John L. Esposito, Pembela Islam yang Sesungguhnya

7

Minggu, 26 Oktober 2008 oleh Billy Soemawisastra


Umat Muslim di berbagai belahan dunia, biasanya memandang sinis para orientalis. Mereka dianggap mempelajari Islam hanya untuk membongkar dan mempublikasikan kelemahan-kelemahannya. Pandangan sinis itu tentunya sangat tidak tepat, bila ditujukan kepada John L. Esposito, karena ia merupakan orientalis yang sangat gigih membela Islam di hadapan masyarakat Barat.

Dalam buku-buku yang ditulisnya, John L. Esposito selalu menonjolkan kelebihan-kelebihan ajaran Islam, serta sikap hidup positif kaum Muslim. Ia, bersama beberapa orientalis lainnya, seperti Karen Armstrong dan Annemarie Schimmel yang juga sering tampil sebagai pembela Islam, tampaknya perlu mendapat ucapan terima kasih dari umat Muslim, lantaran berkat merekalah berbagai sisi positif Islam dikenal di dunia Barat.

John L. Esposito adalah Guru Besar untuk bidang Agama dan Hubungan Internasional, serta Guru Besar untuk bidang Studi Islam di Universitas Georgetown, Amerika Serikat. Ia juga merupakan founding director Prince Alwaleed bin Talal Center for Muslim-Christian Understanding di Walsh School of Foreign Service. Pernah menjabat sebagai presiden Middle East Studies Association of North America, dan American Council for the Study of Islamic Societies. Pun, konsultan bagi pemerintah berbagai negara dan perusahaan-perusahaan multinasional. Kini ia tinggal di Washington DC, bersama isterinya, Jeanette P. Esposito, Ph.D.

Sejak awal 1980-an hingga sekarang, sedikitnya sudah 35 buku ia hasilkan. Jika dipukul-rata, hampir setiap tahun John L. Esposito menulis buku. Dan, hampir semua buku yang ditulisnya merupakan buku-buku berisi pembelaan John mengenai ajaran Islam dan kaum Muslim, termasuk pembelaannya atas Muslim militan (yang sering juga disebut sebagai Muslim radikal). Selain buku Who Speaks for Islam?, yang ditulisnya bersama Dalia Mogahed, beberapa buku hasil karya John L. Esposito sudah pula diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, di antaranya buku Islamic Threat: Myth or Reality?, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Ancaman Islam: Mitos atau Realitas?

Tetapi yang paling dikenal masyarakat Indonesia adalah hasil karyanya berupa The Oxford Encyclopedia of the Modern Islamic World, berisi informasi lengkap tentang Islam hingga abad 20. Edisi bahasa Inggris-nya terdiri atas empat jilid, dan edisi bahasa Indonesia-nya enam jilid. Untuk edisi bahasa Indonesia (terbitan Mizan), John L. Esposito secara khusus menambahkan 2.000 entri tokoh-tokoh Islam Indonesia, berikut kata pengantarnya.

John L. Esposito sangat mengenal Indonesia, sebagai negara berpenduduk mayoritas Islam terbesar di dunia. Ia sering datang ke Indonesia untuk melakukan berbagai penelitian, bertemu tokoh-tokoh Islam Indonesia, menjadi pembicara pada berbagai seminar, atau untuk menghadiri peluncuran buku-bukunya yang diterbitkan dalam bahasa Indonesia. Termasuk, kedatangannya pada pertengahan tahun ini, untuk menghadiri peluncuran bukunya, Saatnya Muslim Bicara.

Katolik Pluralis dan Abu Thalib dari Barat.

Dilahirkan pada 19 Mei 1940, di Brooklyn, New York, AS. Sebagaimana umumnya keturunan Italia, John dibesarkan di lingkungan keluarga penganut Katolik Roma yang taat. “Saya selalu ingat hari-hari saya berada di gereja sejak pukul enam pagi, dan sepanjang hari saya berada di sana sebagai pelajar dan ‘anak altar’,” ungkap John. Seperti itulah hari-hari yang dilewati John hingga ia beranjak dewasa. Berada di lingkungan gereja Katolik Amerika Serikat, dan tidak pernah mengenal dunia luar, apalagi mengenal Islam dan Timur Tengah. Pengetahuan yang ia peroleh selama itu, hanya pengetahuan yang bersifat domestik.

Setelah lulus dari seminari, ia coba menjadi pengajar di high school, sampai akhirnya memutuskan mengambil kuliah di St. John’s College, dan memilih bidang studi teologi hingga mendapat gelar master. John belum merasa puas dengan tingkat pendidikan yang telah dilaluinya. Ia lalu bergabung dengan Temple University, untuk memperoleh gelar Ph.D. Bidang studi yang dipilihnya adalah Hinduisme dan Buddhisme, sambil mengambil kursus tentang Islam.

Salah satu profesornya, Ismail R. Al-Faruqi, seorang pemikir Islam asal Palestina yang rajin mengajari John tentang pemahaman Islam, menganjurkannya untuk mengambil summer fellowship di Universitas Pennsylvania, guna mendalami bahasa Arab. John pun mengikuti anjuran guru besarnya. “Setelah beberapa minggu saya belajar bahasa Arab, saya pun mulai terkagum-kagum pada Islam,” ujarnya.

Ketertarikannya pada Islam, membawanya ke Lebanon, guna semakin memperdalam Islam dan bahasa Arab di Pusat Studi Timur Tengah untuk kajian Arab, di Shemian, Lebanon. Sekembalinya ke Universitas Temple, ia berjuang keras untuk memperoleh gelar Doktor dalam bidang Studi Islam, dan selesai pada 1974. Perjuangan John L. Esposito untuk mendalami Islam tidak berhenti sampai di situ. Sambil mengajar di Universitas Georgetown, sebagai Guru Besar bidang Studi Islam dan Hubungan Internasional, John melakukan serangkaian penelitian di negara-negara berpenduduk mayoritas Islam.

Hampir seluruh negara berpenduduk mayoritas Muslim, sudah dikunjunginya berkali-kali untuk melakukan penelitian. Berkawan akrab dengan masyarakat Muslim, baik yang moderat maupun yang radikal, dan bersahabat karib dengan tokoh-tokohnya. Islam tampaknya telah mendarah-daging dalam tubuh John L. Esposito, sehingga ia pun sering dikritik sebagai ilmuwan yang terlalu menaruh simpati dan tidak mengambil jarak pada Islam.

Tetapi bagi umat Muslim, John L. Esposito, tampaknya layak dianggap pahlawan. Beberapa tahun lalu, Islamic Society of North America, memberinya penghargaan istimewa atas jasa-jasanya menyebarkan pemahaman tentang Islam di dunia Barat, khususnya Amerika. Sayyid Syeed, sekjen organisasi tersebut, menyamakan John L. Esposito dengan Abu Thalib.

Abu Thalib adalah paman Nabi Muhammad SAW, yang mati-matian membela kemenakannya, dan ikut memperjuangkan tegaknya agama Islam di kota Mekah, hingga akhir hayatnya. Meskipun resiko yang dihadapinya adalah dikucilkan dari kalangan bangsawan Quraisy. Tetapi sang paman sendiri, tidak pernah memeluk Islam. Seperti itulah John L. Esposito. Ia tetap Katolik, tetapi ia menempatkan dirinya di garda depan sebagai Pembela Islam. Dialah Pembela Islam yang sesungguhnya.

Billy Soemawisastra

[Sumber tulisan: www9.georgetown.edu, www.campus-watch.org, www.washingtonpost.com]

7 thoughts on “John L. Esposito, Pembela Islam yang Sesungguhnya

  1. fuadi lkirom mengatakan:

    semoga dia mendapatkan hidayah dari ALLOH swt… atas kebaikannya dalam pembelaan terhadap ISLAM

  2. endang mengatakan:

    semoga dia segera mendapatkan hidayah dari Allah dan islam pun akan bangga punya sosok ilmuwan seperti dia.

  3. syaf le misericorde mengatakan:

    Dahsyat Ia pantas jadi seorang Muslim

  4. samsul maarif mengatakan:

    artinya, L.Espesito mampu bertindak objektif dg kaca mata keilmuwannya dalam memahami Islam sebagai objek kajian. Beginilah moralitas ilmuwan mestinya dalam melakukan kerja-kerja ilmiah dalam memahami agama apapun.

  5. Ali M Zebua, S.Pd.I mengatakan:

    Benar. Dia Objektif dalam menilai setiap sisi kehidupan keagamaan khususnya Islam-Yahudi-Nasrani. membawa Agama yang tiga ini bisa hidup rukun berdampingan tanpa ada saling tuding-menuding “pribadi” Ummatnya “Inilah Aku yang paling Benar”.

  6. Iskandar MOHEB mengatakan:

    Kalau John jadi muslim dia tidak akan berbuat seperti itu lagi pastinya. Jadi baik dia tetap saja jadi katolik yang memperjuangkan perdamaian seperti perintah Isa Almasih Tuhannya.
    Dia sudah “mengalahkan” Islam maka islam tidak akan pernah mengalahkan dia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kuncen Jagat Alit

Rubrikasi

Pustaka Gagasan

Sekedar Maklumat

Tidak ada larangan untuk mengutip berbagai tulisan yang termaktub di Jagat Alit, baik secara keseluruhan maupun sebagian. Tetapi mohon cantumkan nama penulisnya dan sebutkan nama situsnya: jagatalit.com. Kejujuran Anda, sangat kami hargai.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: