Ada Sepotong Surga di Gunung Patuha


Seperti inikah Surga? Hening. Berkabut. Ada cahaya putih yang sangat kuat, menelusup ke dalam dada. Namun susah ditembus pandangan mata. Berdiri di tepiannya, yang terasa hanyalah kebesaran Sang Pencipta. Dia tampaknya sengaja, menurunkan sepotong surga ke pojok semesta, agar kita bisa sedikit merasakan kenikmatannya, di atas dunia. Surga ini terletak di ketinggian 2300 meter di atas permukaan laut. Tepatnya di puncak Gunung Patuha, sebelah selatan … Lanjutkan membaca Ada Sepotong Surga di Gunung Patuha

SD Harintha, Pencetus Meditasi Hening


Guru meditasi itu telah berpindah ke lain dimensi. Pada dimensi sebelumnya, dimensi fana, Sang Guru hidup dalam kondisi yang serba kekurangan. Berpindah-pindah dari satu rumah petak ke rumah petak lainnya, yang biaya sewanya lebih murah. Tetapi tak pernah sedikit pun Sang Guru mengeluhkan nasibnya. Bahkan sebaliknya, ia selalu mengucapkan terima kasih kepada Sang Pencipta, dan menerima segalanya dengan penuh keikhlasan. “Maturnuwun, Gusti. Sumonggo Kerso,” begitu … Lanjutkan membaca SD Harintha, Pencetus Meditasi Hening

Meditasi Hening, Perjalanan Menuju Alam Suwung


Banyak “orang pintar” yang mengklaim dirinya sebagai penemu Meditasi Hening. Tetapi sepanjang pengetahuan saya, Meditasi Hening ini pertama kali diperkenalkan oleh guru saya: Bapak Suratno Dharmo Harintha, pada sekitar tahun 1980-an. Meditasi Hening adalah suatu meditasi yang menggunakan metode dekonsentrasi. Dalam arti, Anda tidak perlu memusatkan pikiran ke suatu titik atau obyek tertentu ketika bermeditasi. Hanya saja, pikiran Anda tidak boleh dibiarkan menerawang atau mengembara … Lanjutkan membaca Meditasi Hening, Perjalanan Menuju Alam Suwung

Pada Sebuah Tajug


Di tajug ini Tak lagi kudengar suara bedug Hanya suara-suara tanpa suara Menghiba Sang Maha Empunya Di tajug ini Tak lagi kudengar dengusan nafas Degupan jantung, ketukan nadi Hanya bisikan ruh selangit penuh Memuja Sang Maha Ruh Seraya bersimpuh Di tajug ini Kucoba menyatu dengan angin Dengan malam Dengan gemawan Dengan bintang Dengan pepohonan Dengan segala Yang bermakna kesunyian Agar aku sampai padaNya Di tajug … Lanjutkan membaca Pada Sebuah Tajug

Dalam Rengkuhan Stupa


  Dalam rengkuhan stupa kurasakan lirih angin berderai membelai tubuh Sang Buddha. Dan Kau pun tersenyum menyapa Sanghyang Maitreya. Dalam rengkuhan stupa kudengar suara azan menghablur, merasuki celah-celah candi. Dan, stupa-stupa pun bergumam, menyebut namaMu. Dalam rengkuhan stupa tak terasa kusapa diriMu. Dalam diam, dalam hening. Dalam kelengangan semesta. Tuhanku, begitu banyak rumahMu. Dalam rengkuhan stupa kubertanya, masihkah tersisa surga, buatku Paduka? Dan Kau pun, … Lanjutkan membaca Dalam Rengkuhan Stupa