Akulah Matahari itu …


(I) AKULAH MATAHARI ITU YANG SELALU MEMPERLIHATKAN DIRI DI PAGI HARI KETIKA KAU MASIH TIDUR MENDENGKUR DAN SELURUH TUBUHMU TERBUJUR DI ATAS KASUR. (II) AKULAH MATAHARI ITU YANG SELALU MEMPERLIHATKAN DIRI DI PAGI KETIKA KAU MASIH MEMBALUT DIRIMU DENGAN MILYARAN KELUHAN KARENA SEJUMLAH BEBAN BERAT DI KEPALAMU TAK KUNJUNG MENCAIR SEHINGGA KAU PUN ENGGAN MENEMUIKU PADAHAL TELAH KUSEDIAKAN KEHANGATAN YANG MAMPU MEMBUATMU DIKELILINGI ENERGI ILAHI NAMUN … Lanjutkan membaca Akulah Matahari itu …

Pada Sebuah Tajug


Di tajug ini Tak lagi kudengar suara bedug Hanya suara-suara tanpa suara Menghiba Sang Maha Empunya Di tajug ini Tak lagi kudengar dengusan nafas Degupan jantung, ketukan nadi Hanya bisikan ruh selangit penuh Memuja Sang Maha Ruh Seraya bersimpuh Di tajug ini Kucoba menyatu dengan angin Dengan malam Dengan gemawan Dengan bintang Dengan pepohonan Dengan segala Yang bermakna kesunyian Agar aku sampai padaNya Di tajug … Lanjutkan membaca Pada Sebuah Tajug

Yesus dan Petani Andalas Utara


Adakah masih kami disebut petani bila cuma punya tubuh golok dan pacul? ………………………………………. Tak elok, kawan tak elok orang bilang kau penggarap penunggu kuli tani ……………………………………. Kau siapa? ……………………………………. Kita sama sobat petani tak bertanah karena tanah petani dari abad ke abad dijarah para raja, tuan tanah, penjajah bertukar jadi tanah negara perkebunan swasta perkebunan negara dan kita melarat ……………………………………… Ya, ya, aku mulai celik … Lanjutkan membaca Yesus dan Petani Andalas Utara

Dalam Rengkuhan Stupa


  Dalam rengkuhan stupa kurasakan lirih angin berderai membelai tubuh Sang Buddha. Dan Kau pun tersenyum menyapa Sanghyang Maitreya. Dalam rengkuhan stupa kudengar suara azan menghablur, merasuki celah-celah candi. Dan, stupa-stupa pun bergumam, menyebut namaMu. Dalam rengkuhan stupa tak terasa kusapa diriMu. Dalam diam, dalam hening. Dalam kelengangan semesta. Tuhanku, begitu banyak rumahMu. Dalam rengkuhan stupa kubertanya, masihkah tersisa surga, buatku Paduka? Dan Kau pun, … Lanjutkan membaca Dalam Rengkuhan Stupa

Nestapa Biarkan Sirna, Gadisku


(Bones of my bones, flesh of my flesh, blood of my blood) Riuh rendah tangismu ketika kau terjebak di rimba alam fana Anganku menjelma nyata saat kusaksikan tingkahmu nan gempita November tanggal sebelas, hari yang penuh kegembiraan itu Tahun 1988 menjadi titimangsa sejarah kelahiranmu Yang berjalan tanpa terasa hingga kau pun menjelma seorang dara Lakon kehidupan memang penuh adegan yang tak pernah kita duga Adakalanya … Lanjutkan membaca Nestapa Biarkan Sirna, Gadisku