1995), melukiskan peristiwa Hijrah Nabi sebagai “penolakan simbolis terhadap rasa putus asa dalam menghadapi penindasan dan pelanggaran terhadap kebebasan beragama (di Makkah). Sehingga keputusan meninggalkan lingkungan yang menindas menuju lingkungan yang lebih kondusif (Madinah) merupakan pilihan tepat.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><a title="madinah-malam-hari.jpg" rel="attachment wp-att-52" href="http://jagatalit.wordpress.com/2008/01/10/hijrah/attachment/52/"></a></p>
<div style="text-align:center;"><img src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/02/prophets-mosque-full-view-at-night_madena.jpg?w=456&h=226" alt="prophets-mosque-full-view-at-night_madena.jpg" width="456" height="226" /></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span style="color:#003366;">Yang lebih menarik untuk dikaji dan diteladani, adalah apa yang dilakukan Muhammad Rasulullah di Madinah bersama para sahabatnya, yang berangsur-angsur ikut berhijrah. Madinah adalah sebuah kota oase yang berpenduduk multi-etnis dan multi-agama. Penduduk aslinya adalah orang Arab dari Suku Aus dan Khajraj yang kemudian masuk Islam, serta Arab-Nasrani dan Arab-Yahudi. Lalu datanglah orang-orang Islam dari Makkah yang disebut <a class="answerlink" href="http://www.answers.com/topic/muhajirun?nafid=22">Muhajirin</a> (orang-orang yang berhijrah), untuk membedakannya dengan Muslim Madinah yang disebut kaum Anshor (para penolong).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span style="color:#003366;">Rasulullah yang bijaksana itu, berdiri di tengah, untuk memelihara kehamonisan dan menyelaraskan keberagaman. Semua penduduk Madinah, baik itu kaum Muhajirin, Anshor, maupun <a class="answerlink" href="http://www.answers.com/topic/yahudi?nafid=22">Yahudi</a> dan <a class="answerlink" href="http://www.answers.com/topic/syrian-malabar-nasrani?nafid=22">Nasrani</a>, diberinya hak yang sama, termasuk diberi kebebasan untuk beribadah sesuai keyakinan agamanya masing-masing, dalam perlindungan Sang Rasul. Masing-masing pihak dilarang saling mengganggu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span style="color:#003366;">Rasulullah yang welas asih itu, sangat menghormati perbedaan. Perbedaan dinilainya sebagai rahmat (karunia) Tuhan, karena Islam adalah “rahmat bagi seluruh alam”, yang juga berarti “rahmat bagi seluruh manusia” (dengan segala kebhinekaannya).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span style="color:#003366;">Kepada seluruh penduduk Madinah yang multi-etnis dan multi-keyakinan itu, Rasulullah Muhammad SAW berujar: “Hendaklah engkau memberi makan, mengucapkan salam kepada siapa pun yang engkau kenal maupun tidak engkau kenal. Kalian belum bisa disebut beriman, sebelum mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.” (Hadis Riwayat Imam Bukhari).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span style="color:#003366;">Jadi mengapa kita tidak meneladani Rasulullah yang humanis dan pluralis itu? Yang dilukiskan Al-Barzanji sebagai laki-laki yang gagah, berwajah cerah dan jernih, murah senyum dan senantiasa bertutur lemah lembut. Rasulullah yang <a class="answerlink" href="http://www.answers.com/topic/suci?nafid=22">Suci</a> dan Disucikan Allah itu sangat membenci anarkisme. Jika kemudian muncul peperangan dalam perjalanan sejarahnya, itu lebih karena untuk membela diri dari musuh-musuhnya yang ingin membunuh Rasulullah dan para pengikutnya.</span></p>
<p class="snap_preview" align="justify"><span style="color:#003366;">Akhirul kalam, segala puji hanya buat <a class="answerlink" href="http://www.answers.com/topic/allah?nafid=22">Allah</a> yang telah mengutus Muhammad. Limpahkanlah shalawat dan salam bagi Rasulullah, serta para kerabat dan sahabatnya. Selamat menyambut tahun baru 1 Muharram 1429 Hijriyah. Semoga kita mampu berhijrah dari kemiskinan menuju kesejahteraan, dari perseteruan menuju keharmonisan, dari kebencian dan kedengkian menuju cinta kasih bagi sesama. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span style="color:#003366;"><strong>Billy Soemawisastra.</strong></span></p>
