Bukan Sekadar Gosip Jalanan

Tinggalkan komentar

Kamis, 10 April 2008 oleh Billy Soemawisastra


Belum sirna dari ingatan kita, rasanya, peristiwa penangkapan Jaksa Tri Gunawan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebulan lalu, dengan tuduhan menerima suap. Lalu kita pun dikejutkan lagi (sebenarnya tidak perlu lagi terkejut) dengan penangkapan anggota Komisi IV DPR-RI Al Amin Nur Nasution dan Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan Azirwan, juga karena kasus suap-menyuap.

Berderetnya peristiwa penangkapan para tersangka korupsi (termasuk suap-menyuap) dalam bulan-bulan terakhir ini, di satu sisi membuktikan bahwa KPK memang benar-benar serius melaksanakan tugasnya. Di sisi lain, juga semakin membenarkan asumsi bahwa sudah tidak ada lagi institusi yang benar-benar “bersih” di negeri ini, termasuk institusi yang seharusnya memberikan teladan kejujuran kepada rakyat. Juga bukti bahwa sindiran grup musik Slank melalui lagunya: Gosip Anak Jalanan, memang ada benarnya.

Terungkapnya kasus-kasus korupsi, yang selalu diberitakan secara luas oleh semua media, tak kunjung membuat jera. Bahkan tak pula mampu membangkitkan rasa malu. Hal ini terlihat dari liputan-liputan televisi yang menampilkan wajah para tersangka koruptor. Wajah-wajah itu, tampak tidak menunjukkan penyesalan ataupun ekspresi malu. Mungkinkah karena mereka tahu bahwa akhirnya mereka akan mendapat hukuman ringan atau malahan dibebaskan, karena pengadilan bisa diatur? Atau karena mereka tahu bahwa mereka hanyalah sebutir es di atas puncak gunung salju?

Komentar seperti ini memang bisa dinilai sebagai komentar orang pesimis dan apatis, yang sudah tidak percaya lagi pada sistem yang bergulir di republik ini. Namun siapa lagi yang dapat dipercaya bila para pemimpinnya lebih disibukkan dengan upaya menumpuk kekayaan secara tidak halal, menebar pesona dan mengumbar janji, ketimbang memperbaiki nasib sebagian besar rakyatnya, yang kian terhimpit berbagai kesulitan?

Tetapi apa yang dilakukan KPK, sedikit banyak memberikan harapan. Dengan dibongkarnya kasus-kasus korupsi pada lembaga-lembaga tinggi (dan tertinggi) negara, siapa tahu lambat-laun akan muncul rasa was-was pada para pejabat di lembaga-lembaga yang lebih rendah, sehingga akan berpikir ratusan kali sebelum berbuat korupsi. Asalkan bukan sebaliknya yang terjadi, yakni semakin canggih dalam menyembunyikan perbuatan korupnya.

Khusus untuk para anggota Dewan Perwakilan Rakyat, peristiwa penangkapan Al Amin Nur Nasution, seyogianya dijadikan momentum untuk semakin mawas diri dan membersihkan diri, bukan justru marah terhadap grup musik Slank yang telah meluncurkan lagu: Gosip Anak Jalanan. Buktikan bahwa sindiran Slank, tidak benar.

Billy Soemawisastra

[Tulisan ini juga dapat dilihat pada: www.liputan6.com]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kuncen Jagat Alit

Rubrikasi

Pustaka Gagasan

Sekedar Maklumat

Tidak ada larangan untuk mengutip berbagai tulisan yang termaktub di Jagat Alit, baik secara keseluruhan maupun sebagian. Tetapi mohon cantumkan nama penulisnya dan sebutkan nama situsnya: jagatalit.com. Kejujuran Anda, sangat kami hargai.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: