Perkenankan Aku Menghasut


Tahun silam di Manokwari, Papua Barat, seorang ibu PNS (Pegawai Negeri Sipil) mengomel ikhwal diskriminasi terhadap suku Papua di kantor-kantor pemerintah. Orang pendatang menguasai posisi penting, bangsa Papua cuma embel-embel. Dalam seleksi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) orang Papua tersìsih. Maka aku hasut ibu itu, kalau mau jadi kehebohan, ibu organisir seluruh orang Papua yang PNS, mundur dari pegawai negeri. Pasti gaduh. Sayang ibu itu … Lanjutkan membaca Perkenankan Aku Menghasut

Tanah Papua Zona Darurat (1)


Tulisan ini merupakan catatan perjalanan Arthur J. Horoni, yang pada pertengahan hingga penghujung Maret 2009, berkunjung ke Provinsi Papua Barat, khususnya Kabupaten Teluk Bintuni. Kunjungan Arthur ke wilayah ini, sebenarnya hanya untuk menemui para alumni pelatihan rakyat. Pelatihan yang sering diselenggarakan oleh Pelayanan Masyarakat Kota – Huria Kristen Batak Protestan (PMK-HKBP) Jakarta di berbagai daerah. Namun Arthur ternyata “disambut” Papua yang tengah (kembali) bergejolak, menuntut … Lanjutkan membaca Tanah Papua Zona Darurat (1)

Tanah Papua Zona Darurat (2)


Tanah Merah Baru: Mama-mama tak Bisa lagi Menjaring Udang Bila rakyat Sebyar telah bergerak menggugat BP Tangguh, komunitas Tanah Merah Baru yang hanya dibatasi pagar dengan proyek, seolah terbuang tak berdaya. Kampung Tanah Merah Baru (TMB), dibangun BP Tangguh untuk relokasi penduduk Tanah Merah Lama yang areanya dibeli Proyek LNG Tangguh. Sekitar 101 rumah dibangun di Tanah Merah Baru, kawasan yang dibeli BP dari marga … Lanjutkan membaca Tanah Papua Zona Darurat (2)