<p class="snap_preview"><span style="color:#003366;">[Tulisan ini juga bisa dilihat pada: <a href="http://www.liputan6.com/producer/?id=40" target="_blank">www.liputan6.com</a>. </span><span style="color:#003366;">Foto: <a href="http://www.biocrawler.com/w/images/thumb/5/56/350px_Prophet_Mosque" target="_blank">www.biocrawler.com</a>, </span><span style="color:#003366;"><a href="http://shakabect.files.wordpress.com/2007/08/saudi_desert_mountain_02.jpg" target="_blank">http://shakabect.files.wordpress.com</a>, </span><span style="color:#003366;"><a href="http://newsimg.bbc.co.uk/images/41178000/jpg/_41178308_hajjgetty2.jpg" target="_blank">http://newsimg.bbc.co.uk</a>, <a href="http://ircamera.as.arizona.edu/NatSci102/NatSci102/images.jpg" target="_blank">hhtp://ircamera.as.arizona.edu</a>]</span></p>
<div class="snap_preview">
<address></address>
</div>
</div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jagatalit.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jagatalit.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=46&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2008/01/10/hijrah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/01/gua-hira1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gua-hira1.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/01/lunar-solar-system.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lunar-solar-system.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/02/prophets-mosque-full-view-at-night_madena.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">prophets-mosque-full-view-at-night_madena.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Natal, Saudaraku</title>
		<link>http://jagatalit.com/2007/12/25/selamat-hari-natal-saudaraku/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2007/12/25/selamat-hari-natal-saudaraku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Dec 2007 10:10:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Dami N. Toda]]></category>
		<category><![CDATA[Dick Hartoko]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Syafi'i]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrani]]></category>
		<category><![CDATA[Natal]]></category>
		<category><![CDATA[Protestan]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus Kristus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/2007/12/25/selamat-hari-natal-saudaraku/</guid>
		<description><![CDATA[Setiap hari natal tiba, saya selalu teringat pada sahabat saya, kakak saya, guru saya, yang puluhan tahun lalu pernah menjadi teman berbincang di malam-malam yang panjang. Topik perbincangan kami umumnya berkisar di seputar sastra, filsafat dan agama. Atau lebih tepatnya, sastra yang berbau filsafat dan agama, bisa juga agama dari sisi filsafat dan sastra. Tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=38&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><a href="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/01/natal1.jpg"><img class="size-full wp-image-55 aligncenter" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/01/natal1.jpg?w=470" alt=""   /></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Setiap hari natal tiba, saya selalu teringat pada sahabat saya, kakak saya, guru saya, yang puluhan tahun lalu pernah menjadi teman berbincang di malam-malam yang panjang. Topik perbincangan kami umumnya berkisar di seputar sastra, filsafat dan agama. Atau<span> </span>lebih tepatnya, sastra yang berbau filsafat dan agama, bisa juga agama dari sisi filsafat dan sastra. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Tidak ada rambu-rambu yang kami gunakan dalam berbagai perbincangan itu. Segala sesuatunya berlangsung bebas, lepas tanpa batas. Namanya juga obrolan antar-teman. Tanpa moderator. Tanpa batas waktu. Sehingga sering kami lupa bahwa malam sudah berganti pagi, dan akhirnya kami saling berjanji untuk menyambung obrolan di malam lainnya. Hanya ada dua tempat yang selalu kami gunakan untuk mengobrol, yakni Rumah Makan “Roda” di kawasan Matraman, atau di rumah kontrakan sang sahabat, di Gang Manggis (juga di kawasan Matraman Jakarta Pusat).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Pernah suatu ketika, di rumahnya, sahabat saya itu meminta agar kami menghentikan obrolan sejenak, karena ia ingin mendengarkan secara khusyuk: azan subuh yang dikumandangkan Pak Haji, tetangga sebelah rumahnya. Usai azan ia berkomentar, “Pak Haji tetangga saya itu benar-benar orang suci, sehingga saya selalu tergetar setiap kali mendengar beliau azan atau membacakan ayat-ayat suci Al-Quran.” Lalu ia beranjak ke kamarnya, dan kembali dengan selembar sajadah. “Sholatlah kamu sebelum pulang ke rumah, Bill. Minggu depan kita ketemu lagi untuk menyambung obrolan kita.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Saya bukan orang Muslim yang rajin sholat. Apalagi sholat subuh yang membutuhkan “perjuangan” untuk menahan kantuk itu. Mungkin sudah beratus atau bahkan beribu subuh saya tidak pernah bersujud di atas sajadah. Tapi kali itu, karena malu dan sekaligus terharu dengan anjuran sang sahabat, saya pun sholat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Tentu saja saya harus malu, karena orang yang mengingatkan keislaman saya itu, justru seorang Katolik. Seorang calon pastor yang memilih mengabdikan hidupnya untuk mengajar bahasa dan sastra Indonesia. Sahabat saya, guru saya dan juga kakak saya itu, adalah Dami N. Toda, seorang penyair dan kritikus sastra yang cukup flamboyan di tahun 70-an. Seorang Katolik yang taat, putera seorang tokoh Muhammadiyah di Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Menurut Dami, ayahnya adalah seorang pluralis. Ia memberikan kebebasan kepada anak-anaknya untuk memilih agama yang mereka yakini. Dami, memilih Katolik, dan sang ayah yang bergelar haji itu justru sering mengingatkan Dami untuk pergi ke gereja setiap<span> </span>Hari Minggu. “Kamu harus konsekuen kalau memilih agama,” kata ayahnya suatu hari. “Karena kamu memilih Katolik, jadilah Katolik yang taat. Sering-seringlah Bunda Maria-mu itu kau kunjungi. Jangan malas beribadah.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Mungkin karena mewarisi semangat pluralisme sang ayah itulah, Dami N. Toda pun secara tidak langsung mengingatkan saya agar konsekuen dalam beragama. Kalau memilih Islam, jadilah Islam yang taat. Saya jadi ingat ucapan almarhum Romo Dick Hartoko (pendiri majalah <em>Basis</em>), yang seagama dengan Dami N. Toda.<span> </span>“Jadilah kamu orang Indonesia dengan akar Islam-mu, dengan akar Sunda-mu.” Ucapan ini disampaikan Romo Dick, setelah saya mewawancarainya sehubungan dengan buku yang baru diterbitkannya waktu itu: <em>Bianglala Sastra</em>, sekitar awal 80-an.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Saya tidak akan pernah lupa pada Dami N. Toda, yang kini telah berpulang ke haribaanNya. Saya juga tidak akan pernah melupakan ucapan Romo Dick Hartoko, yang hanya sekali saya temui sepanjang hidupnya. Terlebih karena merekalah yang selalu mengingatkan keislaman saya, padahal keduanya Katolik. “Bagi saya, semua orang adalah Katolik, dan kamu juga Katolik, Bill. Semua orang yang menjalani kehidupan berdasarkan kasihNya, adalah Katolik,” ujar Dami N. Toda, suatu hari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">“Bagi saya, Anda juga seorang Islam,” sambut saya. “Islam artinya kedamaian, keselamatan. Islam juga artinya berserah diri kepada Tuhan. Semua orang yang berserah diri padaNya, dan hidup dalam jalan keselamatan dan kedamaian, adalah Islam.” Lalu saya menyitir salah satu ayat Al-Quran yang menyebutkan bahwa Al-Masih beserta para <em>hawariyyun </em>(para rasul pengikut Yesus) adalah orang-orang Islam. Islam dalam ayat ini mengandung arti berserah diri, cinta damai dan selalu mencari jalan keselamatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Sahabat Protestan<br />
</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Saya memang termasuk orang yang paling beruntung, karena saya memiliki sahabat-sahabat Nasrani yang rajin mengingatkan keislaman saya. Selain Dami N. Toda, saya juga punya seorang sahabat Protestan, namanya Arthur John Horoni. Laki-laki kelahiran Sangihe Talaud ini,  pernah menjadi aktivis Yakoma PGI (Yayasan Komunikasi Massa, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) bersama Yapi Tambayong alias Remy Silado. Kini, ia aktif dalam lembaga konsultasi nasional gereja, untuk Dewan Gereja-gereja se-Dunia.<br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Persahabatan saya dengan Arthur, terjalin sejak saya bergabung dengan Radio ARH (Arief Rachman Hakim) pada tahun 1979. Arthur sudah lebih lama berkiprah di radio perjuangan Angkatan ’66 itu. Jadi dia adalah senior saya, yang mengajari saya banyak hal tentang masalah-masalah <em>broadcasting</em>. Dia juga teman diskusi yang intens mengenai berbagai masalah, termasuk masalah agama. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Arthur cukup rajin mendalami ajaran Islam. Seperti juga saya yang gemar mendalami berbagai ajaran agama di luar agama yang saya anut (karena kebetulan saya pernah bersekolah di fakultas teologi/ushuluddin). Sehingga diskusi-diskusi agama yang berlangsung antara saya dan Arthur, cukup lancar dan mendalam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Suatu hari saya mengajaknya hadir dalam diskusi agama yang diselenggarakan sebuah organisasi remaja Islam. Dalam diskusi itu terjadi perdebatan <em>fiqhiyyah</em> dan <em>furu’iyyah</em><span> </span></span><span style="color:#003366;">mengenai rukun wudlu, yang memang berbeda antara mazhab yang satu dengan mazhab lainnya </span><span style="color:#003366;"> dalam aliran ahlusunnah waljamaah (sunni). Salah satu peserta diskusi yang merasa menjadi pengikut Imam Syafi’i bersikeras bahwa rukun wudlu yang paling benar, adalah rukun wudlu seperti yang diajarkan Mazhab Syafi’i. Perdebatan antara pengikut Syafi’i dengan non-Syafi’i pun semakin tajam dan tak kunjung mencapai titik-temu.<br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Di tengah diskusi yang sudah berubah menjadi arena debat kusir itu, tiba-tiba saja Arthur, yang non-muslim itu, meminta izin untuk ikut berbicara. Setelah moderator memberinya izin, Arthur pun berujar, “Setahu saya, Imam Syafi’i tidak pernah meminta para pengikutnya untuk taqlid buta terhadap ajaran-ajaran fiqihnya, seperti yang beliau tulis dalam mukadimah Kitab Al-Umm, kitab yang menjadi acuan utama para pengikut mazhab Syafi’i. Di dalam mukadimah itu, Imam Syafi’i meminta agar kita mempelajari kitabnya secara kritis.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">“Bahkan,” lanjut Arthur, “Secara tegas Imam Syafi’i mengatakan, jika isi kitab yang ditulisnya itu lebih banyak mendatangkan mudarat ketimbang manfaat, lemparkan saja kitab itu ke dinding. Jadi mengapa Anda harus bersikeras mengenai hal-hal yang bersifat khilafiyah, bila Imam Syafi’i saja sangat moderat dan terbuka terhadap berbagai pendapat?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Semua peserta diskusi tertegun. Arthur yang orang Kristen itu ternyata lebih mendalami mazhab Syafi’i ketimbang mereka, yang sebagian besar di antaranya bahkan baru mendengar adanya kitab bernama Al-Umm karangan Imam Syafi’i, sumber hukum fiqh yang dianut sebagian besar Muslim Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Satu lagi cerita tentang Arthur, yang tak mungkin saya lupakan. Pada suatu bulan Ramadhan, saya dan beberapa teman yang beragama Islam, menginap di rumahnya. Arthur tahu, kami puasa. Itu sebabnya Arthur mengundang kami untuk berbuka puasa di rumahnya, lalu meminta kami untuk menginap. Waktu itu Arthur masih bujangan, dan sebagai bujangan, ia sering memasak. Tetapi saya tidak tahu kalau malam itu, setelah diskusi panjang hingga tengah malam dan menyuruh kami yang Muslim ini untuk tidur agar tidak kesiangan waktu sahur, Arthur justru sibuk memasak untuk hidangan sahur kami. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Hal itu baru saya ketahui setelah Arthur membangunkan kami sekitar pukul empat dinihari. “Bangunlah, saya sudah menyiapkan makanan sahur untuk kalian, jangan sampai keburu imsak” serunya. Di meja makan, sudah tersedia beberapa jenis makanan hangat, hasil olahan Arthur yang aktivis gereja itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Saya bahagia, mempunyai teman-teman Nasrani yang sangat menghormati keislaman saya. Maka saya pun balas menghormati kekristenan mereka. Apalagi setelah saya membaca firman Allah dalam Al-Quran, surat Al-Baqarah ayat 62: “<span class="postbody"><em>Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang Shabi-in, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian, dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Ayat ini menunjukkan bahwa tidak satu agama pun yang berhak mengklaim pihaknya paling benar. Bagi Allah, tampaknya tidaklah penting agama apa yang dianut seseorang, karena yang paling penting adalah: beriman (percaya) kepada Allah, percaya akan adanya hari akhir, dan beramal saleh (berbuat kebajikan). Jika kemudian Tuhan “membiarkan” tumbuhnya berbagai agama, tak lain agar semua penganut agama (apapun) saling berlomba berbuat kebaikan, seperti yang termaktub dalam surat Al-Baqarah ayat 148: <em>“Maka berlomba-lombalah kamu dalam (berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada, Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” </em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Arthur J. Horoni, Dami N. Toda, dan Romo Dick Hartoko, adalah orang-orang saleh, beriman kepada Allah, serta gemar berbuat kebaikan kepada sesama tanpa memandang agama. Yang dilakukan Arthur sekarang, misalnya, aktif dalam gerakan advokasi buruh di Nangroe Aceh Darussalam dan Medan, dan para buruh yang dibelanya, mayoritas beragama Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Jadi tidak ada alasan bagi saya untuk tidak menghargai dan menghormati keyakinan agama mereka, karena mereka pun sangat menghormati keyakinan agama saya. Maka saya pun, selalu mengucapkan Selamat Hari Natal kepada mereka, setiap tanggal 25 Desember. Seperti juga mereka, yang selalu mengucapkan Selamat Idul Fitri, Selamat Idul Adha, dan Selamat  Tahun Baru Hijriyah. Ucapan selamat yang mereka sampaikan kepada saya, bahkan lebih banyak daripada ucapan selamat saya untuk mereka, setiap tahunnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Saya pun kecewa, ketika beberapa belas tahun lalu, salah seorang Ulama besar sempat mengeluarkan fatwa yang melarang umat Islam mengucapkan Selamat Hari Natal kepada saudara-saudaranya yang beragama Nasrani, karena khawatir akan mengubah keimanan. Untungnya, tidak begitu banyak umat Islam Indonesia yang mengikuti fatwa tersebut.<br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Bagi saya, dan mungkin sebagian besar Muslim lainnya, ucapan Selamat Hari Natal  sebenarnya merupakan salah satu manifestasi pelaksanaan seruan untuk berbuat kebaikan kepada sesama, seperti yang diperintahkan Allah, dalam kerangka <em>hablum-minannas</em> (hubungan antar-manusia). Dan, tidak ada satu ayat pun dalam Al-Quran, juga tidak satu pun Hadis Nabi, yang melarang kaum Muslimin mengucapkan Selamat Hari Natal. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Jadi, saya akan selalu mengucapkan Selamat Hari Natal kepada saudara-saudara saya yang beragama Nasrani, disertai do’a: “Semoga cahaya kasih yang ditebarkan Al-Masih, akan selalu menyelimuti Anda sepanjang hayat.”  Atau, &#8220;Semoga kedamaian Natal yang bersemayam di hati kita, menyebar ke seluruh semesta.&#8221; Mereka pun akan membalas ucapan saya, dengan do’a yang lebih bertuah: “Semoga Anda selalu berada dalam bimbingan dan lindungan Allah (God Bless You).”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Setiap hari Natal tiba, saya selalu kebanjiran do&#8217;a.<br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Akhirulkalam,  Selamat Hari Natal,  Saudaraku. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Billy Soemawisastra</strong></span></p>
<h5 style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>[Foto: </em><a href="http://www.ourcatholic.com/images/cdp1ph.images"><em>www.ourcatholic.com</em></a><em>]</em></span></h5>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jagatalit.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jagatalit.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&#038;blog=2185836&#038;post=38&#038;subd=jagatalit&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2007/12/25/selamat-hari-natal-saudaraku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/01/natal1.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
