Pada Sebuah Tajug

Tinggalkan komentar

Senin, 7 Juli 2008 oleh Billy Soemawisastra


Di tajug ini

Tak lagi kudengar suara bedug

Hanya suara-suara tanpa suara

Menghiba Sang Maha Empunya


Di tajug ini

Tak lagi kudengar dengusan nafas

Degupan jantung, ketukan nadi

Hanya bisikan ruh selangit penuh

Memuja Sang Maha Ruh

Seraya bersimpuh


Di tajug ini

Kucoba menyatu dengan angin

Dengan malam

Dengan gemawan

Dengan bintang

Dengan pepohonan

Dengan segala

Yang bermakna kesunyian

Agar aku sampai padaNya


Di tajug ini

Hanya Dia Yang Ada

Tetapi tak sanggup aku

MenjangkauNya


Billy Soemawisastra

[Foto-foto: i23.photobucket.com, i270.photobucket.com, www.seedsiceland.org]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kuncen Jagat Alit

Rubrikasi

Pustaka Gagasan

Sekedar Maklumat

Tidak ada larangan untuk mengutip berbagai tulisan yang termaktub di Jagat Alit, baik secara keseluruhan maupun sebagian. Tetapi mohon cantumkan nama penulisnya dan sebutkan nama situsnya: jagatalit.com. Kejujuran Anda, sangat kami hargai.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: