Nestapa Biarkan Sirna, Gadisku

11

Minggu, 11 November 2007 oleh Billy Soemawisastra


(Bones of my bones, flesh of my flesh, blood of my blood)

Riuh rendah tangismu ketika kau terjebak di rimba alam fana
Anganku menjelma nyata saat kusaksikan tingkahmu nan gempita
November tanggal sebelas, hari yang penuh kegembiraan itu
Tahun 1988 menjadi titimangsa sejarah kelahiranmu
Yang berjalan tanpa terasa hingga kau pun menjelma seorang dara

Lakon kehidupan memang penuh adegan yang tak pernah kita duga
Adakalanya kita menangis sedih, adakalanya kita tertawa gembira
Riang dan duka silih berganti seperti rembulan dan matahari
Angan dan kenyataan tak selalu berjalan beriringan
Selaraskan saja hidupmu dengan harmoni semesta

Kau kini berada di masa penuh pancaroba layaknya seorang remaja
Ingin rasanya kuulang lagi masa kecilmu, agar aku selalu bersamamu
Namun waktu terlalu cepat berlalu, seiring langkahmu yang ceria
Ah, masih panjang jalan membentang di hadapanmu, puteriku
Nestapa biarkan sirna bersama senja usia Papa
Tetapkan hatimu, mantapkan langkahmu
I
llahi takkan pernah meninggalkanmu

Billy Soemawisastra.

(Untuk Purnama Papa: Ranty Laras Kinanti, dari Papa yang selalu rindu celotehmu)

11 thoughts on “Nestapa Biarkan Sirna, Gadisku

  1. penembusbatas mengatakan:

    baru kali ini liat puisi bikinan seorang ayah buat anaknya. salute…:D
    puisi2 di atas juga bagus banget pak..! perlu banyak belajar sama anda nih saya…hehe
    btw, kalo sempet mampir2 ya:
    http://johanesberchman.wordpress.com
    http://antibiasa.wordpress.com

  2. Billy Soemawisastra mengatakan:

    Bung Johanes, terima kasih Anda telah berkunjung ke “Jagat Alit”. Saya juga sempat singgah tadi di blog Anda, “Penembus Batas”. Sepertinya justru saya yang harus belajar banyak dari Anda. Puisi-puisi Anda sangat bagus, meditatif. Saya akan sering-sering berkunjung ke blog Anda untuk menikmati karya-karya Anda.

  3. penembusbatas mengatakan:

    Pak Billy terlalu memuji saya. Saya juga hanya sesekali bikin puisi. Oh iya, ijin me-link blog anda pak.

  4. Billy Soemawisastra mengatakan:

    Saya senang sekali bila Anda berminat me-link blog saya. Silakan saja, Bung Johanes. Saya juga akan me-link blog Anda (bila Anda tidak keberatan).

  5. penembusbatas mengatakan:

    tentu tidak pak Billy. Justru saya senang sekali blog saya di link di sini…

  6. Aswin mengatakan:

    Wah Cantik Deh

  7. SANTO mengatakan:

    hmmm…. jadi haru.. trenyuh, tersentuh…..,
    sungguh bahagia jika punya ayah sedemikian…
    btw. Om, putrinya manis bgt…:)

  8. Billy Soemawisastra mengatakan:

    Mas Santo, terima kasih Anda sudah berkunjung ke Jagat Alit. Website yang Anda miliki, juga sangat bagus dan sangat bermanfaat bagi banyak orang. Untuk itu saya mohon ijin untuk me-link website Anda ke blog saya lainnya, yakni blog Alun-Alun: http://jagatalun.wordpress.com.

  9. Hargiyanto Witonomihardjo mengatakan:

    Sajak yang bagus bagi nama yang indah milik gadis yang cantik. Orang Jawa menyebutnya sandi-asma untuk inisial yang tersusun di dalam sajak dan membentuk nama. Pujangga Jawa yang gemar menggubah sandi-asma dalam sajak-sajaknya yaitu R. Ngabehi Ranggawarsita. Ini anak yang nomor berapa, Mang? (Sori, saya jadi sok akrab, soalnya memang beginilah anak-anak BB-ARH memanggil Anda). Salam buat keluarga & anak-anak eks BB-ARH (kalau ketemu).

  10. Billy Soemawisastra mengatakan:

    Terima kasih, Hargie. Komentar Anda adalah pengetahuan baru bagi saya. Saya baru tahu bahwa Ki Ranggawarsita gemar menggubah sandi-asma dalam sajak-sajaknya. Ki Ranggawarsita adalah pujangga Jawa yang saya kagumi. Sayangnya, saya tidak mengerti sastra Jawa, sehingga karya-karya beliau yang saya baca hanyalah cuplikan karya-karyanya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Dan, itu, tentu saja sangat terbatas. O ya, Ranty adalah anak saya nomor dua. Kalau saya ketemu dengan anak-anak BB-ARH, insyaallah akan saya sampaikan salam Anda. Sukses selalu untuk Anda, Hargie. Saya tidak keberatan Anda memanggil saya Mang, karena sebutan (panggilan) untuk saya memang banyak: Mang, Bang, Kang, Bung, Mas. Malahan, belakangan ini banyak juga yang memanggil saya: Mbah, Abah dan Eyang. Saya suka dengan semua sebutan itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kuncen Jagat Alit

Rubrikasi

Pustaka Gagasan

Sekedar Maklumat

Tidak ada larangan untuk mengutip berbagai tulisan yang termaktub di Jagat Alit, baik secara keseluruhan maupun sebagian. Tetapi mohon cantumkan nama penulisnya dan sebutkan nama situsnya: jagatalit.com. Kejujuran Anda, sangat kami hargai.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: