Kiprah Jagat Alit dalam Keriuhan Semesta (Sebuah Kredo)

13

microcosmos

Jagat Alit. Begitulah masyarakat tradisional Jawa dan Sunda menamakan mikrokosmos yang kehadirannya berfungsi sebagai penyeimbang dan pelengkap makrokosmos alias Jagat Gede atau Jagat Ageng (Sunda: Jagat Ageung). Jika Jagat Gede adalah semesta (universe) maka Jagat Alit merupakan inti atau ruh semesta. Letaknya di dalam diri setiap manusia.

Secara lahiriah, Jagat Alit memang merupakan bagian dari Jagat Gede. Tetapi sesungguhnya, Jagat Alit-lah yang “merangkum” Jagat Gede. Semua sifat semesta berkumpul dan bersemai di Jagat Alit, sehingga Jagat Alit pun sering disebut sebagai miniatur Jagat Gede.

Jagat Alit dan Jagat Gede selalu saling memengaruhi. Seperti bumi dan langit. Seperti laut dan rembulan. Seperti angin dan pepohonan. Seperti kebaikan dan keburukan. Seperti kesengsaraan dan kebahagiaan. Seperti cahaya dan kegelapan. Seperti Yin dan Yang.

prolog4

Setiap gejolak yang terjadi di Jagat Alit, akan memengaruhi perjalanan makrokosmos. Pun, begitu sebaliknya, segala sesuatu yang terjadi di Jagat Gede, akan berpengaruh terhadap eksistensi Jagat Alit.

Akan tetapi, Jagat Alit-lah yang paling bertanggung jawab untuk menjaga agar saling pengaruh-memengaruhi antara makromosmos dan mikrokosmos itu tidak menjelma menjadi bencana. Melainkan justru kebahagiaan.

Tugas memelihara keseimbangan (harmoni) semesta, terletak di pundak Jagat Alit, karena Jagat Gede lebih cenderung bersikap pasif. Sehingga Jagat Alit-lah, yang harus senantiasa aktif. Jagat Gede “hanyalah” hardware (perangkat keras). Jagat Alit, software-nya (perangkat lunak).

prolog3

Jagat Alit, yang secara harfiah berarti “dunia kecil” itu, hakikatnya merupakan dunia yang tak berbatas cakrawala, karena seluruh penghuninya melulu ide, gagasan, inspirasi, yang tak pernah mengenal batas. Tentu saja bila manusia yang “dititipinya” tidak membuat batas-batas. Tidak melakukan pembelengguan terhadap ide, gagasan dan inspirasi yang mencuat dari Jagat Alit-nya.

Dengan membebaskan pikiran (gagasan) dari berbagai batasan, maka sebenarnya kita sedang mensyukuri nikmat Tuhan, yang telah menciptakan pikiran kita tanpa bingkai sedikit pun. Kitalah yang terkadang — sadar atau tak sadar — membuat bingkai-bingkai itu, sehingga kita pun takut berpikir. Bukankah Tuhan selalu memerintahkan manusia, untuk tak henti-hentinya berpikir, karena Tuhan sendiri adalah Sang Maha Pemikir?

Dengan membingkai pikiran, kita akan terjebak pada kekalutan, seperti yang pernah dialami Bimasena, ketika mencari Dewaruci hingga ke dasar samudera. Padahal Dewaruci yang akhirnya ditemukan putera pandawa itu, letaknya di dasar diri.

prolog6

Dewaruci adalah diri kita sendiri, yang harus terus menerus dieksplorasi, agar kita benar-benar mengenal diri kita yang sesungguhnya. Diri kita yang merupakan Jagat Alit. “Man ‘arafa nafsahu, faqad ‘arafa Rabbahu Barang siapa mengenal dirinya, ia akan mengenal Tuhannya.” begitu sabda Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa-alihi Wassalam (SAW).

