<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jagat Alit &#187; Yesus Kristus</title>
	<atom:link href="http://jagatalit.com/tag/yesus-kristus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jagatalit.com</link>
	<description>Menyemai Gagasan, Mensyukuri Nikmat Tuhan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 02:27:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jagatalit.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/5b9d7a5193b11aa3dcc0a9dd2fd8c982?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Jagat Alit &#187; Yesus Kristus</title>
		<link>http://jagatalit.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jagatalit.com/osd.xml" title="Jagat Alit" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jagatalit.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Paskah dan SMS Sejuta Umat</title>
		<link>http://jagatalit.com/2010/04/05/paskah-dan-sms-sejuta-umat/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2010/04/05/paskah-dan-sms-sejuta-umat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 11:17:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arthur John Horoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrani]]></category>
		<category><![CDATA[Paskah]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus Kristus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.com/?p=1310</guid>
		<description><![CDATA[Dan, teknologi komunikasi mutakhir menunjukkan kedigjayaannya: produksi pesan pendek melalui sms maupun facebook di sekitar perayaan umat Kristiani dari Jumat Agung hingga Paskah 2010. Jumat Agung adalah perayaan wafatnya Jesus Kristus sedangkan Paskah menandai KebangkitanNya. Melalui teknologi komunikasi mutakhir dengan &#8230; <a href="http://jagatalit.com/2010/04/05/paskah-dan-sms-sejuta-umat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=1310&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dan, teknologi komunikasi mutakhir menunjukkan kedigjayaannya: produksi pesan pendek melalui sms maupun facebook di sekitar perayaan umat Kristiani dari Jumat Agung hingga Paskah 2010. Jumat Agung adalah perayaan wafatnya Jesus Kristus sedangkan Paskah menandai KebangkitanNya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Melalui teknologi komunikasi mutakhir dengan PC, laptop ataupun ponsel, segala kegaduhan penyampaian ucapan menjadi serba cepat dan tak repot. Dulu orang mesti memilah-milah kartu ucapan  yang cocok, mengirim jauh hari sebelum waktunya agar tak telat tiba di alamat. Sekarang tinggal ketik, tekan tombol atau klik dan beres. Balasan dapat tiba dalam hitungan detik atau menit.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Wah. Kita tengah menikmati keajaiban <em><span style="text-decoration:underline;">global village</span></em> (Desa Dunia).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Toh ada yang hilang, sapaan-sapaan lewat surat atau kartu pos jaman dulu (jadul) rasanya lebih asli atau orisinal. Dan otentik. Sekarang ini bahasa TI bisa menyesatkan. Maklumlah media adalah pesan itu sendiri (Marshal Mc Luhan; <em><span style="text-decoration:underline;">The Media is the message</span></em>).  Cobalah gimana kita bisa menikmati:  ”Met Paskah”.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sebagai ekstrim yang lain, mesti pakai bahasa asing, Inggris, misalnya, “Happy Easter” atau latin (mungkin kesannya lebih kudus) seperti, “Christo Anesti Allisto Anesti” (bangkit, tegak, tegar bersama Tuhan). Ini agak “menyesatkan” karena seolah-olah supaya lebih kristiani pakailah bahasa asing.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Namun yang lebih celaka adalah ucapan-ucapan yang diproduksi oleh kelompok-kelompok tertentu, boleh jadi bekerjasama dengan operator pelayanan  jaringan yang kemudian diserap begitu saja oleh umat dan disebar-luaskan,  seolah-olah ini paling paten.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="text-decoration:underline;">Ada contoh</span>:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Saudaraku…</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Jika ada 1000 orang yang rindu padamu, aku turut di dalamnya.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Jika ada 100 orang yang MENYAYANGIMU</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>pasti aku termasuk …</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Jika ada 10 orang yang peduli padamu,</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Percayalah salah satunya pasti.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Aku…</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Tetapi jika ada 1 orang yang mau MATI untukmu,</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>tunggu dulu</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>itu pasti bukan aku</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>HANYA DIA yang RELA MATI</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Untukmu…</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em> &#8230;&#8230;</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Happy Great Friday</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Selamat Merayakan Hari Jumat Agung</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Hari wafatnya Jesus Kristus di kayu salib</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em> &#8230;..</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="text-decoration:underline;">Atau:</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>SELAMAT !!!</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Anda mendapat Pemenang GEBYAR PASKAH BERHADIAH…</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Anda berhak atas satu set perangkat SUKACITA</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>dan  satu unit DAMAI SEJAHTERA</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>dan BUAH-BUAH ROH</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>hadiah bisa Anda miliki cukup dengan mentransfer IMAN dan PENGHARAPAN</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>kepada JESUS KRISTUS serta mengirim KASIH kepada sesama.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Awas Penipuan!</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>dst…dst…dst…</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Nah yang seperti ini yang saya bilang tadi, pesan untuk sejuta umat. Satu orang bisa mendapat pesan yang sama dari 3 orang. Artinya orang yang melanjutkan pesan itu tak sadar telah menjadi agen “perdagangan bebas” pesan-pesan perayaan keagamaan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Neoliberalisme telah berhasil juga teologi menjadi sekadar komoditi He… he… he…,  saya juga melanjutkan pesan semacam itu ternyata.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Padahal dalam buku-buku kumpulan cerita humor tentang para pemuka agama Kristen mula-mula sekitar abad 2 Masehi, banyak cerita yang bermakna bila disebarluaskan di abad globalisasi ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="text-decoration:underline;">Saya kutip saja</span> :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Konon ketika Jesus Kristus turun ke “kerajaan maut” atawa neraka  usai mengalami penyaliban, Ia menemui pendosa, tak melihat dari bangsa mana, sekte agama apa, mengampuni dan membebaskan mereka.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Melihat itu , Iblis, sang raja kegelapan menangis, karena neraka telah kosong.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Alkitab , Jesus membujuk Iblis:</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>“Tak perlu menangis, nanti akan ku masukkan ke sini jadi pemimpin dunia yang kejam, para koruptor, para pegiat perang, para penindas rakyat dan para pemimpin agama yang lebih suka berkolaborasi dengan penguasa jahat, ketimbang membela umatnya yang diperlakukan tidak adil, miksin dan tertindas.  Sabarlah”.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kenapa kita tidak belajar menulis perumpamaan-perumpamaan baru dengan memanfaatkan kedigjayaan teknologi komunikasi ?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Selamat Paskah!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Arthur John Horoni</strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/1310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/1310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/1310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/1310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/1310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/1310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/1310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/1310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/1310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/1310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/1310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/1310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/1310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/1310/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=1310&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2010/04/05/paskah-dan-sms-sejuta-umat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e8b14fc3737f265bc1958d40bb615cb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arthur J. Horoni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mi&#8217;raj Isa Al-Masih</title>
		<link>http://jagatalit.com/2009/05/20/miraj-isa-al-masih/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2009/05/20/miraj-isa-al-masih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 12:53:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arthur John Horoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Golput]]></category>
		<category><![CDATA[Isa Al-Masih]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrani]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus Kristus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.com/?p=1221</guid>
		<description><![CDATA[Setiap tanggal 21 Mei, umat Nasrani merayakan Hari Kenaikan Yesus Kristus, seperti juga 21 Mei 2009 ini. Dalam salah satu Kamus Alkitab terbitan tahun 60-70-an, ada padanan Kenaikan Yesus Kristus, yaitu Mi’raj Isa Al-Masih. Sebelas tahun yang lalu, juga pada &#8230; <a href="http://jagatalit.com/2009/05/20/miraj-isa-al-masih/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=1221&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Setiap tanggal 21 Mei, umat Nasrani merayakan Hari Kenaikan Yesus Kristus, seperti juga 21 Mei 2009 ini. </span><span style="font-family:Verdana;">Dalam salah satu Kamus Alkitab terbitan tahun 60-70-an, ada padanan Kenaikan Yesus Kristus, yaitu Mi’raj Isa Al-Masih.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;">Sebelas tahun yang lalu, juga pada bulan Mei, pada saat umat Nasrani khusuk berdoa merayakan Kenaikan Yesus Kristus, Soeharto menyampaikan pengunduran dirinya sebagai Presiden  RI. Saat itu ada seloroh: Yesus naik, Soeharto turun.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;">Saat ini, hanya berselang sehari, dua hari raya dengan dua istilah penuh harapan, melintas di sejarah negeri ini: Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei) dan Hari Kenaikan Yesus Kristus (21 Mei). Para mistikus atau peramal boleh-boleh saja mengotak-atik istilah kebangkitan dan kenaikan ini dengan berbagai fenomena. Boleh duniawi ataupun samawi, silakan saja.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;">Bagi saya, dihubungkan dengan agenda nasional pemilihan umum (legislatif dan eksekutif) yang sedang bergulir di negeri ”ratapan pulau kelapa” ini, makna kebangkitan dan kenaikan jadi menggoda.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Apa yang betul-betul bangkit saat ini?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Bila melirik data pemilu legilatif, yang bangkit adalah kelompok rakyat yang tak memilih (orang bilang golput). Coba, sekitar 49% betul-betul memilih tak menggunakan hak pilih. Sementara sekitar 12% karena tidak tercantum di daftar pemilih tetap.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Makna 49%, Sobat, mengandung arti, kelompok inilah pemenang pemilu legislatif yang sebenarnya. Lebih jauh, kelompok ini memiliki kesadaran kritis menolak <strong><em>gombalisasi</em></strong> dari partai-partai yang dikuasai orang-orang haus kuasa, serta para birokrat yang takabur.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Yesus Kristus atau Isa Al-Masih, lebih 2000 tahun silam melawan gombalisasi dari para pemimpin (termasuk pemimpin agama) Yahudi yang lebih mementingkan kekuasaan, mengubah pesan kitab suci menjadi doktrin yang justru menindas rakyat kecil.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Karena itu, di satu kesempatan membaca Kitab Suci di Synagoge (rumah ibadah agama Yahudi), Yesus membaca gulungan Kitab Nabi Yesaya (60:1-2), seperti yang dilaporkan penulis Injil Lukas (4 : 18-19); ”Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab itu, Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan Tahun Rahmat Tuhan telah datang?”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Begitu. Jadi Yesus berpihak pada seluruh rakyat yang terpinggirkan. Dari sana Ia menyampaikan kabar baik (Injil) sebagai berita pembebasan atau perubahan total. Tentu saja para pemimpin agama Yahudi yang sudah berkolaborasi dengan raja boneka Herodes dan Gubernur Romawi (sang penjajah) Pontius Pilatus, tersinggung berat, akhirnya marah besar dan menyalibkan Yesus. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Umat Kristiani mengimani Yesus yang disalibkan, mati dan dikuburkan itu, bangkit pada hari ketiga, yang kemudian di rayakan sebagai Hari Raya Paskah. Hari Kenaikan berlangsung 40 hari setelah Hari Raya Paskah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Pada masa 40 hari itu, menurut beberapa tafsiran teolog, Yesus melakukan pengorganisasian kembali murid-murid-Nya yang porak poranda pada saat Ia disalibkan. Kalau istilah partai sekarang, Ia memantapkan kaderisasi, agar para murid tetap setia kepada Injil, Kabar Baik tentang Pembebasan dari ketidakadilan, karena itu selalu berpihak kepada rakyat kecil.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Para murid harus memiliki bela rasa kepada kaum tertindas dan berjuang untuk perubahan ke arah lebih baik seiring dengan kehendak Allah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Jika dilirik dari sistem politik kiwari, sikap Yesus seperti ini adalah sikap anti mapan, sikap kiri. Karena ia menentang pemimpin agama yang senang jadi nabi istana.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Nah, bila saat ini, di sini, di Indonesia kita berefleksi di mana sebenarnya posisi institusi agama dan para pemimpinnya?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Apakah di pihak rakyat tertindas seperti sikap Yesus, atau memilih tempat aman di pihak kaum penindas (pada era Yesus, Kaum Farisi).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Yang jelas, rakyat sudah bangkit dari nina bobo para politisi, yang mengumbar janji-janji muluk setiap pemilu. Dan rakyat pasti naik kelas, menjadi lebih jeli untuk memilih pemimpin yang benar-benar memiliki bela rasa kepada penderitaan rakyat. Kalau golput semakin naik pada pemilihan presiden, jangan salahkan rakyat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Itu berarti, belum ada pemimpin yang cocok dengan hati rakyat, atau karena sistem politik ini tidak memberi peluang majunya kaum muda untuk memimpin bangsa. Jangan lupa, Sobat, Yesus yang historis lebih 2000 tahun silam, adalah orang muda yang penuh semangat namun bijak. Usianya sekitar 30-an tahun.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Selamat merayakan Mi’raj Isa Al-Masih.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Shalom.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#003366;"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Arthur J. Horoni</span></span></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/1221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/1221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/1221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/1221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/1221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/1221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/1221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/1221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/1221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/1221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/1221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/1221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/1221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/1221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=1221&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2009/05/20/miraj-isa-al-masih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e8b14fc3737f265bc1958d40bb615cb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arthur J. Horoni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenangan Natal yang Tersisa: Spiritualitas Natal dalam SMS</title>
		<link>http://jagatalit.com/2009/01/05/kenangan-natal-yang-tersisa-spiritualitas-natal-dalam-sms/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2009/01/05/kenangan-natal-yang-tersisa-spiritualitas-natal-dalam-sms/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 17:32:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arthur John Horoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Betlehem]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrani]]></category>
		<category><![CDATA[Natal]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritualisme]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus Kristus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=904</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Arthur J. Horoni Saya    mendapat 47 SMS ucapan selamat Natal di penghujung Desember 2008 yang baru saja kita lewati. Pesan paling awal, tiba 24 Desember 2008, dari sobatku &#8212; tapi kami lebih dekat dan saling menyapa dengan sebutan “saudaraku” &#8230; <a href="http://jagatalit.com/2009/01/05/kenangan-natal-yang-tersisa-spiritualitas-natal-dalam-sms/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=904&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><span style="color:#003366;"><span style="text-decoration:underline;"><img class="alignleft size-full wp-image-905" title="foto-arthur1" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/foto-arthur1.jpg?w=584" alt="foto-arthur1"   />Oleh: Arthur J. Horoni</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Saya    mendapat 47 SMS ucapan selamat Natal di penghujung Desember 2008 yang baru saja kita lewati. Pesan paling awal, tiba 24 Desember 2008, dari sobatku &#8212; tapi kami lebih dekat dan saling menyapa dengan sebutan “saudaraku” &#8212; seorang Muslim. Ia menulis,  “Saudaraku, Sang Mesias tak ke mana-mana. Dia senantiasa ada dalam hati manusia. Sang Mesias menghapus dosa para gembalaannya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Saya terhenyak. Saudaraku ini paham betul spirit <em>atawa</em> roh Natal: <strong>penebusan dan pembebasan dosa umat oleh Sang Mesias</strong>. Roh Natal bukan pesta-pora gemerlap rekayasa manusia, namun karya pembebasan umat manusia dari belenggu dosa karena Allah mengasihi manusia dan alam ciptaannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Tentu saja saya berterimakasih sungguh atas sapaan saudaraku itu, dan saya jawab dengan mengutip baris-baris puisi Natal Sitor Situmorang: “Menyambut Kristus kita menyambut revolusi, menyambut Kristus kita membangun dunia baru.” Penyair ini melukiskan dengan tepat spirit Natal: perubahan total yang cepat. Seratus delapan puluh  derajat, menuju pemulihan: hubungan kasih dengan Allah dan kasih terhadap sesama untuk membangun dunia baru. Tentu yang lebih berkeadilan, yang membuahkan perdamaian sejati, seraya menghargai alam ciptaan Sang Khalik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Perdamaian sejati sebagai spirit Natal juga dipesankan saudaraku Muslim yang lain:  ”Selamat Hari Natal.  Semoga kedamaian Natal yang bersemayam di hati kita,  menyebar ke seluruh semesta.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Ada lagi sobat dari Aceh menulis,  ”Semoga kasih sayang dan karunia Tuhan mengiringi hari-hari bahagia kita semua.” Luar biasa roh Natal yang sejati ini. Ia melintas batas. Ia memperkenankan manusia sebagai ciptaan Allah, untuk menegakkan kasih sayang yang membuahkan keadilan dan perdamaian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Ada juga petuah yang saya rasakan lebih bernas dari khotbah pendeta yang sudah rutin. Datang dari saudaraku yang anak  Sukabumi.  “Tanpa kita sadari, dalam kepenuhan Allah, segala sesuatu akan menjadi baik dan menjadikan engkau tenang. Alangkah indahnya ketika Kristus masuk dalam hidupmu, melenyapkan semua kekhawatiran.  Semoga Damai Natal mewarnai kehidupan kita dalam menjalankan tugas dan aktivitas sehari-hari.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dari sobat-sobat saya yang Kristen, banyak petatah-petitih tentu saja. Syukurlah bukan khotbah. Terasa sebagai cermin akhir tahun yang menyemangati kerja. ”Saat itu Dia lahir di Betlehem. Saat ini Dia lahir di hati kita, untuk Keadilan, Perdamaian  bagi Rakyat dan Bumi.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Juga ada yang berkelakar nakal, namun menyentuh untuk introspeksi: “Yang membuatmu mahal bukan dari penampilanmu, bukan dari harta yang kamu punya, tapi kamu mahal karena dalam hati dan pikiranmu ada Kristus. <em>Met Natal Yauwww</em>…&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>Hahaha</em> … Tentu ini membuat saya tergelak sukacita. Ini spirit  Natal, kabar sukacita yang menumbuhkan pengharapan akan hari depan yang lebih baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Spirit Natal ikhwal penebusan, pembebasan, perubahan, kasih, keadilan, perdamaian, belarasa, keutuhan ciptaan dan hari depan, sungguh melintas batas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Andaikan kita mau mulai mempraktekkan semua itu secara sederhana, kecil-kecilan saja, dengan tidak larut dalam pesta-pora akhir tahun, tidak mabuk belanja, tidak merugikan apalagi merampas milik orang lain, mau berbagi kasih dan keprihatinan, berdamai dengan diri sendiri, mungkin kita mampu menggulirkan perubahan ke arah hari depan yang lebih berpengharapan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Medan</strong><strong>, Awal Januari 2009</strong>.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/904/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/904/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/904/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/904/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/904/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/904/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/904/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=904&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2009/01/05/kenangan-natal-yang-tersisa-spiritualitas-natal-dalam-sms/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e8b14fc3737f265bc1958d40bb615cb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arthur J. Horoni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2009/01/foto-arthur1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">foto-arthur1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Andaikan Tak Ada Pesta Natal</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/12/11/andaikan-tak-ada-pesta-natal/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2008/12/11/andaikan-tak-ada-pesta-natal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 05:31:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arthur John Horoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Amos]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Gereja-Gereja Sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[Natal]]></category>
		<category><![CDATA[PGI]]></category>
		<category><![CDATA[World Council of Churches]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus Kristus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=746</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Arthur J. Horoni Lebih baik, berusahalah supaya keadilan mengalir seperti air, dan kejujuran seperti sungai yang tak pernah kering. (Amos 5: 21-24) Oleh krisis global yang melanda dunia saat ini, rakyat Indonesia semakin sengsara. Harga produk pertanian merayap, padahal &#8230; <a href="http://jagatalit.com/2008/12/11/andaikan-tak-ada-pesta-natal/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=746&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#003366;"><span lang="SV"><strong>Oleh: Arthur J. Horoni</strong></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:225pt;text-align:right;"><span style="color:#003300;"><em><span lang="SV">Lebih baik, berusahalah supaya keadilan mengalir seperti air, dan kejujuran seperti sungai yang tak pernah kering. </span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:225pt;text-align:right;"><span style="color:#003300;"><em><strong>(Amos 5: 21-24)</strong></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="FI">Oleh krisis global yang melanda dunia saat ini, rakyat Indonesia semakin sengsara. Harga produk pertanian merayap, padahal pupuk mahal, bahkan jadi ajang perselingkuhan pejabat dengan distributor yang tentu mencekik petani. Bayangkan bagaimana nasib petani tak bertanah? Padahal pemerintah menjagokan program ”Ketahanan Pangan”.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span lang="SV"><img class="size-medium wp-image-752 aligncenter" title="petani-di-sawah-kering1" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/petani-di-sawah-kering1.jpg?w=463&#038;h=296" alt="petani-di-sawah-kering1" width="463" height="296" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="SV">Di sektor industri, bencana tengah menggempur industri tekstil. Permintaan dari Amerika dan Eropa menurun 30-40 %, sekitar 100 ribu dari 1,2 juta buruh di sektor ini akan dirumahkan dan tahun 2009, konon 50% buruh Indonesia atau sekitar 45,5 juta orang terancam pemutusan hubungan kerja (PHK). Akan halnya, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) alias buruh migran lebih menyedihkan lagi. Gelombang PHK telah dimulai di Hongkong, Taiwan, Korea, menyusul Singapura dan Malaysia. </span>Itulah kutuk neoliberalisme yang menjagokan keperkasaan pasar bebas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="FI">Jadi kata kunci adalah: jatuh. Rupiah jatuh, sawit, karet, minyak jatuh. Padi, apalagi dilibas banjir, jatuh. Jagung bibit unggul karena tak ada pupuk jatuh. Alhasil, sokoguru bangsa: petani, buruh dan nelayan (yang tak bisa beli solar mahal), berguguran bagai daun kering terjerembab tak berdaya di tanah tandus. Jatuh sudah. Ajaib memang, pemerintah tak jatuh-jatuh, padahal <strong><span style="text-decoration:underline;">S</span></strong>emakin <strong><span style="text-decoration:underline;">B</span></strong>anyak <strong><span style="text-decoration:underline;">Y</span></strong>ang <strong><span style="text-decoration:underline;">J</span></strong>adi <strong><span style="text-decoration:underline;">K</span></strong>orban.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span lang="FI"><img class="size-medium wp-image-750 aligncenter" title="buruh-migran-perempuan" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/buruh-migran-perempuan.gif?w=462&#038;h=332" alt="buruh-migran-perempuan" width="462" height="332" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="FI">Maka Sempurnalah Penderitaan Rakyat &#8230;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="FI">Kendati penderitaan rakyat semakin sempurna, renovasi gedung DPR dan rumah pejabat di pusat dan daerah jalan terus. Mobil mewah laku terus. Di sebuah kabupaten di timur nusantara, mobil <em>Rangers Double Cabin, </em>jadi angkutan lapangan eksekutif dan legislatif. Di kelas ini, rasa-rasanya tak ada krisis. Untuk apa pusing-pusing memikirkan rakyat yang selalu diguncang pertanyaan: apa bisa makan hari ini?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="FI">Bagi para birokrat, anggota DPR/DPRD, pimpinan parpol dan sebangsanya pertanyaan itu berubah: makan di mana hari ini? Yang <em>serem</em> para investor rakus: makan siapa hari ini? Jadi, sempurnalah penderitaan rakyatmu, tuan dan nyonya besar…</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong><span lang="FI">Suara Nabi di Tengah Gurun</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="FI">Di tengah gurun ketidakadilan ini, di kubangan penderitaan rakyat, umat rindu suara nabi. Kutipan teks dari Nabi Amos di awal tadi kurang digunakan birokrat gereja, namun sungguh popular di kalangan umat yang sengsara. </span><span lang="ES-MX">Amos, nabi pertama dalam Alkitab, yang pesannya dicatat secara terperinci. Ia mengritik pejabat kerajaan dan pemuka agama Yahudi yang tak peka atas ketidakadilan. Ia membentak bangsa yang menjadikan ibadah sebagai perayaan-perayaan atau pesta semata tanpa kepedulian atas nasib rakyat. Ibadah seperti itu kata Amos, bakal ditolak Tuhan. Allah, tutur Amos, menghendaki keadilan bergulung-gulung seperti air.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX">Dari Sidang Raya IX Dewan Gereja-gereja se Dunia (DGD-WCC) di Porto Alegre, Brazil, 2006, terbit sebuah dokumen latar belakang yang &#8220;membentak&#8221; globalisasi ekonomi yang menjujung neoliberalisme, ekonomi pasar bebas. Dokumen itu berjudul <em>Alternative Globalization Addressing People and Earth</em>. Akronimnya adalah AGAPE, kata dari bahasa Yunani yang berarti Kasih. Dokumen ini telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia di bawah judul, “Globalisasi Alternatif mengutamakan Rakyat dan Bumi.” Diktum neoliberalisme menurut dokumen ini, “pada dasarnya neoliberalisme mengubah segala sesuatu dan manusia menjadi komoditi. “ </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX">Penguasaan neoliberalisme terhadap kekayaan material yang melebihi penghargaan akan harkat dan martabat manusia, membuat manusia diperlakukan tidak selayaknya, mengorbankan kehidupan manusia dan alam demi ketamakan. Buahnya adalah ketidakadilan, kekerasan, kemiskinan, kelaparan, pengangguran yang melanda bagian terbesar penduduk dunia dan berakibat kepada kematian. Seiring dengan itu masalah-masalah lingkungan hidup semakin meruyak: pemanasan global, penipisan sumber daya alam, terbentuknya gurun hijau (perkebunan sawit yang terlantar karena sawit jatuh) serta hilangnya keanekaragaman hayati. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX">Di sisi itu, pemerintah dan pengusaha kita adalah birokrat dan kapitalis yang menjadi agen neoliberalisme atau neolib itu. Ada bangunan yang seragam dari Banda Aceh sampai Jayapura sebagai wajah gemilang neolib: mal, ruko dan Swiss Bell Hotel …</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong><span lang="ES-MX">Keberanian Melawan Arus</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX">Bagaimana tanggapan gereja-gereja di Indonesia terhadap situasi ini? Pada 1-5 Desember 2008 di Wisma Samadi, Klender, Jakarta, 80 orang pimpinan gereja anggota Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), utusan kaum perempuan dan pemuda, para pelaku ekonomi, politik dan budaya, yang prihatin atas situasi itu terlibat dalam konsultasi Nasional Gereja dan Ágape. Tema Konsultasi, “Tuhan, dalam Rahmat-Mu, Ubahlah Dunia”, dengan subtema, “ AGAPE dari Deklarasi Menjadi Aksi”.</span></span></p>
<address class="MsoNormal"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX"><img class="aligncenter size-medium wp-image-758" title="sae-nababan" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/sae-nababan.jpg?w=502&#038;h=361" alt="sae-nababan" width="502" height="361" /></span></span></address>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="text-decoration:underline;"><em>Peserta Konsutasi Nasional Gereja dan AGAPE, berpose bersama Presiden DGD, Pdt. Dr. SAE Nababan.“Bagi Allah tidak ada yang mustahil”.</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span style="text-decoration:underline;"><em>(Foto: Dok. Arthur JH/PKM)</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX">Presiden DGD (Dewan Gereja-gereja se-Dunia), Pdt. Dr. SAE Nababan, dalam renungan pada pembukaan konsultasi mengritik gereja yang tidak peduli terhadap ketidakadilan yang berlangsung di tengah masyarakat. Ia menguraikan, ada tiga penyebab sikap ketidakpedulian itu, (1) pengejaran keselamatan jiwa (kesalehan pribadi sebagai warisan pietisme), (2) kuasa tradisi gereja yang membentuk pola pikir dan pola hidup manusia, yang hampir bersifat mutlak, dan (3) keterbatasan pergumulan yang terus-menerus dengan Firman Tuhan di tengah perjalanan hidup. Karena ketidakpedulian ini, kita cenderung menjauhkan diri dari ketidakadilan yang mendera rakyat, tidak berani bersama rakyat menghadapinya dan secara tegas memberitakan, mengusahakan dan menegakkan keadilan bagi semua orang, sebagai kehendak Allah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX">Dr. Nababan menegaskan, kerinduan mendalam setiap manusia dan setiap komunitas manusia bahkan setiap bangsa adalah memperoleh keadilan dan perdamaian. Karena hanya dengan adanya keadilan dan perdamaian, kehidupan manusia dapat berkembang sejahtera. “Keduanya tak terpisahkan”, ujarnya. Ia menyatakan kegembiraannya dengan kehadiran peserta konsultasi, walau hanya kelompok kecil. Namun kelompok yang peduli, dan di hadapan Tuhan, kelompok-kelompok kecil ini juga mewakili gereja. Kehadiran dalam konsultasi ini, menurut Nababan, adalah keberanian melawan arus, pada saat kebanyakan orang terpukau, terlena bahkan terbenam arus globalisasi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX">Melalui diskusi, penggalian pengalaman, analisis sosial, Ibadah, refleksi teologis, peserta bergumul, menafsirkan ulang teks Alkitab sesuai dengan konteks, membaca kembali secara kritis. Kesadaran yang muncul adalah, gereja sejatinya menjadi komunitas yang transformatif dengan mengembangkan teologi yang berpihak kepada rakyat dan bumi. Untuk itu perlu upaya terus-menerus memampukan gereja menjadi gerakan ketimbang institusi yang berpihak kepada rakyat dan bumi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong><span lang="SV">Andaikan Tak Ada Pesta Natal</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="SV">Konsultasi tak bermakna bila tak disusul aksi. Tentu, gereja-gereja atau komunitas Kristiani di negeri ini mampu merumuskan aksi sesuai konteks masing-masing. Kendati begitu, ada sesuatu yang sangat konkret yang dapat dilakukan bersama-sama, kalau mau.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="SV">Di pekan-pekan advent, menyongsong natal ini, sebaiknya kita membebaskan diri dari jerat neolib. Misalnya, tak perlu membeli pohon natal serta segala perniknya di mal-mal. Yesus yang lahir dalam kemiskinan kenapa mesti dirayakan dalam kegemerlapan? </span><span lang="ES-MX">Kita toh tidak meracik sendiri tema natal dan segala perniknya di rumah kita dengan apa yang ada pada kita. Ada kembang, ada pohon hidup di rumah, dan terutama mempersiapkan hati yang penuh shalom (damai sejahtera).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX">Pesta <em>Santa Claus</em> atau sinterklas itu sihir neolib, boikot saja. Tak ada gunanya buat kita. Dan coba Anda hitung ongkos pesta natal di negeri ini secara total. Konon orang Kristen anggota jemaat gereja-gereja anggota PGI yang ada 87 sinode itu sekitar 10 juta. Kita hitung secara sederhana, ada sekitar 20 ribu komunitas atau jemaat yang masing-masing 500 orang anggotanya. Biasanya pesta natal setiap jemaat paling sedikit Rp 20 juta misalnya. Berapa uang terkumpul setiap pesta natal? Tak kurang dari Rp 400.000.000.000 (400 milyar rupiah).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="ES-MX">Belum lagi natal marga, keluarga, polisi, DPR/D, Parpol, dan seterusnya dan seterusnya. Berapa trilyun uang yang dibuang sia-sia untuk pesta, yang menurut nabi Amos, tak disukai Tuhan? </span><span lang="SV">Berapa sekolah dan rumah sakit untuk rakyat bisa dibangun?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><span lang="SV">Andaikan gereja-gereja bersatu mengembalikan pesta natal kepada situasi natal yang pertama, kita tidak perlu berpesta di tengah semakin sempurnanya penderitaan petani, nelayan dan buruh. Dan kita akan mampu mengatasi neolib &#8230; </span></span></p>
<h5 style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><span lang="SV">[Foto-foto: Suara Pembaruan dan Associated Press]<br />
</span></span></h5>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/746/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/746/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/746/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/746/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/746/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/746/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/746/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=746&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2008/12/11/andaikan-tak-ada-pesta-natal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e8b14fc3737f265bc1958d40bb615cb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arthur J. Horoni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/petani-di-sawah-kering1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">petani-di-sawah-kering1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/buruh-migran-perempuan.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">buruh-migran-perempuan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/sae-nababan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sae-nababan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Resensi Buku: &#8220;Sihir AGAPE&#8221;</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/07/13/sihir-agape/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2008/07/13/sihir-agape/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 17:16:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Glorius Bawengan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>
		<category><![CDATA[AGAPE]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Gereja-Gereja Sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[Globalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[World Council of Churches]]></category>
		<category><![CDATA[Yesaya]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus Kristus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Inilah era komunitas pedagang. Di tiap sudut negeri terhampar mulai dari Mal sampai Kios atau Lapak. Beginilah kurun masa sebentang ideologi dunia, yang secara digjaya berhala pada neoliberalisme. “Pada dasarnya neoliberalisme mengubah manusia menjadi komoditi.” Demikian diktum utama kelumpuhan dunia &#8230; <a href="http://jagatalit.com/2008/07/13/sihir-agape/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=184&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><a href="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/07/agape1.jpg"><img class="size-medium wp-image-186 aligncenter" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/07/agape1.jpg?w=222&#038;h=300" alt="" width="222" height="300" /></a><a href="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/07/agape1.jpg"></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Inilah era komunitas pedagang. Di tiap sudut negeri terhampar mulai dari Mal sampai Kios atau Lapak. Beginilah kurun masa sebentang ideologi dunia, yang secara digjaya berhala pada neoliberalisme.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#003366;">“Pada dasarnya neoliberalisme mengubah manusia menjadi komoditi.” Demikian diktum utama kelumpuhan dunia menurut buku </span><span style="color:#003366;">Alternative Globalization Addressing Peoples and Earth (AGAPE) atau “</span><span style="color:#003366;">Globalisasi Alternatif Mengutamakan Rakyat dan Bumi”<em>.</em> Sebuah buku yang diramu secara apik dan bergizi dari berlembar dokumen hasil temuan beberapa konsultasi dan studi yang digelar Dewan Gereja-Gereja Sedunia (</span><span style="color:#003366;">World Council of Churches) </span><span style="color:#003366;">dan beberapa organisasi ekumenis lain pasca Sidang Raya Dewan Gereja-Gereja Sedunia 1988 di Harare.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#003366;">Bentuk saji penulisan buku ini adalah rambahan kontemporer pemaknaan teks alkitab, yang diracik dalam bahasan aktual dengan realitas dunia yang centang-perenang. Di tengahnya disisip secara cerdas analisa tajam atas berbagai penyebab masalah sekaligus solusi kongkrit mengatasinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#003366;">Mata kita akan enggan beralih sejenak pun meninggalkan topik bahasan yang bagai menari di benak. Sementara nurani kita bagai ditohok berulang-ulang merasakan pahitnya hidup dunia yang sedang jungkir-balik diketengahkan buku ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#003366;">Simak bagaimana hardikan nabi Yesaya, <em>“Celakalah mereka yang menentukan ketetapan-ketetapan yang tidak adil dan mereka yang mengeluarkan keputusan-keputusan kelaliman…” </em>untuk membahas kajian dengan topik Perdagangan yang Adil. Atau kutipan Injil, <em>“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan, tapi Aku datang supaya mereka mempunyai hidup…”</em> untuk menegaskan 1,5 penduduk dunia – kebanyakan perempuan, anak-anak dan penduduk asli – hidup kurang dari 1 dolar per hari, saat 20% kaum kaya menggenggam 86% konsumsi global barang dan jasa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#003366;">Di tiap topik bahasannya dilampirkan juga refleksi berupa berbagai pertanyaan yang sejatinya adalah sejenis “pintu masuk”, menjawab tantangan zaman.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#003366;">Gagasan-gagasan baru yang bernas dibentangkan buku ini nyaris tanpa jeda. Antara realitas sosial global dan solusi-solusi aktual hadir tanpa memakai sistematisasi tulisan yang runut dan berstruktur. Semua kajian realitas global seperti kawin-mawin dengan rambahan pikiran-pikiran yang memukau. Sungguh sebuah ikhtiar menyajikan isi topikal yang bermutu dengan pembahasaan yang populis dan cair.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#003366;">Lihatlah betapa gagasan gemilang seperti Keadilan Transformatif di sajikan dengan kelugasan dalam balutan kata yang renyah,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="color:#003366;">“Setiap bentuk kekuasaan tergoda untuk mengangkat dirinya sebagai yang absolut, tanpa akuntabilas terhadap mereka yang dikenainya dan pengingkaran bermacam hubungan yang membentuk jaringan kehidupan serta kebutuhan untuk dihargai dan diakui.&#8221; </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#003366;">Kelemahan buku ini – kalaupun penilaian itu harus dihadirkan di sini, demi azas obyektivitas – adalah pada tampilan muka, yang teramat miskin gaya. Beban tema buku yang dahsyat itu, tidak tervisualisasi menawan, baik secara asosiatif maupun imajinatif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#003366;">Selebihnya, buku ini adalah sihir spiritual bagi armada inspirator, yang terkuak dari jutaan pengalaman mencengangkan, karena keajaiban pengamatan sublim. Dan selayaknyalah dibaca oleh mereka yang tergelitik untuk mencipta gagasan baru.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="color:#003366;">Glorius Bawengan</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>di Lembayung</strong> me <strong>Rekah</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">[Foto sampul buku diambil dari: <a href="http://www.wcc-coe.org/wcc/what/jpc/globalization.html" target="_blank">www.wcc-coe.org</a>]</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jagatalit.wordpress.com/184/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jagatalit.wordpress.com/184/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=184&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2008/07/13/sihir-agape/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cbfaeef6faf501d5b79df020b3111cbf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Glorius Bawengan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/07/agape1.jpg?w=222" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mantra Swara, Menggali Kekuatan Suara</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/05/26/mantra-swara-menggali-%e2%80%9ckekuatan%e2%80%9d-suara/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2008/05/26/mantra-swara-menggali-%e2%80%9ckekuatan%e2%80%9d-suara/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 17:48:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Eksplorasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Mantra Swara]]></category>
		<category><![CDATA[Bhiksu]]></category>
		<category><![CDATA[Buddha]]></category>
		<category><![CDATA[Diafragma]]></category>
		<category><![CDATA[Ghadir Qum]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[Kiyai]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad SAW]]></category>
		<category><![CDATA[Musa]]></category>
		<category><![CDATA[Pastor]]></category>
		<category><![CDATA[Pendeta]]></category>
		<category><![CDATA[Siddharta Gautama]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus Kristus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[Betapa hangatnya suara Muhammad SAW, sewaktu berkhotbah pada ibadah hajinya yang terakhir, atau ketika menyampaikan pesan-pesan pamungkasnya di sebuah bukit di Ghadir Qum. Pun, betapa lembutnya suara Siddharta Gautama, tatkala menyampaikan inti ajaran Buddha di sebuah taman di Bodhgaya. <a href="http://jagatalit.com/2008/05/26/mantra-swara-menggali-%e2%80%9ckekuatan%e2%80%9d-suara/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=150&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Pernahkah Anda perhatikan, mengapa sebagian Bhiksu, Kiyai, Pendeta, Pastor, mempunyai suara yang bagus-bagus? Bagus, dalam arti jernih, bulat, berdiafragma, dan menimbulkan getar-getar kewibawaan, meskipun disampaikan dengan nada rendah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Atau, pernahkah Anda membayangkan, betapa merdunya suara Yesus atau Isa Al-Masih, ketika berkhotbah di atas bukit. Betapa membahananya suara Musa, sewaktu menyampaikan sepuluh perintah Tuhan, sekembalinya dari Thursina (Gunung Sinai). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Betapa hangatnya suara Muhammad SAW, sewaktu berkhotbah pada ibadah hajinya yang terakhir, atau ketika menyampaikan pesan-pesan pamungkasnya di sebuah bukit di Ghadir Khum. Pun, betapa lembutnya suara Siddharta Gautama, tatkala menyampaikan inti ajaran Buddha di sebuah taman di Bodhgaya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Itulah suara-suara yang penuh keagungan, yang menyeruak dari kedalaman diri, yang bergetar dilingkupi frekuensi Illahi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sejarah agama-agama mencatat, manusia-manusia agung itu (Musa, Yesus, Muhammad, Buddha Gautama) telah berhasil memberikan pencerahan kepada sejumlah umat pada zamannya, melalui suara mereka yang penuh wibawa. Tidak ada catatan dalam sejarah bahwa mereka pernah bersuara serak, atau melengking memekakkan telinga. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Justeru sebaliknya, catatan-catatan para ahli sejarah menyebutkan bahwa suara para pembawa ajaran Tuhan itu, mampu membuat para pendengarnya terhenyak, dan menikmati kata demi kata yang mereka sampaikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Mungkin Anda akan mengatakan, lumrah saja bila Musa, Yesus, Muhammad dan Buddha Gautama mempunyai suara-suara yang bagus, karena mereka memang disiapkan untuk menyampaikan ajaranNya. Sehingga dibekali suara yang bagus-bagus, tanpa harus dilatih terlebih dulu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Tidakkah Anda membayangkan, apa yang dilakukan para Kekasih Tuhan itu ketika berada dalam kesendirian? Mereka bermunajat. Berkomunikasi dengan Tuhan, seraya menyebut nama Tuhan dengan penuh keagungan. Dalam nada rendah dengan tarikan nafas yang halus. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Berulang-ulang mereka ucapkan nama Tuhan dengan penuh rasa cinta, melalui getaran-getaran diafragma. Itu yang menyebabkan suara mereka semakin merdu, melengkapi kemerduan yang memang telah dianugrahkan Tuhan kepada mereka.<br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Suara, merupakan anugrah Tuhan. Sang Pencipta Yang Maha Baik itu telah membekali manusia dengan berbagai jenis atau warna suara yang bagus-bagus, yang oleh manusia kemudian didefinisikan atau dipilah-pilah sebagai Bas, Bariton, Tenor, Sopran dan lain sebagainya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Jenis atau warna suara yang bagus-bagus ini adalah fitriah, alias tidak bisa diubah oleh manusia. Yang dapat diubah hanyalah “power”nya, lalu intonasi, artikulasi dan diksinya. Semua itu perlu dilatih secara intensif, sehingga menghasilkan suara yang berkualitas, bisa dinikmati oleh semua orang, termasuk si empunya suara. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Bagusnya ciptaan Tuhan berupa suara itu, dapat kita poles atau kita perbagus lagi dengan modal yang juga diberikan Tuhan kepada manusia, yaitu napas dan energi. Dengan demikian, semua pemberian Tuhan kita manfaatkan, dan dengan memanfaatkan semua pemberian Tuhan, berarti kita telah mensyukuri nikmat Tuhan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Tulisan ini saya buat sebagai sumbangan bagi dunia Olah Suara. Semoga dapat dimanfaatkan oleh siapa pun, yang dalam profesinya sangat berkaitan urusan “tarik suara”. Baik itu penyanyi, presenter radio dan televisi, para politisi dan pejabat yang sering tampil berbicara di depan khalayak, para pengajar atau bahkan para penyebar ajaran keagamaan dan spiritualisme. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dengan pengalaman bertahun-tahun sebagai penyiar radio, pelatih teater dan instruktur <em>voice training</em> untuk para presenter televisi, ditambah pengamatan intens terhadap para pelaku atau pekerja tarik suara, saya menyodorkan cara yang sangat ampuh, guna mengeksplorasi <em>power</em> (kekuatan) suara. Yaitu dengan melafalkan Mantra Swara secara rutin, dengan teknik yang tepat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Pernapasan Perut</strong>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Suara yang kita keluarkan melalui mulut, pada hakikatnya didorong oleh napas yang kita hembuskan dari dalam rongga tubuh kita. Kualitas napas yang kita hembuskan (<em>exhale</em>) sangat bergantung dari cara kita memasukkan atau menarik napas (<em>inhale</em>) melalui hidung. Napas yang pendek akan menghasilkan suara yang pecah, terengah-engah dan volume yang tidak konstan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><a href="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/05/breathing_system8.gif"><img class="size-medium wp-image-157 aligncenter" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/05/breathing_system8.gif?w=263&#038;h=300" alt="" width="263" height="300" /></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Panjang pendeknya napas ini, ditentukan oleh teknik pengambilan napas yang benar. Bila napas yang kita hirup, kita simpan di dalam rongga dada, maka hasilnya adalah napas yang pendek. Tetapi bila kita terbiasa menarik napas lalu menyimpannya di dalam perut, niscaya napas kita pun akan panjang dan teratur. Ini yang disebut teknik pernapasan perut, dan merupakan cara yang lumrah digunakan dalam dunia olah suara. Cara yang juga diterapkan oleh para pelaku yoga dan meditasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><a href="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/05/breathing_system1.jpg"><img class="size-medium wp-image-151 aligncenter" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/05/breathing_system1.jpg?w=221&#038;h=387" alt="" width="221" height="387" /></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Mengapa kita harus membiasakan diri menggunakan teknik pernapasan perut? Karena sebenarnya, secara naluriah, kita bernapas dengan teknik pernapasan perut. Coba saja perhatikan orang yang sedang tidur terlentang, perutnya akan tampak turun-naik seiring <em>inhale</em> dan <em>exhale</em> yang dilakukannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Begitu pula bila seseorang sedang mengalami stres, biasanya tanpa sadar ia akan menarik napas panjang dengan teknik pernapasan perut. Kondisi di bawah sadar ini merupakan kondisi naluriah atau instinktif. Jadi, melatih pernapasan perut, sama saja dengan mengembalikan naluri kita, refleks kita. Coba lagi perhatikan bila Anda bangun tidur (dengan tidur yang berkualitas tentunya), Anda akan merasakan suara Anda lebih berat, lebih bulat.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><img class="size-medium wp-image-152 aligncenter" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/05/breathing_system2.gif?w=223&#038;h=172" alt="" width="223" height="172" /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sekarang, terlentanglah di atas alas yang datar tanpa bantal. Badan lurus mulai dari kepala hingga ujung kaki. Tangan terlentang. Tutup mata perlahan, lalu tarik napas pelan-pelan melalui mulut, simpan sejenak di dalam rongga perut. Setelah itu hembuskan melalui mulut, juga pelan-pelan. Lakukan itu berkali-kali, seraya berterima kasih kepada Tuhan yang telah memberikan oksigen gratis untuk menopang hidup kita dan memberikan energi bagi ruh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><a href="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/05/breathing_system3.jpg"><img class="size-medium wp-image-153 aligncenter" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/05/breathing_system3.jpg?w=300&#038;h=101" alt="" width="300" height="101" /></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Cara ini juga dapat Anda lakukan sambil berdiri, atau duduk santai dengan punggung lurus. Bila teknik pernapasan perut ini Anda nikmati sepenuhnya, secara berangsur akan Anda rasakan otot-otot tubuh Anda mengendur. Sehingga stres pun tereliminasi. Efek sampingnya, Anda akan mengantuk. Tidak apa-apa. Tidur saja. Tidur juga anugrah Tuhan yang dapat membuat kita segar. Tetapi kalau bisa, jangan dulu tidur, karena Anda sedang berlatih teknik pernapasan.<br />
</span>
</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><img class="size-medium wp-image-155 aligncenter" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/05/breathing_system4.jpg?w=221&#038;h=283" alt="" width="221" height="283" /></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><img class="size-medium wp-image-154 aligncenter" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/05/breathing_system5.jpg?w=228&#038;h=335" alt="" width="228" height="335" /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Jangan sekali-kali menyimpan napas di dalam dada, karena cara itu hanya akan menyebabkan paru-paru Anda bekerja ekstra keras. Fungsi paru-paru hanya sebagai respirator atau pemompa napas. Biarkan rongga dada hanya menjadi jalur yang dilewati <em>inhale</em> dan <em>exhale. </em>Tugas menyimpan dan mendorong napas kita berikan kepada perut, rongga terbesar dalam tubuh manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><a href="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/07/meditasi-duduk12.jpg"><img class="size-medium wp-image-257 aligncenter" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/07/meditasi-duduk12.jpg?w=584" alt="" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><a href="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/05/breathing_system7.jpg"><img class="size-medium wp-image-156 aligncenter" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/05/breathing_system7.jpg?w=224&#038;h=291" alt="" width="224" height="291" /></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Bila Anda telah berhasil melatih diri Anda dengan sistem pernapasan perut (<em>abdominal/belly breathing system</em>), kini coba hembuskan napas yang tersimpan di dalam perut itu dibarengi dengan suara <strong>A</strong>, <strong>O</strong>, <strong>U </strong>atau <strong>I </strong>sepanjang-panjangnya, sampai cadangan napas di dalam perut Anda habis. Jangan berteriak. Ucapkan<span> </span>huruf-huruf vokal itu dengan nada dasar <strong>do, </strong>dalam satu hembusan napas. Lakukan berulang-ulang. Tarik napas melalui hidung sepanjang-panjangnya. Simpan sejenak di dalam perut. Lalu hembuskan sambil bersuara seperti di atas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Melafalkan Mantra Swara Secara Berirama.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kini tiba saatnya Anda melafalkan Mantra Swara. Ini adalah istilah saya sendiri, untuk menyebut puji-pujian kepada Tuhan, yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengeksplorasi diafragma. Cobalah Anda perhatikan para Bhiksu Buddha yang sedang membacakan puji-pujian. Mereka menyampaikannya dengan nada rendah dan panjang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Tirulah irama yang disenandungkan para Bhiksu ketika melafalkan puji-pujian tersebut. Tariklah napas sedalam-dalamnya melalui hidung. Simpan napas itu sejenak di dalam perut. Lalu hembuskan napas Anda melalui mulut sambil mengucapkan setiap kalimat di bawah ini dengan nada yang konstan dan dengan satu tarikan napas: </span></p>
<ul style="margin-top:0;text-align:justify;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="color:#003366;"><strong>Namo Sanghyang Adhi Buddhaya, Namo Buddhaya.</strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="color:#003366;"><strong>Namo Sanghyang Avalokitesvara Bodhisatva Mahasatva.</strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="color:#003366;"><strong>Namo Sanghyang Maitreya Buddhaya.</strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="color:#003366;"><strong>Namo Amitabha Buddhaya.</strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="color:#003366;"><strong>Namo Tassa Bhagavato Arahato Samma Sambudassa.</strong></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sambil mengucapkan kalimat-kalimat ini, coba rasakan getaran-getaran diafragma di sekujur punggung, dengan menempekan salah satu telapak tangan Anda ke daerah punggung. Bila punggung Anda belum terasa bergetar, berarti masih ada yang salah dalam cara Anda menarik napas. Atau karena Anda “mencuri” napas di tengah kalimat yang Anda ucapkan. Jadi, berusahalah jujur pada diri sendiri dengan tidak mencuri napas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Apakah hanya puji-pujian dalam agama Buddha saja yang bisa digunakan sebagai Mantra Swara? Tentu saja tidak. Puji-pujian dalam agama apa pun, bisa Anda gunakan sebagai Mantra Swara. Bila Anda seorang Muslim, misalnya, Anda dapat mengucapkan kalimat-kalimat dzikir dan do’a di bawah ini, dengan satu tarikan napas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Caranya sama. Tarik napas dalam-dalam melalui hidung, simpan sejenak di dalam perut, lalu hembuskan napas Anda melalui mulut seraya melantunkan kalimat-kalimat ini sampai cadangan napas di dalam perut terkuras habis:</span></p>
<ul style="margin-top:0;text-align:justify;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="color:#003366;"><strong>Subhanallah Walhamdulillah Walailaha ilallah Wallahu Akbar.<br />
</strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="color:#003366;"><strong>Lailaha illa Anta, Subhanaka, inni kuntu minaddzalimin.</strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="color:#003366;"><strong>Subbuhun Quddusun Rabbuna Warabbul Malaikati Warruh.</strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="color:#003366;"><strong>Allahumma Nawwir Qulubana Binuri Hidayatika Kama Nawwartal Ardlo Binuri Syamsika Abada.</strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="color:#003366;"><strong>Rabbana La Tuzigh Qulubana Ba’da Idz Hadaitana Wahablana Min-Ladunka Rahtaman innaka Antal Wahhab.</strong></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Jika Anda seorang penganut Hindu, ucapkan Mantra Gayatri dengan teknik seperti di atas:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Om</strong><strong> bhur bhuvah svah tat savitur varenyam </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>bhargo devasya dhimahi dhiyo yo nah pracodayat.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Tentu terlalu berat bila Anda mengucapkannya mulai dari <strong>Om</strong> hingga <strong>pracodayat</strong> dengan hanya satu tarikan napas. Bagi dua saja. Satu tarikan napas mulai dari <strong>Om</strong> hingga <strong>varenyam</strong>. Lalu satu tarikan napas lagi mulai dari <strong>bhargo devasya</strong> hingga <strong>pracodayat</strong>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Bila Anda seorang Katholik, lantunkan <strong>Gloria in Excelsis Deo</strong> dengan irama yang biasa Anda gunakan, berulang-ulang, dengan satu tarikan napas, setiap ulangannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Jika Anda seorang penganut Yahudi (Judaisme), ucapkan: <span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"><strong>Barukh ata Adonai, Eloheinu Melekh ha-Olam</strong>, dan kalimat-kalimat do&#8217;a lainnya dengan teknik yang sama.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Ini hanya beberapa contoh saja dari berbagai Mantra Swara yang dapat Anda gunakan untuk mengeksplorasi <em>power</em> atau kekuatan suara Anda. Anda bisa menambahnya dengan puji-pujian yang lain, sesuai keyakinan agama Anda.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Namun berdasarkan uraian ini, terjawablah pertanyaan di awal tulisan: mengapa sebagian Bhiksu, Kiyai, Pendeta, Pastor, mempunyai suara yang bagus-bagus? Mengapa Musa, Yesus, Muhammad, Buddha ,memiliki suara-suara yang penuh keagungan? Karena mereka rajin memuji Tuhan dengan penuh cinta, penuh rasa hormat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Mereka lantunkan puji-pujian itu dengan suara rendah, khidmat dan dengan napas teratur. Mengapa tidak kita tiru mereka? Melatih suara kita, sambil memuji Tuhan. Dan, Tuhan pun, akan melimpahkan energi positif yang takkan pernah ada habisnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Billy Soemawisastra.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><span style="color:#003366;">[Gambar-gambar diambil dari: <a href="http://lifenspirit-prabhu.blogspot.com" target="_blank">lifenspirit-prabhu.blogspot.com</a>; <a href="http://cache.eb.com/eb/image?id=62651&amp;rendTypeId=4" target="_blank">cache.eb.com</a>; <a href="http://emzr.com/images/yoga-detoxification-10.jpg" target="_blank">emzr.com</a>;<a href="http://www.think-aboutit.com/images/Breathing.jpg">www.think-aboutit.com</a>]</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jagatalit.wordpress.com/150/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jagatalit.wordpress.com/150/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/150/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=150&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2008/05/26/mantra-swara-menggali-%e2%80%9ckekuatan%e2%80%9d-suara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/05/breathing_system8.gif?w=263" medium="image" />

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/05/breathing_system1.jpg?w=172" medium="image" />

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/05/breathing_system2.gif?w=208" medium="image" />

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/05/breathing_system3.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/05/breathing_system4.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/05/breathing_system5.jpg?w=205" medium="image" />

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/07/meditasi-duduk12.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/05/breathing_system7.jpg?w=200" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Yesus dan Petani Andalas Utara</title>
		<link>http://jagatalit.com/2008/04/09/yesus-dan-petani-andalas-utara/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2008/04/09/yesus-dan-petani-andalas-utara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2008 04:34:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arthur John Horoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Deli Serdang]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[Golgota]]></category>
		<category><![CDATA[Kahlil Gibran]]></category>
		<category><![CDATA[Nazareth]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[Salib]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus Kristus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Adakah masih kami disebut petani bila cuma punya tubuh golok dan pacul? &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. Tak elok, kawan tak elok orang bilang kau penggarap penunggu kuli tani &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. Kau siapa? &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. Kita sama sobat petani tak bertanah karena tanah petani dari abad &#8230; <a href="http://jagatalit.com/2008/04/09/yesus-dan-petani-andalas-utara/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=91&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><span style="color:#003366;"><span>Adakah masih kami disebut petani </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>bila cuma punya tubuh</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>golok dan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>pacul?</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Tak elok, kawan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tak elok</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>orang bilang kau penggarap</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>penunggu</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>kuli tani</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Kau siapa?</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Kita sama sobat</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>petani tak bertanah</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>karena tanah petani</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>dari abad ke abad dijarah </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>para raja, tuan tanah, penjajah</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>bertukar jadi tanah negara</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>perkebunan swasta</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>perkebunan negara </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>dan kita melarat</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Ya, ya, aku mulai celik</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>bapakku jadi buruh perkebunan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>miskin seumur-umur</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>pensiun tak bertanah</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tak berumah</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>padahal para birokrat kebun</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>punya berhektar tanah</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>dan pesangon milyaran</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>saat usai masa bakti</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>para anak juragan </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>sekolah di negeri manca</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>sialan!</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Tapi, siapa kau kawan?</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Serigala punya liang</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>burung punya sarang </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tapi Anak Manusia tak punya </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tempat untuk meletakkan kepalaNya &#8230;</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Ha ha ha, Kau rupanya</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Sang pengembara dari segala abad </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>di segala tempat </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tentu sebagai sesama orang menderita </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>aku cepat kenal Kau</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Sang Yesus, sobat jelata dari Nazareth<br />
</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Tapi kenapa Kau ke sini</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>ini lahan sengketa Bos</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Kau bisa dapat bencana</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>belum kapok disalib kaum petinggi</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>agama Yahudi di Golgota dulu?</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Menyingkirkah Kawan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tak tega bila Kau disakiti lagi </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>kini giliran kami </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>petani tak bertanah </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>merebut kembali milik kami </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tempatMu</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>di Gereja yang mentereng di kota-kota </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>jangan kotorkan diriMu </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>di kubangan para miskin ini</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Nah, nah, kau salah Marihot</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Astaga, Kau tahu namaku</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Ya, ya, karena kau tak pasrah pada nasib</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>kau masih berjuang bersama sesama </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>petani tak bertanah </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>di Simalungun, Pematangsiantar, </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Serdang Bedagai, Deli Serdang</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Batu Bara</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Asahan, Labuhan Batu</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>di Lampung</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Tanah Pasundan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Jawa Timur</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>dan seterusnya </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>merebut tanah untuk petani </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>menegakkan harkat dan martabat rakyat </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tertindas,</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Maka kau saudaraku</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Namamu di hatiku</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Tapi kenapa Kau bilang aku salah? </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>bukankah tempatMu memang di gereja? </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Apalagi ini hari Minggu</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Sobatku, </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>BagiKu, setiap hari hari Minggu </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>artinya, setiap hari itu ibadah </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>dan ibadah yang sesunguhnya </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>adalah mengunjungi para jelata </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>melawat yang sakit</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>memberi makan yang lapar </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>membebaskan yang terbelenggu </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>memaklumkan Kabar Baik bagi </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>petani tak bertanah </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>untuk berjuang mendapatkan tanah </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>mewujudkan perubahan </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Ibadah yang sesungguhnya </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>bukan pamer baju baru</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>sepatu model mutakhir</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>anting dan kalung mas</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>lantas melamun terkantuk-kantuk</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>lantaran khotbah pendeta tak menyentuh</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>persoalan umat</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>hapal peta Yerusalem, Betlehem</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>dan Yerikho</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>namun tak paham</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>bahwa di desa Durin Tonggal,</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Pancur Batu, Deli Serdang</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>petani yang berkeringat menanami tanah</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>dianiaya preman dan oknum polisi</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Kaum miskin itu dituduh menjarah tanah perkebunan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Padahal perkebunan merugi terus</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>walau birokratnya kaya raya</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>korupsi sudah jadi budaya</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>dan gereja dibangun dari hasil curian pejabat</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Tidak, kawan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Aku pengembara</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Kau belum baca Yesus Putera Manusia</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>yang ditulis sobatku Kahlil Gibran</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>penyair pemberang yang juga menghajar</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tingkah laku pemuka agama di Lebanon</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>yang sok saleh namun korup?</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Dia tulis, yang di gereja itu</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Yesusnya orang Kristen</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>yang jadi Kristus Sang Raja</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>kau bisa mengerti kalau belajar teologi</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>namun Aku,</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Yesus orang Nazaret</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Sobat para jelata</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>kau tak perlu repot belajar teologi</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>untuk memahami Aku</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>cukup baca Alkitab dengan matamu sendiri</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>jangan pakai rumus para teolog</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>atau petinggi gereja</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>yang kebanyakannya sudah jadi</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>nabi istana</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>maka kau akan paham</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Injil</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Kabar Gembira</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>artinya berubah</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>buta – melihat</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>lumpuh – berjalan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tawanan &#8211; merdeka</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>mampukah gereja melakukan itu?</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Sobatku Orang Nazaret</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tolong jangan bikin aku bingung</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>jadi apa sesungguhnya gereja itu?</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Salahkah bila kubilang</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>gereja itu bukan gedung dari batu </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>besi dan kayu</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>ditambah struktur yang kaku</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>namun persekutuan orang yang</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>sehati sepikir untuk mengubah </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>nasibnya menjadi manusia yang bermartabat?</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Dan jalan perubahan yang dipilih</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Adalah jalan kasih </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>aktif tanpa kekerasan?</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Kau benar Marihot</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Kitab suci tidak lagi rumus</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>kesalehan bagimu</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>ia telah mewujud menjadi</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>perbuatan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tidak seperti gaya</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>banyak pemimpin gereja</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>yang pintar bikin manifes</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>narasi natal</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>narasi paskah</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>namun tak pernah jadi tindakan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>yang membebaskan rakyat dari kemiskinan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>kekerasan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>dan ketidakadilan</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Bos</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Jangan marah ya</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>aku pernah menggunakan namaMu</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>semoga aku tak menyebut dengan sia- sia</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>waktu itu, dalam perjuangan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>merebut tanah bersama rakyat</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>polisi menghardik kami</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>hei siapa yang menyuruh kalian</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>menduduki lahan perkebunan ini?</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>menyingkir atau kutembak</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Kujawab</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>hati nurani kami yang menyuruh kami</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>kami petani tak bertanah berjuang</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>melaksanakan reforma agraria</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tanah untuk rakyat</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tatkala Gus Dur masih presiden</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>dia bilang 40% tanah perkebunan mesti</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>dibagi untuk rakyat</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>belum lama Presiden SBY bilang</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>lebih 8 juta hektar lahan harus</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>dibagi kepada rakyat tak bertanah</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>karena ujar-ujar yang bagus ini </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>belum dilaksanakan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>kami membantu para pemimpin itu</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>mulai menduduki tanah perkebunan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>yang HGU-nya telah tamat</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Pintar kau ya</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>kata komandan polisi</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>kalau tanah ini milik kalian</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>mana alas haknya</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>sertifikatnya</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>kujawab begini:</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Yesus saja tak pernah memberi sertifikat</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>kau baru jadi polisi sudah belagak</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Mati langkah polisi itu Bos</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tapi ampunlah kalau caraku itu</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>telah memanfaatkan namaMu</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>secara sia-sia</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Ha ha ha dasar Batak</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Mantap juga tipu kau itu</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>lanjutkan perjuangan kalian</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>petani tak bertanah</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>sampai semua memperoleh</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>tanah</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>dan mengelola tanah itu</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>sebagai sumber pendapatan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>jangan dijual</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>agar kalian dapat hidup dari tanah itu</span></span></h3>
<h3>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span> </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Sobatku Yesus</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>terima kasih</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>pesanmu selalu kuingat:</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>Aku datang, supaya mereka</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>mempunyai hidup, </span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>dan mempunyainya dalam</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><span>segala kelimpahan</span></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><strong><span> </span></strong></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><strong><span>Medan, 9 April 2008</span></strong></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><strong><span>Arthur John Horoni </span></strong></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;"><a href="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/05/petani31.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-146" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/05/petani31.jpg?w=300&#038;h=204" alt="" width="300" height="204" /></a></span></h3>
<h3><span style="color:#003366;">[Foto:<a href="http://www.daylife.com" target="_blank"> www.daylife.com</a>]</span></h3>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jagatalit.wordpress.com/91/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jagatalit.wordpress.com/91/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=91&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2008/04/09/yesus-dan-petani-andalas-utara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e8b14fc3737f265bc1958d40bb615cb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arthur J. Horoni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/05/petani31.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Natal, Saudaraku</title>
		<link>http://jagatalit.com/2007/12/25/selamat-hari-natal-saudaraku/</link>
		<comments>http://jagatalit.com/2007/12/25/selamat-hari-natal-saudaraku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Dec 2007 10:10:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Dami N. Toda]]></category>
		<category><![CDATA[Dick Hartoko]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Syafi'i]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrani]]></category>
		<category><![CDATA[Natal]]></category>
		<category><![CDATA[Protestan]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus Kristus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jagatalit.wordpress.com/2007/12/25/selamat-hari-natal-saudaraku/</guid>
		<description><![CDATA[Setiap hari natal tiba, saya selalu teringat pada sahabat saya, kakak saya, guru saya, yang puluhan tahun lalu pernah menjadi teman berbincang di malam-malam yang panjang. Topik perbincangan kami umumnya berkisar di seputar sastra, filsafat dan agama. Atau lebih tepatnya, &#8230; <a href="http://jagatalit.com/2007/12/25/selamat-hari-natal-saudaraku/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=38&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><a href="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/01/natal1.jpg"><img class="size-full wp-image-55 aligncenter" src="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/01/natal1.jpg?w=584" alt=""   /></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Setiap hari natal tiba, saya selalu teringat pada sahabat saya, kakak saya, guru saya, yang puluhan tahun lalu pernah menjadi teman berbincang di malam-malam yang panjang. Topik perbincangan kami umumnya berkisar di seputar sastra, filsafat dan agama. Atau<span> </span>lebih tepatnya, sastra yang berbau filsafat dan agama, bisa juga agama dari sisi filsafat dan sastra. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Tidak ada rambu-rambu yang kami gunakan dalam berbagai perbincangan itu. Segala sesuatunya berlangsung bebas, lepas tanpa batas. Namanya juga obrolan antar-teman. Tanpa moderator. Tanpa batas waktu. Sehingga sering kami lupa bahwa malam sudah berganti pagi, dan akhirnya kami saling berjanji untuk menyambung obrolan di malam lainnya. Hanya ada dua tempat yang selalu kami gunakan untuk mengobrol, yakni Rumah Makan “Roda” di kawasan Matraman, atau di rumah kontrakan sang sahabat, di Gang Manggis (juga di kawasan Matraman Jakarta Pusat).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Pernah suatu ketika, di rumahnya, sahabat saya itu meminta agar kami menghentikan obrolan sejenak, karena ia ingin mendengarkan secara khusyuk: azan subuh yang dikumandangkan Pak Haji, tetangga sebelah rumahnya. Usai azan ia berkomentar, “Pak Haji tetangga saya itu benar-benar orang suci, sehingga saya selalu tergetar setiap kali mendengar beliau azan atau membacakan ayat-ayat suci Al-Quran.” Lalu ia beranjak ke kamarnya, dan kembali dengan selembar sajadah. “Sholatlah kamu sebelum pulang ke rumah, Bill. Minggu depan kita ketemu lagi untuk menyambung obrolan kita.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Saya bukan orang Muslim yang rajin sholat. Apalagi sholat subuh yang membutuhkan “perjuangan” untuk menahan kantuk itu. Mungkin sudah beratus atau bahkan beribu subuh saya tidak pernah bersujud di atas sajadah. Tapi kali itu, karena malu dan sekaligus terharu dengan anjuran sang sahabat, saya pun sholat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Tentu saja saya harus malu, karena orang yang mengingatkan keislaman saya itu, justru seorang Katolik. Seorang calon pastor yang memilih mengabdikan hidupnya untuk mengajar bahasa dan sastra Indonesia. Sahabat saya, guru saya dan juga kakak saya itu, adalah Dami N. Toda, seorang penyair dan kritikus sastra yang cukup flamboyan di tahun 70-an. Seorang Katolik yang taat, putera seorang tokoh Muhammadiyah di Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Menurut Dami, ayahnya adalah seorang pluralis. Ia memberikan kebebasan kepada anak-anaknya untuk memilih agama yang mereka yakini. Dami, memilih Katolik, dan sang ayah yang bergelar haji itu justru sering mengingatkan Dami untuk pergi ke gereja setiap<span> </span>Hari Minggu. “Kamu harus konsekuen kalau memilih agama,” kata ayahnya suatu hari. “Karena kamu memilih Katolik, jadilah Katolik yang taat. Sering-seringlah Bunda Maria-mu itu kau kunjungi. Jangan malas beribadah.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Mungkin karena mewarisi semangat pluralisme sang ayah itulah, Dami N. Toda pun secara tidak langsung mengingatkan saya agar konsekuen dalam beragama. Kalau memilih Islam, jadilah Islam yang taat. Saya jadi ingat ucapan almarhum Romo Dick Hartoko (pendiri majalah <em>Basis</em>), yang seagama dengan Dami N. Toda.<span> </span>“Jadilah kamu orang Indonesia dengan akar Islam-mu, dengan akar Sunda-mu.” Ucapan ini disampaikan Romo Dick, setelah saya mewawancarainya sehubungan dengan buku yang baru diterbitkannya waktu itu: <em>Bianglala Sastra</em>, sekitar awal 80-an.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Saya tidak akan pernah lupa pada Dami N. Toda, yang kini telah berpulang ke haribaanNya. Saya juga tidak akan pernah melupakan ucapan Romo Dick Hartoko, yang hanya sekali saya temui sepanjang hidupnya. Terlebih karena merekalah yang selalu mengingatkan keislaman saya, padahal keduanya Katolik. “Bagi saya, semua orang adalah Katolik, dan kamu juga Katolik, Bill. Semua orang yang menjalani kehidupan berdasarkan kasihNya, adalah Katolik,” ujar Dami N. Toda, suatu hari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">“Bagi saya, Anda juga seorang Islam,” sambut saya. “Islam artinya kedamaian, keselamatan. Islam juga artinya berserah diri kepada Tuhan. Semua orang yang berserah diri padaNya, dan hidup dalam jalan keselamatan dan kedamaian, adalah Islam.” Lalu saya menyitir salah satu ayat Al-Quran yang menyebutkan bahwa Al-Masih beserta para <em>hawariyyun </em>(para rasul pengikut Yesus) adalah orang-orang Islam. Islam dalam ayat ini mengandung arti berserah diri, cinta damai dan selalu mencari jalan keselamatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Sahabat Protestan<br />
</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Saya memang termasuk orang yang paling beruntung, karena saya memiliki sahabat-sahabat Nasrani yang rajin mengingatkan keislaman saya. Selain Dami N. Toda, saya juga punya seorang sahabat Protestan, namanya Arthur John Horoni. Laki-laki kelahiran Sangihe Talaud ini,  pernah menjadi aktivis Yakoma PGI (Yayasan Komunikasi Massa, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) bersama Yapi Tambayong alias Remy Silado. Kini, ia aktif dalam lembaga konsultasi nasional gereja, untuk Dewan Gereja-gereja se-Dunia.<br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Persahabatan saya dengan Arthur, terjalin sejak saya bergabung dengan Radio ARH (Arief Rachman Hakim) pada tahun 1979. Arthur sudah lebih lama berkiprah di radio perjuangan Angkatan ’66 itu. Jadi dia adalah senior saya, yang mengajari saya banyak hal tentang masalah-masalah <em>broadcasting</em>. Dia juga teman diskusi yang intens mengenai berbagai masalah, termasuk masalah agama. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Arthur cukup rajin mendalami ajaran Islam. Seperti juga saya yang gemar mendalami berbagai ajaran agama di luar agama yang saya anut (karena kebetulan saya pernah bersekolah di fakultas teologi/ushuluddin). Sehingga diskusi-diskusi agama yang berlangsung antara saya dan Arthur, cukup lancar dan mendalam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Suatu hari saya mengajaknya hadir dalam diskusi agama yang diselenggarakan sebuah organisasi remaja Islam. Dalam diskusi itu terjadi perdebatan <em>fiqhiyyah</em> dan <em>furu’iyyah</em><span> </span></span><span style="color:#003366;">mengenai rukun wudlu, yang memang berbeda antara mazhab yang satu dengan mazhab lainnya </span><span style="color:#003366;"> dalam aliran ahlusunnah waljamaah (sunni). Salah satu peserta diskusi yang merasa menjadi pengikut Imam Syafi’i bersikeras bahwa rukun wudlu yang paling benar, adalah rukun wudlu seperti yang diajarkan Mazhab Syafi’i. Perdebatan antara pengikut Syafi’i dengan non-Syafi’i pun semakin tajam dan tak kunjung mencapai titik-temu.<br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Di tengah diskusi yang sudah berubah menjadi arena debat kusir itu, tiba-tiba saja Arthur, yang non-muslim itu, meminta izin untuk ikut berbicara. Setelah moderator memberinya izin, Arthur pun berujar, “Setahu saya, Imam Syafi’i tidak pernah meminta para pengikutnya untuk taqlid buta terhadap ajaran-ajaran fiqihnya, seperti yang beliau tulis dalam mukadimah Kitab Al-Umm, kitab yang menjadi acuan utama para pengikut mazhab Syafi’i. Di dalam mukadimah itu, Imam Syafi’i meminta agar kita mempelajari kitabnya secara kritis.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">“Bahkan,” lanjut Arthur, “Secara tegas Imam Syafi’i mengatakan, jika isi kitab yang ditulisnya itu lebih banyak mendatangkan mudarat ketimbang manfaat, lemparkan saja kitab itu ke dinding. Jadi mengapa Anda harus bersikeras mengenai hal-hal yang bersifat khilafiyah, bila Imam Syafi’i saja sangat moderat dan terbuka terhadap berbagai pendapat?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Semua peserta diskusi tertegun. Arthur yang orang Kristen itu ternyata lebih mendalami mazhab Syafi’i ketimbang mereka, yang sebagian besar di antaranya bahkan baru mendengar adanya kitab bernama Al-Umm karangan Imam Syafi’i, sumber hukum fiqh yang dianut sebagian besar Muslim Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Satu lagi cerita tentang Arthur, yang tak mungkin saya lupakan. Pada suatu bulan Ramadhan, saya dan beberapa teman yang beragama Islam, menginap di rumahnya. Arthur tahu, kami puasa. Itu sebabnya Arthur mengundang kami untuk berbuka puasa di rumahnya, lalu meminta kami untuk menginap. Waktu itu Arthur masih bujangan, dan sebagai bujangan, ia sering memasak. Tetapi saya tidak tahu kalau malam itu, setelah diskusi panjang hingga tengah malam dan menyuruh kami yang Muslim ini untuk tidur agar tidak kesiangan waktu sahur, Arthur justru sibuk memasak untuk hidangan sahur kami. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Hal itu baru saya ketahui setelah Arthur membangunkan kami sekitar pukul empat dinihari. “Bangunlah, saya sudah menyiapkan makanan sahur untuk kalian, jangan sampai keburu imsak” serunya. Di meja makan, sudah tersedia beberapa jenis makanan hangat, hasil olahan Arthur yang aktivis gereja itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Saya bahagia, mempunyai teman-teman Nasrani yang sangat menghormati keislaman saya. Maka saya pun balas menghormati kekristenan mereka. Apalagi setelah saya membaca firman Allah dalam Al-Quran, surat Al-Baqarah ayat 62: “<span class="postbody"><em>Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang Shabi-in, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian, dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Ayat ini menunjukkan bahwa tidak satu agama pun yang berhak mengklaim pihaknya paling benar. Bagi Allah, tampaknya tidaklah penting agama apa yang dianut seseorang, karena yang paling penting adalah: beriman (percaya) kepada Allah, percaya akan adanya hari akhir, dan beramal saleh (berbuat kebajikan). Jika kemudian Tuhan “membiarkan” tumbuhnya berbagai agama, tak lain agar semua penganut agama (apapun) saling berlomba berbuat kebaikan, seperti yang termaktub dalam surat Al-Baqarah ayat 148: <em>“Maka berlomba-lombalah kamu dalam (berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada, Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” </em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Arthur J. Horoni, Dami N. Toda, dan Romo Dick Hartoko, adalah orang-orang saleh, beriman kepada Allah, serta gemar berbuat kebaikan kepada sesama tanpa memandang agama. Yang dilakukan Arthur sekarang, misalnya, aktif dalam gerakan advokasi buruh di Nangroe Aceh Darussalam dan Medan, dan para buruh yang dibelanya, mayoritas beragama Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Jadi tidak ada alasan bagi saya untuk tidak menghargai dan menghormati keyakinan agama mereka, karena mereka pun sangat menghormati keyakinan agama saya. Maka saya pun, selalu mengucapkan Selamat Hari Natal kepada mereka, setiap tanggal 25 Desember. Seperti juga mereka, yang selalu mengucapkan Selamat Idul Fitri, Selamat Idul Adha, dan Selamat  Tahun Baru Hijriyah. Ucapan selamat yang mereka sampaikan kepada saya, bahkan lebih banyak daripada ucapan selamat saya untuk mereka, setiap tahunnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Saya pun kecewa, ketika beberapa belas tahun lalu, salah seorang Ulama besar sempat mengeluarkan fatwa yang melarang umat Islam mengucapkan Selamat Hari Natal kepada saudara-saudaranya yang beragama Nasrani, karena khawatir akan mengubah keimanan. Untungnya, tidak begitu banyak umat Islam Indonesia yang mengikuti fatwa tersebut.<br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Bagi saya, dan mungkin sebagian besar Muslim lainnya, ucapan Selamat Hari Natal  sebenarnya merupakan salah satu manifestasi pelaksanaan seruan untuk berbuat kebaikan kepada sesama, seperti yang diperintahkan Allah, dalam kerangka <em>hablum-minannas</em> (hubungan antar-manusia). Dan, tidak ada satu ayat pun dalam Al-Quran, juga tidak satu pun Hadis Nabi, yang melarang kaum Muslimin mengucapkan Selamat Hari Natal. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Jadi, saya akan selalu mengucapkan Selamat Hari Natal kepada saudara-saudara saya yang beragama Nasrani, disertai do’a: “Semoga cahaya kasih yang ditebarkan Al-Masih, akan selalu menyelimuti Anda sepanjang hayat.”  Atau, &#8220;Semoga kedamaian Natal yang bersemayam di hati kita, menyebar ke seluruh semesta.&#8221; Mereka pun akan membalas ucapan saya, dengan do’a yang lebih bertuah: “Semoga Anda selalu berada dalam bimbingan dan lindungan Allah (God Bless You).”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Setiap hari Natal tiba, saya selalu kebanjiran do&#8217;a.<br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Akhirulkalam,  Selamat Hari Natal,  Saudaraku. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Billy Soemawisastra</strong></span></p>
<h5 style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>[Foto: </em><a href="http://www.ourcatholic.com/images/cdp1ph.images"><em>www.ourcatholic.com</em></a><em>]</em></span></h5>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jagatalit.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jagatalit.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jagatalit.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jagatalit.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jagatalit.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jagatalit.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jagatalit.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jagatalit.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jagatalit.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jagatalit.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jagatalit.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jagatalit.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jagatalit.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jagatalit.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jagatalit.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jagatalit.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jagatalit.com&amp;blog=2185836&amp;post=38&amp;subd=jagatalit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jagatalit.com/2007/12/25/selamat-hari-natal-saudaraku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9e9e8a3e93a2a924ada8d35974d97c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Billy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/01/natal1.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
