Ziarah ke Dasar Diri


Masih Ingat Paulo Coelho? Pengarang Brasil yang namanya semakin mendunia berkat bukunya The Alchemist, The Zahir, The Fifth Mountain, dan sejumlah buku tenar lainnya. (Untuk lebih lengkapnya silakan baca: Paulo Coelho dan Perjalanan Hidupnya, serta Paulo Coelho, Sang Pendekar Cahaya). Belum lama ini, PT Gramedia Pustaka Utama menerbitkan terjemahan buku Paulo Coelho, The Pilgrimage, dengan judul bahasa Indonesia:  Ziarah. Di negeri asalnya, buku ini diterbitkan … Lanjutkan membaca Ziarah ke Dasar Diri

Mensyukuri Musibah: Mampukah?


“Kang, sekarang saya tidak merasa sakit lagi,” kata Adhi dengan wajah berseri. “Bahkan saya pun tak lagi merasa takut dan khawatir. Mungkinkah perasaan seperti ini yang dirasakan para Wali Allah, seperti yang sering Akang ceritakan itu?” “Adhi, itu bukan ceritaku.” Begitu timpalku. “Tapi itu ‘kan bunyi salah satu ayat dalam Al-Quran, yang menyebutkan bahwa para Wali Allah atau para Kekasih Allah sesungguhnya tidak pernah merasa … Lanjutkan membaca Mensyukuri Musibah: Mampukah?

Ada Sepotong Surga di Gunung Patuha


Seperti inikah Surga? Hening. Berkabut. Ada cahaya putih yang sangat kuat, menelusup ke dalam dada. Namun susah ditembus pandangan mata. Berdiri di tepiannya, yang terasa hanyalah kebesaran Sang Pencipta. Dia tampaknya sengaja, menurunkan sepotong surga ke pojok semesta, agar kita bisa sedikit merasakan kenikmatannya, di atas dunia. Surga ini terletak di ketinggian 2300 meter di atas permukaan laut. Tepatnya di puncak Gunung Patuha, sebelah selatan … Lanjutkan membaca Ada Sepotong Surga di Gunung Patuha

Pada Sebuah Tajug


Di tajug ini Tak lagi kudengar suara bedug Hanya suara-suara tanpa suara Menghiba Sang Maha Empunya Di tajug ini Tak lagi kudengar dengusan nafas Degupan jantung, ketukan nadi Hanya bisikan ruh selangit penuh Memuja Sang Maha Ruh Seraya bersimpuh Di tajug ini Kucoba menyatu dengan angin Dengan malam Dengan gemawan Dengan bintang Dengan pepohonan Dengan segala Yang bermakna kesunyian Agar aku sampai padaNya Di tajug … Lanjutkan membaca Pada Sebuah Tajug

Dalam Rengkuhan Stupa


  Dalam rengkuhan stupa kurasakan lirih angin berderai membelai tubuh Sang Buddha. Dan Kau pun tersenyum menyapa Sanghyang Maitreya. Dalam rengkuhan stupa kudengar suara azan menghablur, merasuki celah-celah candi. Dan, stupa-stupa pun bergumam, menyebut namaMu. Dalam rengkuhan stupa tak terasa kusapa diriMu. Dalam diam, dalam hening. Dalam kelengangan semesta. Tuhanku, begitu banyak rumahMu. Dalam rengkuhan stupa kubertanya, masihkah tersisa surga, buatku Paduka? Dan Kau pun, … Lanjutkan membaca Dalam Rengkuhan Stupa