Atas dasar pemikiran semacam itulah, blog ini saya namakan “Jagat Alit”. Sebuah jagat kecil tempat menyemai segala gagasan yang bermunculan di atas semesta (atau bahkan di luar semesta). Gagasan yang berasal dari kemurahan Tuhan, Sang Pencipta, Sang Pemelihara dan Sang Penguasa jagat raya.

microcosmic11

Maka segala puji bagi Allah Subhanahu Wata’ala, Ar-Rahman, Ar-Rahim, Az-Zahir, Al-Batin, Al-Ghafur, Al-Halim. Gusti Yang Maha Suci, Sang Hyang Widhi, Sang Hyang Tunggal, Sang Murba Wisesa, Hyang Murbeng Alam, Debata Mulajadi Na Bolon. Yahweh, Elohim, Adonai, El Elyon, El Olam, El Gibbor, El Shaddai.

Tuhan Yang Maha Dahsyat. Tuhan Yang Mempunyai Banyak Nama. Tuhan Yang Hanya Satu-Satunya. Tuhan yang Itu-Itu juga. Tuhan Yang Tidak Bisa Diserupakan dengan segala sesuatu.

Tuhan Yang Mencintai seluruh makhluk ciptaanNya, tanpa terkecuali: apapun bentuknya, apapun jenisnya, apapun bangsanya, apapun bahasanya, apapun budayanya, apapun warna kulitnya, apapun agama dan keyakinannya.

serenity1

Dengan segala kerendahan hati dan berserah diri, saya mohon kesediaan Paduka, untuk selalu membimbing saya pada setiap langkah yang saya tempuh, pada setiap oksigen yang saya hirup, pada setiap lintasan pikiran dan getaran perasaan yang beragam, serta pada setiap ucap yang saya lisankan dalam keseharian, ataupun saya tuliskan melalui blog yang amat sederhana ini.

Hanya kepada Paduka saya menyembah, meminta pertolongan dan perlindungan. Hanya kepada Paduka saya memohon ampunan atas segala dosa yang selalu saja saya lakukan.

Hanya kepada Paduka saya ucapkan terima kasih yang tiada terhingga atas segala karunia yang senantiasa Paduka limpahkan di Jagat Gede. Paduka telah melengkapi hidup saya yang amat indah ini, dengan Jagat Alit yang sangat subur dan luas.

Amin.


Billy Soemawisastra

Kuncen Jagat Alit

13 thoughts on “Kiprah Jagat Alit dalam Keriuhan Semesta (Sebuah Kredo)

  1. Hatim Gazali mengatakan:

    Salam kenal,
    berkunjung juga ke gazali.wordpress.com

  2. Billy Soemawisastra mengatakan:

    Terima kasih atas kunjungan Anda ke Jagat Alit, Bung Hatim. Insyaallah saya akan berkunjung ke blog Anda.

  3. Indrawati Susilo mengatakan:

    Terimakasih Kang Billy, dengan antusias saya kunjungi http://jagatalit.com dan http://jagatalun.com. Saya baru sempat membaca beberapa tulisan, tapi itu sudah membuat saya berpikir lumayan lama.

    Seperti kita tahu, ada 2 kekuatan di alam jagat ini yaitu kebaikan dan kejahatan. Keduanya sama hebat. Dan keduanya berebut untuk menguasai akal pikiran manusia. Jika kekuatan baik konstruktif dan menentramkan hati maka kekuatan jahat merusak dan menakutkan.

    Saat kekuatan baik merajai akal pikiran, maka yang terjadi adalah perilaku manusia yang senantiasa –saya kutip tulisan Kang Billy Terima Kasihku pada Sang Buddha-, “…berbuat baik pada sesama (Dana); menghindari perbuatan jahat atau berusaha tidak menyakiti sesama (Sila); dan berusaha menyucikan pikiran (samadhi).”

