Surat Terbuka untuk Tuan Presiden: Dengarlah Suara Hatimu


Tuan Presiden, Saya cuma seorang rakyat jelata, usia 62 tahun, tak punya perusahaan (asli wong deso), tak dapat pensiun (bukan pns, non-serdadu dan non-polisi), cuma punya rumah di Perumnas Depok. Pernah jadi penyiar radio swasta tahun 70-80-an (jadul), pernah menjadi seolah-olah wartawan karena tak dapat Kartu PWI, dan sekarang belajar di tengah rakyat di desa dan kota, bagaimana caranya agar rakyat mampu mengurus dirinya sendiri. … Lanjutkan membaca Surat Terbuka untuk Tuan Presiden: Dengarlah Suara Hatimu

Serangan Teroris dan Presiden yang Melodramatik


Sehari setelah peristiwa pemboman Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, saya mendapat kiriman SMS dari Habib Rizieq Syihab, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI). Kali ini, saya sepenuhnya setuju dengan apa yang diungkapkan Pak Habib melalui SMS yang cukup panjang itu. Berikut isi SMS tersebut (yang saya bagi ke dalam tiga alinea): “Pernyataan SBY yang mengaitkan Bom Mega Kuningan dengan … Lanjutkan membaca Serangan Teroris dan Presiden yang Melodramatik