Kenangan Natal yang Tersisa: Spiritualitas Natal dalam SMS


Oleh: Arthur J. Horoni Saya    mendapat 47 SMS ucapan selamat Natal di penghujung Desember 2008 yang baru saja kita lewati. Pesan paling awal, tiba 24 Desember 2008, dari sobatku — tapi kami lebih dekat dan saling menyapa dengan sebutan “saudaraku” — seorang Muslim. Ia menulis,  “Saudaraku, Sang Mesias tak ke mana-mana. Dia senantiasa ada dalam hati manusia. Sang Mesias menghapus dosa para gembalaannya.” Saya terhenyak. … Lanjutkan membaca Kenangan Natal yang Tersisa: Spiritualitas Natal dalam SMS

Andaikan Tak Ada Pesta Natal


Oleh: Arthur J. Horoni Lebih baik, berusahalah supaya keadilan mengalir seperti air, dan kejujuran seperti sungai yang tak pernah kering. (Amos 5: 21-24) Oleh krisis global yang melanda dunia saat ini, rakyat Indonesia semakin sengsara. Harga produk pertanian merayap, padahal pupuk mahal, bahkan jadi ajang perselingkuhan pejabat dengan distributor yang tentu mencekik petani. Bayangkan bagaimana nasib petani tak bertanah? Padahal pemerintah menjagokan program ”Ketahanan Pangan”. … Lanjutkan membaca Andaikan Tak Ada Pesta Natal

Selamat Hari Natal, Saudaraku


Setiap hari natal tiba, saya selalu teringat pada sahabat saya, kakak saya, guru saya, yang puluhan tahun lalu pernah menjadi teman berbincang di malam-malam yang panjang. Topik perbincangan kami umumnya berkisar di seputar sastra, filsafat dan agama. Atau lebih tepatnya, sastra yang berbau filsafat dan agama, bisa juga agama dari sisi filsafat dan sastra. Tidak ada rambu-rambu yang kami gunakan dalam berbagai perbincangan itu. Segala … Lanjutkan membaca Selamat Hari Natal, Saudaraku