    Sebaliknya, ketika kejahatan menguasai pikiran seorang manusia maka sikap yang muncul di antaranya adalah kemarahan, kebencian, kedengkian. Begitu kuat pikiran jahat hingga mampu mendorong seseorang melakukan perbuatan yang tak terduga dan merugikan orang lain. Contohnya seperti yang Kang Billy ceritakan dalam Kesucian Ramadhan Dinodai Aksi Kekerasan.

    Pada tulisan lain Kang Billy bercerita tentang seorang pejuang pluralis, K.H. Prof. DR. Jalaluddin Rakhmat yang lebih dikenal dengan panggilan Kang Jalal. Para pluralis adalah orang-orang yang mengakui dan menghargai keberagaman sebagai sama baik dan sama benarnya. Bagi para pejuang pluralis, yang utama dalam hidup mereka bukan lagi ego atau ke-aku-an, melainkan Dia Yang Maha Mencinta. “Membela hak-hak kaum tertindas dan minoritas, pencinta kaum papa alias para mustadh’afin,” seperti tutur Kang Billy dalam Mengingat Kematian di Hari Ulang Tahun, adalah bentuk cinta mereka pada Sang Khalik. Dan bagi kaum yang tertindas apa yang dilakukan para pejuang ini adalah bukti bahwa Yang Maha Penyayang tidak pernah meninggalkan mereka.

    Doa bagi Kang Jalal dan pejuang kebaikan lainnya agar dijauhkan dari halangan, dalam segala wujudnya. Karena bukan tidak mungkin hujatan bahkan kekerasan fisik mengancam saat melaksanakan niat luhur mereka.

    Tidak pernah diragukan tingkat keimanan mereka pada Yang Maha Memberi Kekuatan, tapi bisa saja sesekali mereka merasakan letih ketika menyaksikan kekerasan, ketidak adilan, kesewenang-wenangan begitu berkuasa dan dengan angkuh memamerkan kekuatannya.

    “When I despair, I remember that all through history the way of truth and love has always won. There have been tyrants and murderers and for a time they seem invincible, but in the end, they always fall — think of it, always.”

    Semoga kalimat di atas yang pernah diucapkan almarhum Mahatma Gandhi, pejuang anti kekerasan –dengan paham ahimsanya— dan juga seorang pluralis, bisa memberi kelegaan ketika sesak mendera hati orang-orang yang berkehendak baik itu.

  4. Muhammad Surya Ikhsanudin mengatakan:

    Assalamu’alaikum,,,,,,Kunjungan Balik dari Gubug Maya Surya nich.

    Maaf belum sempat baca2 secara detail, tapi kayaknya sepintas saya baca, tulisannya sungguh padat dan menarik tapi maaf sekali saya ucapkan karena belum bisa membaca secara mendetail

  5. Rozy mengatakan:

    Pak Billy,

    Terima kasih atas kunjungannya dan salam silaturrahim :)

  6. Soegeng Soediro mengatakan:

    Selamat Pak Billy, semoga selalu sukses dalam kesadaranNya.

  7. KangBoed mengatakan:

    Salam Persahabatan
    Salam Sayang

  8. KangBoed mengatakan:

    Jika Langit menjadi kanvasnya.. seluruh pohon menjadi penanya.. dan air seluruh samudera raya menjadi tintanya.. tiadalah cukup untuk menuliskan ayat ayat ALLAH.. tetapi hanya HATI seorang Mu’min.. yang sanggup menampung semua ayat ayat ALLAH.. subhanallllaaaaah.. ruaaaarrrr biasaaa.. hati seorang mu’min lebih luas dari alam semesta raya.. terus mana yang besar dan mana yang kecil.. semua kembali kepada pemahaman.. bebaaaas..
    Salam Sayang
    Salam Hormat
    Salam Taklim
    Salam SEJATI

  9. Samiaji mengatakan:

    Sebuah paparan yang menarik pak de. Disitu kiranya mengapa Allah mempercayakan kepada manusia, untuk menjadi khalifah dimuka bumi.

    MAnusia harus Mamaya Hayuning Bawono, yang kalau diterjemahkan dalam bahasa Timur Tengahnya “Rahmatan Lil ‘Alamin”.

    Ada satu kali saya pernah mendapatkan penjelasan, yang mungkin selaras dengan yang pak de jelaskan, tentang jagat alit ini.

    Dan secara eksakpun Harun Yahya pernah menerangkan, bahwa jagat raya seisinya ini, sebenarnya tak lebih dari gelombang elektromagnetik yang ketangkep sama otak kita.

    Makanya “La Ilaha Illallah” ada yang mengartikan “Bahwasanya semua ini sebenarnya tak ada (termasuk jagat raya ini), yang ada hanya Allah. Sedangkan “Allah hanyalah lafat” yang wujudnya meliputi seluruh alam ini.

    Dari sini agak kelihatan bias, peran kita. Disatu sisi, pribadi sebagai jagat alit, menjadi tempat bergantungnya kelangsungan hidup jagat semesta ini. Disisi lain, kita tak lebih dari bayangan dari Allah, karena wujud sebenarnya hanya Dia, dan kita adalah hanya partikelnya, yang artinya seluruh gerak kita adalah “Pengejawantaha-Nya eksistensinya,,,,!!!!!

    Maaf pakde kalau gak nyambung!!!!!!

  10. Billy Soemawisastra mengatakan:

    Mas Bagus Samiaji, saya terkesan sekali pada paparan Anda tentang Jagat Alit. Kita, manusia, memang “khalifatullah fil-ardli” atau wakil Tuhan di atas bumi, yang bertugas mengelola kehidupan di atas planet bumi ini sebaik-baiknya, sesuai sunatullah. Tetapi sekaligus kita juga, sebenarnya, bukan apa-apa bila dibandingkan dengan kemahabesaranNya, bahkan jika dibandingkan dengan makhluk-makhluk lain ciptaanNya. Dan, pada akhirnya memang harus kita sadari bahwa sebenarnya “laa maujudu ilallah” (tak ada apapun yang berwujud kecuali Allah). Terima kasih atas komentarnya. Saya pun akan berkunjung ke blog Anda.

  11. tulus mengatakan:

    tanpa banyak komentar saya merasakan tulisan kang Billy benar-benar ber-bobot dan kaya makna. Terimakasih kang tulisan anda telah mamberi inspirasi pada saya untuk lebih introspeksi diri.Tak lupa salam kenal dan gali terus kedalaman hati manusia…

  12. Aluin Tsang mengatakan:

    Pada tulisan lain Kang Billy bercerita tentang seorang pejuang pluralis, K.H. Prof. DR. Jalaluddin Rakhmat yang lebih dikenal dengan panggilan Kang Jalal. Para pluralis adalah orang-orang yang mengakui dan menghargai keberagaman sebagai sama baik dan sama benarnya. Bagi para pejuang pluralis, yang utama dalam hidup mereka bukan lagi ego atau ke-aku-an, melainkan Dia Yang Maha Mencinta. “Membela hak-hak kaum tertindas dan minoritas, pencinta kaum papa alias para mustadh’afin,” seperti tutur Kang Billy dalam Mengingat Kematian di Hari Ulang Tahun, adalah bentuk cinta mereka pada Sang Khalik. Dan bagi kaum yang tertindas apa yang dilakukan para pejuang ini adalah bukti bahwa Yang Maha Penyayang tidak pernah meninggalkan mereka.
    +1

  13. Kebon jahe mengatakan:

    tulisan-tulisannya bagus.
    hehe..

    nanti baca-baca lagi di sini.
    =D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kuncen Jagat Alit

Rubrikasi

Pustaka Gagasan

Sekedar Maklumat

Tidak ada larangan untuk mengutip berbagai tulisan yang termaktub di Jagat Alit, baik secara keseluruhan maupun sebagian. Tetapi mohon cantumkan nama penulisnya dan sebutkan nama situsnya: jagatalit.com. Kejujuran Anda, sangat kami hargai.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: