Kemenangan Obama, Kemenangan Rakyat Amerika

9

Jumat, 7 November 2008 oleh Billy Soemawisastra


Berita tentang kemenangan Barack Hussein Obama, sudah diulas habis dalam berbagai media cetak dan online di seluruh dunia, dan ditayangkan berulang-ulang di hampir semua media elektronik. Pesta emosional di pelbagai negeri yang punya keterkaitan historis dengan Presiden Amerika Serikat (terpilih) ke-44 itu, sudah pula dilangsungkan. Antara lain di Kenya, negeri leluhur Obama; Indonesia (Jakarta), tempat Obama pernah bersekolah SD; dan bahkan di sebuah kota di Jepang, yang hanya karena kebetulan saja nama kota itu sama dengan nama Sang Presiden Terpilih, Obama. Dan, tentu saja, di Amerika Serikat, ketika sebagian besar warga AS, baik yang berkulit putih maupun yang berkulit hitam dan kulit berwarna lainnya, membaur meluapkan kegembiraannya atas kemenangan Obama.

sorak-kemenangan

Antusiasme rakyat AS menyambut kemenangan Obama.

Seluruh perhatian dunia tertuju pada Obama. Bukan hanya karena sosok Obama dan keluarganya yang merepresentasikan multiras atau multietnis. Tetapi juga lantaran tersimpan harapan bahwa presiden berkulit hitam pertama AS itu akan benar-benar melakukan perubahan, seperti yang ia janjikan dalam serangkaian kampanyenya yang panjang. Seluruh dunia berharap, Obama akan mampu mengatasi krisis ekonomi di negerinya, yang sedikit banyak mempengaruhi perekonomian dunia. Lalu menarik mundur semua tentara AS dari Irak dan Afghanistan, menghapuskan penjara-penjara penyiksaan di Guantanamo, Abu Ghraib dan tempat-tempat lainnya. Menghentikan serangan rudal di Pakistan, bersikap lunak dan mau berdialog dengan Iran, Korea Utara dan beberapa negara Amerika Latin, yang selama ini dimusuhi Amerika. Juga mendukung berdirinya negara Palestina, yang akan hidup damai berdampingan dengan Israel.

Di luar semua itu, harus diakui, Amerika memang sedang berubah, karena rakyatnya mau berubah. Terpilihnya Obama yang berkulit hitam, menandakan sedang berlangsungnya perubahan itu. Satu hal yang musykil terjadi di masa lalu. Dan, kemusykilan itu ternyata bisa dihalau karena adanya kemauan yang sangat keras untuk berubah, sesuai dengan semboyan yang sering didengungkan Obama dalam masa kampanyenya: “Yes we can”. Semboyan itu kini semakin bergemuruh di seluruh Amerika: “Ya, kami bisa … berubah”.

obama-isteri-dan-anak-anaknya

Obama dan isterinya, Michelle, beserta kedua puterinya.

obama-dan-keluarga-di-kenya

Obama (berdiri nomor dua dari kiri) di tengah keluarga

besarnya, di Kenya. Duduk nomor dua dari kanan,

adalah neneknya dari pihak ayah.

obama-dan-ayah-tiri-indonesia

Obama yunior, bersama Ann Dunham (ibunya),

Lolo Soetoro (ayah tirinya), dan Maya Soetoro, adiknya,

ketika berada di Indonesia, sekitar tahun 1970.

obama-dan-sang-ayah

Barack Hussein Obama Jr. bersama sang ayah,

Barack Hussein Obama Sr.

obama-with-grandparents-sml

Obama bersama kakek dan neneknya,

Stanley dan Madelyn Dunham.

Mengapa mereka begitu yakin akan terjadi perubahan? Karena mereka percaya dan selalu konsisten pada sistem politik dan kenegaraan yang mereka sepakati. Sistem yang telah disusun para leluhurnya (the founding fathers) sejak dua abad silam. Sistem yang memungkinkan semua warga negara Amerika Serikat (apapun warna kulitnya dan dari mana pun asal-usulnya) dapat menggapai mimpinya (American Dreams). Dan, mimpi itu, mimpi seorang lelaki berkulit hitam untuk menjadi presiden di negeri yang dicintainya, menjadi kenyataan, seperti yang diungkapkan Barack Hussein Obama, dalam pidato pertamanya sebagai presiden terpilih:

If there is anyone out there who still doubts that America is a place where all things are possible, who still wonders if the dream of our founders is alive in our time, who still questions the power of our democracy, tonight is your answer …It’s been a long time coming … but tonight, because of what we did on this date in this election at this defining moment, change has come to America.” (The New York Times)

NN_27obama2

Lebih dari itu, adalah sikap gentleman, yang selalu ditunjukkan oleh para calon presiden AS, yang menang maupun yang kalah. Yang kalah, akan segera mengucapkan selamat dan menyatakan dukungannya kepada sang pemenang. Lantas sang pemenang pun akan meminta dukungan kepada rivalnya yang telah dikalahkan, untuk ikut membantu melancarkan program-program pemerintahannya. Setelah pemilihan presiden usai, semua warga kembali berbaur, menjadi bangsa Amerika. Tak lagi terlihat perbedaan antara orang Republik dan orang Demokrat.

Itu pula yang dilakukan John McCain, kandidat presiden dari Partai Republik, sesaat setelah Obama, rivalnya, dinyatakan menang. Inilah beberapa cuplikan pidato Senator McCain dari Arizona, di Hotel Biltmore, Phoenix, seperti dikutip The New York Times:

This is a historic election, and I recognize the significance it has for African-Americans and for the special pride that must be theirs tonight … We both realize that we have come a long way from the injustices that once stained our nation’s reputation …. These are difficult times for our country, and I pledge him (Obama) tonight to do all in my power to help him lead us through the many callenges we face … I urge all Americans who supported me to join me in not just congratulating him (Obama), but offering our next president our goodwill and earnest effort to find ways to come together.”

Amerika Serikat yang seakan hampir pecah pada saat kampanye kedua kandidat berlangsung, sekonyong-konyong menyatu kembali. John McCain, yang dalam masa kampanye begitu sering menghujat dan mencela Obama, kini menyatakan dukungannya dan bersedia membantu Presiden Obama, yang sekarang menjadi presidennya. Dalam pidatonya itu, McCain juga tak lupa menyatakan belasungkawa atas wafatnya Madelyn Dunham, nenek Obama, sehari sebelum hari pemungutan suara, seraya menyayangkan bahwa sang nenek tidak sempat menyaksikan kemenangan cucunya. “Senator Obama has achieved a great thing for himself, and for his country,” ujar McCain.

mccain-and-obama-shaking-hands

Barack Hussein Obama dan John McCain.

Hal yang sama juga dilakukan Presiden George Walker Bush, yang kebijakan-kebijakannya selalu dihujat Obama selama berkampanye. Presiden AS yang kedudukannya segera akan digantikan Barack Hussein Obama, berharap presiden yang baru terpilih itu secepatnya datang ke Gedung Putih. Ia akan menyambut Presiden Obama dengan penuh kehangatan. Pun, sebaliknya, Obama tak lupa memuji McCain dalam pidato pertamanya sebagai presiden terpilih. Ia meminta McCain dan seluruh rakyat Amerika, membantunya mewujudkan janji-janjinya. Karena, kata Obama, ia tak mungkin melakukan perubahan sendirian.

Jiwa besar para negarawan Amerika inilah, yang patut dicatat dan dicontoh. Berani mengaku kalah, dan mampu mendahulukan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi dan kelompok. Sikap kenegarawanan yang berjiwa besar itu pulalah, yang ditunjukkan Hillary Rodham Clinton, ketika dirinya dikalahkan Barack Obama, dalam Konvensi Partai Demokrat. Perempuan perkasa ini spontan menyatakan dukungannya untuk Obama, dan bahkan kemudian ia bersama suaminya, Bill Clinton, ikut terjun menjadi juru kampanye untuk Obama.

barack-hillary

Barack Hussein Obama dan Hillary Rodham Clinton.

Bagaimana dengan Indonesia? Di negeri ini, sampai kini masih ada mantan presiden yang bahkan tidak mau bertegur sapa dengan presiden yang telah mengalahkannya dalam pemilihan presiden empat tahun lalu.  Ogah mengakui kekalahannya, enggan mengikuti acara-acara kenegaraan yang diselenggarakan presiden terpilih.  Di tataran partai politik (parpol) juga demikian. Masih ada mantan pemimpin parpol yang bersikap tidak bersahabat dengan pemimpin parpol yang menggantikannya. Urusan politik dan kenegaraan sering tak bisa dipisahkan dengan ranah pribadi. Kapankah para politisi dan negarawan Indonesia akan dewasa, agar rakyatnya juga ikut dewasa dalam berpolitik? Mungkinkah kita harus menunggu satu setengah abad lagi, hingga Republik Indonesia berusia dua abad,  seperti Amerika sekarang?

Billy Soemawisastra

[Foto-foto diambil dari: www.nytimes.com, graphic.boston.com, gossiphonthis.com, blog.lehighvalleylive.com, obama-mccain info, countrycomestotownblog.blogspot.com, home.comcast.net, images.chron.com]

9 thoughts on “Kemenangan Obama, Kemenangan Rakyat Amerika

  1. Erwin Rudiyanto mengatakan:

    Saya berharap eforia kemenangan Obama pada pemilihan Presiden AS yang juga dirayakan di Indonesia tidak seperti eforia reformasi yang menurunkan Pak Harto dari kursi kepresidenan RI yang tidak memberi dampak positif bagi bangsa Indonesia. Sebetulnya ada perbandingan yang menarik antara perjalanan politik Obama dengan reformasi di negara kita selama 10 tahun ini. Karir politik Obama dimulai tahun 1998 ketika menjadi Residence Community di Chicago-Keynote Speaker di Konvensi Partai Demokrat sampai menjadi Presiden AS dan terlihat sekali terjadinya progress (kemajuan positif). Bagaimana dengan reformasi di Indonesia? Seperti yang Pak katakan di tulisan bahwa negara ini semakin terpuruk dengan saling tidak adanya kepercayaan antar elit politik, sifat legowo yang mulai luntur, toleransi sesama umat agama yang mulai pudar, ekonomi yang makin tidak menentu, elit-elit politik tidak menunjukkan sikap sopan santun dalam berpolitiknya dan pemimpin-pemimpin kita saling curiga dan tidak tegur sapa satu sama lain dan masing-masing merasa paling benar. Maka itu saya kurang begitu antusias atas perayaan kemenangan Obama yang dilakukan oleh sebagian orang kalau kita tidak mengambil nilai-nilai positif alias melihat proses perjalanan politik Obama dan tidak ada keinginan dari kita untuk melakukan perubahan secara mendasar dengan sistem ala Indonesia banget tanpa dipengaruhi oleh bangsa lain. Kalau Obama mengatakan “Yes We Can or Ready to Change” Seharusnya kita bisa juga melakukan perubahan tanpa perlu lama-lama berpolemik/berwacana (Action…Action…Action…) Kalau kita tidak bisa juga melakukan perubahan yang lebih baik …..”APA KATA DUNIA”

  2. Hans Guritno mengatakan:

    OBAMA MENANG!,,, JAKARTA GIRANG,,
    Sebagian org Jakarta pade demam kemenangan Obama, So What GITU LOH!,,,,Amerika It`s Amerika!!,,,,Amerika For The Amerika! Tetep,,,,,, jd Polisi dunia,,,Let`s See!,,, We Can Change,,, nyok!,,kita apply Visa susah apa enggak ? btw Kang!,,,,kayaknya L6,,, perlu interview gurunya / temen SD nya Obama,,, gw rasa udah lupa kali,,,,,,atw buat liputan exclusive sm Obamanya,,, Rating pasti melijit dua digit,,, hahaha!!!,,,,,,,,,,,,,,

  3. Semoga aja kemenangan obama dapat membawa angin segar buat Afganistan, Irak dan Palestina……..

    Salam Pak, semoga tidak lupa dengan saya

  4. Billy Soemawisastra mengatakan:

    Mas Surya, terima kasih atas komentar-komentarnya. Saya tidak pernah lupa Anda, dan saya juga sering berkunjung ke “Gubug Surya”. Hanya saja saya belum sempat memberikan komentar. Sukses untuk Anda.

  5. shodik mengatakan:

    assalamualaikum OBAMA? dia sekarang beragama apa ya?

  6. shodik mengatakan:

    padahal saya punya video BARRACK HUSSEIN OBAMA disumpah memakai kitab suci agama islam Al-Quran, saat menjadi anggota parlemen Amerika…

    sejarah pertama kali warga kulit putih/muslim pertama yg menjadi presiden USA. TP sekarang/????????

  7. shodik mengatakan:

    KULIT HITAM

  8. achmad romadhoni mengatakan:

    suatu kemenangan yang sangat luar biasa…..
    sangat menginspirasi banyak orang …….
    mudah-mudahan ad perubahan yang berarti bagi dunia ini ….

  9. Mia Marzuky mengatakan:

    Kalau benar apa yang di katakan oleh Bp Shodik, per tanggal 20 Nopember 2008, bahwa beliau punya Video sebagai bukti Bahwa Obama pernah disumpah dg Al Qur’an, patut kita petanyakan KESETIAAN & DUKUNGANNYA terhadap “ISLAM”, karena kalau untuk mencapai AMBISI MENJADI PRESIDEN AS, Obama berani “mengorbankan” dan “mengkhianati” TUHAN-nya dunia-akhirat, bukan tidak mungkin obama SANGGUP mengkhianati MANUSIA yang memuja dan mendukungnya…
    ONLY GOD KNOW, ONLY TIME could ANSWER !!! NOBODY KNOWS…
    Kalau KITA (Orang INDONESIA) sudah terbiasa dengan ANGIN SURGA, berlapang dada & memaafkan PENGKHIANAT, bagaimana dengan PALESTINA, IRAN-IRAQ, AFGHANISTAN, PAKISTAN dan negara2 MUSLIM lainnya ????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kuncen Jagat Alit

Rubrikasi

Pustaka Gagasan

Sekedar Maklumat

Tidak ada larangan untuk mengutip berbagai tulisan yang termaktub di Jagat Alit, baik secara keseluruhan maupun sebagian. Tetapi mohon cantumkan nama penulisnya dan sebutkan nama situsnya: jagatalit.com. Kejujuran Anda, sangat kami hargai.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: